tugas besar fmea

Download TUgas Besar FMEA

Post on 10-Oct-2015

140 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

P2M

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tubular goods merupakan bagian yang sangat penting dalam industri minyak dan gas, khususnya pada operasi pemboran. Operasi pemboran memerlukan tubular goods untuk melakukan pengeboran sumur, melakukan uji produksi, dan memproduksikan sumur minyak. Tubular goods yang kondisinya baik memungkinkan pemboran lebih dalam, lebih cepat, aman, efisien, disamping itu juga dapat memaksimalkan produksi. Prosedur pemeliharaan tubular goods yang tepat dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi optimal tubular goods dan memperpanjang masa pakai tubular goods.1.2 Ruang Lingkup Ruang lingkup pembuatan penulisan ini adalah mengenai penjelasan singkat tentang beberapa jenis tubular goods dan langkah-langkah pemeliharaan tubular goods di lokasi pemboran. Pembatasan terhadap pemeliharaan drill pipe dilakukan karena drill pipe paling banyak dipakai selama operasi pemboran sehingga paling rentan mengalami kerusakan. 1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas besar P2M sekaligus untuk proses pembelajaran mengenai analisa FMEA pada drill pipe. 1.4 Metode Penulisan Penulisan makalah ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur dengan mempelajari bermacam buku dan materi yang berkaitan dengan tubular goods dan cara pemeliharaannya. 1.5 Sistematika Penulisan Penulisan makalah ini dibagi menjadi empat bab, yang isinya secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut Bab I Pendahuluan ; berisi tentang latar belakang, ruang lingkup, maksud dan tujuan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Bab II Identifikasi Permasalahan ; berisi tentang gambaran singkat mengenai berbagai macam tubular goods yang dipakai di pemboran, dan alasan perlunya tubular goods dipelihara. Bab III Pembahasan Masalah ; berisi tentang cara memelihara drill pipe yand dilakukan di lokasi pemboran diantaranya terdiri atas penanganan drill pipe, pembatasan-pembatasan drill pipe, identifikasi penyebab kerusakan drill pipe, inspeksi dan klasifikasi drill pipe, dan prosedur pemeliharaan drill pipe. Bab IV Penutup ; berisi tentang beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil pembahasan masalah dan saran-saran yang diperlukan sehubungan dengan hasil ini dan dapat dilakukan perbaikan lebih lanjut.

BAB IIIDENTIFIKASI PERMASALAHAN

Tubular goods, dalam istilah pemboran, diartikan sebagai benda yang berbentuk pipa terbuat dari logam yang digunakan untuk menunjang operasi pemboran. Fungsi dari tubular goods diantaranya adalah untuk menghantar pahat agar dapat membor lebih dalam, meneruskan tenaga putar dari rotary table atau topdrive ke pahat, sebagai saluran dari fluida pemboran agar dapat membersihkan lubang dari serbuk bor, penghantar fishing tools, melakukan uji produksi sumur, menutup formasi dan menyelubungi lubang, dan untuk memproduksikan sumur minyak. Termasuk dalam tubular goods yang sering digunakan di dalam operasi pemboran adalah drill pipe, drill collar, pup joint, dan substitute. 2.1 Drill Pipe Drill pipe atau disebut pipa bor adalah pipa baja yang dibuat khusus untuk mengebor. Drill pipe merupakan sambungan pipa terpanjang dalam rangkaian pemboran dan tubular goods yang paling banyak dipakai pada operasi pemboran. Fungsi drill pipe antara lain : a. Menghubungkan kelly atau topdrive dengan drill collar dan mata bor. b. Memperpanjang rangkaian pemboran untuk menambah kedalaman lubang bor. c. Memungkinkan menaikkan dan menurunkan mata bor. d. Meneruskan tenaga putar dari rotary table atau top drive ke mata bor. e. Menjadi jalan bagi fluida pemboran. Konstruksi drill pipe mempunyai tiga bagian dasar, yaitu pipa (body) dan dua koneksi (rotary shoulder connection) yang terletak masing-masing ujungnya dan disebut sebagai tool joint. a. Badan drill pipe Badan drill pipe diperkuat dan dipertebal pada tiap ujungnya agar lebih kuat saat menerima tegangan tarik yang tinggi. Bagian yang dipertebal ini disebut upset. Tiga bentuk dasar dari penebalan yaitu sebagai berikut : External Upset (EU) untuk penebalan di bagian luar Internal Upset (IU) untuk penebalan di bagian dalam Internal-External Upset (IEU) untuk penebalan di bagian dalam dan luar

b. Tool joint Pada ujung upset terdapat tambahan pipa lebih tebal yang digunakan sebagai tempat sambungan berulir yang disebut tool joint. Pada tool joint ini, drill pipe dapat disambung satu dengan yang lainnya, maupun disambung dengan peralatan lain. Untuk menyambungkan drill pipe satu dengan yang lain, ujung yang satu diberi ulir berbentuk box dan ujung satunya berbentuk pin. Tool joint ini memiliki beberapa jenis, namun yang umum dipakai saat ini adalah jenis weld-on tool joint. Jenis ini dibuat dengan cara mengelaskan tool joint dengan ujung badan pipa dan umumnya bagian yang dilas ini menjadi lebih kuat dari badan pipa. Disamping sebagai penyambung pipa, tool joint juga berfungsi sebagai pegangan elevator sewaktu mengangkat atau menurunkan pipa yang disebut elevator shoulder seat. Pada bagian box tool joint terkadang diberi lapisan keras dengan mengelaskan tungsten carbide. Bagian yang diperkeras ini disebut hard banding (hard facing) dan berfungsi untuk mengurangi laju keausan di tool joint. Menurut beratnya, ada 3 tipe dasar dari drill pipe, yaitu a. Standard drill pipe b. Heavy weight drill pipe Tipe ini menyerupai drill pipe standar tapi berdinding lebih tebal dan lebih berat. Heavy weight drill pipe berfungsi sebagai rangkaian transisi antara drill pipe dan drill collar, sebagai pemberat yang fleksibel pada rangkaian pemboran berarah, dan sebagai rangkaian pemberat pada Rig kecil untuk mengebor lubang yang relatif kecil diameternya. c. Aluminium drill pipe Drill pipe yang terbuat dari bahan aluminium. Aluminium drill pipe digunakan untuk mengatasi kendala transportasi menuju lokasi, karena lebih ringan sehingga dapat diangkut dengan helikopter. Selain itu aluminium drill pipe dapat digunakan untuk pengeboran lebih dalam dari kapasitas Rig. Drill pipe tersedia dalam beberapa ukuran, berat, kekuatan, dan panjang. Ukuran diameter luar badan drill pipe menunjukkan ukuran sebuah drill pipe. Berat drill pipe merupakan berat nominal yaitu berat rata-rata drill pipe termasuk berat tool joint. Panjang drill pipe diukur mulai dari shoulder bagian box sampai shoulder bagian pin. Panjang drill pipe standar digolongkan sebagai berikut: a. Range I panjang antara 18 ft sampai 22 ft b. Range II panjang antara 27 ft sampai 30 ft c. Range III panjang antara 38 ft sampai 45 ft Badan drill pipe dibuat dengan tipe seamless dan mutu bajanya ditunjukkan dengan grade seperti ditampilkan dalam tabel berikut.

Spesifikasi berbagai macam ukuran drill pipe yang digunakan pada operasi pemboran sudah dibuat standarisasinya. Pada tabel berikut ini ditunjukkan berbagai macam ukuran drill pipe yang sudah distandarisasi oleh API.Untuk menyambung antara dua drill pipe atau tubular goods secara umum, diperlukan ulir yang disebut sebagai rotary shoulder connection. Ada berbagai macam jenis koneksi yang digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut : Internal Flush IF Full Hole FH Extra Hole XH atau EH Regular REG Reed Wide Open WO Slim Hole SH API Numbered Connection NC Hughes H90 Double Streamline DSL American Open Hole OHSpesifikasi dari berbagai jenis koneksi tersebut dapat dilihat pada lampiran. Masing-masing jenis koneksi ini memiliki ukuran dan bentuk ulir yang tertentu sehingga umumnya tidak dapat dipersambungkan satu dengan yang lain, dengan pengecualian beberapa jenis koneksi tertentu yang dapat saling menggantikan (interchangeable). Untuk menyambung antara dua tubular goods yang memiliki koneksi yang berlainan, dibutuhkan alat bantu berupa tubular goods yang disebut substitute.

2.2 Drill Collar Drill collar adalah pipa baja yang tebal dan relatif sangat berat, yang fungsi utamanya adalah untuk memberikan beban pada pahat bor. Pada bagian dalam juga terdapat lubang untuk melewatkan fluida pemboran. Fungsi drill collar antara lain : a. Memberikan beban pada pahat bor, sehingga pahat dapat menembus lapisan tanah yang terkadang cukup keras. b. Memberikan efek kekakuan rangkaian pemboran bagian bawah, untuk mempertahankan kelurusan lubang bor. c. Untuk menempatkan Bottom Hole Assembly, terutama pada pemboran berarah. d. Dengan beratnya drill collar ini akan memberi efek tegangan tarik pada seluruh drill pipe yang di atasnya sehingga akan cenderung lurus selama proses pemboran. Konstruksi drill collar merupakan pipa tebal dan berat yang pada ujungnya dibuat ulir pin dan box sebagai koneksi. Terdapat empat tipe dasar dari drill collar, yaitu : a. Standard drill collar, yaitu drill collar yang permukaan pipanya bulat halus. b. Spiral drill collar, yaitu drill collar yang permukaan pipanya dibuat alur berbentuk spiral yang berfungsi mengurangi luas permukaan pipa yang menempel pada dinding lubang bor sehingga mengurangi kemungkinan terjepit rangkaian pemboran akibat differential pressure sticking.c. Non magnetic drill collar, yaitu drill collar terbuat dari bahan non magnetic. Jenis ini dipergunakan pada pemboran berarah, agar peralatan pengukur kemiringan dan arah yang ditempatkan di atas pahat tidak terpengaruh medan magnit dari logam rangkaian pemboran, sehingga pengukuran lebih akurat. Secara umum, drill collar memiliki spesifikasi sebagai berikut a. Diameter luar : 3 1/8 sampai 14 b. Diameter dalam : 1 1/4 sampai 3 c. Panjang : 10, 15, 20, 30, 31, 32, 42 feet

2.3 Pup joint Pup joint adalah drill pipe atau drill collar yang berukuran lebih pendek dari ukuran pada umumnya. Fungsi dari pup joint adalah untuk menyesuaikan panjang rangkaian pemboran dengan target kedalaman yang dituju. Misalkan apabila menggunakan drill pipe atau drill collar berukuran normal ternyata ujung dari rangkaian pemboran terlalu tinggi dari lantai rotary table, dan menyusahkan untuk melanjutkan operasi berikutnya, maka dapat digunakan pup joint untuk menyesuaikan perbedaan tersebut. Drill collar pup joint juga dapat dig