syariah islami agustianus

Download Syariah islami agustianus

Post on 09-Apr-2017

148 views

Category:

Economy & Finance

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003 Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003

    By : Agustianus

    A. Latar Belakang

    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat muslim dituntut melakukan adaptasi terhadap dinamika sosial kemasyarakatan. Salah satu wujud adaptasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan program-program kerjasama secara terarah, berkesinambungan dan menghasilkan hal-hal yang positif bagi tiap aspek kehidupan masyarakat muslim. Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat muslim yang berlangsung saat ini belum menemukan suatu titik yang dianggap ideal, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memiliki kecenderungan kearah yang besifat negatif, misalnya makin maraknya perjudian seperti togel, buntut dan sejenisnya baik legal maupun ilegal, tingginya tingkat kriminalitas, rendahnya tingkat kepedulian antar umat, munculnya berbagai bentuk sistem perdagangan baik menggunakan produk maupun tidak yang dilakukan suatu badan / organisasi yang hanya bertujuan menumpuk kekayaan pihak tertentu terutama perorangan (tanpa menyentuh nilai ibadah=amal/sosial) dan bahkan lebih buruk lagi justeru menghasilkan suatu kerugian materil dan moril serta melanggar norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan.

    Khususnya dibidang perekonomian, masyarakat kita seringkali terbujuk dan terjerumus kedalam perbuatan-

    perbuatan riba (Muslim Diantara Halal dan Riba, Wahid Abdussalam Bali), hal demikian dapat dilihat dengan makin banyaknya bermunculan badan usaha umum ataupun perseorangan (formal dan non formal) yang cenderung meminjamkan uang dengan sistem bunga yang tinggi, dan justeru bukan membantu umat melainkan menyengsarakan umat dan tidak jarang pula mereka termakan hasutan untuk mengikuti pola-pola yang sama yang justeru menjauhkan mereka dari nilai-nilai agama tanpa mengerti apa maksud dan tujuan kegiatan/program yang diikuti. Sebagai contoh dari kenyataan mengenai perilaku masyarakat ini bahwa banyak sekali umat muslim khususnya yang mengikuti program yang mengatasnamakan dirinya sebagai badan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti Golden Quest, E-Mas, M7 Diamonds, Kesra, Boom Bastic, GSM/Galang Sejahtera Mandiri, kredit barang/uang, asuransi dan lain sebagainya (terutama yang berasal dari luar negeri) yang secara jelas memakai perhitungan syariah namun tidak secara Syariah Islami, bahkan lebih parah lagi ada beberapa diantara mereka yang justeru memakai kopiah dan mukenah syariah biar dinilai syariah Islami untuk membodohi dan memanfaatkan potensi umat muslim yang awam akan nilai-nilai syariah Islami.

    Analogis perhitungan perputaran barang/uang pada dasarnya bersifat pundi gotong royong namun hanya bermotifkan keuntungan semata, dan tanpa mereka sadari bahwa penekanan aspek psikologis yang ditanamkan (sosialisasi) tersebut sebenarnya merupakan eksploitasi ekonomi terhadap umat muslim khususnya. Teknik atau cara yang dipakai tersebut memang tidak terlepas dari salah satu ajaran syariah Islami yang mengajak berjemaah secara ekonomi dan didalamnya terdapat ajakan untuk tolong

  • Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003 Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003

    menolong (gotong royong). Hikmah berjemaah ini dapat kita ambil dari pelajaran Shalat berjemaah.

    Secara lebih terperinci harus kita sadari bahwa didalam jual beli terdapat nilai ibadah berupa Sedekah yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT. Selaku umat muslim kita sebenarnya sadar hal tersebut tapi hanya sebatas tahu dan kurang mengamalkannya karena tidak adanya literatur khusus yang menjelaskan tentang fadhilah jual beli Untuk itu dengan buku pedoman ini diharapkan kita selaku muslim menyadari secara lebih mendalam dan memiliki kesadaran bahwa jual beli sama dengan sedekah, sehinga amal ibadah dalam jual beli tersebut tidaklah sia-sia.

    Hubungan antara penjual dengan pembeli merupakan realitas dari penerapan silaturrahim antar umat, dan tanpa kita sadari juga bahwa dari analisa silaturrahim yang dilakukan terbentuk secara jelas nilai-nilai syariah Islami (ajakan kebersamaan/berjemaah dalam kebaikan). Selanjutnya juga disadari bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi tidak bisa dilakukan tanpa berjemaah, dimana kekuatan aspek finansial umat muslim yang apabila dikelola secara benar dan terarah dengan pemahaman nilai-nilai ajaran syariah Islami yang berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadist akan menimbulkan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan umat muslim itu sendiri untuk menjadi wahidah (sadar bahwa mereka saling ketergantungan).

    Sebagaimana firman Allah SWT :

    Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS. Al-Baqarah, 276)

    Dan Rasulluah SAW bersabda : Hari kiamat tidak akan berlaku sebelum harta menjadi banyak serta melimpah ruah sehingga ada seseorang yang mengeluarkan zakat hartanya tetapi tidak bertemu seorangpun yang ingin menerimanya dan sehinggalah Tanah Arab menjadi padang-padang gembala dan sungai-sungai (HR. Bukhari, 558). Dan Rasulluah SAW bersabda : Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain. Beliau tidak boleh menzalimi dan menyusahkannya. Barang siapa yang mau memenuhi hajat saudaranya, maka Allahpun berkenan akan memenuhi hajatnya. Barang siapa melapangkan kesusahan kepada seorang muslim maka Allah akan melapangkan salah satu kesusahan diantara kesusahan-kesusahan Hari kiamat nanti. Barang siapa yang menutup keaiban seorang muslim, maka Allah akan menutupi keaibannya pada hari kiamat. (HR. Bukhari, 1519)

    Apabila fakta-fakta tersebut kita renungkan, timbul pertanyaan dalam benak kita, bagaimana keterkaitan maksud atau tujuan penyataan tersebut untuk realitas sekarang. Secara pasti ini merupakan motivasi berfikir bagi umat muslim yang mau berfikir untuk mencermati dan mengambil hikmah pelajaran dari apa yang dimaksudkan dalam usaha bagaimana meningkatkan kesejahteraan umat muslim.

    Sesuai ungkapan buku Panduan Zakat Praktis (Hertanto Widodo, Ak, Juni, 2002:12) bahwa, kenyataan umat Islam kini jauh dari kondisi ideal adalah sebagai akibat belum mempunyai cara-cara untuk mengubah kondisi yang ada pada diri mereka sendiri, padahal mereka tahu bahwa sumber segala ilmu

  • Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003 Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003

    pengetahuan dan pengobatan hanya terdapat di dalam Al-Quran dan Hadis.

    Dengan memahami buku pedoman ini Insya Allah umat muslim akan menyadari dan merubah kondisi kearah yang lebih baik terutama menyangkut masalah perekonomian dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

    Potensi-potensi dasar yang dianugrahkan Allah kepada umat muslim perlu dikembangkan secara optimal. Padahal umat Islam memiliki banyak kaum intelektual dan ulama. Dan jika seluruh potensi ini dirangkum dan dikembangkan dengan seksama, dilandasi dengan potensi aqidah Islamiyah (tauhid) dan kandungan ajaran Islam yang jernih, tentu akan memperoleh hasil yang optimal. Pada saat yang sama, kemandirian, kesadaran beragama, dan ukhuwah Islamiyah kaum musliminpun semakin meningkat, serta pintu-pintu kemungkaran akibat kesulitan ekonomi akan semakin dipersempit. Dan salah satu pokok ajaran ummat Islam yang belum ditangani secara serius ialah penanggulangan kemiskinan dengan cara mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak dan shadaqah dalam arti yang seluas-luasnya, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta penerus-penerusnya di zaman keemasan Islam.

    Pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama :

    Apakah makna berjemaah hanya direalisasikan dalam ibadah sholat saja dan apakah bisa kita

    membuka suatu wacana baru untuk berjemaah di dalam ibadah-ibadah lainnya seperti ibadah di bidang ekonomi (transaksi/jual beli, sedekah, pengembangan nilai-nilai ekonomi syariah Islami, dan lain sebagainya ? Marilah kita mulai dari sekarang berjemaah dalam segala aspek kehidupan, termasuk juga dalam bidang ekonomi.

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dirujuk dengan Firman Allah SWT :

    Dan bagi tiap-tiap umat ada (kiblatnya) sendiri yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah, 148)

    Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nimat yang telah dianugrahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri , dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. (QS. Al-Anfaa, 53)

    Ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan sebagai penjelasan lanjut mengenai pemahaman program pengajaran Transaksi Syariah Islami kepada umat muslim, diantaranya sebagai berikut : 1. Al-Quran dan Hadis sebagai satu-satunya kitab yang berisi

    petunjuk yang benar.

  • Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003 Pemahaman Transaksi Syariah Islami=Agustianus 2003

    2. Proses pengajaran dan pengkajian Al-Quran dan Hadis tidak terbatas oleh ruang lingkup teoritis (ilmu murni) tetapi juga terapan (pengamalan) dalam bentuk ilmu pasti yang jelas aturannya.

    3. Dengan tingginya intensitas zakat, Infaq dan sedekah merupakan penyeimbang antar tingkatan perekonomian, dan tidak mungkin ada solusi lain kecuali ketiga hal tersebut.

    4. Konsekuensi pemahaman berbelanja sama dengan penerapan ajaran bersedekah oleh pembeli kepada penjua.l

    5. Ajaran Islam mengajarkan keseimbangan dan kebersamaan dan bertolak belakang dengan paham materialistis.

    6. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan terjawab.

    Berdasarkan kondisi yang seperti terseb