tugas ahmad densu ok

Download Tugas Ahmad Densu OK

Post on 20-Jul-2015

131 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persediaan merupakan bagian yang penting dalam manajemen operasi karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar. Dana mempengaruhi penyerahan barang barang pada para pelanggan. Pengaturan persediaan berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis. Perusahaan yang sudah mapan dan maju biasanya sudah bisa mengatur manajemen persediaan untuk menunjang barang dan jasa yang mereka jual kepada perusahaan. Kadang jika perusahaan itu tidak bisa mengatur persediaannya entah itu produk mereka sendiri atau barang setengah jadi dan barang mentah kadang juga bisa menghambat proses dari pembuatan barang tersebut atau kadang juga bisa menghambat pelaksanaan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Inilah mengapa manajemen persediaan atau Inventory Management itu penting. Maka dari itu penulis tertarik untuk membahas tentang ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN MEDAN. PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN INDAH TRASO

1

B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Bagaimana pengaruh persediaan terhadap service level permintaan barang jadi (paving block) di Perusahaan Indah Traso Medan. Bagaimana hubungan antara tingkat persediaan dengan biaya persediaan (inventory cost). C. Batasan Masalah Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah:

Data yang digunakan adalah data Bulan Januari sampai Desember 2010. Permintaan paving block diasumsikan berdistribusi normal. D. Tujuan Penelitian Tujuan umum yang diharapkan dari penelitian ini adalah menentukan model

pengendalian persediaan di dalam meningkatkan permintaan konsumen. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah :

Meramalkan jumlah persediaan paving blok pada masa yang akan datang berdasarkan permintaan pelanggan pada masa yang lalu.

Mencari solusi optimal dengan menggunakan model persediaan yaitu metode Continuous Review System (Metode Q). 2

Merancang model persediaan yang sesuai dengan kondisi Perusahaan Indah Traso Medan. E. Manfaat Penelitian Bagi perusahaan, manfaat penelitian ini adalah : Memberikan masukan pada perusahaan untuk mencari solusi optimal dalam hal

persediaan paving block. Dengan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi untuk bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan persediaan kedepan sehingga akan lebih efektif dan efisien. Bagi peneliti, manfaat penelitian ini adalah memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait dengan masalah pengendalian persediaan pada Perusahaan Indah Traso Medan. F. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisannya adalah : BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Perumusan Masalah C. Batasan Masalah D. Tujuan Penelitian 3

E. Manfaat penelitian F. Sistematika Penulisan BAB II BAB III BAB IV LANDASAN TEORI PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENUTUP

4

BAB II LANDASAN TEORI TEORI PENDUKUNG UMUM A. Persediaan Pengertian Persediaan Persediaan (inventory) dalam konteks produksi dapat diartikan sebagai sumber daya menganggur (idle resource). Sumber daya menganggur ini belum digunakan karena menunggu proses lebih lanjut. Yang dimaksud dengan proses lebih lanjut dapat berupa kegiatan produksi pada sistem manufaktur, kegiatan pemasaran pada sistem distribusi ataupun kegiatan konsumsi seperti pada sistem rumah tangga. Setiap perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan produksi akan memerlukan persediaan bahan baku. Dengan tersedianya persediaan bahan baku maka diharapkan sebuah perusahaan industri dapat melakukan proses produksi sesuai kebutuhan atau permintaan konsumen. Selain itu dengan adanya persediaan bahan baku yang cukup tersedia di gudang juga diharapkan dapat memperlancar kegiatan produksi perusahaan dan dapat menghindari terjadinya kekurangan bahan baku. Keterlambatan jadwal pemenuhan produk yang dipesan konsumen dapat merugikan perusahaan dalam hal ini image yang kurang baik. Beberapa pendapat mengenai pengertian dari persediaan adalah :

5

a. Persediaan adalah segala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan baik internal maupun eksternal. b. Persediaan adalah bagian utama dari modal kerja, merupakan aktiva yang pada setiap saat mengalami perubahan. c. Inventory atau persediaan barang sebagai elemen utama dari modal kerja merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar, dimana secara terusmenerus mengalami perubahan. TEORI PENDUKUNG KHUSUS A. Alasan Diadakannya Persediaan Semua perusahaan yang melaksanakan proses produksi pada prinsipnya akan menyelenggarakan persediaan bahan baku untuk kelangsungan proses produksi dalam perusahaan tersebut. Beberapa hal yang menyebabkan suatu perusahaan harus menyelenggarakan persediaan bahan baku, adalah: a. Bahan yang akan digunakan untuk pelaksanaan proses produksi perusahaan tersebut tidak dapat dibeli atau didatangkan secara satu persatu dalam jumlah unit yang diperlukan perusahaan serta pada saat barang tersebut akan dipergunakan untuk proses produksi perusahaan tersebut. b. Apabila perusahaan tidak mempunyai persediaan bahan baku, sedangkan bahan baku yang dipesan belum datang maka pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan tersebut akan terganggu. 6

c. Untuk menghindari kekurangan bahan baku tersebut, maka suatu perusahaan dapat menyediakan bahan baku dalam jumlah yang banyak. Tetapi persediaan bahan baku dalam jumlah besar tersebut akan mengakibatkan terjadinya biaya persediaan bahan yang semakin besar pula. B. Fungsi Persediaan Fungsi utama persediaan yaitu sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. Fungsi lain persediaan yaitu sebagai stabilisator harga terhadap fluktuasi permintaan. Lebih spesifik, persediaan dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya sebagai berikut : a. Persediaan dalam Lot Size Persediaan muncul karena ada persyaratan ekonomis untuk penyediaan (replishment) kembali. b. Persediaan Cadangan Pengendalian persediaan timbul berkenaan dengan ketidakpastian. Persediaan cadangan mengamankan kegagalan mencapai permintaan konsumen atau memenuhi kebutuhan manufaktur tepat pada waktunya. c. Persediaan Antisipasi Persediaan dapat timbul mengantisipasi terjadinya penurunan persediaan (supply) dan kenaikan permintaan (demand) atau kenaikan harga.

7

d. Persediaan Pipeline Sistem persediaan dapat diibaratkan sebagai sekumpulan tempat (stock point) dengan aliran di antara tempat persediaan tersebut. persediaan setengah jadi dan persediaan transportasi disebut persediaan pipeline. Persediaan pipeline merupakan total investasi perubahan dan harus dikendalikan. e. Persediaan Lebih Yaitu persediaan yang tidak dapat digunakan karena kelebihan atau kerusakan fisik yang terjadi. C. Jenis-Jenis Persediaan Persediaan dapat dikelompokkan menurut jenis dan posisi barang tersebut, yaitu : a. Persediaan bahan baku (raw material), yaitu persediaan barang-barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi.. b. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain yang dapat secara langsung dirakit atau diasembling dengan komponen lain tanpa melalui proses produksi sebelumnya. c. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barangbarang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.

8

d. Persediaan barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah. D. Pengendalian Persediaan Pengertian Pengendalian Persediaan Pengendalian adalah suatu proses yang dibuat untuk menjaga supaya realisasi dari suatu aktivitas sesuai dengan yang direncanakan. Pengendalian bahan baku yang diselenggarakan dalam suatu perusahaan, tentunya diusahakan untuk dapat menunjang kegiatan-kegiatan yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. Keterpaduan dari seluruh pelaksanaan kegiatan yang ada dalam perusahaan akan menunjang terciptanya pengendalian bahan baku yang baik dalam suatu perusahaan. Pengendalian persediaan merupakan fungsi manajerial yang sangat penting bagi perusahaan, karena persediaan fisik pada perusahaan akan melibatkan investasi yang sangat besar pada pos aktiva lancar. E. Tujuan Pengendalian Pesediaan Pengendalian persediaan pada divisi yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula. Adapun tujuan pengendalian persediaan adalah : a. Pemasaran ingin melayani konsumen secepat mungkin sehingga menginginkan persediaan dalam jumlah yang banyak.

9

b. Produksi ingin beroperasi secara efisien, hal ini mengimplikasikan order produksi

yang tinggi akan menghasilkan persediaan yang besar (untuk mengurangi setup mesin). c. Rekayasa (engineering) menginginkan persediaan minimal untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan rekayasa/engineering. F. Model Pengendalian Persediaan 1. Model Persediaan Deterministik Untuk menentukan kebijaksanaan persediaan yang optimum, dibutuhkan informasi mengenai parameter-parameter berikut : a. Perkiraan kebutuhan b. Biaya-biaya persediaan c. Lead time Dalam model persediaan deterministik parameter-parameter yang berpengaruh terhadap sistem persediaan dapat diketahui dengan pasti. Rata-rata kebutuhan dari biayabiaya persediaan diasumsi diketahui dengan pasti. Lamanya lead time juga diasumsikan selalu tetap. Karena semua parameter bersifat deterministik maka tidak dimungkinkan adanya kekurangan persediaan. Salah satu model yang sangat popular di dalam sistem deterministik adalah model Economic Order Quantity (EOQ). Model EOQ ini merupakan dasar dari berbagai pengembangan metode-metode persediaan.

10

2. Model Persediaan Probabilistik Permasalahan dalam persediaan probabilistik adalah adanya permintaan barang tiap harinya tidak diketahui sebel