tugas mandiri sk2 (ipt)

Download Tugas Mandiri SK2 (IPT)

Post on 12-Jul-2016

215 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TM

TRANSCRIPT

ALYA NADHIRA 1102014015

LI 1. Memahami dan Menjelaskan Campak

LO 1.1. DefinisiCampak adalah infeksi akut akibat infeksi virus campak. Penyakit ini sangat infeksius dengan transmisi utama melalui droplet.

(Tanto, C., Liwang, F., Hanifati, S., et al. (2014). Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Ed. 4. Jakarta : Media Aesculapius.)

LO 1.2. EtiologiCampak (rubeola, measles) disebabkan oleh paramyxovirus, virus dengan rantai tunggal RNA yang memiliki 1 tipe antigen. Manusia merupakan satu-satunya penjamu alami bagi penyakit ini. Virus campak menginfeksi traktus respiratorius atas dan kelenjar limfe regional dan menyebar secara sistemik selama viremia yang berlangsung singkat dengan titer virus yang rendah. Viremia sekunder timbul dalam 5-7 hari saat monosit yang telah terinfeksi menyebabkan virus ke dalam saluran pernapasan, kulit dan organ-organ lainnya. Virus dapat ditemukan pada sekret saluran pernapasan, darah dan urin penderita. Virus campak disebarkan melalui droplet berukuran besar dari saluran pernapasan atas dan memerlukan kontak yang erat. Virus campak stabil pada suhu ruang selama 1-2 hari. Penderita campak menularkan virus selama 1-2 hari sebelum timbulnya gejala (sekitar 5 hari sebelum timbulnya ruam) sampai 4 hari setelah timbulnya ruam.

(Marcdante, K. J., Kliegman, R. M., Jenson, H. B., et al. (2014). Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial Ed. 6. Singapore : Elsevier.)

Penyakit ini disebabkan oleh virus campak dari family Paramyxovirus. Virus campak adalah virus RNA yang dikenal hanya mempunyai 1 antigen. Struktur virus ini mirip dengan virus penyebab parotitis epidemis dan parainfluenza. Setelah timbulnya ruam kulit, virus aktif dapat ditemukan pada secret nasofaring, darah, dan air kencing dalam waktu sekitar 34 jam pada suhu kamar. Virus campak dapat bertahan selama beberapa hari pada temperature 00C dan selama 15 minggu pada sediaan beku. Di luar tubuh manusia virus ini sudah mati. Pada suhu kamar sekalipun, virus ini akan kehilangan infektivitasnya sekitar 60% selama 3-5 hari. Virus campak mudah hancur oleh sinar ultraviolet.

MORFOLOGI VIRUS CAMPAKMorfologi Paramyxoviridae pleomorfik, dengan partikel berdiameter 150-300 nm, dengan ukuran partikel 100-700 nm. Selubung Paramyxovirus rapuh sehingga membuat partikel virus labil ketika disimpan dan rentan terdistorsi ketika diperiksa melalui mikrogaf elektron.Genom virus berupa RNA liniear, sense negatif, beruntai tunggal, tidak bersegmen, berukuran sekitar 15 kb. Karena genomnya tidak bersegmen, hal ini meniadakan peluang terjadinya pemilihan ulang genetik sehingga membuat semua anggota kelompok Paramyxovirus stabil secara antigenik.

Sebagian besarParamyxovirus mengandung 6 protein struktural:a. 3 protein membentuk kompleks dengan RNA virus berfungsi untuk transkripsi dan replikasi RNAb. 3 protein berpartisipasi dalam pembentukan selubung virus. Protein matriks (M) mendasari selubung virus, protein tersebut memiliki afinitas terhadap NP dan glikoprotein permukaan virus dan penting dalam perakitan virion.

Virus campak mempunyai 6 protein struktural, 3 di antaranya tergabung dengan RNA dan membentuk nukleokapsid yaitu; Pospoprotein (P), protein ukuran besar (L) dan nukleoprotein (N). Tiga protein lainnya tergabung dengan selubung virus yaitu; protein fusi (F), protein hemaglutinin (H) dan protein matrix (M).Protein F dan H mengalami glikosilasi sedangkan protein M tidak. Protein F bertanggung jawab terhadap fusi virus dengan membran sel hospes, yang kemudian diikuti dengan penetrasi dan hemolisis. Protein H bertanggung jawab pada hemaglutinasi, perlekatan virus, adsorpsi dan interaksi dengan reseptor di permukaan sel hospes. Protein F dan H bersama-sama bertanggung jawab pada fusi virus dengan membran sel dan membantu masuknya virus. Sedangkan protein M berinteraksi dengan nukleo-kapsid berperan pada proses maturasi virus. Nukleokapsid dikelilingi oleh selubung lipid yang tertancap dengan duri dua glikoprotein transmembran yang berbeda ukuran (8 - 12 mm). Aktivitas glikoprotein permukaan ini yang membantu membedakan genus famili Paramyxoviridae.Glikoprotein dapat atau tidak dapat mengalami aktivitas hemaglutinasi dan neuraminidase serta berperan untuk perlekatan pada sel penjamu. Glikoprotein ini dirakit sebagai tentramer di dalam virion yang matang.

Paramyxovirus mengalami replikasi di sitoplasama; partikel bertunas dari membran plasma, dan yang paling penting adalah ciri khas dari paramyxovirus ini stabil secara antigen, partikel labil juga sangat infeksius. Paramyxovirus merupakan virus penyebab penyakit gondongan (mumps). Adapun virus ini mencakup campak (measles), gondong (mumps), human respiratory syncytial virus, Newcastle disease virus, sendai virus, dan lain-lain yang merupakan agen dari banyak penyakit di manusia dan hewan.

(Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2008). Mikrobiologi Kedokteran: Jawetz, Melnick, Adelberg Ed. 25. Jakarta : EGC.)

KLASIFIKASI VIRUS CAMPAKFamili Paramyxovirus terbagi menjadi dua subfamili dan tujuh genera, enam di antaranya merupakan patogen bagi manusia. Sebagian besar anggota monotipik (tersusun atas satu serotipe); semuanya stabil secara antigenik.Genus Respirovirus mengandung dua serotipe virus parainfluenza manusia, dan genus Rubulavirus mengandung dua virus parainfluenza yang lain serta virus gondongan. Beberapa virus yang menyerang hewan memiliki kaitan dengan galur yang menyerang manusia. Virus Sendai pada pertama yang diisolasi dan sekarang dikenal sebagai penyebab infeksi yang sering pada koloni tikus, ternyata merupakan subtipe virus tipe 1 pada manusia. Simian parainfluenza virus tipe 2, sementara shipping fever virus pada hewan ternak dan domba ternyata merupakan subtipe virus parainfluenza tipe 3. Virus penyakit Newcastle, merupakan prototipe virus parainfluenza avian dari genus Avulavirus, yang juga terkait dengan virus manusia.Genus Morbillivirus terdiri dari virus campak (rubeola) yang menyerang manusia serta virus distemper pada anjing, virus rinderpest yang menyerang hewan ternak, dan morbillivirus akuatik yang menyerang mamalia laut. Virus-virus ini secara antigenik terkait satu sama lain, tetapi tidaklah terkait dengan anggota genera lain. Protein F sangat dipertahankan di antara morbillivirus, sementara protein HN/G terlihat lebih bervariasi. Virus campak memiliki aktivitas hemaglutinin tetapi tidak neuraminidase. Virus campak memicu pembentukan inklusi intranuklear, sementara Paramyxovirus lainnya tidak.

(Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2008). Mikrobiologi Kedokteran: Jawetz, Melnick, Adelberg Ed. 25. Jakarta : EGC.)

Family: ParamyxoviridaeSubfamily: ParamyxovirinaeGenus: MorbillivirusSpesies: measles virus (MeV)

SIKLUS HIDUP VIRUS CAMPAKVirus menyerang sel inang dengan cara menyuntikkan materi genetiknya ke dalam sel inang. Sel yang terinfeksi memproduksi protein virus dan materi genetiknya lebih banyak dibandingkan protein tubuhnya sendiri. Ada beberapa tahap dari siklus hidup virus. Tahap I: ADSORPSI, ditandai dengan melekatnya virus pada dinding sel inangnya. Tahap II: PENETRASI, materi genetik virus disuntikkan kedalam sel inangnya. Tahap III: SINTESIS,merupakan tahap menggandakan komponen-komponen tubuh virus. Tahap IV: MATURASI ATAU PERAKITAN, berupa penyusunan tubuh-virus menjadi satu kesatuan yang utuh. Tahap V: LISIS. Partikel virus yang baru terbentuk memecah sel inang, dan siap menginfeksi sel inang berikutnya. mekanisme reproduksi virus seperti di atas disebutdaur litik.

Siklus hidup paramyxovirus yaitu:

1. IKATAN PENETRASI PELEPASAN SELUBUNG VIRUSParamyxovirus berikatan dengan sel inang (reseptornya adalah molekul CD46 membran) melalui glikoprotein hemaglutinin (protein HN). Kemudian, amplop virion berfusi dengan membran sel melalui kerja dari produk pemecahan F1 (fusi oleh F1 terjadi pada pH netral lingkungan ekstraseluler) memungkinkan pelepasan nukleokapsid virus secara langsung ke dalam sel (sitoplasma).

2. TRANSKRIPSI, TRANSLASI DAN REPLIKASI DNAParamyxovirus mengandung genom RNA untaian negatif yang tidak bersegmen,transkrip RNA messenger dibuat dalam sitoplasma oleh polimerase RNA virus. Posisi dari gen relatif terhadap ujung 3 genom berkorelasi dengan efisiensi transkripsi.Kelas trasnkripsi yang paling banyak dihasilkan oleh yang terinfeksi adalah dari gen NP (nukleoprotein), sementara yang paling sedikit adalah gen L (polimerase besar) yang berlokasi di dekat ujung 5. Kemudian protein virus di sintesis di sitoplasma dan glikoprotein virus juga di sintesis dan terglikosilasi dalam jalan kecil sekretoris. Genom-genom progen dengan panjang dan penuh kemudian digandakan dari templete antigenom.

3. MATURASIVirus matur melalui pertunasan dari permukaan sel. Nukleokapsid progen terbentuk di sitoplasma dan pindah ke permukaan sel.Mereka tertarik ke tempat pada membran plasma yang terpaku oleh duri-duri glikoprotein HN dan F0 virus. Protein M penting untuk pembentukan partikel, mungkin membantu merangkaikan amplop virus pada nukleokapsid. Selama pertunasan, kebanyakan protein inang menjauh dari membran. Aktivasi protein fusi kemudian menyebabkan fusi membran berdekatan,menyebabkan pembentukan sinsitium besar.

4. NASIB SELPembentukan sinsitum merupakan respon yang umum pada infeksi paramyxovirus. Partikel virus yang baru terbentuk memecah sel inang, dan siap menginfeksi sel inang berikutnya.LO 1.3. EpidemiologiCampak merupakan penyakit endemis, terutama di negara sedang berkembang. Angka kesakitan di seluruh dunia mencapai 5-10 kasus per 10.000 dengan jumlah kematian 1-3 kasus per 1000 orang. Campak masih ditemukan di negara maju. Di Indonesia campak masih menempati urutan ke-5 dari 10 penyakit utama pada bayi dan balita (1-4) tahun berdasarkan laporan SKRT tahun 1985/1986. KLB masih terus dilaporkan, diantaranya KLB di pulau Bangka pada tahun 1971 dengan angka kematian sekitar 12%, KLB di