susunan acara penyuluhan

Click here to load reader

Post on 23-Oct-2015

152 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

susunan acara penyuluhan IKM

TRANSCRIPT

Fakultas Kedokteran Trisakti

SUSUNAN ACARA PENYULUHANPenyuluhan diadakan di dalam Puskesmas Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan

Topik Bahasan: upayakesehatanSub topik

: Pre DiabetesTempat

: Poli Umum dan Poli Penyakit Tidak MenularSasaran

: Pengunjung Poli Umum dan Poli Penyakit Tidak MenularHari/tanggal

:

Waktu

: 45 MenitPenyuluh

: Koas Fakultas Kedokteran UniversitasTrisakti.1. Dini Rachmi Fitrianty2. Hendri Antonius3. Pricillia Horas TheI.TUJUAN1.1 TujuanUmum

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, pengunjung dan keluarga mengerti tentang pre-diabetes.1.2 TujuanKhusus.

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit tentang pre-diabetes, pengunjung dan keluarga rmampu :1. Menyebutkan definisi pre-diabetes

2. Menyebutkan penyebab pre-diabetes

3. Menyebutkan faktor resiko pre-diabetes

4. Menyebutkan tanda dan gejala pre-diabetes

5. Menyebutkan penatalaksanaan dan pencegahan pre-diabetesII.MATERI (TERLAMPIR)1. Definisi pre-diabetes

2. Penyebab pre-diabetes

3. Faktor resiko pre-diabetes

4. Tanda dan gejala pre-diabetes

5. Penatalaksanaan dan pencegahan pre-diabetesIII.METODEMetode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah ceramah, yaitu penyajian materi penyuluhan tentang pre-diabetes. Setelah dilakukan ceramah, disediakan waktu untuk tanya jawab diakhir penyuluhan.IV.MEDIA, ALAT, &SUMBERAdapun alat peraga yang digunakan dalam penyampaian materi ini adalah:1. Pamflet2. ToaV.KEGIATAN PENYULUHANNo.TahapanKegiatanPenyuluhanKegiatanpendudukWaktu

1.Pendahuluan

Salam

Perkenalan Tujuan Penyuluhan Mengucapkan salam

Memperkenalkan anggota penyuluhan

Menjelaskan tujuan penyuluhan Menjawab salam

Menyimak

5 menit

2.Pelaksanaan

Definisi pre-diabetes

Penyebab pre-diabetes

Faktor resiko pre-diabetes

Tanda dan gejala pre-diabetes

Penatalaksanaan dan pencegahan pre-diabetes

Menjelaskan Definisi pre-diabetes Menjelaskan Penyebab pre-diabetes Menjelaskan Faktor resiko pre-diabetes

Menjelaskan Tanda dan gejala pre-diabetes Menjelaskan Penatalaksanaan dan pencegahan pre-diabetes Menyimak20 menit

3Penutup

Tanya jawab

Diskusi

Salam Memberi kesempatan bagi pengunjung poli umum dan poli penyakit tidak menular untuk bertanya Penyuluh memberikan jawaban

Membuat kesimpulan

Mengucapkan salam penutup Bertanya mengenai materi yang belum dipahami

Menyimak

Menjawab salam20 menit

VI.EVALUASI

a. Prosedur: Lisanb. Bentuk soal: Pertanyaan Langsung

c. Butir pertanyaan:

1. Sebutkan dan jelaskan definisi pre-diabetes

2. Sebutkan dan jelaskan penyebab pre-diabetes

3. Sebutkan dan jelaskan faktor resiko pre-diabetes

4. Sebutkan dan jelaskan tanda dan gejala pre-diabetes

5. Sebutkan dan jelaskan penatalaksanaan dan pencegahan pre-diabetesVII.LAMPIRAN MATERIPrediabetes

VII.1. Pendahuluan

Prevalensi prediabetes di Indonesia cukup tinggi, yakni 10,2 %, sehingga diperkirakan 24 juta penduduk Indonesia telah menyandang prediabetes.1,2 Penyandang prediabetes dalam perkembangannya mempunyai 3 kemungkinan: sekitar 1/3 nya akan tetap sebagai prediabetes, 1/3 kasus akan menjadi diabetes mellitus tipe 2 (DMT2), dan 1/3 sisanya dapat kembali menjadi normoglikemi. Prediabetes meningkatkan risiko absolut menjadi DM sebesar 2-10 kali lipat, bahkan pada beberapa populasi peningkatan resiko tersebut dapat lebih tinggi lagi.1,2Resiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada prediabetes sama besarnya dengan DM. Berbagai keadaan tersebut semakin meyakinkan bahwa tindakan dan program pencegahan dini DM sangat diperlukan, antara lain melalui penanganan prediabetes. Identifikasi dan penatalaksanaan awal bagi para pasien prediabetes yang dapat menurunkan insiden DM serta komplikasinya akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi pasien, namun juga bagi keluarga dan pemerintah.1,2,3 Prediabetes adalah suatu kondisi yang serius. Siapapun yang mempunyai kondisi prediabetes beresiko besar untuk didiagnosis menjadi diabetes mellitus.1 VII. 2. Epidemiologi

The National Diabetes Data Group (NDDG) pertama kali pada tahun 1970 memperkenalkan istilah intoleransi glukosa. Subjek dengan intoleransi glukosa tidak bisa dikategorikan menjadi diabetes, tetapi memiliki kadar glukosa lebih tinggi dari orang normal. The Expert Comitte on the Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus tahun 2003 memperluas konsep ini dengan memasukkan glukosa darah puasa terganggu (GDPT) dan toleransi glukosa terganggu (TGT) ke dalam kategori pra diabetes yang berhubungan dengan progresivitas dan komplikasiDM. Beberapa penelitian membuktikan bahwa TGT merupakan faktor resiko untuk timbulnya diabetes melitus tipe 2 dibandingkan GDPT.4

Diperkirakan 300 juta penduduk di seluruh dunia mengalami prediabetes. Penelitian di negara berkembang melaporkan 9,2% populasi umum mengalami GDPT, 4,3% mengalami TGT dan 25,5% mengalami keduanya.4

Prevalensi prediabetes pada populasi Indian di Arizona, Oklahoma dan Dakota Utara masing masingnya ada 14,8%, 15,1% dan 22,8%. Prevalensi GDPT di Australia, Mauritanius dan Skandinavia berkisar antara 4,55%-10,15%. Sedangkan di Taiwan prevalensi pra diabetes hingga 23,3%. Prevalensi pre diabetes di Jepang, Singapura, Afrika Selatan dan India berkisar antara 8,02%-15,85%. Dari berbagai penelitianTGT merupakan resiko besar untuk terjadinya diabetes dibandingkan GDPT. Progresivitas perkembangan dari TGT menjadi diabetes kurang lebih 6-10% per tahun. Apabila pasien mengalami TGT dan GDPT sekaligus maka kemungkinan berkembang menjadi DM dalam waktu 6 tahun adalah 65%.4

VII. 3. Definisi

Menurut definisi dari the American Diabetes Association and US Department of Health and Human Services, prediabetes adalah suatu tahapan dimana kadar glukosa diatas normal tetapi masih di bawah kadar glukosa darah untuk diagnosis diabetes. Kondisi ini mencakup toleransi glukosa terganggu (TGT) dan / ataupun glukosa puasa terganggu (GPT). American Diabetes Association (ADA) mendefinisikan prediabetes sebagai GPT yaitu kadar glukosa puasa 100 mg/dl (5,6 mmol/L) 125 mg/dl (7,0 mmol/L) atau bila kadar glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa 75 gram 140-199 mg/dl (7,8 11 mmol/L) yang sering disebut dengan TGT.2,3

Menurut consensus of Management and Prevention of Diabetes Mellitus Type- 2 di Indonesia,yang dilakukan oleh Indonesian Society for Endocrinologist, Penegakan TGT dan GPTditegakkan sesuai dengan algoritma diagnostik standar. Untuk pasien dengan keluhan diabetes klasik, jika setelah dua kali uji dari satu kali glukosa darah dan glukosa darah puasa, kita mendapatkan hasil yang meragukan (di atas normal, tetapi tidak sampai pada kriteria diabetes), pasien akan diminta untuk melakukan tes beban OGTT (Uji Glukosa Toleransi Oral). Bila hasil darah dua jam beban glukosa pasca glukosa 140 - 199 mg / dL , pasien akan dimasukkan dalam kriteria toleransi glukosa terganggu.2

Definisi diabetes dan prediabetes berdasarkan penilaian resiko penyakit serta distribusi populasi plasma glukosa. Data menunjukkan bahwa level glukosa plasma di atas nilai ambang batas memiliki insidensi retinopati meningkat secara signifikan dan telah digunakan untuk membantu mendefinisikan diabetes.2

VII. 4. Etiologi

Penyebab pasti pradiabetes tidak diketahui, meskipun para peneliti telah menemukan beberapa gen yang terkait dengan resistensi insulin. Kelebihan lemak terutama lemak perut dan tidak beraktivitas juga tampaknya menjadi faktor penting dalam perkembangan pradiabetes. Yang jelas adalah bahwa orang yang memiliki pradiabetes, tubuhnya tidak bisa megelolah gula (glukosa) dengan baik lagi. Hal ini menyebabkan gula dalam aliran darah lebih banyak dari pada gula yang melakukan fungsi yang normal yaitu memicu sel yang membentuk otot-otot dan jaringan lain. Sebagian besar glukosa dalam tubuh berasal dari makanan yang kita makan, khususnya makanan yang mengandung karbohidrat. Setiap makanan yang mengandung karbohidrat dapat mempengaruhi kadar gula darah, tidak hanya makanan manis.4

Selama pencernaan, gula memasuki aliran darah dan dengan bantuan insulin kemudian diserap ke dalam sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi. Insulin adalah hormon yang berasal dari pankreas. Ketika kita makan, pankreas mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Insulin beredar merupakan seperti sebuah kunci yang membuka pintu mikroskopis yang memungkinkan gula memasuki sel. Insulin menurunkan jumlah gula dalam aliran darah. Apabila tingkat gula darah turun, maka sekresi insulin dari pankreas juga akan berkurang. Bila menderita pradiabetes, proses ini mulai bekerja tidak normal. Gula darah akan meningkat dari pada melaksanakan fungsinya untuk membuka sel-sel. Hal ini terjadi ketika pankreas tidak membuat cukup insulin atau sel-sel menjadi resisten terhadap tindakan insulin atau keduanya.3,4

Patofisiologi prediabetes umumnya didasari atas perubahan sensitivitas insulin dan fungsi -pancreas, biasanya karena peningkatan adiposit. Sensitivitas insulin berbanding terbalik dengan kadar glikemik, bahkan dalam rentang glukosa puasa normal. Peningkatan konsentrasi glukosa plasma puasa dari 70 125 mg/dL (3,9 6,9 mmol/L) berkaitan dengan suatu penurunan sensitivitas insulin > 3 kali. Individu dengan isolated GPT menunjukkan penurunan sensitivitas insulin sekitar 25 %, dan individu yang mengalami kombinasi GPT dan TGT menunjukkan penurunan sensitivitas insulin sekitar 80 % dibandingan dengan individu yang kadar glukosa puasanya berada dalam interval referensi.3,4,5 VII. 5. Faktor Resiko

Faktor resiko terjadinya prediabetes sama dengan faktor resiko terjadinya DM tipe 2. Faktor resiko tersebut dapat dibagi menjadi faktor resiko ya