trading 100

Download Trading 100

Post on 05-Jul-2015

206 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Trading 100% cuma dengan Stochastic Kali ini saya mau sharing salah satu strategi trading saya yang sudah saya pakai selama beberapa tahun terakhir. Dan saya sudah membuktikan sendiri dengan menggunakan hanya satu Indikator ini trading saya selalu menghasilkan profit yang sesuai dengan target saya. Strategi trading yang saya pakai hanya menggunakan 3 buah stochastic yang bisa beradaptasi dengan semua timeframe. Biasanya saya selalu bermain scalping di TF 1 minute, dengan TP cuma 10 point dan tanpa SL. Settingan Stochastic nya adalah sbb : 1. Stochastic 1 : 9,4,3 2. Stochastic 2 : 12,4,12 3. Stochastic 3 : 24,4,24 stochastic 1 dipakai sebagai sinyal buy dan sell dengan tempo pendek Stochastic 2 dipakai sebagai sinyal Time Frame tersebut stochastic 3 dipakai sebagai sinyal Time Frame berikutnyaEntry Buy : Pada saat semua stochastic berada pada level oversold Entry Buy pada TF1M Target 10 Pips Entry Sell : Pada saat semua stochastic berada pada level overbought Entry Sell pada TF1M target 10 Pips Selama saya pakai strategi ini saya sudah cukup banyak menghasilkan keuntungan, mungkin ada perbedaan kalau agan-agan semua juga pakai strategi ini. mohon dishare juga ke saya supaya saya bisa lebih pintar lagi.

Makasih... Berikut ini adalah screenshoot hasil trading di MV dengan memakai system ini....

Menentukan Perubahan Tren Dengan Moving AverageSeperti pada artikel sebelumnya, belajar indikator MA, indikator MA, sangat favorit digunakan oleh trader untuk menentukan arah/tren suatu pair forex. Sekarang mari kita pelajari bagaimana indikator MA dapat memberikan tanda bahwa telah terjadi suatu pembalikan tren. Pembalikan tren sangat berpotensi terjadi saat terjadi cross(persilangan) antara 2 garis MA(faster dan slower MA). Disebutkan disini sangat berpotensi(bukan pasti), ingat ini baik-baik, selalu tunggu sinyal-sinyal atau tanda yang menguatkan. Lihat contoh gambar dibawah:

1

Dalam analisa diatas digunakan 2 SMA dengan periode 10 dan 20. Mari kita perhatikan pada tanggal kisaran tanggal 28 Mei, 2 Juli, dan 24 Oktober. Terlihat pada tanggal 2 juli dan 24 Oktober terjadi persilangan, dan setelahnya tren berbalik dengan sempurna. Sedangkan pada tanggal 28 Mei terjadi persilangan namun tidak terjadi pembalikan tren. Dari 3 contoh kasus persilangan diatas, yang menjadi kunci agar kita menjadi pemenang adalah waktu/timing. Persilangan adalah tanda bahwa mungkin akan terjadi pembalikan tren, namun tidak selalu. Apabila kita bereaksi terlalu cepat(pada contoh tgl 28 Mei) maka tentunya kita akan mengalami kesalahan dan kekalahan besar. Sebaliknya apabila bereaksi terlalu lambat maka akan mengurangi potensi keuntungan, dalam beberapa kasus malah tren sudah berbalik kembali. Jadi disini timing memegang peranan yang sangat penting. Jadi bagaimana kita bisa memperoleh timing atau bisa disebut sinyal konfirmasi. Caranya adalah dengan menggabungkan dengan indikator yg lain, yang dapat digunakan sebagai tambahan pertimbangan analisa Anda. Dan juga seperti yang telah diuraikan dalam artikel sebelumnya bahwa karakter indikator MA(lagging indikator) kurang tepat apabila digunakan untuk menentukan open posisi Dalam situasi tertentu saat pasar bergerak dalam posisi flat/mendatar, Anda akan menemukan banyak sekali persilangan-persilangan dalam interval waktu yang relatif singkat, sebelum pada akhirnya terbentuk tren yang sempurna. Lihat contoh gambar dibawah

2

Jika Anda mengikuti semua persilangan ini tentunya anda akan membuat banyak sekali kesalahan yang sangat merugikan.

Menentukan Support Dan Resistance Dengan Moving AverageSeperti pada artikel sebelumnya, belajar indikator MA, indikator MA, sangat favorit digunakan oleh trader untuk menentukan arah/tren suatu pair forex. Sekarang mari kita pelajari dan lihat bagaimana indikator MA juga dapat memberikan informasi support dan resistance pada suatu tren. Mari kita lihat gambar dibawah ini:

3

Dari gambar diatas terlihat GBP/USD sedang dalam tren turun/bearish. Dan indikator yang digunakan adalah EMA 10 dan EMA 20. Pada saat candle memasuki area(antara EMA 10 dan EMA 20), maka harga akan tertarik bergerak turun kembali. Pada gambar lihat pada sekitar pukul 17:00, 19:00, dan 21:00. Jadi disini EMA 20(Garis Orange) berfungsi menunjukan level resistance dari pergerakan saat itu. Terlihat setiap kali level resistance tidak berhasil tertembus, harga akan bergerak turun kembali dan terus turun. Nah, bagaimana bila level resistance ini berhasil tertembus(Break Level). Secara logika maka tren akan berbalik. Dan jika sebelum terjadi break, Anda sudah memiliki open posisi, maka sesaat setelah terjadi Break Anda perlu mempertimbangkan untuk menutup/close posisi Anda. Mari kita lihat contoh gambar saat terjadi Break Level:

Terlihat saat sekitar pukul 21:00 harga bergerak menembus level resistance, dan terus bergerak naik. Sebaiknya saat itu Anda jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa tren telah berbalik. Tunggu konfirmasi level support yang bisa dilihat dari EMA. Bagaimana membaca konfirmasi ini? Lihat pada pukul 06:00 harga bergerak untuk menguji level support, ternyata harga bergerak naik kembali(tidak tertembus). Setelahnya, sinyal konfirmasi tren naik sudah semakin sempurna, Anda bisa mempertimbangkan untuk open posisi BUY saat harga bergerak selanjutnya saat mendekati level Support. Dalam analisa teknikal forex, banyak cara yang bisa digunakan untuk menentukan support dan resistance. Indikator MA adalah salah satunya, kelebihan dari indikator ini adalah sangat mudah dipahami dan sederhana. Baca artikel lain tentang Belajar Menentukan Perubahan Tren - Menentukan Support & Resistance Dengan Indikator MA Indikator Indikator Dengan Moving Indikator Average: MA MA

4

Assalamu'alaikum Hai, Tradder ..MA20 With 05.00 GMT SRATEGY.. Nih lumayan..sy pake peluang 31:3...31 kali berhasil 3 kali gagal... Cukup Ambil 20 Pips...siapin Margin 50-60 pips tiap hari. kalo lewat 60 pips berarti gagal. Pake GBP/USD. * Entry Posisi pada 05.00 GMT. * Pada Chart 30 menit (Meta4) atau 1 Jam (Meta4), saya pake Indikator MA(20) dan MA(50), MACD, Stochastic 8,3,5 dan RSI(14). Jika : 1. Price Sell 2. Price > Ma(20) -----------------------> Buy 3. Price = Ma(20) = Ma(50) ------------> Lihat MACD + Stoch, >70 = sell atau < 70 =" Buy," 55 =" Sell"> 4. Price = ma(20) = Ma(50), RSI(14) 45-50, Stochactic 45-50, MACD 0, maka jangan ambil posisi. Mungkin ada perbedaan dgn cara anda membaca Chart Meta4 untuk signal tersebut, Jika ada yg masih kurang lengkap...mohon mas/mbak beritahu saya, agar saya bisa lebih pelajari lagi. henrywaluyo Strategy dari Temen Milis Marketiva yg berkaitan dgn ini sbb : Sehubungan pengetahuan analisa saya yg masih minim, saya mencoba dengan trik ini menggunakan program grafik Metatrader.4. ( Khusus untuk GBP/USD ) Waktu grafik = 1 Jam (H1) Indikator = RSI standard (14), tambahkan garis level.50 pada grafik RSI. Waktu trading = 05:00 GMT Cara analisa : Pada jam.05.00 bila garis grafik RSI berada dibawah garis level 50, 5

ambil posisi SHORT/SELL. Bila garis grafik RSI berada diatas garis level.50 ambil posisi LONG/BUY. Ambil target profit 20 - 30 pips ( 20 pips cukup aman ). Mohon trik ini dipelajari dahulu, dan sebaiknya menggunakan virtual, agar tidak merugi.( Trik ini tidak 100% tepat ) salam. Diposkan oleh Dayat | d4r3DeviL | Penggunaan Moving Average (MA) sebagai Indikator Analisa Teknical on: August 24, 2010, 12:01:36 pm Moving Average

(MA) .

Pada kali ini, akan ku Coba membahas tantang Moving Average (MA). Semoga Bermanfaat Bagi rekan2x Trader. Mari Kita sama2x Belajar Menaklukan Forex Demi Kesejahteraan kita Bersama, dan Memajukan Bangsa. Langsung Saja kita Bahas..

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai perubahan harga rata-rata dalam satu timeframe tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 20 berarti harga rata-rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 = rata-rata harga selama 20 jam terakhir. Tipe Dari 1. cara perhitungan Simple Moving rata-rata Moving harga, MA Average Average terbagi dalam (SMA) 3 model:

Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan merupakan yang paling luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi. 2. Weighted Moving Average (WMA) Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode;1+2+3+4+5=15. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Sehingga lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, 3. namun Exponential memiliki Moving lebih Average banyak (EMA) noise.

EMA adalah MA yang berusaha menjawab persoalan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit 6

diantara ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh trading platform yang ada. EMA mampu mengenali perubahan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA.

Gambar

1

Tiga

jenis

moving

average

Dalam gambar 1 diatas kita dapat melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Weighted bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih mampu memberikan sinyal lebih Penggunaan cepat dibanding simple moving Moving Average. average

Ada banyak cara