tentir inflamasi dan hipersensitivitas

Download Tentir Inflamasi Dan Hipersensitivitas

Post on 13-Dec-2014

53 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

blok imunologi

TRANSCRIPT

Prinsip Dasar Inflamasi dan Reaksi Imunologi di Kulit

-Lapisan epitel merupakan barier pertama dari infeksi. Adapun jalur masuknya dapat melalui epitel pada saluran pernapasan, saluran gastrointestinal dan genitourinary, kulit yang terluka (terbakar), gigitan nyamuk, jarum suntik yang kotor, dan lain-lain. -Lapisan epitel sebagai sawar pertama akan mencegah infeksi dengan: Mukus dan silia= paru dan usus pH asam= lambung Peptide antimicrobial (dihasilkan oleh sel epitel)= usus halus dan saluran paru Bakteri komensal bersaing dengan bakteri pathogen= kulit -Inflamasi sebagai garis pertahanan yang kedua: Inflamasi bersifat nonspesifik, respons protektif yang ditujukan untuk

menghilangkan penyebab awal jejas serta membuang sel dan jaringan nekrotik yang disebabkan kerusakan jaringan asal. Oleh karena bersifat nonspesifik, maka respons inflamasi terhadap kulit yang terluka akan sama dengan kulit yang terbakar, terpapar radiasi, dan invasi bakteri/ virus (ingat bahwa pertahanan nonspesifik akan melawan dengan cara yang sama). Perlu diketahui bahwa inflamasi bukan penyakit, melainkan manifestasi dari penyakit. Nah teman-teman, sekarang kita akan membahas mengenai inflamasi dan imunologi pada kulit. Berhubung bagian dan fungsi kulit sudah dibahas sebelumnya, maka kita akan langsung mempelajari inti dari kuliah kali ini. Imunitas adalah kemampuan untuk mencegah kerusakan atau penyakit melalui pertahanan tubuh kita. Semua organisme multiseluler memiliki sistem pertahanan tubuh. Pada Inflamasi memiliki aspek yang menguntungkan: mengencerkan, menghancurkan, dan menetralkan agen berbahaya (toksin dan bakteri), mencegah penyebaran bakteri, dan membantu proses penyembuhan jejas. Tanda-tanda inflamasi: o Kalor (panas): vasodilatasi arteriol menyebabkan aliran darah o Rubor (merah): karena pelebaran pb. darah. o Tumor (bengkak): akumulasi cairan ekstraseluler akibat hilangnya cairan kaya protein ke dalam ruang perivaskular osmotik cairan interstitial . o Dolor (nyeri): karena adanya peningkatan tekanan akibat edema dan keluarnya mediator inflamasi seperti bradykinin (bekerja singkat lalu diinaktivasi oleh kininase degradatif yg terdpt pd plasma dan jaringan). o Functio laesa (kehilangan fungsi): karena perluasan mediator dan kerusakan yg diperantarai leukosit. tekanan osmotik intravaskular sedangkan tek. kulit terasa panas.

vertebrata khususnya manusia, imunitas dapat dibagi menjadi: Imunitas Bawaan (Innate Immunity/ nospecific) Tergolong nonspesifik karena tidak

-Imunitas ini telah diperoleh semenjak lahir.

mengenal secara spesifik mikroba dan melawan semua mikroba dengan cara yang sama. Oleh karena itu, imunitas ini tidak memiliki sel memori. -Muncul sebagai pertahanan pertama sampai munculnya imunitas adaptif. -Terdiri dari pertahanan garis pertama yaitu kulit dan membran mukosa. Pertahanan garis kedua yaitu substansi antimicrobial, sel natural killer dan fagositosit, inflamasi, dan demam.

1

Dapat dibagi menjadi inflamasi akut dan kronik. Mari kita bahas satu per satu !

o Resolusi

destruksi bersifat terbatas dan kecil serta terjadi pada jaringan yg mampu

beregenerasi sehingga memungkinkan perbaikan terhadap normalitas histologis dan fungsional. Prosesnya meliputi pembuangan mediator kimiawi, penormalan permeabilitas vaskular, dan penghentian emigrasi leukosit . o Scar (jaringan parut/ fibrosis) destruksi pada jaringan tidak mampu beregenerasi

dan bersifat meluas. Eksudat fibrinosa meluas, pembentukan jaringan ikat penyebab fibrosis, dan pembentukan abses akibat meluasnya infiltrat neutrofil. Jaringan granulasi menunjukkan ciri yang khas: adanya proliferasi pb.darah dan adanya netrofil sembuh dengan cara nekrosis kulit dibuang dan luka dibersihkan. o Kemajuan ke arah inflamasi kronik bisa terjadi setelah inflamasi akut meski tanda masih bisa

inflamasi kronik dpt muncul pd awal jejas seperti pada infeksi virus dan penyakit autoimun.

Gambar di atas memperlihatkan bahwa inflamasi baik akut maupun kronik melibatkan sel dan protein dalam sirkulasi, endotel, dan ECM.

INFLAMASI AKUT

- Merupakan respons segera dan dini terhadap jejas yang dirancang untuk mengirimkan leukosit ke tempat jejas. - Memiliki 2 komponen utama yaitu perubahan vaskular (vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas vaskular) dan berbagai kejadian seluler (rektrutmen dan aktivasi seluler). -Penyebab: infeksi (virus, piogenik penghasil nanah, bakteri), reaksi hipersensitivitas ( -Melibatkan serangkaian proses melalui komponen: o Vaskular: hyperemia. o Eksudatif: kebocoran cairan kaya protein. o Seluler: aktivasi leukosit, khususnya PMN. o Proliferatif: regenerasi jaringan, granulasi, dan penyembuhan jaringan.

parasit dan bacillus tuberkel), agen fisik (trauma, radiasi ionisasi, panas, dan dingin), agen kimia (asam, basa, agen reduksi, dan toksin), dan nekrosis jaringan (infark). -Akibat inflamasi akut:

2

-Tahapan awal (Early Stages) adanya edema, fibrin, dan PMN di ruang ektstra vaskular. meliputi 3 proses, yaitu: o Perubahan pada kaliber pembuluh darah aliran darah .

Penjelasan gambar

Pada keadaan normal: ultrafiltrasi cairan melintasi dinding

pembuluh darah kecil dalam keadaan seimbang. Pada inflamasi akut: hilangnya cairan dan protein plasma ke ruang ekstraseluler menyebabkan edema.

Penjelasan gambar

Pada keadaan normal: kebanyakan pembuluh kapiler kosong, gak

o Munculnya

berbagai

kejadian

pada

sel

emigrasi

PMN

ke

ruang

ada darah, karena sfingter antara arteriole dan kapiler tertutup. Pada inflamasi akut: sfingter tadi terbuka jadi darah mengalir ke semua kapiler.

ekstravaskular.Pergerakan PMN memiliki tahapan yang dimulai dari: -marginasi: proses akumulasi leukosit di endotel akibat aliran darah mendorong sel leukosit ke pinggir sehingga memudahkan interaksi dengan endotel. -rolling: gerakan berguling-guling leukosit pada endotel yang diperantai oleh selektin. -adhesi:leukosit melekat kuat pada permukaan endotel yg dibantu ICAM dan VCAM. -transmigrasi: perembesan leukosit melalui intercellular junction yg dibantu oleh PECAM. Gambarnya di bawah ini! :D

o Peningkatan permeabilitas vaskular

peningkatan tekanan hidrostatik dan

pergerakan cairan berupa transudat (ultrafiltrat plasma darah yg mengandung sedikit protein) dan eksudat (pergerakan cairan kaya protein).

3

o Fagosom (berisi antigen) berfusi dengan lisosom membentuk fagolisosom. o Pembunuhan dan degradasi antigen melalui enzim proteolitik. o Debris sisa cerna antigen dikeluarkan melalui eksositosis.

-Tahapan Akhir (Late Stages) Molekul adhesi telah muncul di permukaan sel. Kemotaksis dan aktivasi leukosit. Zat yang bersifat kemotaktik terhadap leukosit adalah 1) produk bakteri yg dpt larut seperti peptida dengan N-formil-metionin termini, 2) sistem komplemen terutama C5A, 3) produk metabolisme asam arakidonat terutama leukotrien B4, dan 4) sitokin, terutama kelompok kemokin seperti IL-8. Apa sih fungsi kemotaksis? Ternyata pengikatan molekul kemotaksis ke reseptor fosfolipase C aktivasi

keluar deh second messenger (IP3 dan DAG). Nah, IP3 ini meningkatkan

kalsium intrasel yang dibutuhkan untuk kontraksi pseudopodia. Selain itu, kemotaksis mengaktivasi leukosit. Tahap ini telah melibatkan mediator. Perlu diketahui bahwa (bisa dibaca di robbins): o Mediator dapat bersirkulasi di dalam plasma (khususnya yg disintesis oleh hati) atau

dihasilkan secara lokal oleh sel tempat terjadinya inflamasi. Mediator yang berasal dariFagosit Eh ternyataproses inflamasi juga mengaktivasi fagosit. Fagositosis merupakan tugas dari makrofag + mikrofag (neutrofil). microglia (otak), dan kuppfer (hati). Makrofag namanya beda-beda: langaerhans (kulit), Eosinofil sendiri bersifat fagositik lemah dan lebih plasma seperti komplemen, kinin, dan faktor koagulasi beredar dalam bentuk prekursor inaktif (butuh pemecahan proteolitik aktif). Sedangkan mediator dari

sel, disimpan di dalam granul yang akan disekresikan begitu teraktivasi. o Sebagian besar mediator menginduksi efeknya dengan berikatan pada reseptor spesifik

menonjol sebagai pertahanan terhadap cacing parasit. Klo sel mast (=basofil pada jaringan) dapat mengikat dan menelan bakteri dalam range yang luas.

pada sel target. Tetapi ROS dan protease lisosom memiliki efek enzimatik langsungyang bersifat toksik. o Mediator dapat merangsang sel target untuk melepaskan molekul efektor sekunder.

Mekanisme o Pengenalan dan perlekatan partikel pada leukosit yang difasilitasi oleh opsonin (protein serum). o Pseudopod mengelilingi antigen (partikel asing) lalu menelannya melalui endositosis dan masuk ke dalam fagosom (vakuola fagositik yang terbentuk dari perpanjangan

Mediator sekunder dapat bersifat memperkuat atau melawan respons utama yg disebabkan o/ efektor primer. o Mediator hanya dapat bekerja pada satu atau beberapa target, mempunyai aktivitas

luas, dan hasilnya bergantung jenis sel yang dipengaruhi.o Fungsi mediator diatur secara ketat. Sekali teraktivasi/ dilepaskan dari sel, mediator

pseudopodia).

akan cepat didegradasi.

4

o Alasan utama check and balance adalah sebagian mediator berpotensi untuk

Peran:sitokin adalah produk polipeptida ex: kemokin dan interleukin.Berdasarkan cara kerja sitokin dibagi menjadi 5 yaitu: -sitokin yang mengatur fungsi limfosit

menyebabkan efek yang berbahaya.

Mediator dibagi menjadi (kata dokternya, mw gak mw dihafal): 1)Lokal Mediator praformasi di dalam granul sekretoris o Histamin: sel mast, platelet, dan basofil Peran: vasodilator arteriol dan mediator utama pd peningkatan permeabilitas vaskular fase cepat menginduksi kontraksi endotel venula dan inter-endothelial merespons paling awal.

-s