tugas ipal rs.docx

Download tugas ipal rs.docx

Post on 13-Apr-2016

81 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANLatar BelakangPencemaran air limbah sebagai salah satu dampak pembangunan di berbagai bidang disamping memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Selain itu peningkatan pencemaran lingkungan juga diakibatkan dari meningkatnya jumlah penduduk beserta aktifitasnya. Limbah yang berbentuk cair yang tidak dikelola dengan baik bisa menimbulkan bahaya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnnya. Upaya pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya yang diakibatkannya serta yang akan menyebabkan kerugian sosial ekonomi, kesehatan dan lingkungan, maka harus ada pengelolaan secara khusus terhadap limbah tersebut agar bisa dihilangkan atau dikurangi sifat bahayanya. Selain itu, perlu diusahakan metode pengelolaan yang ramah lingkungan serta pengawasan yang benar dan cermat oleh berbagai pihak. Fasilitas pelayanan kesehatan sebagai institusi yang bersifat sosial ekonomis mempunyai fungsi dan tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara paripurna. Kegiatan pada fasilitas pelayanan kesehatan selain memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, juga menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran akibat pembuangan limbahnya tanpa melalui proses pengolahan yang benar sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan secara menyeluruh. Dengan semakin meningkatnya jumlah fasilitas pelayanan kesehatan maka mengakibatkan semakin meningkatnya potensi pencemaran lingkungan, karena kegiatan pembuangan limbah khususnya air limbah akan memberikan konstribusi terhadap penurunan tingkat kesehatan manusia. Untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman dan berkelanjutan maka harus dilaksanakan upaya-upaya pengendalian pencemaran lingkungan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan dasar tersebut, maka fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menyediakan instalasi pengolahan air limbah atau limbah cair. Masalah yang sering muncul dalam hal pengelolaan limbah rumah sakit adalah terbatasnya dana yang ada untuk membangun fasilitas pengelolaan limbah serta biaya opersional, khususnya untuk rumah sakit tipe kecil dan menengah.Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dikembangkan teknologi pengolahan air limbah yang murah, mudah pengoperasiannya serta harganya terjangkau, khususnya untuk industri kecil farmasi dan rumah sakit dengan kapasitas kecil sampai sedang. Makalah ini membahas tentang rancang bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit secara biologis yang sesuai untuk pengolahan air limbah rumah sakit proses biofilter anaerob aerob. Dengan sistem kombinasi biofilter Anaerob-Aerob dapat menurunkan konsentrasi COD, BOD serta zat padat tersuspensi dengan baik. Selain itu juga menurunkan kandungan amoniak dan deterjen.Rumusan Masalah Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana proses pengolahan limbah dengan proses Anaerob Aerob mampu mengolah limbah cair rumah sakit sehingga dibuang ke lingkungan tidak akan merusak lingkunganTujuan Untuk mengetahui proses pengolahan limbah dengan proses Anaeob Aerob mampu mengolah limbah cair rumah sakit sehingga dibuang ke lingkungan tidak akan merusak lingkungan

BAB IITINJAUAN PUSTAKA Air limbah adalah seluruh air buangan yang berasal dari hasil proses kegiatan sarana pelayanan kesehatan yang meliputi : air limbah domestik (air buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian), air limbah klinis ( air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit, misalnya air bekas cucian luka, cucian darah dll), air limbah laboratorium dan lainnya. Persentase terbesar dari air limbah adalah limbah domestik sedangkan sisanya adalah limbah yang terkontaminasi oleh infectious agents kultur mikroorganisme, darah, buangan pasien pengidap penyakit infeksi, dan lain-lain. Air limbah yang berasal dari buangan domestik maupun buangan limbah cair klinis umumnya mengandung senyawa pencemar organik yang cukup tinggi dan dapat diolah dengan proses pengolahan secara biologis. Air limbah yang berasal dari laboratorium biasanya banyak mengandung logam berat yang apabila dialirkan kedalam proses pengolahan secara biologis dapat mengganggu proses pengolahannya, sehingga perlu dilakukan pengolahan awal secara kimia-fisika, selanjutnya air olahannya dialirkan ke instalasi pengolahan air limbah.Jenis air limbah yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Air limbah domestik b. Air limbah klinis c. Air limbah laboratorium klinik dan kimia d. Air limbah radioaktif (tidak boleh masuk ke IPAL)

Adapun sumber-sumber yang menghasilkan air limbah, antara lain : a. Unit Pelayanan Medis Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Darurat Rawat Intensif Haemodialisa Bedah Sentral Rawat Isolasi b. Unit Penunjang Pelayanan Medis Laboratorium Radiologi Farmasi Sterilisasi Kamar Jenazahc. Unit Penunjang Layanan Non Medis Logistik Cuci (Laundry) Rekam Medis Fasilitas Umum : Masjid / Mushola dan Kantin Administrasi Dapur Gizi Dll

Karakteristik Air Limbah Dari hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah rumah sakit menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammoniak 10,79 - 158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini mungkin disebabkan karena sumber air limbah juga bervariasi sehingga faktor waktu dan metoda pengambilan contoh sangat mempengaruhi besarnya konsentrasi. Secara lengkap karakteristik air limbah rumah sakit dapat dilihat pada Tabel.Dari tabel tersebut terlihat bahwa air limbah rumah sakit jika tidak diolah sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. Selain pencemaran secara kimiawi, air limbah rumah sakit juga berpotensi untuk mencemari lingkungan secara bakteriologis. Di dalam pengelolaan limbah cair pada fasilitas pelayanan kesehatan, sebaiknya saluran air hujan dan saluran limbah dipisahkan agar proses pengolahan air limbah dapat berjalan secara efektif.Tabel Contoh Karakteristik Air Limbah Rumah SakitNoParameter Minimum MaksimumRata rata

123

4

5678910

11

12131415161718BOD - mg/lCOD - mg/lAngka Permanganat (KMnO4) - mg/lAmmoniak (NH3) - mg/lNitrit (NO2) - mg/lNitrat (NO3) - mg/lKhlorida (Cl-) - mg/lSulfat (SO4-) - mg/l pH Zat padat tersuspensi (SS) - mg/lDeterjen (MBAS) - mg/lMinyak/lemak - mg/lCadmium (Cd) - mg/lTimbal (Pb)Tembaga (Cu) - mg/lBesi (Fe) - mg/lWarna - (Skala Pt-Co)Phenol - mg/l 31,5231,5269,84

10,79

0,0132,2529,7481,34,9227,5

1,66

1ttd0,002ttd0,19310,04675,331183,4739,56

158,73

0,2748,91103,73120,68,99211

9,79

1250,0160,040,49701500,63353,43615,01404,7

84,76

0,14355,5866,735100,966,96119,25

5,725

630,0080,0210,24535,1760,335

Tabel Sumber, Karakteristik dan Pengaruh Air LimbahSumber air limbahMaterial material utamaPengaruh pada konsentrasi tinggi pada penanganan biologis

Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Darurat Rawat Intensif Haemodialisa Bedah Sentral Rawat Isolasi Materialmaterial organik Ammonia Bakteri patogen Antiseptik Antibiotik Antiseptik : beracun untuk mikroorganisme Antibiotik : beracun untuk mikroorganisme

Laboratorium klinik dan kimia Material solvent organik Fosfor Logam berat pH fleksibel Logam berat : beracun untuk mikroorganisme pH fleksibel : beracun untuk mikroorganisme

Ruang Dapur Materialmaterial organik Minyak / lemak Fosfor Pembersih ABS Minyak / lemak : mengurangi perpindahan oksigen ke air Pembersih ABS : terbentuk gelembunggelembung dalam bioreaktor

Ruang cuci (laundry) Fosfor pH 8 ~ 10 ABS, N-heksana pH 8 ~ 10 : beracun untuk mikroorganisme ABS : terbentuk gelembung-gelembung dalam bioreaktor

Ruang Pemrosesan sinar XAg, logam berat lainAg : beracun untuk mikroorganisme

Ruang radio-isotopSenyawa-senyawa radioaktifradioaktif Senyawa-senyawa radioaktif : beracun

BAB IIIPEMBAHASAN

Pengolahan Limbah Dengan Proses BiologisUntuk mengolah air yang megandung senyawa organik umumnya menggunakan teknologi pengolahan air limbah secara biologis atau gabungan antara proses biologis dengan proses kimia-fisika. Proses secara biologis dapat dilakukan pada kondisi aerobik (dengan udara), kondisi anaerobik (tanpa udara) atau kombinasi anaerobik dan aerobik. Proses biologis aerobik biasanya digunakan untuk pengolahan air limbah dengan beban BOD yang tidak terlalu besar, sedangkan proses biologis anaerob digunakan untuk pengolahan limbah dengan beban BOD yang sangat tinggi. Dalam makalah ini uraian dititik beratkan pada proses pengolahan air limbah secara aerobik.Pengolahan air limbah secara biologis secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga yaitu 1. Proses biologis dengan biakan tersuspensi (suspended culture)Sistem pengolahan dengan menggunakan aktifitas mikro-organisme untuk menguraikan senyawa polutan yang ada dalam air dan mikro-organisme yang digunakan dibiakkan secara tersuspensi di dalam suatu reaktor. Contoh proses pengolahan dengan sistem ini antara lain : proses lumpur aktif standar atau konvensional (standard activated slugde), step aeration, contact stabilization, extended aeration, oxidation ditch (kolam oksidasi sistem parit), dll.2. Proses biologis dengan biakan melekat (attached culture)Proses pengolahan limbah dimana mikro-organisme yang digunakan dibiakkan pada suatu media sehingga mikroorganism tersebut melekat pada permukaan media. Proses ini disebut dengan proses film mikrobiologis atau proses biofilm. Contoh teknologi pengolahan air limbah dengan sistem ini antara lain : trickling filter, biofilter tercelup, reakator kontak biologis putar (rotating biological contactor, RBC), contact aeration/oxidation (aerasi kontak), dll.3. Proses pengolahan dengan sistem lagoon atau kolamDengan menampung air limbah pada suatu kolam yang luas dengan waktu tinggal yang cukup lama sehingga dengan aktifitas mikroorganisme yang tumbuh secara alami, senyawa polutan yang ada di dalam air akan terurai. Untuk