tugas hukum

Download tugas hukum

Post on 30-Jun-2015

341 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>2 0</p> <p>Hukum dan Administrasi PembangunanIdentifikasi Masalah Regulasi Berkaitan dengan Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Kota Surabaya</p> <p>1$0$$1**27$y ,KVDQL0HUGHNDZDWL y 8PPL)DGOLOODK.</p> <p>y &amp;LKH$SULOLD%LQWDQJ y $MHQJ1XJUDKDQLQJ'</p> <p>PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA 2011</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>1.1.</p> <p>Latar Belakang Pembangunan merupakan salah satu upaya dari setiap pemerintah daerah untuk menuju Negara yang berkembang. Dengan adanya Undang -Undang 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, masing-masing Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia diberi oleh Negara kekuasaaan masing-masing daerah untuk mengatur pembangunan daerah mereka masingmasing. Pengelolaan lingkungan hidup hanya dapat berhasil menunjang pembangunan berkelanjutan, apabila a dministrasi</p> <p>pemerintahan berfungsi secara efektif dan terpadu. Salah satu sarana yuridis administratif untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan adalah sistem perizinan. Dewasa ini jenis dan prosedur perizinan di Indonesia masih beraneka raga m, rumit dan sukar ditelusuri, sehingga sering merupakan hambatan bagi kegiatan dunia usaha. Indonesia termasuk tipe negara hukum yang baru dan dinamis, disebut dengan konsep negara welfare state . Di dalam negara modern welfare state ini tugas pemerintah b ukan lagi sebagai penjaga malam dan tidak boleh pasif tetapi harus aktif turut serta dalam kegiatan masyarakat sehingga kesejahteraan bagi semua orang tetap terjamin (SF. Marbun, Moh. Mahlud, 2000). Oleh sebab itu tugas pemerintah diperluas menyangkut berb agai aspek dengan maksud menjamin kepentingan umum. Pemberian izin yang keliru atau tidak cermat serta tidak memperhitungkan dan mempertimbangkan kepentingan lingkungan akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekologis yang sulit dipulihkan. Perizinan merupakan instrumen</p> <p>kebijaksanaan lingkungan yang paling penting (Tjienk Willink, Zwolle, 1978, hlm 23). Dengan tujuan memandang ketiga aspek pembangunan agar tidak tejadi pelanggaran yang dapat berdampak negatif terhadap aspek sosial dan aspek lingkungan. Aspekaspek yang sangat perlu diperhatikan dalam melakukan pembangunan yakni aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial (Environmental Protection as An Element of Order Policy, Rathausallee: Konrad -Adenuer Stiftung, 1996. hlm.64). Berkaitan dengan masalah hukum yang berhubungan dengan pembangunan dan pengembangan wilayah di suatu kota maupun desa, maka pada laporan ini akan disajikan pembahasan lebih lanjut mengenai identifikasi permasalahan yang berkenaan dengan hukum, khususnya di Wilayah Surabaya melalui beberapa studi kasus yang diambil.</p> <p>Page 1</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>1.2.</p> <p>Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah terkait deng an penulisan laporan ini adalah b agaimana mengidentifikasi masalah dari studi kasus yang diambil .</p> <p>1.3.</p> <p>Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam menyusun laporan ini adlah untuk melakukan identifikasi terhadap masalah regulasi yang berkaitan dengan perencanaan wilayah dan pembangunan kota, khususnya di Kota Surabaya.</p> <p>Page 2</p> <p>BAB II PE BAHASAN</p> <p>.</p> <p>Studi K K t l</p> <p>us Bi it 5. t l t t i</p> <p>iP l t i t t i t l i l , i t i ti t t . t S t S</p> <p>li</p> <p>P t i i i t t it i fl</p> <p>lol H l i i t i t j . i fl i i it i j , , t</p> <p>m</p> <p>Bibit t i S j i t i it t i i j i li l i , l li t t t S t ti t l l i t t t t t f i t , t i ilit t t j j i i t . S t li .</p> <p>t i i i i i</p> <p>t</p> <p>i it i i j</p> <p>ti</p> <p>i .B t l i, f</p> <p>f t</p> <p>f</p> <p>i i</p> <p>t l</p> <p>f t f t i i ti l</p> <p>ilit ti .</p> <p>i</p> <p>i it i i</p> <p>i i</p> <p>G i i</p> <p>. ti l</p> <p>K</p> <p>i it K t S</p> <p>t</p> <p>K i i it S P I ti P il</p> <p>i it t i i i it i t i t SIP . t, K Bi it i i i</p> <p>l</p> <p>t i</p> <p>ti</p> <p>t S</p> <p>t S t i t i</p> <p>i t , il li t</p> <p>t ,</p> <p>it</p> <p>P</p> <p>HUKUM DAN ADMINIS</p> <p>ASI</p> <p>.</p> <p>it P i t</p> <p>3</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>Pemkot Surabaya untuk diserahkan ke PT. Surya Inti Pratama (SIP). Mahkamah Agung memutuskan pengelolaan Kebun Bi bit jatuh ke tangan investor PT. Surya Inti Pratama (SIP). Sebelumnya Pemkot Surabaya dan PT. SIP bersengketa atas hak pengelolaan Kebun Bibit. Sedangkan pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan</p> <p>berbagai macam flora, fauna dan taman bermain ini masih ditangan Pemkot Surabaya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. PT. SIP sebelumnya pernah mendapatkan izin untuk mengelola Kebun Bibit. Namun, izin itu terpaksa dibatalkan setelah terbit Peraturan Daerah Surabaya Nomor 7 tahun 2002 tenta ng Ruang Terbuka ijau. Pada 2006, Kebun Bibit dikelola pemerintah karena termasuk ruang terbuka hijau. (sumber: Tempo Interaktif, Edisi 22 Juni 2010). Berdasarkan artikel di atas, sebenarnya telah diterbitkan suatu Perda yang mengatur tentang pengelolaan RT di Kota Surabaya. Perda tersebut tertuang pada ijau. Mengenai Bab III</p> <p>Peraturan Daerah No.7 tahun 2002 tentang Ruang Terbuka</p> <p>permasalahan hak pengelolaan, dalam perda tersebut telah diatur dalam Pelaksanaan, Pemanfaatan Dan Pengendalian pada pasal 4, yang berbunyi: (1) Pemanfaatan Ruang Terbuka</p> <p>ijau milik atau yang dikuasai oleh Daerah adalah</p> <p>kewenangan Pemerintah Daerah ; (2) Setiap orang atau Badan dapat melakukan pengelolaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka ijau sebagaimana dimaksud pada ayat (1) a tas izin dari Kepala Daerah ; (3) Terhadap Ruang Terbuka ijau milik orang atau Badan, Pemerintah Daerah</p> <p>berwenang mengatur pemanfaatannya dengan Peraturan Daerah. Dari regulasi tersebut, maka jelas bahwa pengelolaan seharusnya dilakukan oleh pihak pemerintah daerah. Identifikasi masalah terkait dengan pengalihan hak pengelolaan Taman Bibit yang seharusnya dijalankan oleh Pemda Surabaya menjadi dikelola oleh pihak swasta, dalam hal ini adalah PT.SIP (Surya Inti Pratama) ini adalah: a Permasalahan Kebun Bibit adalah permasalahan kota Surabaya yang berpangkal pada tidak konsistennya Pemerintah Kota Surabaya dalam memelihara aset -aset kota Surabaya. Ini tercermin pada kronologis peristiwa di bawah ini: - Pada tanggal 17 Februari 1998, Pemerintah Kota Sura baya telah</p> <p>menandatangani perjanjian dengan PT. Surya Inti Permata yang memberikan ijin pemakaian tanah kepada PT. Surya Inti Permata dengan sejumlah kompensasi.</p> <p>Page 4</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>- Pada tanggal 9 April 2001, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Walikota yang mencabu t surat perjanjian secara sepihak dengan PT. Surya Inti Permata dengan alasan peruntukan Ruang Terbuka Ijau.</p> <p>- Pada tanggal 19 Juli 2001, Pemerintah Kota Surabaya mengajukan kembali permohonan perubahan peruntukan tanah Kebun Bibit dan pemberian ak Bangunan di atas tahun. - Pada tanggal 3 Agustus 2001, Pemerintah Kota Surabaya membatalkan surat Perubahan Peruntukan Tanah Kebun Bibit. - Pada tanggal 4 Oktober 2001, Pemerintah Kota Surabaya mem buat perjanjian penyerahan penggunaan tanah dengan PT Floraya Indah Sentosa , dimana PT Floraya Indah Sentosa berhak memperoleh tahun. b. Dalam Permasalahan Kebun Bibit di atas terdapat fakta bahwa Pemerintah Kota Surabaya tidak meminta persetujuan DPRD Kota Surabaya dalam membuat perjanjian pengelolaan aset. c. Dalam Permasalahan Kebun Bibit juga terdapat perbedaan kompensasi perjanjian antara Pemerintah Kota dengan PT Surya Inti Permata dan antara Pemerintah Kota dengan PT Floraya Indah Sentosa. ak una Bangunan B selama 20 una</p> <p>ak Pengelolaan bagi PT Floraya Indah Sentosa selama 30</p> <p>2.2 Studi</p> <p>asus Penataan Permukiman</p> <p>umuh di Lingkungan RW.07 Pul Tegal Sari,</p> <p>elurahan W n kr m Salah satu masalah yang menjadi perhatian pemerintah Surabaya adalah penataan permukiman kumuh, khususnya di lingkungan RW.07 P ulo Tegal Sari, Kelurahan Wonokromo. Upaya untuk melakukan penataan pada permukiman kumuh di wilayah tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan pemerintah setempat untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi warganya. Nomor 4 Tahun 1992, yang isinya adalah: a. Pasal ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak al ini sesuai dengan UU</p> <p>untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur. b. Pasal ayat 2 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai</p> <p>kewajiban dan tanggung jawab untuk berperan serta dalam pembangunan perumahan dan permukiman.</p> <p>Page 5</p> <p>c. P</p> <p>l t</p> <p>t l i</p> <p>ti l . t i, t t aling egitu i pitan li ti t atu i t t t</p> <p>i l</p> <p>P B</p> <p>l</p> <p>i</p> <p>i ,</p> <p>i i</p> <p>il</p> <p>cukup</p> <p>k,</p> <p>kondi inya</p> <p>ama lain</p> <p>i kulasi udara yang keluar masuk tidak</p> <p>aik. Kondisi ini diperparah dengan erserakan</p> <p>perilaku penghuninya yang menerapkan pola hidup tidak sehat. Sampah</p> <p>dimana-mana, saluran air tidak terjaga dengan aik sehingga menimbulkan bau tidak sedap.</p> <p>Gambar . kondisi rumah yang terdapat di permukiman kumuh di egal Sari, Kelurahan . Pulo</p> <p>onokromo</p> <p>Kawasan kumuh Kali Surabaya ini tidak hanya menimbulkan permasalahan tempat tinggal saja, tetapi juga berhubungan dengan mas alah sosio-ekonomi masyarakat yang tinggal pada kawasan kumuh tersebut. Sebagai warga kota, mereka merasa berhak untuk memperoleh tempat untuk mencari nafkah. Hal ini yang diminta warga kepada pemkot untuk memikirkannya sebagai suatu bentuk kewajiban. Seda ngkan, pemerintah selama ini menilai warga selalu menolak dan bersikap resisten terhadap upayaupaya penertiban, sementara warga berpendapat pemerintah kota hanya berniat menggusur dan tidak pernah serius memikirkan kehidupan yang lebih baik untuk masyarak at. sumber: urnal Komunitas Vol. o. , ovember .</p> <p>P</p> <p>HUKUM DAN ADMINIS</p> <p>ASI</p> <p>.</p> <p>ingga</p> <p>6</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>Identifikasi permasalahan pada kasus di atas adalah mengenai alasan gagalnya penerapan UU No. 4 tahun 1992 dalam upaya penataan permukiman kumuh di lingkungan RW.07, Kelurahan Wonokromo. Adapun bebe rapa alasan tersebut adalah : a. Sikap Pemerintah Kota Surabaya yang kurang tegas dalam menentukan kebijakan mengenai pengendalian penduduk pendatang, khususnya bagi penduduk</p> <p>pendatang tanpa suatu ketrampilan khusus sehingga berdampak pada semakin banyaknya pengangguran. b. Terdapat kesenjangan antara keinginan Pemda dengan harapan masyarakat. Masyarakat menganggap upaya penertiban yang dilakukan oleh pemerintah kota hanya memihak pada kepentingan satu arah, tanpa memikirkan nasib warganya. c. Belum terbitnya Perda PSKW (Penataan Stren Kali Surabaya dan Wonokromo) sehingga akan mempersulit kinerja dinas terkait karena belum terdapatnya sanksi yang mengikat. d. Belum adanya kejelasan kewenangan instansi. Koordinasi Dinas PU Pengairan di Surabaya apakah berkoordinasi dengan Perusahaan Jasa Tirta atau Balai Besar Sungai Wilayah Surabaya, masih belum didukung oleh pengaturan yang jelas dari Ditjend Sumber Daya Air Pekerjaan Umum. e. Kurang adanya komitmen sektor dalam menjalani kesepakatan bersama dalam penataan Daerah Stren Kali. al ini terlihat dari hasil keputusan yang telah</p> <p>disepakati bersama, dimana hanya Perusahaan Jasa Tirta I (PJTI1) yang telah mengimplementasikan hasil kesepakatan.</p> <p>2.3 Studi</p> <p>asus Reklamasi Pantai Timur Sura aya Se agai Pengem angan</p> <p>awasan</p> <p>Permukiman Pakuwon Jati dan Pemkot Surabaya ternyata sama -sama terlibat dalam keluarnya ijin reklamasi Pantai Timur Surabaya di kawasan Kenjeran. al tersebut terungkap</p> <p>dalam sharing dengan Komi si C (Pembangunan) DPRD Surabaya. DPRD menyesalkan sikap Pemkot Surabaya yang menerbitkan ijin mendirikan bangunan (IMB) kepada PT Pakuwon Jati seluas 600 hektar namun tidak mengetahui batas -batas tanahnya. Anggota Komisi C Agus Santoso menilai pemberian i jin tersebut sangat janggal, pasalnya Pemkot Surabaya sudah memberikan ijin pembangunan di tanah seluas 600 ha di kawasan Pantai Timur Surabaya namun batasnya masih bersifat imajiner. Menurut saya ini aneh, terangnya. Politisi Demokrat ini menambahkan, seharusnya, jika Pemkot Surabaya masih ragu dengan batasan tanah, lebih baik ijin tidak dikeluarkan terlebih dahulu sehingga tidak merugikan pihak lain. Sekarang semua sudah dibangun, nah kalau Pemkot mau</p> <p>Page 7</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>menentukan batas, apa bangunan yang ada mau dibon gkar, tegasnya. Menanggapi hal ini Kepala Bidang Bangunan dan Tata Ruang Dinas Cipta Karya Pemkot Surabaya Dwidja Djaja mengatakan sesuai titik PS pengukuran batas bibir pantai sudah sesuai.</p> <p>Memang penegasan batas -batas pantai sifatnya masih imaginer. T api kalau mengacu pada batas tanah patok itu masalahnya lain, paparnya. Mengenai izin lokasi, kata dia, PT Pakuwon melakukan izin tidak sepenuhnya ditangani Pemkot Surabaya melainkan juga Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tentunya tujuan dari izin lokasi t ersebut bukan untuk sertifikasi. Sementara itu ketua Komisi C Sachiroel Alim Anwar menuding PT Pakuwon Jati telah melakukan</p> <p>pelanggaran garis pantai berupa reklamasi pantai timur Surabaya (Pamurbaya).Jika dilihat dari google map, kondisinya persis menyent uh bibir pantai, tuturnya. Disisi lain, sekitar lahan reklamasi tersebut mulai terlihat penyempitan kali Mulyorejo yang menuju ke laut. Penyempitan ini terjadi sejak reklamas i dilakukan beberapa tahun ini s ehingga aliran air dari sungai -sungai di Surabaya tersendat dan sulit mengalir ke laut. Warga setempat mengaku kuatir akan bahaya banjir terutama pada saat air laut pasang (sumber: Surabaya Pagi Online, edisi 26 -10-2010). Menanggapi kasus di atas, sebenarnya sudah diterbitkan dasar hukum yang jelas dalam RTRW Surabaya 2010-2030 bahwa pemanfaatan ruang di Pantai Timur Surabaya diperuntu kan sebagai kawasan konservasi. Adapun substansinya adalah: a. Pasal 14 ayat 3 Penetapan dan pelestarian kawasan suaka alam dan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf c dilakukan dengan strategi melalui : a. memantapkan fungsi lindung untuk kawasan lindung sekaligus sebagai penunjang wisata alam dan pendidikan ekosistem pesisir; b. menetapkan batas kawasan lindung baik di darat maupun laut untuk mempertegas bata san kawasan lindung khususnya di Pantai Timur Surabaya; b. Pasal 68 ayat 1 Kawasan strategis untuk kepentingan penyelamatan lingkungan hidup meliputi : kawasan Pantai Timur Surabaya dan sekitar Kali Lamong di Kecamatan unung</p> <p>Anyar, Kecamatan Rungkut, Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo berada di Unit Pengembangan II Kertajaya, Unit Pengembangan I Rungkut dan Unit Pengembangan Sambikerep XII dan Unit Pengembangan XI Tambak Oso Wilangun; Identifikasi permasalahan mengenai reklamasi kawasan konservasi di kawasan Kenjeran, Pamurbaya menjadi kawasan terbangun seluas 600 a tersebut, antara lain: a. Pemkot Surabaya yang menerbitkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kepada PT Pakuwon Jati seluas 600 hektar di kawasan Kenj eran, Pantai Timur Surabaya.</p> <p>Page 8</p> <p>HUKUM DAN ADMINISTRASI</p> <p>Namun, pihak Pemkot sendiri tidak mengetahui secara jelas batas-batas tanahnya sehingga reklamasi tersebut kondisinya nyaris menyentuh bibir pantai. b. Pihak Pemkot Surabaya kurang begitu konsisten terhadap regulasi yang telah ditetapkan. Padahal, dalam regulasi...</p>