teknik mengambil foto

Download Teknik Mengambil Foto

Post on 29-Jun-2015

696 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MENGAMBIL FOTO DENGAN LEBIH BAIKPENGETAHUAN DASAR FOTOGRAFIPhotography adalah kata dalam bahasa Yunani yaitu phos yang artinya cahaya, dan graphy yang artinya menulis atau menggambar. Jadi secara harafiah Fotografi berarti menggambar dengan bantuan cahaya. Lebih luas dapat dikatakan bahwa fotografi adalah suatu pengetahuan dan kesenian (art) tentang bagaimana cara membuat gambar dengan bantuan cahaya dan mempergunakan obat-obatan serta alat-alat lain yang disediakan untuk keperluan itu. 4 kunci penting dalam fotografi : kesederhanaan, warna, cahaya, dan kedalaman. Foto yang baik : Dibuat (dibidik) dengan benar Enak dilihat dan menarik perhatian Memiliki makna / pesan / maksud Foto yang bagus adalah foto yang berisi pesan, bisa berupa pernyataan (ex : inilah Candi Borobudur), kesan (ex : Malam Hari di Malioboro), atau ungkapan emosi (ex : Jatuh Cinta di Pantai Sanur).

PAHAMI BATASAN PERALATAN FOTOy Kamera dan Lensa Kamera pada dasarnya sebuah kotak yang kedap cahaya. Pada kotak tersebut dibuat lubang kecil untuk jalannya cahaya yang masuk dengan jalan membuka dan menutup kembali. Pada saat terbuka, cahaya masuk ke dalam dan ditangkap oleh film yang sensitive terhadap cahaya dan langsung merekam bayangan yang terkena cahaya. Film Film mempunyai standar pencahayaan/kecepatan yang disebut ASA / ISO / DIN. Kemampuan tiap film berbeda dalam merekam tingkat kepadatan, butiran, dan kekontrasan warna. Pilihan ISO yang paling sering digunakan adalah ISO 100 (baik untuk suasana yang cerah dan terang) serta ISO 400 (baik untuk suasana yang kurang cahaya, atau subyek yang bergerak dengan cepat). Film dengan ISO 200 berada di antaranya dan merupakan pilihan yang baik untuk segala suasana.

y

KUASAI KONTROL PEMOTRETAN y ExposurePencahayaan ditentukan oleh diafragma lensa (aperture), dengan mengatur berapa banyak cahaya yang masuk melalui lensa, serta melalui layar (shutter) yang mengatur durasi atau berapa lama cahaya yang masuk.

y

Focusing Focusing adalah proses pada lensa untuk memperoleh gambar yang tajam. Kesalahan fokus sering terjadi bila subyek tidak berada di tengah-tengah frame. Sistem fokus mengunci apapun yang berada di tengah frame dan semua yang berada lebih dekat ke kamera menjadi kurang fokus

y

Flash Pada kamera modern telah terdapat electronic flash unit yang tersambung lewat microchip ke sistem exposure dan focusing. Sebuah built-in flash dapat menyediakan pencahayaan yang cukup hingga sekitar 4-5 meter dari kamera. Saat subyek berada terlalu jauh dari flash / lampu kilat akan terlihat buram, dan yang terlalu dekat akan tampak pucat dan terang . Red-eye Red eye sebenarnya merupakan pantulan cahaya dari bagian terdalam bola mata (retina). Red eye timbul saat lampu kilat dan lensa kamera menutup secara bersamaan. Solusi terbaik : memindahkan lampu kilat dari kamera (tidak memungkinkan untuk built-in flash), meningkatkan level cahaya di dalam ruangan (membuat pupil subyek mengecil sehingga mengurangi pantulan), maupun dengan menggunakan fasilitas anti-red-eye yang tersedia pada beberapa kamera (flash yang menyala sebelumnya atau flash menyala berurutan, juga untuk mempersempit ukuran pupil).

HAL YANG MEMBUAT FOTO JADI MENARIKy Penempatan Subyek / Angel

Angle maksudnya adalah sudut pengambilan gambar. Agar spot pengambilannya tepat, kenali kelebihan dari lokasi, Pahami karakter benda yang difoto, perhatikan penempatan diri. Saat memotret, seringkali subyek utama cenderung berada di tengah-tengah. Namun kadangkala gambar akan terlihat lebih menarik jika subyek ditempatkan lebih ke pinggir sisi. Jangan terpaku untuk menempatkan obyek di tengah, cobalah untuk bereksperimen mencari sudut yang berbeda. Begitupun saat memegang kamera. Tidak selalu harus berdiri sejajar mata, cobalah untuk berlutut, memanjat batu, atau bagaimanapun untuk memperoleh sudut pengambilan yang lebih baik.

y

y

Komposisi / Framing Agar framing (komposisi) dapat diperoleh dengan baik, dibutuhkan perhatian visual secara seksama pada seluruh area gambar serta sisi-sisinya sehingga mampu menciptakan harmoni yang indah dan enak dilihat. Pertimbangkan bagaimana setiap elemen berkaitan secara keseluruhan. Yang perlu diperhatikan : a. Pusat perhatian (focus of interest) Adalah subyek utama namun bukan berarti posisi / kedudukannya dalam bidang gambar, tetapi peranannya dalam menarik perhatian. b. Keseimbangan (balance) Bagaimana penempatan subyek pada format tertentu agar enak dipandang. Keseimbangan dapat didasarkan pada arah gerak dan arah pandang. Cara untuk memperoleh komposisi yang baik : 1. Letakkan subyek yang dianggap penting di tempat yang terlihat jelas, sehingga obyek tersebut dapat menjadi paling jelas dari yang lain (menjadi focus of interest). 2. Berpatokan pada RULE OF THIRDS, dimana pada umumnya, di sebuah bidang gambar terdapat beberapa spot yang merupakan tempat terbaik untuk meletakkan obyek. 3. Jangan memotret obyek terlalu jauh sehingga terlihat kecil. Hal ini akan mengakibatkan bidang gambar akan terlihat banyak yang kosong. 4. Usahakan latar belakang tidak mengganggu perhatian terhadap obyek. Cari latar belakang yang sederhana, sehingga akan lebih menguntungkan. 5. Berilah keseimbangan / balance untuk mengimbangi obyek dan mengisi bidang yang kosong. 6. Cermati karakter, bentuk, kontras, dan warna obyek serta lokasi. 7. Hindari bidang-bidang yang menyolok yang dapat mengganggu obyek foto itu sendiri. 8. Apabila obyeknya lebih dari satu, usahakan adanya kesatuan dari obyek-obyek tersebut. 9. Perhatikan arah pandangan atau gerak dari obyek dan berilah space / ruang di depan pandangan atau gerakan obyek tersebut. Pencahayaan Untuk mendapatkan gambar yang baik dan benar maka film harus menerima sinar dalam jumlah tepat. Sinar matahari mempunyai intensitas (kadar) yang dapat berubah-ubah tergantung pada berbagai faktor, antara lain elevasi (sudut) maupun cuaca. Sinar/cahaya dapat merubah moment, untuk itu perlu dipahami 3 karakter sinar/cahaya yang terpenting, yaitu kualitas, arah dan warna

Kualiatas a. Hard Light ( sinar kuat / keras ) Sinar keras terjadi karena ada sumber cahaya yang kuat (matahari, electronic flash) yang langsung mengenai obyek yang kita foto. Sinar yang keras akan memberikan bayangan tajam serta dapat membuat warna obyek menjadi pucat. Sinar keras memang dapat memberikan detail dan tekstur yang baik, tapi detail dan tekstur dapat menjadi rusak bila sinar terlalu keras. b. Soft Light ( sinar lunak ) Sinar yang lunak terjadi karena sumber cahaya yang ada terhalang oleh sesuatu (matahari tertutup awan dan sebagainya) atau cahaya yang mengenai obyek merupakan cahaya pantulan. Sinar yang lunak akan menghasilkan bayangan yang lunak pula. Sinar ini ideal untuk membuat foto portrait, tapi sinar yang terlalu lunak akan mengurangi kekontrasan.

Hard Light Soft Light Arah a. Front Lighting ( penyinaran depan ) Cahaya menyinari secara langsung dari depan subyek. Sumber sinar berada di belakang fotografer. Sinar ini akan menjadikan gambar nampak datar, tapi sudah cukup memberikan bentuk. Front lighting akan mengurangi timbulnya detail atau tekstur dan juga akan mengurangi efek 3 dimensi dari gambar yang kita buat. b. Side Lighting ( penyinaran samping ) Sumber cahaya berada di sisi (kanan atau kiri) fotografer. Side lighting akan menampilkan detail dan tekstur yang lebih baik dan akan membuat efek 3 dimensi foto menjadi lebih nampak. Pada pemotretan dengan sinar keras (hard side lighting) bayangan yang timbul mungkin akan mengganggu. c. Back Lighting ( penyinaran belakang ) Sumber cahaya berasal dari depan fotografer. Sinar ini akan dapat menghasilkan foto yang lebih berdimensi. Sinar yang terlalu kuat akan memunculkan nuansa silhouette. Bila sinar mengenai langsung permukaan lensa kamera dan kamera tidak menggunakan tudung lensa, dapat menimbulkan flare. Warna ( Color ) Cari corak warna yang menonjol untuk menciptakan dampak pada foto. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya dedaunan. Secara umum, sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer : merah, biru atau kuning. Sangat baik bila diseimbangkan dengan warna-warna komplemen nya, yaitu : merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu. Warna-warna yang kita lihat tidak selalu dapat terekam oleh film dengan tepat, karena mata kita memiliki penyesuai warna (chromatic adaptor). Sedangkan film hanya akan merekam warna sesuai aslinya apabila suhu warna (color temperature) yang ada sesuai dengan suhu warna film. Sinar matahari pagi atau sore hari akan memberikan warna kekuningan, sedangkan bila siang hari matahari tertutup awan akan memberikan warna kebiru-biruan. Lampu neon akan memberikan warna kehijauan, sedangkan lampu sorot video kamera akan memberikan warna kekuning-kuningan. Beberapa cara untuk menonjolkan warna : 1. Menggunakan filter polarizer. 2. Membatasi range gelap ke terang. Singkirkan area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama anda. 3. Pilih waktu terbaik sesuai dengan maksud foto anda. Suhu Warna Ketika memotret pada kondisi outdoor kita harus memperhatikan jam pemotretan, karena hal ini akan berkaitan dengan suhu warna. Suhu warna ditunjukkan dengan derajat Kelvin. Suhu Warna tertinggi adalah 10.000 Kelvin (pk. 12.00) warna cenderung putih. Contoh :

Lampu lilin (3.200 K), lampu bohlam (4.000 K), matahari pagi (6000 K), matahari siang hari (10.000 K)

WAKTU TERBAIK sesuai FOTO YANG DIMAKSUDy Jam 5 : Fajar : warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan pemandangan. y Jam 6 : Sunrise : cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur. y Jam 10 14 : Tengah Hari : tidak cocok untuk pemandangan dan memotret orang, tetapi bagus untuk memotret gedung-gedung dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik. y Jam