tenaga kermneif, o*r**r, - kh08m. skkni 2010-090 (garmen sub bidang custom...tenaga kermneif,...

Download TENAGA KERmNEIf, o*r**r, - kh08m. SKKNI 2010-090 (Garmen Sub Bidang Custom...tenaga kermneif, o*r*

Post on 28-Apr-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TENAGA KERmNEIf, o*r*"*r,REPT]BLIK II\'DONESIA

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIREPUBLIK INDONESIA

NOMOR KEP. qo /MEN/v 12010

TENTANG

PENETAPAN RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIASEKTOR INDUSTRI TEKSTIL DAN BARANG TEKSTIL BIDANG GARMEN BIDANG

CUSTOM MADE SUB BIDANG CUSTOM MADE WANITA MENJADI STANDARKOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 PeraturanMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi NomorPER.21IMEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan StandarKompetensi Kerja Nasional Indonesia, perlu menetapkanKeputusan Menteri tentang Penetapan Rancangan StandarKompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Tekstildan Barang Tekstil Bidang Garmen Bidang Custom Made SubBidang Custom Made Wanita menjadi Standar KompetensiKerja Nasional Indonesia;

: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentangKetenagakerjaan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor a279);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentangSistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637);

3. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;

4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi NomorPER. 21|MEN/X12007 tentang Tata Cara PenetapanStandar Kompetensi Kerja Nasional lndonesia;

Mengingat

Memperhatikan : 1. Hasil Konvensi Nasional Rancangan Standar KompetensiKerja Nasional lndonesia Sektor lndustri Tekstil dan BarangTekstil Bidang Garmen Bidang Custom Made Sub BidangCustom Made Wanita yang diselenggarakan tanggal 29Oktober 2009 di Jakarta;

2. Surat Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah,Departemen Perindustrian Nomor 1353llKM.1l12l20Agtanggal 10 Desember 2009 tentang Penetapan RancanganStandar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia BidangCustom Made Wanita;

Menetapkan

KESATU

KEDUA

KETlGA

KEEMPAT

KELIMA

MEMUTUST(AN:

Rancangan standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Sektor industri Tekstil dan Barang Tekstil Bidang Garmen

Bidang Custom Made Sub Bidang Custom Made Wanita

menjaOi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia,

sebigaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan

bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sebagaimana

dimaksud dalam Diktum KESATU berlaku secara nasional dan

menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan

profesi serta uji kompetensi dalam rangka sertifikasi

kompetensi.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sebagaimana

dimaksud dalam Diktum KESATU pemberlakuannya

ditetapkan oleh Menteri Perindustrian.

Standar Kompetensi Kerja Nasional lndonesia sebagaimana

dimaksud dalam Diktum KETIGA ditinjau setiap lima tahun

atau sesuai dengan kebutuhan.

Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggalditetapkan'

Ditetapkan diJakartapada tanggal 1B met 2010

DAN TRANSMIGRASI

K INDONESIA,

N ISKANDAR, M.Si.

MENTERI

ruars[1ee

1

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR KEP.90/MEN/V/2010

TENTANG

PENETAPAN RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR INDUSTRI TEKSTIL DAN BARANG TEKSTIL BIDANG GARMEN BIDANG CUSTOM MADE SUB BIDANG CUSTOM MADE WANITA

MENJADI STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu sesuai dengan

tuntutan kebutuhan tenaga profesional di sektor industri tekstil dan barang tekstil,

maka diperlukan adanya kerja sama antara instansi pemerintah, dunia

usaha/industri dengan lembaga pendidikan dan pelatihan baik pendidikan formal,

informal maupun pendidikan yang dikelola oleh industri itu sendiri. Bentuk

kerjasama dapat berupa pemberian data kualifikasi kerja yang dibutuhkan oleh

instansi pemerintah dan industri/pelaku usaha sehingga lembaga pendidikan dan

pelatihan dapat menyediakan tenaga lulusannya yang memenuhi kualifikasi yang

dibutuhkan. Hasil kerjasama tersebut dapat menghasilkan standar kebutuhan

kualifikasi.

Standar kebutuhan kualifikasi SDM tersebut diwujudkan ke dalam Standar

Kompetensi Bidang Keahlian yang merupakan refleksi atas kompetensi yang

diharapkan dimiliki orang-orang atau seseorang yang akan bekerja di bidang

tersebut. Di samping itu standar tersebut harus memiliki ekivalen dan kesetaraan

dengan standar-standar relevan yang berlaku pada sektor industri di negara lain

bahkan berlaku secara internasional, sehingga akan memudahkan tenaga-tenaga

profesi Indonesia untuk bekerja di manca negara.

Adanya standar kompetensi perlu didukung oleh suatu pedoman untuk penerapan

standar kompetensi, sistem akreditasi dan sertifikasi serta pembinaan dan

pengawasan penerapan kegiatan standar kompetensi, yang keseluruhannya perlu

2

tertuang dalam suatu sistem standardisasi kompetensi nasional. Dalam rangka

mendukung peningkatan profesionalisme sumber daya manusia yaitu untuk

meningkatkan produktivitas dan daya saing, pelayanan kepada masyarakat,

perlindungan kepada pengusaha dan pekerja serta konsumen, maka kegiatan di

bidang standardisasi perlu lebih ditingkatkan.

Saat ini mengenai kodefikasi pekerjaan sedang dalam proses pengusulan ke Badan

Pusat Statistik.

Standar ini dirumuskan dengan menggunakan acuan:

1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok

Pertambangan;

2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan

Kerja;

3. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001 tentang Perubahan Kedua atas

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 tentang Pelaksanaan Undang-

Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan Pokok

Pertambangan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional

Sertifikasi Profesi (BNSP);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja

Nasional.

B. Tujuan

Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Garmen Sub

bidang Custom-made Busana Wanita mempunyai tujuan pengembangan Sumber

Daya Manusia (SDM) yang bergerak dalam bidang keahlian tersebut di atas sesuai

dengan kebutuhan masing-masing pihak (institusi pendidikan/pelatihan, dunia

usaha/industri dan penyelenggara pengujian dan sertifikasi). Selain daripada itu,

penyusunan standar juga bertujuan untuk mendapatkan pengakuan tenaga kerja

secara nasional dan internasional.

3

1. Institusi pendidikan dan pelatihan

1.1. Memberikan informasi untuk pengembangan program kurikulum

1.2 Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian dan

sertifikasi

2. Dunia usaha/industri dan pengguna tenaga kerja

2.1. Membantu dalam rekruitmen tenaga kerja

2.2. Membantu penilaian unjuk kerja

2.3. Mengembangkan program pelatihan bagi karyawan berdasarkan

kebutuhan

2.4. Untuk membuat uraian jabatan

3. Institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi

3.1. Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi

sesuai dengan kualifikasi dan levelnya

3.2. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan, penilaian dan

sertifikasi

Selain tujuan tersebut di atas, tujuan lain dari penyusunan standar ini adalah untuk

mendapatkan pengakuan secara nasional maupun internasional. Hal-hal yang perlu

diperhatikan untuk mendapatkan pengakuan tersebut adalah:

1. Menyesuaikan penyusunan standar kompetensi tersebut dengan kebutuhan

industri/usaha, dengan melakukan eksplorasi data primer dan sekunder

secara komprehensif.

2. Menggunakan referensi dan rujukan dari standar standar sejenis yang

digunakan oleh negara lain atau standar internasional, agar dikemudian hari

dapat dilakukan proses saling pengakuan (Mutual Recognition Agreement

MRA).

3. Dilakukan bersama dengan representatif dari asosiasi pekerja, asosiasi

industri/usaha secara institusional, dan asosiasi lembaga pendidikan dan

pelatihan profesi atau para pakar dibidangnya agar memudahkan dalam

pencapaian konsesus dan pemberlakuan secara nasional.

4

C. Pengertian SKKNI

1. Pengertian Kompetensi

Berdasar pada arti estimologi kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang

dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh

pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Sehingga dapatlah dirumuskan

bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat

terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam

menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa

yang ditetapkan.

2. Pengertian Standar Kompetensi

Berdasar pada arti bahasa, standar kompetensi terbentuk atas kata standar dan

kompetensi. Standar diartikan sebagai "ukuran" yang disepakati, sedangkan

kompetensi telah didefinisikan sebagai kemampuan seseorang yang da