tugas ibd1.docx

Download tugas ibd1.docx

Post on 28-Dec-2015

48 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH ILMU BUDAYA DASARINOVASI MOBIL LISTRIK KARYA ANAK BANGSA

NAMA: DENISWARA AUDI NOVALDY

NPM: 14109254

KELAS:1KA24

FAKULTAS: ILMU KOMPUTER

JURUSAN: SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA2014

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mobil listrikadalahmobilyang digerakkan denganmotor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpan energi lainnya. Mobil listrik sangat populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tapi kemudian popularitasnya meredup karena teknologimesin pembakaran dalamyang semakin maju dan harga kendaraan berbahan bakar bensin yang semakin murah.Krisis energipada tahun 1970-an dan 1980-an pernah membangkitkan sedikit minat pada mobil-mobil listrik, tapi baru pada tahun 2000-an lah para produsen kendaraan baru menaruh perhatian yang serius pada kendaraan listrik listrik. Hal ini disebabkan karena harga minyak yang melambung tinggi pada tahun 2000-an serta banyak masyarakat dunia yang sudah sadar akan buruknya dampakemisigas rumah kaca. Mobil listrik memiliki beberapa kelebihan yang potensial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik tidak menghasilkanemisi kendaraan bermotor.Selain itu, mobil jenis ini juga mengurangi emisigas rumah kacakarena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utamanya. Pada akhirnya, ketergantungan minyak dari luar negeri pun berkurang, karena bagi beberapanegara majusepertiAmerika Serikatdan banyak negara Eropa, kenaikan harga minyak dapat memukul ekonomi mereka.Baginegara berkembang, harga minyak yang tinggi semakin memberatkanneraca pembayaranmereka, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi mereka.

Green Caratau mobil ramah lingkungan sekarang ini sedang gencar gencarnya dikembangkan oleh engineer otomotif di dunia. Mulai mengawali dengan teknologi mobil citycar dengan bahan bakar fosil namun dengan emisi gas buang yang aman, teknologi gabungan atau hybrid dengan menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik, hingga yang sekarang ini sedang banyak dikembangkan adalah mobil dengan bahan bakar listrik yang dikenal tanpa gas buang.Selama ini kita mengenal jika dominasi mobil bertenaga listrik ini masih saja dipegang oleh pemain pemain lama seperti produsen otomotif asal jepang, korea dan china. Mungkin sedikit sekali masyarakat yang tahu ternyata negara kita juga bisa membuat mobil listrik sendiri, hal yang merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita masyarakat Indonesia.

1.2 Batasan Masalah Indonesia memang belum bisa memproduksi mobil listrik secara massal, namun sudah ada beberapa mobil listrik yang dihasilkan oleh putra-putri tanah air. Mobil listrik ini ada yang masih berbentuk purwarupa (prototype), tapi ada juga yang tinggal menunggu syarat kelayakan dari pemerintah. Mobil-mobil listrik yang dihasilkan ini tidak hanya dalam jenis yang sama, ada yang berbentuk sport, city car, sampai mini bus. Perjalanan menuju mobil listrik nasional memang belum mulus, tapi setidaknya Indonesia sudah mampu menghasilkan produk dalam negeri yang mumpuni. Pemerintah menargetkan pada 2014 mobil listrik bisa diproduksi secara massal dengan road map industri yang sedang berjalan. Butuh kesiapan infrastruktur yang matang.

untuk menjadi industri skala nasional pada 2014, akan diproduksi 10.000 unit mobil listrik. Saat ini, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Perindustrian tengah menggarap peta jalan atau road map industri mobil listrik nasional, Penggarapan industrialisasi mobil listrik memasuki tahap pengembangan teknologi. Terkait proyek tersebut, saat ini pengembangan mobil listrik nasional tengah digodok oleh tim yang ditunjuk presiden. Tim itu terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN dan enam perguruan tinggi. Menanggapi rencana ini, pengamat otomotif berpendapat mobil listrik sulit bersaing dengan kendaraan berbahan bakar minyak. Dengan kapasitas baterai dan intrastruktur pengisian listrik yang belum tersedia, mobil listrik bisa disejajarkan dengan kelas mobil dalam kota dcngun harga di bawah Rp 200 juta. Selain itu, pasar mobil di Indonesia masih dikuasai oleh kendaraan berbahan bakar minyak (BBM). Meskipun proyek nasional ini sudah terlihat, namun masih ada beberapa kendala. Selain belum ada rancangan baterai yang mumpuni, harga jual mobil listrik diperkirakan lebih mahal dibandingkan kendaraan sekelasnya, Kesiapan infrastruktur listrik untuk mengisi ulang tenaga mobil listrik merupakan prioritas utama dari proyek mobil ramah lingkungan yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut.Stasiun untuk charger (pengisian ulang baterai) itu yang harus diperhatikan karena di beberapa negara, hal tersebut merupakan prioritas utama. Jika mobil listrik diproduksi secara massal, dibutuhkan stasiun pengisian bahan bakar yang sesuai dengan standar pemerintah.

1.3 TujuanTujuan menulis makalah ini adalah sebagai berikut :1. Mengetahui dan memahami perkembangan teknologi di Indonesia khususnya bidang otomotif dan tentu juga agar kita lebih menghargai jerih payah karya anak bangsa.2. Mengetahui dan memahami tentang mobil listrik.3. Mengetahui dan memahami jenis-jenis mobil listrik inovasi karya anak bangsa.4. Dan tentunya demi menuntaskan tugas ilmu budaya dasar.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Mobil Listrik Di Indonesia Harapan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono agar Indonesia dapat Mengembangkan mobil listrik direspons serius oleh menteri Riset dan Teknologi. Hal ini didorong oleh sikap antisipatif terhadap ancaman kelangkaan bahan bakar minyak Indonesia di masa depan, juga untuk mewujudkan kendaraan yang ramah lingkungan.Harapan tersebut boleh jadi akan terwujud, sebab jajaran di Kementerian Riset dan Teknologi yang menaungi tujuh LPNK Ristek sudah bergerak serempak. Program ini memang tidak boleh bergerak lamban. Terbukti program pengembangan kendaraan berbasis listrik telah diluncurkan dengan melibatkan lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Meskipun mobil listrik bukanlah sesuatu yang baru di dunia. Namun langkah yang ditempuh pemerintah tidak juga dapat dianggap terlambat. Sebab beberapa negara maju pun masih belum siap untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, apalagi untuk memenuhi pasar dunia. Pemerintah Amerika Serikat, misalnya, telah merancang program untuk mewujudkan satu juta kendaraan bertenaga listrik di jalanjalan AS pada 2015. Indonesia pada 2014 diharapkan sudah siap dengan fondasi pengembangan secara terintegrasi dan mulai diproduksi tahun 2015. Sementara negara-negara berkembang lainnya, seperti Tiongkok, Brasil, Meksiko, dan Malaysia sudah mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak sejak beberapa tahun lalu dengan mengembangkan mobil listrik.

2.1.1 Kegiatan Terintegrasi Beberapa lembaga riset di Indonesia pun sebenarnya sudah mengembangkan mobil listrik sejak lebih kurang 10 tahun lalu. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan beberapa perguruan tingggi telah menghasilkan beberapa prototipe kendaraan berbasis listrik. Hanya sayang, upaya lembaga-lembata tersebut kurang mendapat dukungan anggaran yang memadai, sehingga penelitian pun tertatih-tatih. Malaysia tahun ini menjadikan tahun listrik. Pada kuartal pertama, Mitsubishi Malaysia meluncurkan Mitsubishi-MIEV. Sementara beberapa negara maju umumnya menetapkan tujuan jangka menengah terkait program kendaraan listrik hingga diharapkan mampu memenuhi 20% dari seluruh armada kendaraan penumpang pada 2030, atau sekitar 30 juta kendaraan listrik. Program yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi kali ini memperkuat aspek pengintegrasian kegiatan penelitian yang sudah dilakukan beberapa lembaga litbang dan perguruan tinggi. Ini akan menggerakkan efisiensi penggunaan anggaran yang sangat bagus. Diharapkan pemerintah dapat lebih melihat kebutuhan serta kemampuan unggulan masing-masing lembaga litbang dan perguruan tinggi. Kegiatan tumpang tindih yang gagal diintegrasikan sudah saatnya disudahi.LIPI sejak 1997 hingga 2005 telah mengembangkan beberapa prototype mobil listrik yang diberi nama Marlip dengan menggunakan listrik DC Series. Bahkan tahun 2009 lembaga ini mengembangkan prototipe sedan hibrid. Sedangkan ITS mengembangkan mobil listrik yang diberi nama EC ITS yang bisa mencapai kecepatan 150 km/jam. Namun, masih diperlukan waktu yang cukup lama untuk charging baterai sekitar 9 jam. UGM juga meluncurkan mobil hybrid berkapasitas 4 sampai 8 penumpang.Sementara BPPT sejak tahun 1980 mengembangkan energi baru dan terbarukan termasuk solar cell. Sudah barang tentu ini dapat menjadi bagian integral dari pengembangan mobil listrik ini. Bahkan selain punya pengalaman dalam pengembangan mobil konvensional yang hemat energi, BPPT juga sedang mengembangkan mobil pantograph, kendaraan massal bertenaga listrik yang tidak bergantung pada baterai melainkan menggunakan kawat listrik pada bagian atap mobil.Padahal, sebelumnya ada kesan begitu kuatnya keegoan masing-masing lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Yang berkembang tidak lagi melakukan kegiatan berdasarkan kompetensinya, melainkan berdasarkan peminatan. Tak mengherankan jika kemudian anggaran kegiatan penelitian tidak pernah cukup. Jika saja soal pengintegrasian tidak ada jalan keluarnya, maka dikhawatirkan akan ada kegagalan pada pembangunan fondasi pengembagan mobil listrik di tahun 2014. Namun kini berbagai langkah dan upaya mulai nampak, Pemerintah tidak ingin main-main dengan program pengembangan kendaraan listrik ini. Sebab ancaman kelangkaan BBM bukan merupakan persoalan enteng. Tingkat polusi pun menjadi persoalan serius. Itulah makanya pengembangan mobil listrik yang ramah lingkungan dan dapat diproduksi ana