tonsilitis lingualis

Post on 12-Jul-2015

555 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

Tonsilitis Lingualis Tonsillitis lingualis akut jarang didiagnosis sebagai penyebab nyeri tenggorok, Pasien dengan tonsillitis lingualis biasanya mengeluh adanya nyeri tenggorok yang hebat, disfagia dan nyeri setinggi os hyoid, yang yang menarik pada pasien yang sebelumnya menjalani tonsilektomi lingualis dapat hampir menunjukkan pemeriksaan fisik yang normal. Diagnosis epiglotitis akut yang fatal harus dapat diekslusi. Karena pemeriksaan basis lidah tidak dapt terlihat dengan pemeriksaan intraoral, diagnosis harus dibuat dengan melihat menggunakan laringoskop indirek atau dengan laringoskopi transnasal.

010 Sep-Oct;132(9-10):285-7.

[Acute lingual tonsillitis].[Article in Croatian] Janjanin S, Kati V, Oreb I.

Lingual tonsillectomyCharles M. Bower, MD

Hipertrofi lingual tonsillitis dapat mengakibatkan OSA, infeksi kronik dan juga dapat menimbulkan disfagia walaupun jarang. Pada pasien dengan gejala yang berat dan tidak berepon terhadap terpai medikamentosa, pengangkatan tonsila lingualis dapat menjadi terapi yang berguna. Prosedur ini terbaik dilakukan melalui oral dengan menggunakan laringoskopi Lindholm untuk memaparkan basis lidah. Tonsila lingua kemudian diablasi dengan menggunakan laser CO2. Debriider dengan suction A suction debrider may also be used to remove the lingual tonsils. Patient evaluation, technique, asAnatomy

ResumenMONGE I., Marcela et al. Respiratory obstruction secondary to lingual tonsil hypertrophy: a clinical report. Rev. chil. pediatr. [online]. 2001, vol.72, n.5, pp. 443-448. ISSN 0370-4106. doi: 10.4067/S037041062001000500008. Tonsil lingualis adalah struktur normal yang jarang menimbulkan gangguan pernafasan. Didalam literatur pediatrik hanya terdapat sedikit laporan penelitian mengenai topik ini, The lingual tonsil is a normal structure that only occasionally produces respiratory symptoms. In the paedriatric literature there are few reports referring to this subject. The articles objective was to review the clinical and laboratory presentation of patients with lingual tonsil hypertrophy. A retrospective study, using case notes, of 5 cases with a flexible bronchoscopy confirmed diagnosis of lingual tonsil hypertrophy was carried out. Past medical history, symptoms, x-ray and lung function studies were analyzed. The age range was 8-14 years. In 2 cases the symptomology presented as recurrent laryngitis at an unusual age (8 and 13 years). One was described as an asthmatic with an inspiratory obstructive component and 2 others had abnormal spirometric findings in their studies for asthma. All patients had an abnormal flow/volume curve suggesting upper airway obstruction. 3 cases had normal xrays (lateral neck and chest). In 2 cases surgery was indicated but only 1 performed, the other 3 were followed up because they had few symptoms. In summary lingual tonsil is not a common pathology but should be considered in cases of inspiratory obstruction at an unusual age or if the flow/volume curve shows a decreased inspiratory loop Palabras clave : lingual tonsil hypertrophy; children; upper respiratory obstruction.

Archives of Orofacial Sciences (2010), 5(1): 29-3029

CASE REPORT

Lingual tonsillitis post tonsillectomy: a rare cause of odynophagiaIrfan Mohamad*, Kambiz Karimian Fard, Hazama MohamadDepartment of Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, Health Campus, 16150 Kota Bharu, Kelantan. (Received 16 September 2009, revised manuscript accepted 25 February 2010) Keywords Lingual tonsil, tonsillitis.

Abstract Lingual tonsil is a part of Waldeyers ring. It consists of lymphoid follicles and subject to proliferation and hypertrophy. Palatine tonsillitis, by far is the commonest cause of odynophagia originating from oropharyngeal region. Lingual tonsillitis is a rare occurrence. We reported a patient who presented with severe odynophagia after two months of palatine tonsillectomy. Examination revealed the lingual tonsils were inflamed and covered with exudates.

IntroductionLingual tonsil is the most neglected member of Waldeyers ring (Lewis et al., 2000). Histologically, it comprises of collection of lymphoid follicles similar to the palatine tonsil. Thus, the structure is also subjected to similar pathology such as infection and hypertrophy.

Case summaryA 35 year old lady presented with history of recurrent sore throat associated with fever and odynophagia. Examination revealed signs of chronic inflammation of the palatine tonsils. Other adjacent structures including base of tongue, posterior pharyngeal wall, adenoids and larynx were unremarkable. She was diagnosed as chronic tonsillitis and planned for tonsillectomy. Bilateral palatine tonsillectomy was performed. There was no

immediate complication related to the surgery. The patient was discharged well. The histophatological examination of the removed tonsils showed reactive lymphoid hyperplasia. She was symptom free for about two months. Two months later she came again to our clinic because of severe odynophagia which made her unable to take orally for two days duration. Examination revealed the palatine tonsillar fossae were clear with no residual tonsillar tissue. Posterior pharyngeal wall was not inflammed. Rigid 70 laryngoscopy was performed. The lingual tonsils were prominent with exudates filling the crypts (Figure 1). The diagnosis of acute lingual tonsillitis was established. She was admitted and treated with intravenous antibiotics. After three days, the general condition improved. She managed to take orally well. Examination of base of tongue showed granular prominence at both sites of lingual tonsils. She was discharged and given appointment for reassessment.Figure 1 Prominent lingual tonsils with inflammatory exudates.* Corresponding author: Dr. Irfan Mohamad, Tel: 09-7676420, mail: : irfan@kb.usm.my

Irfan et al. 30

BAB II PEMBAHASAN II.1. Anatomi dan Fisiologi Tonsila lingualis Tonsila lingual yang terletak disebelah anterior, tonsila palatina dilateral dan tonsila faringea (adenoid) disebelah posterosuperior secara bersama membentuk dapat dianggap suatu cincin jaringan limfoid yang dikenal dengan cincin Waldeyers. Seluruh dari struktur cincin ini mempunyai kesamaan dalam histologi dan memiliki fungsi yang sama. (Cummings). Cincin ini merupakan bagian dari sistem MALT (Mucosa-associated lymphoid tissue). Merupakan pintu masuk dari saluran napas dan pencernaan bagian atas. Tonsil dan adenoid adalah pertahanan tubuh lini pertama untuk perlindungan pada saluran nafas bagian bawah dan saluran gastrointestinal, sesuai perkembangan dari memori terhadap antigen pada host (Bailey).

Gambar 1. Cincin Waldeyers Tonsil lingual terletak di dasar lidah terdiri atas sepasang organ berbentuk oval dan dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika. Di garis tengah, di

sebelah anterior massa ini terdapat foramen sekum pada apeks, yaitu sudut yang terbentuk oleh papilla sirkumvalata.Dengan lidah dipisahkan oleh lapisan squamous kompleks. Perdarahan tonsil didapat dari cabang lingual dari aretri karotis eksterna dan drainase dari vena lingualis menuju ke vena jugularis interna. Tonsila lingualis memiki kripte yang lurus- lurus tanpa cabang bervariasi berjumlah 30-100 buah, tidak serumit pada tonsila palatina dan juga memiliki ukuran tidak begitu besar. (BukuajarfaringologiUNISSULA,Boies, http://www.probertencyclopaedia.com/browse/EL.HTM, KJ lee).

Gambar 2. Tonsila lingualis Sepertiga posterior dari lidah manusia memiliki epitel non keratin bertingkat. Bagian dari lamina propria, mengandung nodul limfoid dan sel darah putih non agregasi (limfosit dan sel plasma) http://www.anatomyatlases.org/MicroscopicAnatomy/Section09/Plate09163.shtml Tonsila lingualis membesar secara bertahap dari sejak lahir sampai dengan umur 7 tahun dan mengalami pengecilan setelahnya . http://www.probertencyclopaedia.com/browse/EL.HTM Imunologi Tonsil Struktur histologi dari tonsil berhubungan dekat dengan fungsinya sebagai organ imunologi. Tonsil merupakan jaringan limfoid yang mengandung sel limfosit.

Limfosit B membentuk kira-kira 50-60% dari limfosit tonsilar. Sedangkan limfosit T pada tonsil adalah 40% dan 3% lagi adalah sel plasma yang matang. Limfosit B berproliferasi di pusat germinal. Immunoglobulin (IgG, IgA, IgM, IgD), komponen komplemen, interferon, lisozim dan sitokin berakumulasi di jaringan tonsilar. Empat zona/kompartemen yang penting dalam memproses antigen telah dijelaskan yaitu : Epitel sel retikular, zona ekstrafolikular folikel limfoid dan pusat germinal ( kaya dengan sel T), zona mantel pada pada folikel limfoid (Bailey

&http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23175/3/Chapter%20II.pdf

Gambar 3. Histologi tonsila lingualis

II.2. Tonsilitis lingualis Terletak di sebelah posterior dari lidah. Infeksi atau peradangan di tonsil lingualis dapat menunjukkan gejala seperti nyeri telan yang akut ataupun kronik disertai dengan odinofagi. Refluk ekstraesofagal berkontribusi utama untuk tonsillitis kronik lingual. Obstruksi jalan nafas sekunder oleh karena tonsililitis lingualis dengan hiperplasi obstruktif telah dilaporkan. Penggunaan jalan napas melalui nasofaring

sebagai jalan pintas obstruksi digunakan dini selain dari terapi antimikroba, antirefluk dan dibeberapa kasus penggunaan kortikosteroid. Eksisi operasi jarang diperlukan, elektrokautyer dan penggunaan laser untuk tonsilektomi lingual dapat dilakukan ( Bailey). Infeksi tonsila lingualis jarang terjadi) karena tidak memiliki susunan kripta yang rumit dibanding dengan tonsila fausialis, dan juga memiliki ukuran tidak begitu besar. Jarang terdapat tonsila lingualis yang meradang secara secara akut bersamaan dengan tonsila fausialis. Tonsilitis lingualis lebih sering pada pasien yang telah menjalani tonsilektomi dan pada orang dewasa