tugas mandiri skenario 1

Download tugas mandiri skenario 1

Post on 24-Nov-2015

17 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

GIT

TRANSCRIPT

<p>DILA PUTRI KRISTIYANTI 1102012066</p> <p>22</p> <p>LI 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Gaster LO1.1 Anatomi makroskopis </p> <p>A. Regio pada abdomen abdomen dan organ organnya 1. Hypochondrium dextra, yaitu regio kanan atas: Hepar dan Vesica fellea 2. Epigastrium, regio yang berada di ulu hati, Gaster, Hepar, Colon transversum3. Hypochondrium sinistra, regio yang berada di kiri atas: Gaster, Hepar, Colon Transversum4. Lumbaris dextra, regio sebelah kanan tengah: Colon ascendens 5. Umbilicalis, regio tengah: Intestinum tenue, Colon transversum 6. Lumbaris sinistra, regio sebelah kiri umbilikalis: Intestinum tenue, Colon descendens7. Inguinalis dextra, regio kanan bawah: Caecum, Appendix vermiformis 8. Hypogastrium / Suprapubicum, regio di tengah bawah: Appendix vermiformis, Intestinum tenue, Vesica urinaria 9. Inguinalis sinistra, regio kiri bawah: Intestinum tenue, Colon descendens, Colon sigmoideum</p> <p>B. Anatomi Gaster </p> <p>Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai regio epigastrica dan umbilicalis. Sebagian besar gaster terletak di bawah costae bagian bawah. Secara kasar, gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum dan ostium pyloricum; dua curvatura, curvatura major dan curvatura minor; dan dua dinding, paries anterior dan paries posterior. Gaster dibagi menjadi bagian-bagian berikut: 1. Fundus gastricum berbentuk kubah, menonjol ke atas dan terletak di sebelah kiri ostium cardiacum. Biasanya fundus berisi penuh udara. 2. Corpus gastricum terbentak dari ostium cardiacum sampai incisura angularis, suatu lekukan yang ada pada bagian bawah curvatura minor. 3. Anthrum pyloricum terbentang dari incisura angularis sampai pylorus. 4. Pylorus merupakan bagian gaster yang berbentuk tubular. Dinding otot pylorus yang tebal membentuk musculus sphincter pyloricus. Rongga pylorus dinamakan canalis pyloricus. </p> <p>C. Vaskularisasi Gaster a. Arteri berasal dari cabang truncus coeliacus. Arteria gastrica sinistra berasal dari truncus coeliacus. Arteri ini berjalan ke atas dan kiri untuk mencapai oesophagus dan kemudian berjalan turun sepanjang curvatura minor gaster. Arteria gastrica sinistra mendarahi 1/3 bawah oesophagus dan bagian atas kanan gaster.</p> <p>Arteria gastrica dextra berasal dari arteria hepatica communis pada pinggir atas pylorus dan berjalan ke kiri sepanjang curvatura minor. Arteria ini mendarahi bagian kanan bawah gaster. Arteriae gastricae breves berasal dari arteria lienalis pada hilum lienale dan berjalan ke depan di dalam ligamentum gastrosplenicum untuk mendarahi fundus. Arteria gastroomentalis sinistra berasal dari arteria splenica pada hilum lienale dan berjalan ke depan di dalam ligamentum gastrolienale untuk mendarahi gaster sepanjang bagian atas curvatura major. Arteria gastroomentalis dextra berasal dari arteria gastroduodenalis yang merupakan cabang arteria hepatica communis. Arteria ini berjalan ke kiri dan mendarahi gaster sepanjang bawah curvatura major.</p> <p>b. Venae. Vena-vena ini mengalirkan darah ke dalam sirkulasi portal. Vena gastrica sinistra dan dextra bermuara langsung ke vena porta hepatis. Venae gastricae breves dan vena gastroomentalis sinistra bermuara ke dalam vena lienalis. Vena gastroomentalis dextra bermuara ke dalam vena mesentrica superior. </p> <p>D. Persarafan Gaster Persyarafan ini termasuk serabut-serabut simpatis yang berasal dari plexus coeliacus dan serabut-serabut parasimpatis dari nervus vagus dextra dan sinistra. </p> <p>1. Truncus vagalis anterior Di bentuk di dalam thorax Berasal dari nervus vagus sinistra Cabang-cabangnya mempersyarafi permukaan anterior gaster 2. Truncus vagalis posterior Di bentuk di dalam thorax Berasal dari nervus vagus dextra Cabang-cabangnya mempersyarafi permukaan posterior gaster persyarafan simpatis gaster membawa serabut-serabut rasa nyeri, sedangakan serabut parasimpatis nervus vagus membawa serabut secretomotoris untuk glandulae gastricae dan serabut motoris untuk tunika muskularisgaster. Musculus sphinter pyloricus menerima serabut motoris dari sistem simpatis dan serabut inhibitor dari nervus vagus.</p> <p>LO 1.2 Anatomi Mikroskopis </p> <p>Ada 3 daerah struktur histologis yang berbeda pada gaster yaitu corpus, fundus, dan pylorus. Peralihan esophagus dan gaster disebut esophagus-cardia, epitel berlapis gepeng esophagus beralih menjadi epitel selapis torak pada cardia. Setelah mencapai cardia, kelenjar esophagus di submucosa tidak ada lagi. Pada bagian cardia tunika muskularis circularis menebal membentuk sphincter. Epitel gaster terdiri dari sel silindris yang mensekresi mukus. Permukaan gaster dilengkapi dengan lipatan mukosa yang disebut rugae. Dalam lipatan terdapat invaginasi atau cekungan yang disebut foveola gastrica.</p> <p>( Peralihan esophagus-cardia) A. Fundus </p> <p>Mukosanya dilapisi epitel selapis torak, memiliki foveola gastrica yang datar (1/3 tebal mukosa). Pada dasar foveola gastrica bermuara kelenjar fundus, kelenjar tubulosa sipleks dan lurus. Ada 4 macam sel kelenjar : 1. Sel mukus leher (neck cell) 2. Sel HCl ( parietal cell) 3. Sel zimogen (chief cell) 4. Sel argentaffin </p> <p>B. Pilorus Pilorus mempunyai foveola gastrica lebih dalam. Sel-sel kelenjarnya hampir homogeny, semua sel mukus kelenjar pylorus serin berkelok-kelok didalam lamina propria.</p> <p>C. Peralihan gaster ke duodenum Tunika muskularis epitel torak pada bagian dudodenum mulai terdapat sel goblet. Pada duodenum telah terdapat tojolan ke permukaan vilus intestinal ciri khas duodenum adalah adanya kelenjar brunner/mukus. </p> <p>LI 2. Memahami dan Menjelaskan Fisiologi dan biokimia Gaster Fisiologi saluran Pencernaan (Dari mulut sampai Gaster) </p> <p>1. Mulut dan Kelenjar Liur </p> <p>Di mulut terjadi motilitas berupa mengunyah yang dibantu oleh peran gigi. Proses mengunyah yaitu proses memecah dan menggiling makanan menjadi potongan kecil sehingga mudah ditelan dan terkena enzim. </p> <p>Di mulut juga terjadi proses pencampuran makanan dengan liur, dan proses pengecapan yang secara reflex dapat meningkatkan sekresi liur, getah gaster, pancreas, dan empedu untuk persiapan kedatangan makanan. Kelenjar liur yang ada pada mulut juga mensekresi enzim dan mukus yang berperan penting pada proses pencernaan, terdiri dari : a. Amilase : enzim yang berperan untuk memulai pencernaan karbohidrat di mulut. Enzi mini menguraikan polisakarida menjadi maltosa yang berupa disakarida. b. Mukus : Berfungsi sebagai pelumas yang mempermudah proses menelan dengan membasahi partikel makanan sehingga menyatu. c. Lisozim : Enzim yang bersifat antibakteri, sebagi pertahanan dari bakteri yang terdapat pada makanan. Di mulut sudah terjadi proses pencernaan yaitu pencernaan karbohidrat yang dibantu oleh enzim amilase. Di mulut juga terjadi penyerapan obat-obat tertentu seperti nitrogliserin.</p> <p>2. Faring dan Esofagus Di faring dan esophagus terjadi motilitas menelan yang terbagi menjadi tahap orofaring dan tahap esophagus. Tahap orofaring yaitu saat pemindahan bolus (makanan yang sudah dikunyah) dari mulut melalui faring untuk masuk ke esophagus. Sedangkan tahap esophagus adalah saat pusat menelan memicu gelombang peristaltik primer dari pangkal ke ujung esophagus sehingga mendorong bolus menelusuri esophagus untuk masuk ke gaster. Jika bolus besar atau lengket, maka bolus akan meregangkan esophagus dan mengaktifkan gelombang peristaltik kedua yang lebih kuat, diperantarai oleh plexus saraf intrinsik dan tidak lagi melibatkan pusat menelan, serta meningkatkan sekresi liur.Di esophagus juga terdapat sekresi mukus yang mengurangi kemungkinan kerusakan esophagus oleh tepi-tepi makanan tajam yang baru masuk dan melindungi dinding esophagus dari asam dan enzim getah gaster jika terjadi reflux gaster. Di faring dan esophagus tidak terdapat proses pencernaan dan penyerapan. </p> <p>3. Gaster Di gaster terjadi motilitas relaksasi reseptif, dan gerak peristaltik. Relaksasi reseptif: Relaksasi reflex gaster sewaktu menerima makanan, meningkatkan kemampua gaster untuk menampung tambahan volume dari makanan. Gerak peristaltik: Kontraksinya menyebar melalui fundus dan korpus ke antrum dan sfingter pylorus. Lapisan otot yang tipis di daerah fundus dan antrum menyebabkan kontraksinya lemah, sebaliknya lapisan otot di daerah antrum yang tebal menyebabkan kontraksinya kuat. Di gaster juga terdapat sekresi bahan yang disebut getah gaster, yaitu HCl, Pepsin, Mukus, dan Faktor intrinsik. Pencernaan karbohidrat akan berlanjut di bagian korpus gaster, dan pencernaan protein akan di mulai dibagian antrum gaster dengan bantuan HCl dan pepsin. Di gaster belum dimulai proses penyerapan makanan, tetapi sudah terjadi penyerapan beberapa bahan larut lemak seperti alcohol dan aspirin.</p> <p>Fisiologi dan Biokimia Fungsi Organ (Gaster) 1. Fungsi motorik a. Fungsi reservoir Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak ke saluran pencernaan. Menyesuaikan peningkatan volume tanpa menambah tekanan dengan relaksasi reseptif otot polos yang diperantarai oleh saraf vagus dan dirangsang oelh gastrin.b. Fungsi mencampur Memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya dengan getah gaster melalui kontraksi otot yang mengelilingi gaster. c. Fungsi pengosongan gaster Diatur oleh pembukaan sfingter pylorus yang dipengaruhi oleh viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmotis, keadaan fisisk, emosi, obat-obatan dan kerja. Pengosongan gaster di atur oleh saraf dan hormonal </p> <p>2. Fungsi pencernaan dan sekresi Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL Sintesis dan pelepasan gastrin. Dipengaruhi oleh protein yang di makan, peregangan antrum, rangsangan vagus Sekresi factor intrinsik. Memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal. Sekresi mucus. Membentuk selubung yang melindungi gaster serta berfungsi sebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah untuk diangkut. </p> <p>Regulasi Hormon dan enzim pada fase pengisian dan pengosongan gaster 1. Pengisisan gaster Jika kosong gaster memiliki volume sekitar 50 ml tetapi gaster dapat mengembang hingga 1000 ml atau 1 L ketika makan. Volume yang bisa mencapai 20 kali lipatnya tersebut menyebabkan ketegangan pada dinding gaster dan sangat meningkatkan tekanan intragaster Mengacu pada kemampuan otot polos mempertahankan ketegangan konstan dalam rentang panjang yang lebar. Interior dinding gaster membentuk lipatan-lipatan dalam yang dikenal sebagai rigae. Selama makan lipatan-lipatan tersebut mengecil dan mendatar pada saat gaster sedikit demi sedikit melemas karena terisi. Relaksasi refleks gaster sewaktu menerima makanan ini disebut refleks reseptif.2. Penyimpanan gasterSebagian sel otot polos mampu mengalami depolarisasi parsial yang otonom dan berirama. Pola depolasrisasi ritmik tersebut yaitu irama listrik dasar atau BER (basic electrical rhytm) gaster, berlangsung secara terus menerus. BER dapat dibawa ke ambang oleh aliran arus dan mengalami potensial aksi, yang kemudianmemulai kontraksi otot yang dikenal sebagai gelombang peristaltik dan menyapu isi gaster dengan kecepatan yang sesuai dengan BER yaitu tiga kalo per menit. Lapisan otot di fundus dan korpus tipis sehingga kekuatan gerak peristaltik di dua daerah tersebut lemah dan makanan yang masuk ke gaster dari esofagus tersimpan relatif tenang tanpa mengalami pencampuran. Sedangkan pada saat mencapai antrum gelombang menjadi lebih kuat karena lapisan otot lebih tebal. 3. Pencampuran gaster </p> <p>Kontraksi peristaltik gaster yang kuat merupakan penyebab makanan bercampur dengan sekresi gaster dan menghasilkan kimus. Setiap gelombang peristaltik antrum mendorong kimus ke depan ke arah sfingter pilorus. Kontraksi tonik sfingter pylorus dalam. keadaan normal menjaga sfingter hampir tertutup rapat tetapi tidak seluruhnya. Kimus yang kental tidak seluruhnya didorong keluar dari gaster, kecuali ada kekuatan kuat yang mendorong kimus tersebut.4. Pengosongan gaster Kontraksi peristaltik antrum menghasilkan gaya pendorong untuk mengosongkan gaster. Pengosongan gaster diatur oleh faktor gaster dan duodenum. Faktor gaster yaitu jumlah kimus dalam gaster. Faktor duodenum yaitu lemak, asam, hipertonisitas dan peregangan. Respon saraf diperantarai oleh plexus saraf intrinsik (refleks pendek) dan daraf otonom (refleks panjang). Secara kolektif refleks-refleks tersebut disebut refleks enterogastik. Respon hormon yang melibatkan pengeluaran mukosa duodenum beberapa hormon yang secara kolektif disebut enterogastron. Tiga dari enterogastron yaitu sekretin, kolesistokinin, dan peptida inhibitorik gaster. </p> <p>Sekretin dalah hormon pertama yang ditemukan. Koleksistokini merupakan penyebab kontraksi kandung empedu. Peptida inhibitorik gaster merupakan peptida yang menghambat gaster.Faktor duodenum: a. Lemak pencernaan dan penyerapan lemak hanya berlangsung di lumen usus halus. Oleh karena itu apabila di duodenum sudah terdapat lemak, pengosongan isi gaster yang berlemak lebih lanjut ke dalam duodenum ditunda sampai usus halus selesai mengolah lemak yang sudah ada di sana. Lemak merupakan perangsang terkuat untuk menghambat motilitas gaster. Yang tampak jelas perbandingan antara makan berlemak dan tidak mengandung lemak. Makanan yang mengandung lemak masih ada di gaster setelah enam jam, sedangkan makanan yang tidak mengandung lemak sudah meniggglakan gaster dalam waktu tiga jam.</p> <p>b. Asam Gaster mengeluarkan asam hidroklorida (HCL), kimus yang sangant asam dikelurakan ke dalam duodenum, tempat kimus tersebut mengalami netralisasi oleh natrium bikarbonat yang disekresi ke dalam lumen duodenum oleh pankreas. Asam yang tidak dinetralkan akan mengiritasi mukosa duodenum dan menyebabkan inaaktivasi enzim-enzim pencernaan pankreas yang disekresi ke dalam lumen duodenum. Dengan demikian asam yang tidak dinetralkan akan menghambat pengosngan isi gaster. </p> <p>c. Hipertonisitas Osmolaritas bergantung pada jumlah molekul yang ada, bukan pada ukurannya. . pada pencernaan molekul protein dan karbohidrat di duodenum, dibebaskan sejumlah besar moleku sama amino dan glukosa. Apabila kecepatan penyerapan molekul- molekul tersebut tidak seimbang, maka molekul-molekul dalam jumlah besar tersebut akan tetepa berada di dalam kimus dan meningkatkan osmolaritas isi duodenum. </p> <p>d. Peregangan Kimus yang terlalu banyak terdapat di duodenum akan menghambat pengosongan isi gaster lebih lanjut, sehingga duodenum mendapat kesempatan untuk menangani kelebihan volume kimus. Di gaster yang kosong terjadi kontraksi peristaltik sebelum makan berikutnya. Bangkitnya kembali motilitas gaster diperantarai oleh aktivitas para simpatis, mungkin diaktifkan oleh hipothalamus sebagai respon terhadapa penurunan pemakaian glukosa hipothalamus sewaktu jadwal untuk makan berikutnya. Rasa lapar dan peningkatan aktivitas peristaltik tersebut dipicu secara simultan oleh penuruan jumlah glukosa yang dimetabolisme oleh otak. Emosi juga dapat mempengaruhi motilitas gaster sedangkan yang cenderung menghambat motilitas gaster adalah nyeri hebat.</p> <p>2.3 Regulasi pembentukan dan sekresi asam gaster...</p>