traksi dll

Download TRAKSI DLL

Post on 22-Jan-2016

27 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

traksi

TRANSCRIPT

TRAKSIDefinisiTraksi adalah Penggunaan kekuatan penarikan pada bagian tubuh yang dilakukan dengan member beban yang cukup untuk mengatasi penarikan otot. Axis traksi: Traksi sepanjang sumbu seperti sumbu pelvis pada obstetri Traksi elastic : Traksi dengan tenaga elastik atau dengan menggunakan bahanelastik Traksiskeletal:Traksiyangdipasangsecaralangsungpadatulangpanjangdengan menggunakan pen, kawat dll Traksikulit:Traksipadabagiantubuhyangditahandengan alatyangdilekatkandengan membalutkan ke permukaan tubuh.a. Prinsip : Penetralan kekuatan memendek otot pada daerah yang patah dan membidai tulang yang patah dengan kekuatan otot.b. Keuntungan : Mudah, cepat terjadi pembentukan kalus.c. Kerugian : Pasien harus berada di tempat tidur dalam waktu yang lama ( hati-hati pneumonia, trombosis ) bila tidak dipantau dengan baik, dapat juga terjadi infeksi pin penjepit.Macam - Macam Traksi1. Traksi PanggulDisempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat puncak iliaka.2. Traksi Ekstension (Bucks Extention)Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki. Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk mengurangi spasme otot3. Traksi Cervikal Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini biasa dipasang dengan halter kepala.4. Traksi RussellsTraksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa digunakan.Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.5. Traksi khusus untuk anak-anakPenderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2 minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu otot-otot paha dapat dilatih secara aktif. Tujuan Untuk meminimalkan spasme otot Untuk Mengurangi dan mempertahankan kesejajaran tubuh Untuk Mengimobilisasi Fraktur Untuk menambah ruangan diantara kedua permukaan patahan tulangIndikasi1) Nyeri dan Spasme Otot2) Hipomobilitas yang Reversibela) Keterbatasan Gerak yang Progresif3) Imobilisasi yang FungsionalTraksi digunakan pada berbagai macam fraktur, indikasi traksi antara lain adalah : 1. Traksi rusell,Traksi rusell digunakan pada pasien fraktur pada plato tibia 2. Traksi buckIndikasi yang paling sering untuk jenis traksi ini adalah untukmengistirahatkan sendi lutut pasca trauma sebelum lutut tersebut diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut 3. Traksi DunlopTraksi Dunlop merupakan traksi pada ektermitas atas. Traksihorizontal diberikan pada humerus dalam posisi abduksi, dan traksivertical diberikan pada lengan bawah dalm posisi fleksi 4. Traksi kulit BryaniTraksi kulit Bryani sering digunakan untuk merawat anak kecil yang mengalami patah tulang paha 5. Traksi rangka seimbangTraksi rangka seimbang ini terutama dipakai untuk merawat patah tulang pada korpus pemoralis orang dewasa 6. Traksi 90-90-90Traksi 90-90-90 diindikasikan pada penderita fraktur tulang femur pada anak-anak usia 3 thn sampai dewasa muda (Barbara, 1998) Kontra indikasi 1) Hipermobilitas2) Efusi Sendi3) Inflamasi4) Fraktur humeri dan osteoporosis Komplikasi 1. Dekubitus 2. Kongesti Paru dan Pneumonia3. Konstipasi dan Anoreksia4. Stasis dan Infeksi Saluran Kemih5. Trombosis Vena ProfundaPersiapan alat: Skin traksi kit k/p pisu cukur k/p balsam perekat k/p alat rawat luka katrol dan pulley beban K/p Bantalan conter traksi k/p bantal kasur gunting bolpoint untuk penanda/ markerPersiapan alat pada traksi kulit :o Bedak kulito Kom berisi air putiho Handuko Sarung tangan bersihPersiapan alat pada traksi skeletal :o Zat pembersih untuk perawatan pino Set ganti baluto Salep anti bakteri (k/p)o Kantung sampah infeksiuso Sarung tangan sterilo Lidi kapaso Povidone Iodine (k/p)o Kassa sterilo Piala ginjalo Bantal keras (bantal pasir )Persiapan PasienAtur posisi pasien nyaman dan rapikanProsedurPre Interaksi Menjelaskan prosedur tindakan, komplikasi tindakan pada pasien Mencuci tangan Memakai handschoen Mengatur posisi tidur pasien supinasi Bila ada luka dirawat dan ditutup kassa Bila banyak rambut k/p di cukur Beri tanda batas pemasangan plester gips menggunakan bolpointInteraksi k/p beri balsam perekat Ambil skin traksi kit lalu rekatkan plester gips pada bagian medial dan lateral kaki secara simetris dengan tetap menjaga immobilisasi fraktur Pasang katrol lurus dengan kaki bagian fraktur Masukkan tali pada pulley katrol Sambungkan tali pada beban ( 1/7 BB = maksimal 5 kg k/p pasang bantalan conter traksi atau bantal penyangga kakiTerminasi Atur posisi pasien nyaman dan rapikan Beritahu pasien bahwa tindakan sudah selesai dan pesankan untuk manggil perawat bila ada keluhan Buka tirai/ pintu Alat dikembalikan, dibersihkan dan dirapikan Sarung tangan dilepas Mencuci tangan Cara melakukan traksi :1. Traksi kulitKulit hanya bisa dapat menahan sekitar 5 kg traksi pada orang dewasa. Jika lebih dari ini tahanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan dalam menjaga reduksi, traksi tulang mungkin diperlukan. Hindari traksi tulang pada anak-anak- plate pertumbuhan dapat dengan mudah hancur dengan pin tulang.Indikasiuntuktraksikulit a).Anak-anak b).Traksitemporer-hanyauntukbeberapahari,missalpreoperasi c).Tahanankecildibutuhkanuntukmenjagareduksi5kg d).Kerusakan kulit atau adanya sepsis diarea tersebutKontra indikasi nekrosis kulit, obstruksi vaskuler, oedem distal, serta peroneal nerve palsy pada traksi tungkai.Interaksi Cuci tangan dan pasang sarung tangan Cuci, keringkan dan beri bedak kulit sebelum traksi dipasang kembali oleskan benzoin tinktur pada kulit dengan letakkan bilah papan pada kadua sistem ekstremitas sampai garis patahan tulang Balut dengan krep secara spiral ( jangan sekali-kali buat balutan melingkar dari bilah perekat. Lekatkan sebuah pita kebilah papan menggunakan sepotong kayu. Hati-hati: jangan membalut sampai ke proksimal garis patahan kontrol peredaran darah dan keadaan kulit secara teratur. Pemberat traksi tidak boleh lebih dari 5 kg. Lepas sarung tangan Anjurkan klien untuk menggerakkan ekstremitas distal yang terpasang traksi Berikan bantalan dibawah akstremitas yang tertekan Berikan penyokong kaku (foot plates) dan lepaskan setiap 2 jam lalu anjurkan klien latihan ekstremitas bawah untuk fleksi, ekstensi dan rotasi Lepas traksi setiap 8 jam atau sesuai instruksi

2. Traksi tulangIndikasiTraksiTulanga).Orangdewasamembutuhkan>5kgtraksib).Kerusakankulitmembutuhkandressingsc).Jangka panjang Desinfeksi kulit, penutup steril, anastesi localKontra Indikasi AnakInteraksi Cuci tangan Atur posisi klien dalam posisi lurus di tempat tidur untuk mempertahankan tarikan traksi yang optimal Buka set ganti balut, cairan pembersih dan gunakan sarung tangan steril Insisi kulit dengan skapel Masukkan pin stein man (2-4 mm) atau kawat kirschner (2 mm) mulai pada sisi yang sulit (femur dan kalkaneus dari sisi medial, tibia dari sisi lateral), insisi kulit kedua pada sisi kontralateral dan masukkan pin melalui kulit Fiksasi pin dengan menggunakan sanggurdi Bohler dengan pin penempel tomas Pasang pemberat traksi (numerus 2,5 %, femur 10-15 %, tibia 5 % atau 1/7 dari berat badan) Disekeliling lempeng dibalut dengan balutan steril tutup ujung runcingnya. Perhatikan : kontrol arah optimal traksi dan lubang pin setiap hari, kurangi beban traksi jika patahan tulang keluar. Mulai lakukan fisioterapi dini.Terminasi Lepas sarung tangan Buang alat alat yang telah dipakai ke dalam plastik khusus infeksius Cuci tangan Anjurkan klien menggunakan trapeze untuk membantu dalam pergerakan di tempat tidur selama ganti alat dan membersihkan area punggung/ bokong Berikan posisi yang tepat di tempat tidurKomplikasi Infeksi, misalnya infekis melalui kawat/pin yang digunakan. Kegagalan penyambungan tulang (nonunion) akibat traksi yang berlebihan. Luka akibat tekanan misalnya Thomas splint pada tuberositas tibia. Parese saraf akibat traksi yang berlebihan (overtraksi) atau bila pin mengenai saraf. Dx Keperawatan1. Risiko cedera b.d imobilitas dan alat traksi.2. Kerusakan mobilitas fisik b.d kerusakan muskulskeletal.3. Risiko tinggi kerusakan integritas kulit b.d imobilitas.4. Risiko tinggi kerusakan b.d imobilisai, alat traksi.2.2.2 GIPS

Definsi Gips dalam bahasa latin disebut kalkulus, dalam bahasa ingris disebut plaster of paris , dan dalam belanda disebut gips powder. Gips merupakan mineral yang terdapat di alam berupa batu putih tang mengandung unsur kalsium sulfat dan air. Gips adalah alat imobilisasi eksternal yang kaku yang di cetak sesuai dengan kontur tubuh tempat gips di pasang (brunner & sunder, 2000) gips adalah balutan ketat yang digunakan untuk imobilisasi bagian tubuh dengan mengunakan bahan gips tipe plester atau fiberglass (Barbara Engram, 1999). Jadi gips adalah alat imobilisasi eksternal yang terbuat dari bahan mineral yang terdapat di alam dengan formula khusus dengan tipe plester atau fiberglass.Tujuan pemasangan gips1. Imobilisasi kasus dislokasi sendi2. Fiksasi fraktur yang telah di reduksi3. Koreksi cacat tulang4. Imobilisasi pada kasus penyakit tulang setelah dilakukan operasi5. Mengoreksi deformitasIndikasi 1. pasien dislokasi sendi2. fraktur3. penyakit tulang spondilitis TBC4. pasca operasi5. skliosis6. spondilitis TBC, dllKontra Indikasi1) Fraktur terbuka.Persiapan AlatPersiapan alat alat untuk pemasangan gips:1. Bahan gips dengan ukuran sesuai ekstremitas tubuh yang akan di gips2. Baskom berisi air biasa (untuk merendam gips)3. Baskom berisi air hangat4. Gunting perban5. Bengkok6. perlak dan alasnya7. waslap8. pemotong gips9. kasa dalam tempatnya10. alat cukur11. sabun dalam tempatnya12. Handuk13. krim kulit14. spons rubs ( terbuat dari bahan yang meny