studi kasus kebakaran

Download Studi Kasus Kebakaran

Post on 17-Dec-2015

13 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

studi kasus kebakaran

TRANSCRIPT

Tugas Manajemen Resiko Kebakaran

STUDI KASUS MANAJEMEN KEBAKARAN RESTORAN CEPAT SAJI FAST FOOD X

Oleh :ARIE ARIZANDI KURNIANTO101324253007

PROGRAM MAGISTER KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJAFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS AIRLANGGA 2014

DAFTAR ISI

Daftar Isi. 1

BAB I PENDAHULUANA. Latar belakang.........2B. Rumusan masalah. 3C. Tujuan.. 3

BAB II STUDI KASUS DAN PEMBAHASANA. Studi Kasus.. 4B. Pembahasan.... . 5

BAB III PENUTUPA. Kesimpulan 15 B. Saran.... 15

DAFTAR PUSTAKA.. 16

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGDewasa ini, restoran restoran cepat saji mulai menjamur dan mulai bermunculan di Indonesia. Tetapi apabila kita melihat lebih dalam lagi dari tahun ke tahun, restoran fastfood yang mendominasi hanya itu itu saja. Contohnya adalah Mc Donald. Perusahaan ini sangatlah laris di negara Indonesia ini. Produk yang mereka tawarkan pun menarik. Mulai dari makanan sampai dengan service yang mereka tawarkan. Produk yang mereka tawarkan adalah seperti ayam, nasi, kentang goreng, hamburger, dan juga mainan serta jasa pesan antar.Dalam kegiatan operasionalnya, restaurant cepat saji menggunakan peralatan memasak berbahan logam yang membutuhkan listrik. Perubahan peralatan memasak ini merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi untuk memberikan hasil masakan yang lebih baik dan efektifitas penggunaan bahan dan energy yang dibutuhkan dengan mengurangi penggunaan LPG.Namun, aspek yang harus diperhatikan adalah dampak yang ditimbulkan dari penggunaan alat alat listrik, salah satu dianaranya adalah resiko kebakaran akibat listrik statis. Pengawasan penggunaan peralatan listrik tidak hanya di daerah operasional, namun juga wilayah sekitar restoran, seperti gudang, taman dan lapangan parker, dimana terdapat pemicu kebakaran lainnya. Salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan bangunan termasuk gedung tempat kerja adalah pengamanan terhadap bahaya kebakaran sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-186/MEN/1999 tentang Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja pasal 2 ayat 1. Realisasi tindakan pengamanan ini umumnya diwujudkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Tindakan pengamanan ini dilakukan dengan penyediaan atau pemasangan sarana pemadam kebakaran seperti alat pemadam api ringan (APAR), hidran, sprinkler, detektor dan lain sebagainya berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-186/MEN/1999 tentang Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja pasal 2 ayat 2 bagian (b). Meskipun tingkat kesadaran akan pentingnya sistem proteksi kebakaran semakin meningkat, namun masih banyak dijumpai bangunan yang tidak dilindungi dengan sarana proteksi kebakaran, atau sarana yang terpasang tidak memenuhi persyaratan.Kebakaran dapat mengakibatkan suatu kerugian yang sangat besar baik kerugian materil maupun kerugian nonmateril. Pengamatan terhadap kasuskasus kebakaran selama ini, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain adalah bahwa sistem proteksi kebakaran tidaklah cukup hanya dengan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) atau hidran yang disebut sebagai sistem proteksi aktif. Diperlukan sarana proteksi lainnya yakni detektor dan sprinkler untuk mendukung mobilitas APAR dan hidran sebagai sistem proteksi aktif. Oleh karena itu berbagai langkah dan upaya penanggulangan bahaya kebakaran merupakan hal yang penting diterapkan dan dilaksanakan guna mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Pada umumnya terjadinya kebakaran diawali dengan kebakaran dari api kecil. Bila sejak dini dapat diatasi/dipadamkan, maka kebakaran yang dapat menimbulkan berbagai macam kerugian dapat dihindarkan, misalnya dengan pemasangan sprigkler pada bangunan gedung.Berdasarkan uraian di atas, maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai konsep dasar api penyebab kebakaran hingga usaha penanggulangan serta pencegahan kebakaran.

B. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah analisa penyebab terjadinya kebakaran dan pencegahan dan penanganan kebakaran, khususnya di restaurant Fastfood X.

C. TUJUANTujuan penulisan makalah ini adalah sebagai media informasi kepada masyarakat untuk mengetahui dan mengidentifikasi penyebab terjadinya kebakaran dan pencegahan dan penanganan kebakaran, khususnya di restaurant Fastfood X.

BAB IISTUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

A. STUDI KASUSBeberapa peristiwa kebakaran di restaurant Fasfood X dilaporkan akibat hubungan singkat (korsleting listrik). Beberapa diantaranya adalah :

Gambar 1. Kebakaran sebuah restoran cepat saji di SurabayaPada tanggal 16 Juni 2014. Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WIB. Kejadian ini cukup mengagetkan, Karena malam sebelumnya terjadi kebakaran hebat di gedung Bank Swasta di Jl Panglima Sudirman Surabaya. Lokasinya tak jauh dari restaurant Fasfood X cabang Basuki Rahmat. Diduga akibat korsleting listrik, sehingga terbakar. Untung petugas pemadaman bergerak cepat. Hanya dalam tempo satu jam, api berhasil dipadamkan. Awalnya hanya terlihat percikan api kecil dari kabel yang menempel di pepohonan. Secara cepat api merembet menjadi besar, kemudian mengepulkan asap tebal ke langit.Setelah pihak Fasfood X melakukan laporan, empat mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Surabaya datang. Dibantu sejumlah polisi yang ikut menertibkan pengguna jalan, akhirnya api bisa dijinakkan. Arus lalu lintas di Jl Basuki Rahmat depan Tunjungan Plaza, sempat macet. Karena pengguna jalan banyak yang menonton kejadian ini. Petugas juga tampak memeriksa mesin ATM yang hangus terbakar di lantai satu. Setiap bagian dari mesin ATM tersebut diperiksa, dikarenakan api berpotensi muncul dari masin ATM jika terjadi korsleting. Gambar 2. Kebakaran sebuah restoran cepat saji di JakartaPada tanggal 22 September 2010, kejadian kebakaran di lingkungan Gedung Sabero House, Kemang, Jakarta Selatan, malam sekitar pukul 21.00. Dinas Pemadam Kebakaran mengerakan enam unit mobil ke lokasi. Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya melaporkan pada pukul 21.45, api berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran tepatnya di Gedung Incubare yang berada di dekat gerai MCDonald. Sampai Saat berita diturunkan mobil pemadam masih berada di lokasi. Belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini.

B. PEMBAHASANPada kasus diatas, beberapa hal yang harus dicatat adalah faktor penyebab kebakaran, lokasi kebakaran dan waktu kebakaran. Kebakaran dapat terjadi jika ada tiga unsur yaitu bahan yang mudah terbakar, oksigen dan percikan api. Sementara beberapa data mengenai kebakaran yang dikumpulkan oleh dinas kebaaran di Indonesia antara lain, Dinas Kebakaran DKI Jakarta sejak dari tahun 1992 s/d 1997 telah tejadi kebakaran sebanyak 4.244 kasus di mana yang 2135 kasus disebabkan karena konsleting listrik. Berarti 50% lebih dari total kasus kebakaran disebabkan oleh listrik. Hal ini karena perlengkapan listrik yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur yang benar dan standar yang ditetapkan olehLMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) PLN,rendahnya kualitas peralatan listrik dan kabel yang digunakan, serta intalasi yang asal-asalan dan tidak sesuai peraturan. Sekarang ini masih banyak pabrik perlengkapan listrik yang kualitas produknya rendah kemudian mensuplainya ke pasar. Hal ini tentunya akan dikonsumsi oleh instalatir dan pemakai listrik, khususnya perusahaan yang waktu operasionalnya 24 jam, seperti restoran cepat saji. Karena tingkat keamanan perlengkapan listrik ditentukan oleh kualitasnya. Jadi bagi para produsen, instalatir dan konsumen harus menyadari benar akan fungsi perlengkapan listrik yang akan digunakannya.

Gambar 3. Electric deep fryerSalah satu peralatan yang digunakan di adalah electric deep fryer. Mesin ini banyak digunakan oleh kalangan pebisnis restoran di dunia. Peralatan mesin gas deep fryer mampu membuat masakan mentah menjadi matang. Hal ini dikarenakan mesin deep fryer merupakan nama lain kompor dalam bentuk bak celup yang biasa dipakai untuk menggoreng beberapa bahan makanan. Berbagai bahan makanan yang banyak diolah dengan menggunakan mesin deep fryer ini yaitu ayam, bebek, makanan seafood, masakan aneka daging, nugget, dan beberapa bahan makanan lainnya. Perangkat mesin kompor ini menjadi kelengkapan yang utaam bagi kalangan pebisnis di restoran besar dan cepat saji. Kecepatan serta suhu kompor membuat makanan menjadi cepat matang sehingga tidak membuat konsumen lelah menunggu masakan menjadi matang. Dalam kaitan ini tentunya para produsen dan distributor harus melakukan kerja sama dengan para kontraktor/instalator sebagai aplikator di lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan tingkat kesalahan pemasangan. Berarti bagi para kontraktor dan instalatir perlu mengadakan training khusus sehingga mereka diakui kemampuannya dalam sertifikat yang diakui oleh pihakPLN dan AKLI (AsosiasiKonntraktor Listrik Indonesia).Dengan demikian apa yang dikerjakan betul sesuai dengan peraturan sehingga dapat memberi jaminan keamanan. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah masalah SDM, untuk itu AKLI bersama PLN senantiasa mengupayakan mendidik anggotanya supaya memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menjamin pekerjaan para anggotanya dilaporkan. Di mana AKLI bersama PLN selalu membina biro instalatir dengan berbagai macam kegiatan. Seperti training dan penyebaran informasi ketentuan dan standardisasi yang mutakhir.Dengan demikian instalasi yang dipasang akan terjamin kualitasnya dan keamanannya. Kemudian bersama PT Asuransi Jasaraharja Putera memberi jaminan asuransi kecelekaan diri dan kebakaran yang disebabkan oleh listrik selama 5 tahun. Sementara itu dalam rangka melakukan pekerjaan perbaikan dan perluasan jaringan yang mana menggunakan waktu relatif lama, maka AKLI bersama PLN menggunakan dua sistem untuk meningkatkan pelayanannya, yaitu :a) Sistem zero interuptionyaitu mer