tugas besar hidrologi

Download TUGAS BESAR HIDROLOGI

Post on 18-Jun-2015

5.961 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARKita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan izin-Nyalah kita diberi kemudahan dalam meyelesaikan segala aktivitas. Laporan ini merupakan tugas besar yang harus diselesaikan karena merupakan syarat bagi mahasiswa untuk mengikuti ujian akhir semester. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas besar ini, diantaranya : 1. Bapak Salehudin, ST, MT. Selaku dosen assistensi. 2. Teman teman angkatan 2005. 3. Beserta pihak pihak yang secara tidak langsung membantu saya dalam penyelesaian tugas ini. Demikianlah pengantar dari saya dan apabila dalam penyusunan laporan ini terdapat kesalahan perhitungan ataupun penulisan baik yang disengaja ataupun tidak saya selaku penulis mohon maaf yang sebesar besarnya. Sekian. Dan terima kasih Mataram, 20 April 2007

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN1.1 PENGERTIAN HIDROLOGI Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang terjadinya, pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas, pada maupun di bawah permukaan bumi, tentang sifat fisik, kimia air serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannnya dengan kehidupan. Atau secara umum dapat dikatakan bahwa Hidrologi adalah ilmu yang menyangkut masalah kuantitas dan kualitas air di bumi, dan dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu : 1. Hidrologi Pemeliharaan Menyangkut pemasangan alat alat ukur berikut penentuan jaringan stasiun pengamatannya, pengumpulan data hidrologi, pengolahan data mentah dan publikasi. 2. Hidrologi Terapan Ilmu yang langsung berhubungan dengan penggunaan hukum hukun yang berlaku menurut ilmu ilmu murni pada kejadian praktis dalam kehidupan. Dan menyangkut analisis hidrologi. ( Joyce Marthe dan Wanny, 1991 : 1 2 ) 1.2 SIKLUS HIDROLOGI

2 4 1 1 1 1 7 1 d 0 a r a 8 6 1 3

5 8 9 7

1 0 t a n

l a

u

t

Gambar 1.1 Gambar Daur Siklus Hidrologi

Keterangan : 1. Penguapan 2. Awan hujan 3. Penguapan kembali 4. Hujan 5. Aliran Limpasan 6. Aliran permukaan 7. Aliran antara 8. Infiltrasi 9. Perkolasi 10. Aliran air tanah Siklus hidrologi merupakan gerakan air laut ke udara dalam bentuk uap yang diakibatkan oleh panas matahari yang kemudian di bawa kedaratan oleh angin dan kemudian jatuh sebagai hujan ke permukaan tanah. Air huajn yang jatuh ke permukaan tanah tersebut ada yang mengalir ke permukaan tanah dan ada masuk ke dalam tanah dan menjadi air tanah dan air air tersebut nantinya juga akan kembali menuju laut lagi dan terjadi penguapan kembali oleh matahari. ( Sosrodarsono dan Takeda, 2003 : 2 ) 1.3 ILMU ILMU PENUNJANG LAIN Karena kompleksnya sistem sirkulasi air serta luasnya ruang lingkup kehidupan, maka di dalam melakukan analisis hidrologi diperlukan pula ilmu ilmu pengetahuan lain seperti : 1. Meteorologi Ilmu yang memepelajari tentang cuaca di bumi. 2. Klimatologi Ilmu yang mempelajari tentang iklim yang ada di bumi. 3. Geografi dan Agronomi Ilmu yang digunakan untuk mengetahui ciri ciri fisik dari permukaan bumi dan dunia tumbuh tumbuhan. 4. Geologi dan Ilmu Tanah Ilmu yang mempelajari komposisi dari kerak bumi yang berperan pada distribusi air permukaan, air bawah permukaan dan air tanah dalam.

5. Hidrolika Ilmu yang mempelajari gerakan air beraturan dalam sistem sederhana. 6. Oceanogarfi dan Limnologi Ilmu yang berkaitan dengan laut dan danau. 7. Statistik Ilmu yang mempelajari tentang teknik memproses data numerik menjadi informasi yang sangat berguna dalam penelitian ilmiah, pengambilan keputusan dan lain sebagainya. ( Joyce Marthe dan Wanny, 1991 : 5 6 ) 1.4 SEJARAH PERKEMBANGAN HIDROLOGI DI INDONESIA Ilmu hidrologi di dunia sebenarnya telah ada sejak orang mulai mempertanyakan dari mana asal mula air yang berada di sekitar kita yaitu tepatnya pada abad ke -16. Pada zaman Leonardo Da Vinci dan Bernad Palissy pengenalan tentang hidrologi mulai dikenal, mereka menemukan konsep siklus Hidrologi secara benar, melalui penyelidikan ( hubungan infiltrasi sampai kepada terjadinya mata iar ). Ketidakmampuan orang dahulu dalam menetapkan pengertian yang tepat karena di dasari pada anggapan bahwa tanah terlalu kedap sehingga tidak mungkin air masuk ke dalam tanah karena jumlah hujan tidak cukup banyak untuk dapat menimbulkan air yang sebesar seperti yang sering kita lihat di sungai, danau dan laut. Seiring dengan perkembangan zaman dan akhirnya dengan ditemukannya alat pengukur dan pengembangan hidrolika, maka membuka kemungkinan dilaksanakannya percobaan - percobaan Hidrologi. ( Joyce Marthe dan Wanny, 1991 : 6 ) Perkembangan hidrologi di indonesia tidak diketahui dengan jelas. Pada pendidikan tinggi pada tahun 60 an mata kuliah hidrologi masih merupakan mata kuliah lain seperti irigasi, bangunan tenaga air. Dan mulai awal tahun 70 an ilmu hidrologi mulai berkembang dengan pesat, diantaranya ditandai dengan cukup banyaknya penemuan ilmiah dalam bentuk seminar, loka karya yang mempersoalkan ilmu Hidrologi secara kualitatif dan kuantitatif dan kemudian menjadi pesat. Dan seiring dengan berjalannya waktu, munculnya organisasi seperti Himpunan Ahli Teknik Hidrolik Indonesia( HATHI ) di Indonesia sangat mendukung perkembangan tersebut. Dan pada bulan januari tahun 2001 HATHI melakukan seminar tentang Peningkatan Profesionalisme dan Penerapan

Teknologi Air Dalam Pembangunan Daerah yang berlangsung di Jakarta. Dan ini menandakan semakin berperannya HATHI dalam perkembangan ilmu ilmu hidrolik di Indonesia. ( Sumber : Internet ( Jurnal dan berbagai seminar HATHI )) 1.5 PENGGUNAAN HIDROLOGI DALAM PERENCANAAN TEKNIK Dalam praktik para teknis yang berkepentingan dengan perencanaan dan pembangunan air tidak dapat mengakibatkan Hidrologi sebagai alat penganalisa jumlah air. Pada suatu kota dimensi sumber sumber daya air daerah daerah pengaliran sungai semakin luas maka tidak hanya berperanan dalam perencanaan bangunan air saja, tetapi juga ikut menentukan macam dan luas daerah pertanian serta pedalaman dan daerah lainnya. Hidrologi adalah suatu alat pembantu dalam perencanaan teknik hidrolika. Ilmu ini sebanding dengan mekanika terapan dan mekanika fluida. Tetapi kedudukan dan posisi secara keseluruhan berbeda karena hidroligi penuh dengan kerumitan dan sistemnya maha luas. Makin luas sistem maka makin bervariasinya nilai ukur/parameter fisik, sehingga secara praktis tidak mungkin menetapkan/menaksir nilai nilai ukur di tiap titik. Misalnya untuk suatu DAS mempunyai formasi/susunan geologi dan susunan tanah yang berbeda sehingga sangat sulit memperkirakan lithologi di suatu titik sembarang tanpa adanya data - data pemboran. ( Joyce Marthe dan Wanny, 1991 : 7 - 8 )

BAB II MENENTUKAN CURAH HUJAN RATA RATA DAERAH DENGAN METODE POLIGON THIESSENLandasan Teori Metode ini biasa digunakan untuk daerah daerah dimana distribusinya dari pengamat hujan tidak tersebar merata. Dan hasilnya lebih teliti. Adapun caranya, yaitu : a. b. Stasiun pengamat digambar pada peta, dan ditarik garis hubung masing masing stasiun. Garis bagi tegak lurus dari garis hubung tersebut membentuk poligon

poligon mengelilingi tiap tiap stasiun, dan hindari bentuk poligon segitiga tumpul. c. d. Sisi tiap poligon merupakan batas - batas daerah pengamat yang bersangkutan. Hitung luas tiap poligon yang terdapat didalam DAS dan luas DAS seluruhnya dengan planimeter dan luas tiap poligon dinyatakan sebagai persentase dari luas DAS seluruhnya. Dan menghitung luas juga bisa menggunakan kertas milimeter blok. e. Faktor bobot dalam menghitung hujan rata rata daerah di dapat dengan mengalikan hujan rata rata area yang didapat dengan mengalikan presipitasi tiap stasiun pengamat dikalikan dengan persentase luas daerah yang bersangkutan.

Rumus umum :

R

=

AR1

1

+ A2 R2 + .......... .......... .. + An Rn1 2

A +A

+ .......... .......... + An( 2.1 )

.......................... Keterangan :R

= curah hujan daerah ( mm ) = jumlah titik titik ( pos ) pengamatan

n

R1, R 2,..... ,Rn = curah hujan ditiap titik pengamatan A1, A 2,..... ,An = bagian daerah yang mewalkili tiap titik pengamatan Perhitungan Diketahui : Skala Peta adalah 1 : 50000 Luas daerah stasiun A = 87,7075 x 0,25 km2 = 21,926875 km2 Luas daerah stasiun B = 60,7575 x 0,25 km2 = 15,189375 km2 Luas daerah stasiun C = 44,70125 x 0,25 km2 = 11,1753125 km2 Luas daerah stasiun D = 62,44125 x 0,25 km2 = 15,6103125 km2 Luas daerah stasiun E = 61,1375 x 0,25 km2 = 15,284375 km2 Contoh perhitungan curah hujan rata rata pada tahun 1983 adalah : = 0,5 0,5 Luas kotak dalam km2

R

( 2 ,9 x 1 5 ,0 6 + 5 ,1 x 8 + 1 ,1 5 x 1 3 + 5 ,6 x 9 + 5 ,2 4 x 1 0 0 1 3 1 1 1 9 2 1 7 0 1 1 9 1 8 0 ( 2 ,9 + 5 ,1 + 1 ,1 5 + 5 ,6 + 5 ,2 4 ) 1 3 1 9 1 7 1 1 1 8

= 108,134 mm

Jadi, curah hujan rata rata untuk tahun 1983 adalah 108,134 mm Data curah hujanData - data curah hujan harianNo Tahun Stasiun A Curah Hujan diberbagai Stasiun ( mm ) Stasiun B Stasiun C Stasiun D Stasiun E

Untuk perhitungan curah hujan pada tahun yang lain mengikuti

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

1983 1982 1981 1980 1979 1978 1977 1976 1975 1974 1973 1972 1971 1970 1969 1968 1967 1966 1965 1964 1963 1962 1961 1960 1959

115,016 103,016 131,016 59 83 75 95 72 53 48 137 81 74 60 82 58 106,016 90,016 93,016 82 111 106 73 81 100

82 72 70 52 92 69 71 86 70 101,016 111,016 91,016 80 59 122 112 89 74 63 101,016 111,016 91,016 43 68 70

103 82 122,016 142,016 72 110,016 97 88 119 67 58 38 116 72 129 118 98 69 93 70 86 95 72 81 171

99 79 70 58 102,016 111,016 151,016 95 74 101 105 82 88 77 100,016 112,016 110,016 121,016 66 100 106 97 95 78 150

100 80 101,016 168 95 94 65 65 84 77 88 108 113,016 132,016 102,016 111,016 151,016 74 83 80 86 95 72 88 91

Keterangan : Luas stasiun A = 21,927 km2