Tugas Mandiri Scenario 2

Download Tugas Mandiri Scenario 2

Post on 21-Nov-2015

5 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

wrap up

TRANSCRIPT

<p>Tugas mandiri scenario 2Nama : MarisaNPM : 1102013162</p> <p>LI.1 Vaskularisasi Jantung1.1 MakroskopisLI.2 MM. Aterosklerosis2.1 DefinisiAterosklerosis adalah penebalan dan pengerasan dinding arteri sedang dan besar yang disebabkan ateroma. Dapat menyebabkan penyempitan lumen arteri dan pengurangan aliran darah. Daerah yang dipasoknya itu dapat mengalami infark, bila terjadi di dalam otak dapat mengakibatkan stroke, bila mengenai arteri koroner dapat menyebabkan infark jantung2,2 EtiologiPenimbunan lipid complex didalam tunika intima pembuluh darah. Penyebab yang pasti dari kelainan ini belum diketahui, tetapi ada sejumlah factor resiko yang dapat menimbulkan atherosclerosis.1. Factor resiko mayor :A. HiperkolesterolmiaMerupakan suatu factor resiko utama untuk terjadinya atherosclerosis oleh karena : Bercak atherosclerosis klasik mengandung lemak yang kaya kolesterol dan ester kolesterol, yang pada penelitian terbukti berasal dari kolesterol darah. Diet yang banya mengandung kolesterol, seperti kuning telur, lemak hewan dan butter dapat meningkatkan level kolesterol plasma. Pada penelitian kependudukan mencatat bahwa resiko terkena ischemic heart disease makin meningkat pada keadaan kadar kolesterol plasma yang makin tinggi.B. HipertensiPada penelitian membuktikan bahwa peningkatan tekanan darah systole maupun diastole, merangsang peningkatan resiko atherosclerosis. Resiko ini meningkat sejalan dengan derajat keparahan hipertensi. Pada individu dibawah umur 45 tahun, hiperkolesterolemia tampaknya sebagai factor resiko paling utama, sedangkan hipertensi sebagai factor resiko pada individu yang lebih tua. Pemberian terapi anti hipertensi dapat menurunkan insiden penyakit yang berhubungan dengan atherosclerosis, terutama stroke dan iskemi pada jantung.C. Merokok sigaret.Ditemukan hubungan yang kuat dan menetap antara merokok sigaret dengan komplikasi dan atherosclerosis, yaitu ischaemic heart disease. Hubungan ini paling kuat terjadi pada pria yang berumur 35-55 tahun. Resiko ini akan menurun setelah penghentian rokokD. Diabetes mellitusKelainan metabolic ini dapat menimbulkan kelainan atherosclerosis pada umur dini dan mempercepat progresivitasnya. Diabetes mellitus ini dapat mengakibatkan peningkatan kadar lemak darah yang selanjutnya akan menimbulkan atherosclerosis.2. Factor resiko minora. Kurangnya gerak fisik / olahraga yang teraturb. Stress emosionalc. Pemakan kotraseptive orald. Hiperuricemiae. Obesitasf. Makan tinggi karbohidrat2.3 PatofisiologiAterosklerosis dimulai ketika kolesterol berlemak tertimbun di tunika intima arteri besar. Timbunan ini, dinamakan ateroma atau plak yang akan mengganggu absorbsi nutrient oleh sel-sel endotel yang menyusun lapisan dinding dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah karena timbunan ini menonjol ke lumen pembuluh darah. Endotel pembuluh darah yang terkena akan mengalami nekrotik dan menjadi jaringan parut, selanjutnya lumen menjadi semakin sempit dan aliran darah terhambat. Pada lumen yang menyempit dan berdinding kasar, akan cenderung terjadi pembentukan bekuan darah.2.4 Gambaran oklusi2.5 Gambaran infarkLI.3 MM.sindroma coroner akut3.1 DefinisiPenyakit Arteri Koroner / penyakit jantung koroner (Coronary Artery Disease) ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah. 3.2 EtiologiPenyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.Faktor penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Pada umumnya ada dua bagian, yaitu faktor penyebab yang dapat diubah dan faktor penyebab yang tidak diubah. Faktor penyebab yang tidak dapat diubah adalah faktor keturunan dan jenis kelamin. Faktor yang dapat diubah berkaitan dengan gaya hidup. kegemukan, hipertensi, diabetes melitus, kebiasaan merokok, stres dan kadar lemak darah yang tinggi.A. Penyebab utama (Mayor) :a) Merokokb) Darah tinggi (Hipertensi)c) Kencing manisd) Kolesterol tinggie) KeturunanB. Penyebab tambahan (Minor)a) Obesitasb) Kurang olahragac) Stressd) Umure) Pemakaian obat-bat tertentu</p> <p>C. Beberapa faktor resiko terpenting Penyakit Jantung Koroner :a) Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggib) Kadar Kolesterol HDL rendahc) Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)3.4 KlasifikasiA. Angina PektorisAngina pectoris adalah suatu sindrom klinis berupa serangan nyeri dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat di dada yang sering menjalar kelengan kiri. Nyeri dada tersebut biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas dan segera hilang bila aktivitas dihentikan. Terdapat tiga jenis angina, yaitu :1. Angina stabila) Disebut juga angina klasik.b) Terjadi jika arteri koroner yang arterosklerotik tidak dapat berdilatasi untuk meningkatkan alirannya sewaktu kebutuhan oksige nmeningkat. Peningkatan kerja jantung dapat menyertai aktivitas,misalnya : berolah raga atau naik tangga.2. Angina prinzmetala) Terjadi tanpa peningkatan jelas beban kerja jantung dan pada kenyataannya sering timbul pada waktu beristirahat atau tidur.b) Pada angina prinzmetal terjadi spasme arteri koroner yang menimbulkan iskemi jantung di bagian kiri. Kadang-kadang tempat spasme berkaitan dengan arterosklerosis.3. Angina tak stabila) Kombinasi angina stabil dengan angina prinzmetal.b) Dijumpai pada individu dengan perburukan penyakit arteri koroner. Angina ini biasanya menyertai peningkatan beban kerja jantung. c) Hal ini tampaknya terjadi akibat arterosklerosis koroner yang ditandai oleh trombus yang tumbuh dan mudah mengalami spasme.</p> <p>B. Infark Miokardium( MCI )a) Infark miokardium adalah nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otot jantung,b) Klinis sangat mencemaskan : sering berupa serangan mendadak, umumnya pada pria 35-55 tahun, tanpa gejala pendahuluan.c) Infark miokard biasanya disebabkan oleh thrombus arteri koroner, prosesnya mula-mula berawal dari rupture plak yang kemudian diikuti oleh pembentukan thrombus oleh trombosit. Lokasi dan luasnya infark miokard tergantung pada jenis arteri yang oklusi dan aliran darah kolateral.d) Terdapat 2 tipe :1. Acute non ST elevasi myocardial infarction (Acute Nstemi)Keadaan ini sudah terdapat kerusakan dari sel otot jantung yang ditandai dengan keluarnya enzim yang ada didalam sel otot jantung seperti: CK, CKMB, Trop T, dll. Tetapi pada EKG mungkin tidak ada kelainan, tetapi yang jelas tidak ada penguatan ST elevasi yang baru.2. Acute ST elevasi myocardial infarction (Acute Stemi) Keadaan ini mirip dengan Acute Nstemi tetapi sudah ada kelainan EKG berupa ST elevasi yang baru atau timbulnya Bundle Branch Block yang baru3.5 patofisiologi</p> <p>3.6 Manifestasi klinisA. ANGINA PEKTORISDiagnosis seringkali berdasarkan keluhan nyeri dada yang mempunyai ciri khas sebagai berikut : a) Letak Sering pasien merasakan nyeri dada di daerah sternum atau di bawah sternum (substernal), atau dada sebelah kiri dan kadang-kadang menjalar ke lengan kiri, dapat menjalar ke punggung, rahang, leher, atau ke lengan kanan. Nyeri dada juga dapat timbul di tempat lain seperti di daerah epigastrium, leher, rahang, gigi, bahu. b) Kualitas Pada angina, nyeri dada biasanya seperti tertekan benda berat, atau seperti di peras atau terasa panas, kadang-kadang hanya mengeluh perasaan tidak enak di dada karena pasien tidak dapat menjelaskan dengan baik, lebih-lebih jika pendidik-an pasien kurang. c) Hubungan dengan aktivitas Nyeri dada pada angina pektoris biasanya timbul pada saat melakukan aktivitas, misalnya sedang berjalan cepat, tergesa-gesa, atau sedang berjalan mendaki atau naik tangga. Pada kasus yang berat aktivitas ringan seperti mandi atau menggosok gigi, makan terlalu kenyang, emosi, sudah dapat menimbulkan nyeri dada. Nyeri dada tersebut segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya. Serangan angina dapat timbul pada waktu istirahat atau pada waktu tidur malam. </p> <p>d) Lamanya serangan Lamanya nyeri dada biasanya berlangsung 1-5 menit, kadang-kadang perasaan tidak enak di dada masih terasa setelah nyeri hilang. Bila nyeri dada berlangsung lebih dari 20 menit, mungkin pasien mendapat serangan infark miokard akut dan bukan angina pektoris biasa. </p> <p>Pada angina pektoris dapat timbul keluhan lain seperti sesak napas, perasaan lelah, kadang-kadang nyeri dada disertai keringat dingin.</p> <p>B. INFARK MIOKARDa) Nyeri dada kiri menjalar ke lengan kiri. b) Nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensif dan lama serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin ,lebih dari setengah jamc) Dada rasa tertekan seperti ditindih benda berat, leher rasa tercekik. d) Rasa nyeri kadang di daerah epigastrikum dan bisa menjalar ke punggung. e) Rasa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah, takut, berkeringat dingin dan lemas. f) Biasanya sakit tertutupi oleh gejala lain misalnya sesak nafas atau sinkop</p> <p>3.7 Diagnosis &amp; Diagnosis bandingDiagnosis penyakit jantung koroner meliputi :1. Anamnesa: Nyeri angina yang khas dengan pola yang menetap dalam hal pencetus, lamanya dan intensitasnya. Didapatkan faktor-faktor resiko untuk terjadinyapenyakit jantung koroner.2. Pemeriksaan fisik :Tidak ada yang spesifik pada pemeriksaan fisik.3. Pemeriksaan penunjang : EKG istirahat : dapat menunjukkan adanya depresi segmen ST dan inversi gelombang T yang spesifik ataupun EKG dapat juga normal Laboratorium : darah rutin, gula darah, kreatinin serum, profil lipid Foto thorax Ekokardiografi (Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung Anda dengan tingkat ketepatan 40%. Kemudian bila dianggap perlu Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill Echokardiografi)Ateriografi koroner (kateterisasi) : Berdasarkan hasil pemeriksaan ECG kemungkinan akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner (Kateterisasi) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi (99 - 100%) untuk memastikan apakah Anda mempunyai Penyakit Jantung koronerDiagnosis Banding 1. Kelainan pada esophagus : esofagitis oleh karena refluks.2. Kolik bilier.3. Sindroma kostosternal : oleh karena inflamasi pada tulang rawan kosta.4. Radikulitis servikal.5. Kelainan pada paru : pneumonia, emboli paru.6. Nyeri psikogenik.</p> <p>Pemeriksaan penunjangPemeriksaan LaboratoriumEnzimMeningkatPuncakNormal</p> <p>CK-MB6 jam24 jam1.5 2 hari</p> <p>Mioglobin1 jam4 8 jam1 1,5 hari</p> <p>LDH24 jam48 72 jam7 10 hari</p> <p>Troponin T dan I3 jam12 24 jam7 10 hari</p> <p>Enzim jantung biomarker Infark Miokard</p> <p>Pemeriksaan foto Rntgent dadaPemeriksaan foto Rntgent dada merupakan pemeriksaan pencitraan dengan sinar-X dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran / kesan tentang rongga dada. Pemeriksaan ini bukan merupakan pemeriksaan rutin untuk kasus PJK, jadi tidak semua pada orang yang mengeluh 'angina pektoris' akan dilakukan pemeriksaan foto Rntgen dada. Pemeriksaan ini kurang akurat untuk mendeteksi keberadaan PJK, karena sama sekali tidak dapat melihat plak / sumbatan koroner, namun beberapa 'tanda' komplikasi lanjut dari PJK dapat dilihat, misalnya: tanda-tanda gagal jantung dan bendungan paru.Pemeriksaan EKG (Elektrokardiografi)Pemeriksaan EKG mampu merekam aktivitas listrik jantung. Sumbatan koroner pada jantung yang mengalami iskemik menyebabkan gangguan aktivitas 'listrik' jantung yang terdeteksi melalui 'elektrokardiogram'. EKG juga dapat merekam berbagai kelainan aktivitas listrik jantung lainnya.Pemeriksaan EKG merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan pada setiap kasus PJKPemeriksaan EkokardiografiEkokardiografi adalah alat yang dapat mengamati struktur jantung dan pembuluh darahnya dengan menggunakan teknik pencitraan dari pantulan gelombang suara ultra. Jadi prinsipnya seperti pemeriksaan USG (Ultra Sonografi). Pantulan gelombang suara ultra yang tertangkap diproses oleh komputer lalu ditampilkan di dalam monitor.Pada penderita PJK, otot jantung yang kurang mendapatkan aliran darah akan terlihat lebih 'lemas' dan kurang gerak, sehingga dapat dicurigai sebagai suatu petanda adanya penyakit jantung koroner.Pemeriksaan ekokardiografi juga dapat mendeteksi berbagai komplikasi akibat PJK seperti pembengkakan jantung dan kebocoran katup jantung</p> <p>3,8 PenatalaksanaanTujuan tatalaksana pada Penyakit Jantung Koroner ( PJK ) :1. Memperbaiki prognosis dengan cara mencegah infark miokard dan kematian.Upaya yang dilakukan adalah dengan mengurangi terjadinya trombotik akut dan disfungsi ventrikel kiri. Tujuan ini dapat dicapai dengan cara modifikasi gaya hidup atau intervensi farmakologik yang akan mengurangi progresif plak, menstabilkan plak dengan mengurangi inflamasi dan memperbaiki fungsi endotel, dan akhirnya mencegah trombosis bila terjadi disfungsi endotel atau pecahnya plak.Obat yang digunakan antara lain : a) Obat anti trombotik aspirin dosis rendah, antagonis reseptor ADP ( thienopyridin ) yaitu clopidogrel dan ticlopidine.b) Obat penurun koleterol statinc) ACE-Inhibitorsd) Beta-blockere) Calcium channel blockers ( CCBs ) 2. Memperbaiki simptom dan iskemiObat yang digunakan antara lain :a) Nitrat kerja jangka pendek dan jangka panjangb) Beta-blockerc) CCBsTatalaksana Umum :Kepada pasien yang mederita PJK dan keluarga, perlu diterangkan tentang perjalanan penyakit, pilihan obat yang tersedia. Pasien perlu diyakinkan bahwa kebanyakan kasus angina dapat mengalami perbaikan dengan pengobatan dan modifikasi gaya hidup sehingga kualitas hidup lebih baik. Kelainan penyerta seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, dll perlu ditangani secara baikCara pengobatan PJK diabagi menjadi dua yaitu dengan pengobatan farmakologis dan dengan revaskularisasi miokard. Perlu diingat bahwa tidak satupun cara diatas sifatnya menyembuhkan, dengan kata lain tetap dilakukan modifikasi gaya hidup, dan mengatasi faktor penyebab agar progresi penyakit dapat dihambat.A. Pengobatan Farmakologis1. Aspirin dosis rendahDari berbagai studi telah terbukti bahwa aspirin masih merupakan obat utama untuk pencegahan trombosis. Meta analisis menunjukan bahwa dosis 75 - 150 mg sama efektivitasnya dibandingkan dosis yang lebih besar. Karena itu aspirin dapat diberikan kepada semua pasien PJK kecuali bila ditemui kontraindikasi. Selain itu, aspirin disarankan diberi jangka lama namun perlu diperhatikan efek samping berupa perdarahan, iritasi gastrointestinal dan alergi. Cardioaspirin memberikan efek samping yang lebih minimal dibandingkan aspirin lainnya.2. Thienopyridin clopidogrel dan ticlopidine Obat ini merupakan antagonis ADP dan menghambat agregasi trombosit. Clopidogrel lebih diindikasikan kepada penderita dengan resistensi atau intoleransi terhadap aspirin. AHA / ACC guidelines update 2006 memasukn kombinasi aspirin dan clopidogrel harus diberikan pada pasien PCI dengan pemasangan stent, lebih 1 bulan untuk bare metal stent, lebih 3 bulan untuk sirolimus eluting stent, dan lebih 6 bulan...</p>