teknik penyisipan informasi pada fitur poligon peta vektor ... ?· 1 perbandingan koordinat awal...

Download TEKNIK PENYISIPAN INFORMASI PADA FITUR POLIGON PETA VEKTOR ... ?· 1 Perbandingan koordinat awal dengan…

Post on 16-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TEKNIK PENYISIPAN INFORMASI PADA FITUR POLIGON

PETA VEKTOR MENGGUNAKAN REVERSIBLE

WATERMARKING

KRIESMAYADI INDERA LAKSANA

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Teknik Penyisipan

Informasi pada Fitur Poligon Peta Vektor Menggunakan Reversible Watermarking

adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum

diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber

informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak

diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam

Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, Maret 2014

Kriesmayadi Indera Laksana

NIM G64104041

ABSTRAK

KRIESMAYADI INDERA LAKSANA. Teknik Penyisipan Informasi pada Fitur

Poligon Peta Vektor Menggunakan Reversible Watermarking. Dibimbing oleh

SHELVIE NIDYA NEYMAN.

Peta digital vektor memiliki presisi yang tinggi. Penerapan watermarking

pada peta digital biasanya menimbulkan adanya distorsi. Penelitian ini

menggunakan teknik reversible watermarking untuk mengatasi hal tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan teknik reversible watermarking untuk

menyisipkan informasi ke dalam peta digital dengan kemampuan mengembalikan

koordinat peta seperti sebelum proses penyisipan. Dalam penelitian ini, berkas

yang digunakan sebagai media penyisipan adalah data koordinat peta digital 2D

berbentuk shapefile dan watermark yang digunakan berupa gambar. Proses

reversible watermarking dilakukan pada peta vektor dengan fitur poligon dan

setiap proses penyisipan hanya dilakukan pada satu fitur poligon. Fitur poligon

yang dapat disisipi mempunyai syarat jumlah verteks lebih besar dari bit

watermark. Pada penelitian ini, watermark diperoleh dari fungsi hash MD5

sehingga panjang bit watermark tetap sebesar 128. Hasil penelitian ini dapat

menyisipkan informasi pada peta dan dapat menunjukkan bahwa titik koordinat

yang telah disisipkan informasi dapat kembali ke koordinat awal. Kualitas peta

hasil penyisipan memiliki distorsi yang rendah yang ditunjukkan dengan nilai

RMSE yang sangat kecil.

Kata kunci: koordinat, peta digital, reversible watermarking, Root Mean Square

Error (RMSE)

ABSTRACT

KRIESMAYADI INDERA LAKSANA. Technique of Information Insertion on

Vector Map Polygon Feature Using Reversible Watermarking. Supervised by

SHELVIE NIDYA NEYMAN.

Digital vector maps have high precision. Unfortunatelly, watermarking in

digital maps usually cause distortion. This study uses a reversible watermarking

technique to overcome this issue. The purpose of this study is to apply a reversible

watermarking technique to insert some information into digital maps with the

ability to restore the map coordinates prior to insertion. In this study, the file used

as the insertion media is a 2D digital map coordinate data in shapefiles and

images is used as a the watermark. Reversible watermarking process is done on a

vector map with polygon features and each insertion process is only performed on

a polygon feature. Features that can be inserted should have larger number of

vertices than the number of watermark bits. In this study, the watermark is

obtained from the MD5 hash function so that the watermark is fixed at 128 bits.

The study shows that information can be inserted to the map and that the

coordinates can be restored to the initial coordinates. The quality of the map after

the insertion shows a low distortion as reflected by the very small RMSE value.

Keywords: coordinate, digital map, reversible watermarking, Root Mean Square

Error (RMSE)

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Ilmu Komputer

pada

Departemen Ilmu Komputer

TEKNIK PENYISIPAN INFORMASI PADA FITUR POLIGON

PETA VEKTOR MENGGUNAKAN REVERSIBLE

WATERMARKING

KRIESMAYADI INDERA LAKSANA

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

Penguji :

1. Endang Purnama Giri, S.Kom., M.Kom 2. Karlisa Priandana, ST., M.Eng

Judul Skripsi : Teknik Penyisipan Informasi pada Fitur Poligon Peta Vektor

Menggunakan Reversible Watermarking Nama : Kriesmayadi Indera Laksana

NIM : G64104041

Disetujui oleh

Shelvie Nidya Neyman, SKom, MSi

Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Ir Agus Buono, MSi, MKom

Ketua Departemen Ilmu Komputer

Tanggal Lulus:

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala atas

segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah dengan judul Teknik Penyisipan

Informasi pada Fitur Poligon Peta Vektor Menggunakan Reversible Watermarking

ini berhasil diselesaikan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1 Ibu Shelvie Nidya Neyman, S.Kom, M.Si selaku pembimbing yang telah banyak memberi saran dan masukan kepada penulis.

2 Ibu Karlisa Priandana, ST., M.Eng selaku dosen penguji. 3 Bapak Endang Purnama Giri, S.Kom., M.Kom selaku dosen penguji. 4 Kedua Orang Tua serta seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan,

perhatian, dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini.

5 Anne Oktasari yang tanpa lelah memberikan dorongan dan doa untuk penyelesaian penelitian ini.

6 Teman-teman yang telah membantu dalam penyelesaian masalah dan pemberian solusi, Yudhy Haryanto Wijaya dan R. Ahmad Somadi terima kasih

atas kerjasamanya.

7 Teman-teman Alih Jenis Ilkom angkatan 5, atas kerja samanya selama perkuliahan.

8 Semua pihak yang telah memberikan bantuan selama pengerjaan penelitian ini dan tidak dapat penulis tuliskan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penulisan

skripsi ini. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Maret 2014

Kriesmayadi Indera Laksana

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL vi

DAFTAR GAMBAR vi

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Tujuan Penelitian 2

Manfaat Penelitian 2

Ruang Lingkup Penelitian 2

METODE PENELITIAN 2

Tahap Penyisipan Watermark 4

Tahap Ekstraksi 5

Analisis Hasil Penelitian 7

Lingkungan Pengembangan Sistem 8

HASIL DAN PEMBAHASAN 8

Hasil Penelitian 8

Analisis Kualitas Hasil 10

Analisis kinerja 12

SIMPULAN DAN SARAN 13

Simpulan 13

Saran 13

DAFTAR PUSTAKA 14

RIWAYAT HIDUP 17

DAFTAR TABEL

1 Perbandingan koordinat awal dengan koordinat setelah penyisipan 11

2 Besaran distorsi yang terjadi pada masing-masing verteks 12

3 Nilai kemiripan dari koordinat awal dengan koordinat hasil ekstraksi 13

DAFTAR GAMBAR

1 Tahap penyisipan watermark 3

2 Tahap ekstraksi 3

3 Peta vektor poligon untuk kelurahan kota Bogor 9

4 Atribut Tabel Kelurahan 9

5 Peta hasil penyisipan (Insert : Perbedaan peta awal dan peta hasil) 10

DAFTAR LAMPIRAN

1 Tampilan utama tahap penyisipan watermarking 15

2 Tampilan proses penyisipan watermark 15

3 Tampilan utama tahap ekstraksi 16

4 Tampilan proses ekstraksi watermark 16

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemanfaatan teknologi terhadap peta vektor digital telah banyak diterapkan

oleh berbagai organisasi. Peta vektor digital merupakan informasi mengenai

stuktur dan kondisi geografis suatu daerah yang disimpan dalam bentuk vektor

(Hanifah et al. 2013). Data peta vektor biasanya terdiri atas data spasial,

attribution data, dan beberapa data tambahan yang digunakan sebagai indeks atau

deskripsi tambahan (Niu et al. 2006). Peta digital vektor memiliki presisi yang

tinggi dan dapat diolah secara otomatis. Peta digital mudah untuk disimpan dan

mudah untuk dipublikasikan, tetapi peta digital juga mudah untuk dirusak. Hal ini

dapat menimbulkan konsekuensi berupa kerusakan atau pergeseran pada peta

sehingga mengubah jarak sesungguhnya. Pada peta navigasi, kerusakan sangat

tidak diharapkan karena dapat digunakan sebagai bukti hukum untuk menentukan

tanggung jawab dalam kecelakaan (Zheng dan You. 2009).

Watermarking digital adalah tindakan menyembunyikan informasi dalam

data multimedia (gambar, audio atau video), untuk tujuan perlindungan konten

atau autentikasi. Pada watermarking digital, informasi rahasia (biasanya dalam

bentuk bit), watermark tertanam ke dalam data multimedia (Naskar 2010).

Penerapan watermarking pada peta digital biasanya menimbulkan distorsi

karena pergeseran 1:100000 mm di peta sama saja dengan 100000 mm pada

kondisi sebenarnya. Suatu teknik untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan

teknik reversible watermarking karena distorsi dapat dihapus setelah watermark

diekstraksi (Wang et al. 2007). Teknik reversible watermar