studi kelayakan apotek

Download Studi Kelayakan Apotek

Post on 17-Feb-2016

59 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

studi kelayakan apotek

TRANSCRIPT

STUDI KELAYAKAN APOTEKSYIFA FARMA

DISUSUN OLEH :

FARIDA KUSUMANINGRUM1520293003

PROGRAM STUDI APOTEKER ANGKATAN XXIXUNIVERSITAS SETIA BUDISURAKARTA2015

APOTEK SYIFA FARMA

I.Latar BelakangSeiring dengan kemajuan zaman, pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan pun meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi dunia usaha khususnya dibidang kesehatan. Apotek merupakan salah satu sarana yang berperan penting dalam bidang kesehatan. Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2003 apotek merupakan tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnnya kepada masyarakat. Menurut peraturan ini seorang apoteker bertanggung jawab atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas maupun kuantitasnya. Apotek merupakan suatu instansi yang memiliki dua fungsi, yakni sebagai pelayanan kesehatan dan sebagai instansi bisnis. Apotek diharapkan dapat membantu akses masyarakat dalam menangani masalah yang berkaitan tentang kesehatan dan obat. Fungsi apotek sebagai unit pelayanan meliputi kegiatan dalam menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, apoteker harus memiliki jiwa sosial, etika, serta moral untuk memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Sedangkan fungsinya yang kedua sebagai instansi bisnis, apotek selayaknya mendapatkan keuntungan (profit) mengingat investasi yang ditanam pada pendirian operasionalnya juga tidak sedikit. Namun, apotek bukan merupakan badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja akan tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya. Sehingga dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan, maka dibuatlah proposal pendirian Apotek Syifa Farma di daerah Mojosongo-Surakarta yang diharapkan memudahkan akses masyarakat dalam mendapatkan obat dan pelayanan kesehatan.

II. Visi dan Misi Visi :Menjadikan apotek dengan pelayanan kefarmasian yang rasional tanpa mengesampingkan kesejahteraan dan tumbuh kembang apotek. Misi: 1. Memberikan pelayanan kefarmasian yang rasional kepada masyarakat. 2. Menyediakan serta menyalurkan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang asli, bermutu dan terjangkau oleh masyarakat. 3. Melakukan pelayanan informasi serta konsultasi obat dan kesehatan kepada masyarakat. 4. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta senantiasa melakukan perbaikan. 5. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja apotek dan pemilik modal. III. Tujuan Pendirian Apotek 1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan. 2. Sarana farmasi yang menyediakan obat, alat kesehatan sertaperbekalan kefarmasian lainnya yang asli, bermutu,berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.3. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, ramah daninformatif 4. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan menjalankan fungsi sebagai tempat pelayanan informasi kesehatan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional.5. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dan berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawan.

IV.Profil ApotekNama Apotek : Apotek Syifa FarmaAlamat : Ruko Barokah Mangu Jalan Raya Takeran-Madiun RT01/RW01 Kec. Takeran Kab. Magetan, Jawa TimurApotek Pengelola Apotek (APA) : Farida Kusumaningrum S.Farm, Apt. Pemilik Sarana Apotek (PSA) : Farida Kusumaningrum S.Farm, Apt.

Denah Ruangan Dengan ruangan Apotek Syifa Farma merupakan gambaran rill tentang pembagian ruangan di dalam apotek (terlampir).

Denah Lokasi Denah lokasi merupakan gambaran letak apotek Syifa Farma yang disertai dengan keterangan Apotek terdekat. (terlampir).

V. Studi Kelayakan Bisnis Apotek (SKB)Tujuan Studi Kelayakan Bisnis adalah sebagai bahan pertimbangan keputusan pengambilan menerima ataupun menolak suatu keputusan investasi. 1. Aspek Lokasi Nama apotek yang akan didirikan adalah Apotek Syifaa Farma , terletak di Ruko Barokah Mangu Jalan Raya Takeran-Madiun RT01/RW01 Kec. Takeran Kab. Magetan, Jawa Timur1. Denah lokasi dan denah ruangan : terlampir 2. Datadata pendukung: a. Kepadatan Penduduk Apotek berada didaerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dekat Pasar, mini market, sarana ATM, pertokoan, perumahan penduduk, sekolah, kampus, dan praktek dokter.b. Tingkat sosial dan ekonomi Tingkat pendidikan masyarakat relatif tinggi mengingat letak Apotek Syifa Farma yang berada di lingkungan Sekolah, Pertokoan dan dekat perumahan penduduk. Dengan demikian tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan cukup baik. Keadaan ekonomi pada daerah sekitar apotek relative cukup baik. c. Pelayanan Kesehatan Lain Sarana pelayanan kesehatan di sekitar apotek yaitu terdapat Praktek dokter, Apotek dan Puskesmasd. Jumlah Pesaing Jumlah Apotek sebagai pesaing adalah 3, yaitu Apotek Takeran, Apotek Mangu Farma dan Apotek Kian Farma. Dengan melihat lokasi yang sangat strategis maka diharapkan apotek dapat bersaing dengan apotek lainnya. e. Dekat Pusat Keramaian Apotek Syifa Farma berlokasi strategis, berdekatan dengan dengan Pasar Mangu, Puskesmas Takeran, pusat minimarket disekitarnya seperti Garini, Sumber Urip, pertokoan, dan Sekolah PSM Takeran.f. Aman Lingkungan Apotek Syifa Farma Berada dilingkungan pertokoan yang aman g. Mudah dijangkau Lokasi apotek sangat mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan. Bisa dijangkau dengan berbagai kendaraan umum. Apotek ini juga memiliki area parkir yang cukup luas. 3. Data Hasil Survey a. Data Hasil Survey Apotek Pesaing (kompetitor)Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan terhadap peta lokasi terdapat keberadaan apotek lain, diperoleh data sebagai berikut :Nama ApotekAlamatWaktu buka apotekLayanan antar jemput resepPraktik dokter

Apotek Takeran

Jl. Raya Takeran No. 412 RT 17 RW 03 Kec. Takeran Kab Magetan Jawa Timur 08.00-21.00Tidak adaTidak ada

Apotek Mangu Farma

Jl. Raya Takeran No. 15 RT 12 RW 02 Kec. Takeran Kab Magetan Jawa Timur08.00-21.00Tidak adaTidak ada

Apotek Kian Farma

Desa Mangu RT 05 RW 02 Kec. Takeran Kab. Magetan Jawa Timur08.00-21.00Tidak adaTidak ada

b.Data Hasil praktik dokter dan puskesmasBerdasarkan hasil survey yang telah dilakukan terhadap peta lokasi terdapat keberadaan praktik dokter, dan Puskesmas Takeran maka diperoleh data-data sebagai berikut :

NoFotoKeterangan

1.Nama:Praktik Dokter Bimo SapartoAlamat:Jl. Raya Takeran, Magetan, Jawa Timur 63383Perkiraan Jarak: 500 meter

2Nama: Puskesmas TakeranAlamat:Jl. Srikandi No. 01 Takeran Magetan, Jawa Timur 1500 meter

c.Data Sebaran dan Kepadatan Kependudukan Kelurahan Takeran dan sekitarnya

KelurahanLuas Wilayah Km2Jumlah PendudukSex RatioTingkat kepadatan

Takeran1,77221.7409517.091

Jomblang1,3294.872957.670

Sawojajar0,3256.3869419.649

Pada demografi daerah sekitar apotek, pada Kelurahan Takeran memiliki jumlah penduduk sekitar 21.740 dengan tingkat kepadatan 17.091, sedangkan pada kelurahan Jomblang memilki jumlah penduduk sekitar 4.872 dengan tingkat kepadatan 7.670. Jumlah penduduk pada Kelurahan Sawojajar adalah 6.386 dengan tingkat kepadatan 19.649.2. Aspek Pasar a. Berapa besar luas pasar Luas pemasaran Apotek Syifa Farma ditargetkan untuk wilayah Kecamatan Takeran terutama daerah Takeran, Jomblang dan Sawojajar.b. Mengukur dan meramal Permintaan dan Penawaran Permintaan diperkirakan sebagian besar berasal dari permintaan resep serta penjualan obat bebas sedangkan penawaran diperkirakan dari disributor obat wilayah Magetan dan Madiunc. Pertumbuhan permintaan (trend dan proyeksi) Permintaan selain dari resep dan obat bebas kemungkinan berasal dari vitamin atau suplemen dan obat-obatan herbal.d. Persaingan antar produsen Jumlah Apotek sebagai pesaing yaitu Apotek Takeran, Apotek Mangu Farma dan Apotek Kian Farma. Sedangkan untuk menghadapi persaingan antar produsen Apotek Syifa Farma akan memilih produsen dengan kualitas baik, harga yang efisien, dan yang menawarkan banyak diskon. e. Siklus hidup produk Produk ditata dalam penyimpanan sesuai dengan prinsip FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expire First Out) f. Ketergantungan usaha terhadap produsen, konsumen, sumber daya alam Apotek bergantung pada produsen dalam hal penyediaan barang namun diusahakan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa produsen sehingga tidak terjadi ketergantungan hanya pada satu produsen saja. Untuk konsumen apotek mengincar sasaran masyarakat sekitar apotek terutama pasien yang berobat ke praktik dokter. Sumber daya alam yang sangat mendukung adalah ketersediaan air bersih yang cukup.3. Aspek Persaingan dan Lingkungan Eksternal Lainnya a. Yuridis Formal Yuridis Formal merupakan sebuah dasar hukum resmi, baik yang terdapat dalam pancasila UUD 1945 ketetapan MPR ataupun produk peraturan perundangan lainnya sehingga jelas tempak berpijaknya. Dalam hal ini dasar hukum yang dapat digunakan adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1332 tahun 2002 tentang pemberian ijin apotek. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 284 tahun 2007 tentang Apotek Rakyat. b. Sistem Birokrasi Sistem Birokrasi yang berlangsung di Indonesia untuk pembuatan apotek berdasarkan Pasal 4 PerMenKes 1332 tahun 2002 tentang pemberian ijin apotek yaitu Izin Apotek diberikan oleh Menteri; Menteri melimpahkan wewenang pemberian izin apotek kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib melaporkan pelaksanaan pemberian izin, pembekuan izin, pencairan izin, dan pencabutan izin apotek sekali setahun kepada Menteri dan tembusan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi; Maka dapat disimpulkan bahwa ijin pembukaan apotek diberikan ke tingkat Dinas kesehatan Kota atau Kabupaten ya