tugas pengkajian kmb lanjut i siti khoiroh

Download Tugas Pengkajian Kmb Lanjut i Siti Khoiroh

Post on 05-Aug-2015

229 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Adanya pergeseran demografi, pergeseran sosial ekonomi, serta meningkat

dan bertambah rumitnya masalah kesehatan akan berdampak pada tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan. Masyarakat lebih sadar akan hak dan kewajiban untuk menuntut tersedianya pelayanan pelayanan kesehatan dan keperawatan dengan mutu yang secara profesional dapat dipertanggungjawabkan. Peningkatan mutu pelayanan keperawatan dapat diberikan dengan bebagai cara salah satunya dengan memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dan profesional melalui lima tahapan proses keperawatan, yaitu pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Asuhan keperawatan yang profesional akan terwujud jika perawat sendiri benar-benar memahami ilmu keperawatan secara benar dan baik. Pemahaman yang baik dan benar tentunya merujuk kepada ilmu keperawatan yang dijadikan dasar dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien baik di rumah sakit, keluarga maupun di mayarakat. Peningkatan mutu pelayanan keperawatan didukung oleh pengembangan teori teori keperawatan. Perkembangan teori keperawatan telah menghasilkan banyak karya/ide baru yang dikembangkan yang menguntungkan dunia keperawatan untuk mengembangkan pemikiran dan penalaran perawat dengan teori yang cocok untuk digunakan atau diterapkan dalam praktek keperawatan pada klien secara nyata. Salah satu teori keperawatan yang dapat dikembangkan untuk praktek keperawatan di Indonesia adalah teori Model Adaptasi Roy dari Sister Callista Roy. Teori ini menjelaskan bagaimana individu/klien mampu meningkatkan kesehatannya dengan mempertahankan perilaku secara adaptif dan merubah perilaku yang maladaptif.

1

Teori adaptasi Roy menggunakan pendekatan yang dinamis, dimana peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan dengan memfasilitasi kemampuan klien untuk melakukan adaptasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dasarnya. Dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional dan komprehensif, data dasar klien sangat diperlukan dalam mengidentifikasi respon respon klien terhadap masalah kesehatan. Dengan demikian cara perawat mengumpulkan data dan mengorganisasi data saat berada dalam tahap pengkajian merupakan hal yang sangat penting sehingga diagnosis keperawatan yang sesuai dapat teridentifikasi. Roy memberikan pendekatan multifokal dalam pengkajian tingkat

pertamanya tentang empat cara adaptasi klien yaitu cara fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi. Setelah pengkajian tingkat pertama, perawat kemudian menentukan stimulus fokal, kontekstual dan residual yang menunjang masing masing prilaku tersebut. Pengkajian tingkat kedua difokuskan pada faktor faktor yang mempengaruhi prilaku dari masalah. Mengingat pentingnya konsep pengkajian dalam keperawatan dan penerapan teori yang sudah dikembangkan pakar keperawatan dalam hal ini Model Adaptasi Roy, maka penulis tertarik untuk menyusun makalah tentang Penerapan theori Model Adaptasi Sister Callista Roy dalam pengkajian sistem endokrin.

1.2 Tujuan 1. Tujuan Umum :

Memahami penerapan Model Adaptasi Roy dalam pengkajian keperawatan tentang system endokrin 2. Tujuan Khusus :

a. Memahami pengkajian menurut konsep model adaptasi Sister Calista Roy b. Mengaplikasikan konsep pengkajian keperawatan menurut Roy dalam study kasus system Endokrin

2

c. Menganalisis

kesesuaian

asuhan

keperawatan

yang

diberikan

dan

kesenjangan kesenjangan yang terjadi.

1.3

Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah Memberikan arahan bagi penulis

untuk penerapan model teori keperawatan menurut Sister Calista Roy dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien.

1.4

Sistematika Penulisan Penulisan makalah ini disusun dalam 5 bab, yaitu :

Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan dan Sistematika penulisan. Bab II : Tinjauan Teori yang berisi tentang konsep theori Adaptasi menurut Sister Calista Roy. Bab III : Analisis / Aplikasi Konsep theori Calista Roy dalam kasus. Bab IV : Pembahasan Bab V : Kesimpulan dan Saran.

3

BAB II KONSEP THEORY

2.1

Model Adaptasi Sister Calista Roy Model adaptasi Sister Calista Roy merupakan model dalam keperawatan yang

menguraikan bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatannya dengan cara mempertahankan prilaku secara adaptif serta mampu merubah prilaku yang mal adaptif. Sebagai indivudu dan mahluk holistik memiliki sistem adaptif yang selalu beradaptasi secara keseluruhan. Dalam asuhan keperawatan, sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang dipandang sebagai Holistic4

adaptif system dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan. System adalah satu kesatuan yang dihubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian bagiannya. System terdiri dari input, output, kontrol dan efektor, dengan penjelasan sebagai berikut : 1. Input Input sebagai stimulus yang merupakan kesatuan informasi, bahan-bahan atau energi dari lingkungan yang daat menimbulkan respon, dimana dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu : Stimulus fokal Stimulus kontekstual Stimulus Residual

2. Kontrol Proses kontrol seseorang merupakan bentuk mekanisme koping yang digunakan. Mekanisme kontrol dibagi atas : Subsistem regulator Subsistem Kognator

3. Efektor Efektor merupakan sistem adaptasi yang memiliki empat model adaptasi yaitu : Fungsi fisiologis Konsepdiri Fungsi peran Interdependent.

4. Output

5

Outputdari suatu system adalah prilaku yang dapat di amati, diukur atau secara subyektif dapat dilaporkan baik bersal dari dalam maupun dari luar. Roy mengkategorikan output sistem sebagai respon yang adaptid dan respon yang mal adaptif. 2.2 Komponen Sentral Paradigma Keperawatan Menurut Roy

Menurut Roy terdapat empat objek utama dalam ilmu keperawatan yaitu : 1. Manusia Manusia sebagai penerima pelayanan keperawatan mencakup individu, keluarga, kelompok dan masyarakat 2. Lingkungan Lingkungan merupakan konsep utama dalam interaksi manusia secara konstan. Lingungan adalah semua kondsi, keadaan dan kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan prilaku individu maupun kelompok 3. Sehat dan Kesehatan Esehatan adalah suatu keadaan dan proses berfungsinya manusia karena terjadinya adaptasi terus menerus 4. Keperawatan Keparawatan sebagai proses interpersonal yang diawali adanya kondisi maladaptasi akibat perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal. Tindakan keperawatan diarahkan untuk mengurangi atau mengatasi dan meningkatkan kemampuan adaptasi manusia 2.3 Proses Keperawatan Menurut Theory Roy

Menurut Roy (1991), elemen dari proses keperawatan meliputi Pengkajian tingkat pertama, pengkajian tingkat kedua, Diagnosis eperawatan, penentuan tujuan, Intervensi dan Evaluasi. 1. Pengkajian Tingkat Pertama : Pengkajian Prilaku

6

Merupakan tahap proses keperawatan yang bertujuan mengumpulkan data dan memutuskan klien adaptif atau mal adaptif. Pengkajian keperawatan berdasarkan model ini meliputi data tentang :a. Mode Fungsi Fisiologis

1) Oksigenasi : kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan prosesnya, yaitu ventilasi, pertukaran gas dan transpor gas. 2) Nutrisi : Mulai dari proses ingesti dan asimilasi makanan untuk mempertahankan fungsi, meningkatkan pertumbuhan dan mengganti jaringan yang injuri 3) Eliminasi : yaitu ekskresi hasil dari metabolisme dari intestinal dan ginjal 4) Aktifitas dan Istirahat : Kebutuhan keseimbangan aktifitas fisik dan istirahat yang digunakan untuk mengoptimalkan fungsi fisiologis dalam memperbaiki dan memulihkan semua komponen komponen tubuh. 5) Proteksi/perlindungan : sebagai dasar defens tubuh termasuk proses imunitas dan struktur integumen (kulit, rambut dan kuku) dimana hal ini penting sebagai fungsi proteksi dari infeksi, trauma dan perubahan suhu.6) The sense/ pengindraan : Penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan

bau memungkinkan sesorang berinteraksi dengan lingkungan. 7) Cairan dan elektrolit : Keseimbangan cairan dan elektrolit didalamnya termasuk air, elektrolit, asam basa dalam seluler, ekstrasel dan fungsi sistemik. Sebaliknya inefektif fungsi sistem fisiologis dapat menyebabkan ketidakseimbangan eektrolit 8) Fungsi Neurologis : Hubungan-hubungan neurologis merupakan bagian integral dari regulator fungsi koping mekanisme seseorang. dan Mereka mempunyai untuk mengendalikan mengkoordinasi

pergerakan tubuh, kesadaran dan proses emosi kognitif yang baik untuk mengatur aktifitas organ rgan tubuh.

7

9) Fungsi Endokrin : Aksi endokrin adalah pengeluaran hormon sesuai dengan fungsi neurologis, untuk menyatukan dan mengkoordinasi fungsi tubuh. Aktifitas endokrin mempunyai peran yang signifikan dalam respon stress dan erupakan regulator koping mekanisme. b. Konsep Diri1) The Physical self (Fisik diri) : yaitu bagaimana eseorang memandang

dirinya berhubungan dengan sensasi tubuhnya dan gambaran tubuhnya. 2) Personal diri : yaitu berkaitan dengan konsistensi diri, ideal diri, moraletik dan spiritual diri orang tersebut. Perasaan cemas, hilang kekuatan atau takut merupakan hal yang berat dalam area ini c. Fungsi Peran Model fungsi peran mengenal pola pola interaksi sosial seseorang dalam hubungannya dengan orang lain, yang dicerminkan dalam peran primer, sekunder dan tersier. Fokusnya pada bagaimana seseorang dapat meerankan dirinya di masyarakat sesuai kedudukannya. d. Interdependensi Fokusnya adalah interaksi untuk saling memberi dan menerima cinta/kasih sayang, perhatian dan saling menghargai.2. Pengkajian Tingkat kedua : Pengkajian stimulus

Pada tahap ini merupakan pengkajian stimuli yang signifika