studi kasus dina

Download Studi Kasus Dina

Post on 17-Feb-2015

62 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan merupakan masalah penting yang tengah dihadapi oleh masyarakat saat ini terutama yang tengah menimpa kaum wanita. Kesehatan reproduksi wanita adalah hal yang sangat perlu diperhatikan menimbang bahwa wanita adalah makhluk yang unik.Dalam hal ini, wanita dalam siklus hidupnya mengalami tahap-tahap kehidupan, diantaranya dapat hamil dan melahirkan. Untuk itu upaya meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia merupakan salah satu program prioritas dan merupakan Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan yaitu pencapaian target pelayanan maternal yang dinilai melalui angka kematian ibu. (http://bidan2009.blogspot.com/2009/02/gambaran-kejadian-abortus. htm) Angka kematian ibu didefinisikan sebagai banyaknya kematian perempuan saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan akibat kehamilan atau pengelolaanya angka ini di hitung per 100 ribu kelahiran hidup. Seperti kita ketahui target Millenium Development Goals (MDGs) salah satunya adalah mengurangi angka kematian ibu (AKI) di seluruh dunia sebesar 75% dari tahun 1900 ke 2015. Sebagai gambaran pada tahun 1990 AKI di Indonesia masih sekitar 408/100.000 kelahiran hidup, sesuai target MDGs di tahun 2015 akan menjadi 102/100.000 kelahiran hidup. Di sisi lain berdasarkan analisis trend penurunan AKI periode 1900 2015 ternyata diperkirakan hanya akan mencapai 52-

55% sehingga kemungkinan besar target MDGs tetang AKI di Indonesia sulit tercapai (Bapenas, 2007). Tingginya angka kematian maternal diatas dipengaruhi oleh banyak faktor dan sangat kompleks. Faktor medis/langsung disebabkan oleh komplikasi obstetrik atau penyakit kronik yang menjadi lebih berat selama masa kehamilan, sehingga berakhir dengan kematian, yaitu Perdarahan (28%), Eklampsia (24%), Infeksi (11%), Abortus (5%), partus lama, trauma obstetrik (5%), emboli obstetrik (3%). Masalah abortus erat kaitannya dengan tingginya angka kematian Ibu. Menurut data WHO,presentasi kemungkinan terjadinya abortus cukup tinggi. Sekitar 15-40 % angka kejadian, diketahui pada ibu yang sudah dinyatakan positif hamil. dan 60-70 % abortus terjadi sebelum usia kehamilan 12 minggu ( Lestariningsih, 2009). Menurut siswanto, lebih dari 90 % Abortus di negara-negara sedang berkembang, dilakukan tidak aman, sehingga berkontribusi 11-13% terhadap kematian maternal di dunia, di Asia Cina memegang rekor angka abortus tertinggi di dunia. Di Cina setiap tahunnya terdapat 13 juta kasus abortus. Demikian diumumkan salah satu surat kabar Cina. (wikipedia , di akses pada 20 Maret 2013 ). Abortus merupakan keluarnya hasil konsepsi sebelum mampu hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 500 gram atau umur kehamilan kurang dari 20 minggu. Kejadian abortus sulit di ketahui karena sebagian besar tidak dilaporkan dan banyak di lakukan atas permintaan . Berjuta-juta wanita setiap tahunnya mengalami kehamilan yang tidak di inginkan.Beberapa kehamilan berakhir dengan kelahiran tetapi beberapa diantaranya di akhiri dengan abortus.Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan di gunakan

kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. (http/www.kompas.com/utama/news/htm) Penanganan yang terpenting dalam menangani masalah abortus adalah Bidan mampu mengetahui gejala-gejala dari abortus agar dalam mediagnosa suatu masalah tepat dan sebaiknya dalam hal ini Bidan melakukan kolaborasi dengan Dokter dan di tunjang oleh fasilitas yang memadai. Di Jawa Timur berdasarkan data yang di peroleh dari Dines Kesehatan tingkat 1 dari bulan januari sampai bulan desember 2012 AKI berjumlah 141 orang, yang di sebabkan oleh perdarahan 73 orang (51,8%), infeksi 8 orang (5,7%), eklampsi 39 orang (27,7%), dan lain-lain berjumlah 24 orang (17,0%). Di Kabupaten Lamongan dari bulan Januari-Desember 2013 dari 15.440 orang yang telah memeriksakan kehamilanya di temukan angka kejadian abortus sebanyak 314 orang (3.1%) dan abortus komplit sebanyak 32 orang (0.3%). (Data Dinas Kesehatan Kab. Lamongan) Di BPS Ny. Aida Hartatik, Amd.Keb Desa Dlanggu Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan bulan Januari-Desember 2012 dari 52 orang yang telah memeriksakan kehamilanya di temukan angka kejadian abortus sebanyak 3 orang (6%) dan abortus komplit sebanyak 1 orang (2%). Kenyataan inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji permasalahan dan memaparkannya dalam bentuk Studi Kasus sebagai wujud perhatian dan tanggung jawab penulis dalam memberikan konstribusi pemikiran pada berbagai pihak yang berkompeten dengan masalah tersebut guna mencari solusi terbaik atas permasalahan diatas. 1.2 Pembatasan Masalah

Mengingat banyaknya kasus kehamilan. Penulis membatasi masalah yaitu penerapan manajemen asuhan kebidanan menurut Hellen Varney pada kasus kehamilan Abortus Komplit 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas dan kenyataan yang ada maka penulis dapat merumuskan masalah yaitu Bagaimana Melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Ny. N GI P0010 Umur Kehamilan 8 Minggu Dengan Abortus komplit di BPS Aida Hartatik, Amd. Keb, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan 1.4 Tujuan Penulisan 1.4.1 Tujuan Umum Penulis mendapat gambaran nyata tentang teori dan praktek di lapangan untuk mengembangkan pola pikir dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan menggunakan manajemen kebidanan (Hellen Varney) pada Ny. N G I P0010 Umur Kehamilan 8 Minggu Dengan Abortus Komplit 1.4.2 Tujuan Khusus Dalam melakukan asuhan kebidanan pada Ny. N GI P0010 Umur Kehamilan 8 Minggu Dengan Abortus Komplit, diharapkan mahasiswa mampu menerapkan dan melaksanakan 7 langkah Varney, diantaranya adalah: 1. 2. 3. 4. Melakukan pengkajian data. Mengidentifikasi diagnosa masalah dan kebutuhan Mengidentifikasi masalah potensial Mengidentifikasi kebutuhan segera

5. komprehensif 6. 7. 1.5 Manfaat

Merumuskan

suatu

rencana

asuhan

kebidanan

yang

Melaksanakan rencana asuhan kebidanan Mengevaluasi pelaksanaan asuhan kebidanan

1.5.1 Manfaat Teoritis Dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau tambahan untuk perkembangan dan menyempurnakan yang sudah ada. (Budijanto, 2005: 5). 1.5.2 Manfaat Praktis

1. Bagi Penulis Mendapatkan pengalaman serta dapat menerapkan apa yang telah di dapat di bangku perkuliahan dengan kasus nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil umur kehamilan 8 minggu dengan Abortus Komplit dan manajemen kebidanan Hellen Varney. 2. Bagi Institusi Digunakan sebagai bahan kepustakaan lagi yang memerlukan acuan perbandingan pada penanganan khusus ibu hamil dengan abortus komplit 3. Bagi Lahan Praktek Menambah masukan terhadap pelaksanaan ibu hamil primigravida yang sesuai dengan asuhan kebidanan (Hellen Varney) 4. Bagi Klien dan Keluarga Dengan memberikan asuhan kebidanan yang tepat maka pasien dapat mengambil keputusan yang tepat pula dalam mencari pertolongan yang dibutuhkan.

1.6 Metode Dan Teknik Pengumpulan Data 1.6.1 Metode Penulisan Metode yang dipakai dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu keadaan secara obyektif dengan menggunakan studi kasus yaitu perbandingan antara teori dan kasus nyata. (Hari Wijaya dan Bisri M. Djaelani, 2004 : 70). 1.6.2 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1. Wawancara/Interview Yaitu mengumpulkan data dengan tanya jawab kepada klien, keluarga maupun tim kesehatan yang terkait sehingga permasalahan. (Suharsimi Arikunto, 2006:155). 2. Observasi / Pengamatan Suatu prosedur berstruktur dan berencana untuk mendapat kesan dan informasi dengan melihat dan mencatat kegiatan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diamati. (Suharsimi Arikunto, 2006:155). 3. Pemeriksaan fisik Pengumpulan data melalui inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi untuk mendapatkan data obyektif Yaitu suatu cara yang dipergunakan untuk memperoleh data obyektif . ( Hariwijaya dan Basri M. Djaelani.2004). 4. Pemeriksaan Penunjang Adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu menegakkan mendapatkan data tentang

diagnosa seperti pemeriksaan laboratorium, USG atau rontgen. ( Hariwijaya dan Basri M. Djaelani.2004). 5. Studi dokumentasi Pengumpulan data dengan meminjam data yang ada pada catatan medik dan data penunjang lainnya. (Suharsimi Arikunto, 2006:155). 6. Studi kepustakaan Penulis mengumpulkan data dengan jalan membahas secara ilmiah berdasarkan literatur untuk mendapatkan landasan teori yang berkaitan dengan judul Karya Tulis Ilmiah. (Universitas Negeri Malang, 2007 ; 3) 1.7 Tempat Dan Waktu Studi kasus (pengambilan kasus) dalam Karya Tulis Ilmiah ini dilakukan pada saat praktek di BPS Aida Hartatik, Amd. Keb, Desa Dlanggu Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan pada tanggal 13 Maret 2013. 1.8 Sistematika Penulisan Secara garis besar sistematika penulisan asuhan kebidanan dalam Karya Tulis Ilmiah adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, teknik pengumpulan data, tempat dan waktu pelaksanaan studi kasus serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka meliputi konsep dasar kehamilan, konsep dasar ANC

(antenatal care), konsep dasar kehamilan Abortus Komplit dan konsep dasar asuhan kebidanan menurut teori Hellen Varney. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kehamilan 2.1.1 Pengertian Kehamilan Kehamilan merupakan fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 280 hari (40 minggu) atau 10 bulan atau 9 bulan 7 hari di hitung dari hari pertama haid terakhir (Saifuddin A.B,2002). Kehamilan terbagi d