tugas kmb 1 b'feby askep pleura

Download TUGAS KMB 1 b'Feby Askep Pleura

Post on 31-Oct-2014

113 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS KMB 1 (Askep Dengan Efusi Pleura)

Oleh: Kelompok 8 Sesra mulyani Rury maulidia sari Yuli fitri Dwi wulan dari Syafrika Riki saputra

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG 2011/2012

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam,atas rahmat dan hidayahn-Nya tim penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalahAskep dengan efusi pleura.makalah ini dibuat bertujuan untuk menambah wawasan penulis mengenai materi yang terkait.selain itu,juga untuk memenuhi tugas KMB 1 Dalam proses penyusunan nya ,penulis berusaha menyusun dan memilah-milah materi yang didapat dari beberapa sumber yang tersedia termasuk pengalaman tim penulis sendiri.dalam proses pembuatannya banyak sekali terjadi perbedaan pikiran diantara tim penulis.dan

sumbangan pikiran dari orang-orang disekeliling kami,penghargaan yang besar disampaikan kepada mereka karena telah berbaik hati sebagai penyedia keterangan. Ucapan terimakasih penulis aturkan kepada orangtua penulis yang telah mengirimkan doanya ,kepada dosen penulis yang telah memberikan pengarahan mengenai materi yang terkait dan kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan masukan dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Keterbatasan pengetahuan penulis menyebabkan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan sehingga kemungkinan banyak sekali kesalahan-kesalahan yang berserakan di dalamnya.barangkali juga banyak kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari tercecer dan tidak msuk dalam salah satu meteri.oleh karena itu,tak ada gading yang tak retak dan tak ada mawar yang berduri.kritik dan saranya sangat berarti bagi penulis sebagai pedoman natinya dalam makalah selanjutnya Wassalamualaikum wr.wb Padang,November 2012

(penulis)

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Hambatan resorbsi cairan dari rongga pleura dapat terjadi oleh banyak hal diantaranya adanya bendungan seperti pada dekompensasi kordis, penyakit ginjal, tumor mediastinum, ataupun akibat proses keradangan seperti tuberculosis dan pneumonia. Hambatan reabsorbsi cairan tersebut mengakibatkan penumpukan cairan di rongga pleura yang disebut efusi pleura. Efusi pleura tentu mengganggu fungsi pernapasan sehingga perlu penatalaksanaan yang baik. Pasien dengan efusi pleura yang telah diberikan tata laksana baik diharapkan dapat sembuh dan pulih kembali fungsi pernapasannya, namun karena efusi pleura sebagian besar merupakan akibat dari penyakit lainnya yang menghambat reabsorbsi cairan dari rongga pleura, maka pemulihannya menjadi lebih sulit. Karena hal tersebut, masih banyak penderita dengan efusi pleura yang telah di tatalaksana namun tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Efusi pleura merupakan manifestasi klinik yang dapat dijumpai pada sekitar 50-60% penderita keganasan pleura primer. Sementana 95% kasus mesotelioma (keganasan pleura primer) dapat disertai efusi pleura dan sekitar 50% penderita kanker payudara akhirnya akan mengalami efusi pleura. Kejadian efusi pleura yang cukup tinggi apalagi pada penderita keganasan jika tidak ditatalaksana dengan baik maka akan menurunkan kualitas hidup penderitanya dan semakin memberatkan kondisi penderita. Paru-paru adalah bagian dari sistem pernapasan yang sangat penting, gangguan pada organ ini seperti adanya efusi pleura dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan bahkan dapat mempengaruhi kerja sistem kardiovaskuler yang dapat berakhir pada kematian. Perbaikan kondisi pasien dengan efusi pleura memerlukan penatalaksanaan yang tepat oleh petugas kesehatan termasuk perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan di rumah sakit.

Untuk itu maka perawat perlu mempelajari tentang konsep efusi pleura dan penatalaksanaannya serta asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura. Maka dalam makalah ini akan dibahas bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura. B.Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah konsep penyakit efusi pleura? 2. Bagaimanakah proses asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura? C.Tujuan Tujuan Umum Mengetahui bagaimana proses asuhan keperawatan pada pasien dengan efusi pleura Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi konsep efusi pleura 2. Mahasiswa mampu Mengidentifikasi proses keperawatan pada efusi pleura meliputi pengkajian, analisa data dan diagnosa, intervensi dan evaluasi

BAB II PEMBAHASAN A.Anatomi Paru-paru terletak pada rongga dada. Masing-masing paru berbentuk kerucut. Paru kanan dibagi oleh dua buah fisura kedalam tiga lobus atas, tengah dan bawah. Paru kiri dibagi oleh sebuah tisuda ke dalam dua lobus atas dan bawah (John Gibson, MD, 1995, 121). Permukaan datar paru menghadap ke tengah rongga dada atau kavum mediastinum. Pada bagian tengah terdapat tampuk paru-paru atau hillus paru-paru dibungkus oleh selaput yang tipis disebut Pleura (Syaifudin B.AC , 1992, 104). Pleura merupakan membran tipis, transparan yang menutupi paru dalam dua lapisan : Lapisan viseral, yang dekat dengan permukaan paru dan lapisan parietal menutupi permukaan dalam dari dinding dada. Kedua lapisan tersebut berlanjut pada radix paru. Rongga pleura adalah ruang diantara kedua lapisan tersebut.

B.Fisiologi Sistem pernafasan atau disebut juga sistem respirasi yang berarti bernafas lagi mempunyai peran atau fungsi menyediakan oksigen (O2) serta mengeluarkan carbon dioksida (CO2) dari tubuh. Fungsi penyediaan O2 serta pengeluaran CO2 merupakan fungsi yang vital bagi kehidupan. Proses respirasi berlangsung beberapa tahap antara lain : 1. Ventilasi Adalah proses pengeluaran udara ke dan dari dalam paru. Proses ini terdiri atas 2 tahap : Inspirasi yaitu pergerakan udara dari luar ke dalam paru. Inspirasi terjadi dengan adanya kontraksi otot diafragma dan interkostalis eksterna yang menyebabkan volume thorax membesar sehingga tekanan intra alveolar menurun dan udara masuk ke dalam paru. Ekspirasi yaitu pergerakan udara dari dalam ke luar paru yang terjadi bila otot-otot expirasi relaxasi sehingga volume thorax mengecil yang secara otomatis menekan intra pleura dan volume paru mengecil dan tekanan intra alveola menurun sehingga udara keluar dari paru. 2. Pertukaran gas di dalam alveol dan darah. 3. Transport gas

Yaitu perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). 4. Pertukaran gas antara darah dengan sel-sel jaringan.Metabolisme penggunaan O2 di dalam sel serta pembuatan CO2 yang juga disebut pernafasan seluler. (Alsagaff H, Abdul Moekty, 1995, 15). Permukaan rongga pleura berbatasan lembab sehingga mudah bergerak satu ke yang lainnya (John Gibson, MD, 1995, 123). Dalam keadaan normal seharusnya tidak ada rongga kosong diantara kedua pleura karena biasanya hanya terdapat sekitar 10-20 cc cairan yang merupakan lapisan tipis serosa yang selalu bergerak secara teratur (Soeparman, 1990, 785). Setiap saat jumlah cairan dalam rongga pleura bisa menjadi lebih dari cukup untuk memisahkan kedua pleura, maka kelebihan tersebut akan dipompa keluar oleh pembuluh limfatik (yang membuka secara langsung) dari rongga pleura ke dalam mediastinum. Permukaan superior dari diafragma dan permukaan lateral dari pleura parietis disamping adanya keseimbangan antara produksi oleh pleura parietalis dan absorbsi oleh pleura viseralis . Oleh karena itu ruang pleura disebut sebagai ruang potensial. Karena ruang ini normalnya begitu sempit sehingga bukan merupakan ruang fisik yang jelas. (Guyton dan Hall, Ege,1997, 607).

C.Denifisi Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane, 2000). Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002). Efusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. (Price C Sylvia, 1995) Effusi pleura adalah penimbunan cairan pada rongga pleura (Price & Wilson 2005). Pleura merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis yang melapisi

rongga dada (pleura parietalis) dan menyelubungi paru (pleura visceralis). Diantara pleura parietalis dan pleura visceralis terdapat suatu rongga yang berisi cairan pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernafasan. Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfer, sehingga mencegah kolaps paru. Bila terserang penyakit, pleura mungkin mengalami peradangan atau udara atau cairan dapat masuk ke dalam rongga pleura menyebabkan paru tertekan atau kolaps. Cairan dalam keadaan normal dalam rongga pleura bergerak dari kapiler didalam pleuraparietalis ke ruang pleura dan kemudian diserap kembali melalui pleura visceralis. Selisih perbedaan absorpsi cairan pleura melalui pleura visceralis lebih besar daripada selisih perbedaan pembentukan cairan oleh pleura parietalis dan permukaan pleura visceralis lebih besar daripada pleura parietalis sehingga pada ruang pleura dalam keadaan normal hanya terdapat beberapa mililiter cairan. B.Etiologi Berbagai penyebab timbulnya effusi pleura adalah : 1. Neoplasma, seperti neoplasma bronkogenik dan metastatik. 2. Kardiovaskuler, seperti gagal jantung kongestif, embolus pulmonary dan perikarditis. 3. Penyakit pada abdomen, seperti pankreatitis, asites, abses dan sindrom Meigs. 4. Infeksi yang disebabkan bakteri, virus, jamur, mikobakterial dan parasit. 5. Trauma 6. Penyebab lain seperti lupus eritematosus sistemik, rematoid arthritis, sindroms nefrotik dan uremia. C.Patofisiologi Patofisiologi terjadinya effusi pleura tergantung