struktur organisasi

Click here to load reader

Post on 10-Jul-2016

13 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

berisi mengenai cara pengorganisasian suatu proyek dalam hal ini saya mengambil contoh proyek apartement dan S.O.H.O

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dunia keteknik sipilan kita dikenalkan dengan adanya Manajemen Proyek Konstruksi. Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Manajemen proyek konstruksi sendiri adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan menggunkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek secara optimal. Dalam manajemen proyek konstruksi juga terdapat struktur organisasi proyek. Struktur organisasi proyek secara umum dapat diartikan dua orang atau lebih yang melaksanakan suatu ruang lingkup pekerjaan secara bersama sama dengan kemampuan dan keahlianya masing masing untuk mencapai suatu tujuan sesuai yang direncanakan. Dengan adanya organisasi kerja yang baik diharapkan akan memberikan hasil efisien, tepat waktu serta dengan kualitas tinggi. Dalam organisasi disusun dan diletakan dasar-dasar pedoman dan petunjuk kegiatan, jalur pelaporan, pembagian tugas, dan tanggung jawab masing-masing kelompok dan pimpinan. Karena tujuan suatu perusahaan berbeda-beda maka susunan organisasi pun demikian pula halnya, artinya tidak ada satupun struktur organisasi yang dapat digunakan untuk segala macam kegiatan dan situasi dengan hasil yang sama.Pada makalah ini penulis akan membahas mengenai struktur organisasi Proyek Ciputra World Apartement. Ciputra World Surabaya berlokasi di CBD Mayjen Sungkono Surabaya, dibangun dengan konsep Superblock yang berdiri diatas lahan seluas 9.9 Hektar akan menjadi salah satu superblock terbesar di Indonesia. Superblock yang terdiri dari Mall Ciputra World, Hotel Ciputra World, Skyloft-SOHO,The Voila Apartment, Ciputra World Office dan juga VieLoft- a New SOHO akan melengkapi Ciputra World sebagai fungsi entertaining, perhotelan, perkantoran, dan hunian. Superblock ini bakal memenuhi kebutuhan akan hunian yang nyaman dan berkelas, sekaligus tempat kerja, serta pusat gaya hidup seperti tempat belanja dan rekreasi. Benar-benar akan menghadirkan a world in one project.Masterplan dan desain superblock Ciputra World dirancang DP Architect Singapura. Pengalaman mereka dalam menciptakan masterplan superblock di berbagai kota di dunia, termasuk Singapura dan Jakarta berhasil menciptakan image Ciputra World yang modern, artistic dan cocok dengan karakter masyarakat Surabaya.Ciputra World merukapan satu-satunya superblock di Surabaya yang memiliki perencanaan sejak awal yang terintegrasi dengan baik. Hal tersebut membuat tahap demi tahap pembangunan berlangsung lancar tanpa menganggu operasional properti yang berjalan. Hal ini juga tidak terlepas dari peran pelaksana proyek, dalam hal ini adalah PT. PP (Persero) Tbk.

1.2 Rumusan MasalahDengan melihat latar belakang yang ada, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:1.2.1 Bagaimana struktur organisasi proyek pembangunan Ciputra World Apartement dan S.O.H.O pada tahap II?1.2.2 Bagaimana sistem manajemen konstruksi pada proyek pembangunan Ciputra World Apartement dan S.O.H.O pada tahap II?

1.3 TujuanDengan melihat rumusan masalah , maka tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:1.3.1 Mengetahui struktur organisasi proyek pembangunan Ciputra World Apartemment dan S.O.H.O pada tahap II.1.3.2 Mengetahui apa saja aspek manajemen konstruksi pada proyek pembangunan Ciputra World Apartement dan S.O.H.O pada tahap II.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Struktur OrganisasiPT. PP (Persero) Tbk juga mempunyai struktur organisasi tersendiri untuk memudahkan dalam pelaksanaan dilapangan, berikut adalah struktur organisasinya:

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Proyek Ciputra Apartment and SOHOTugas tugas, unsur unsur organisasi proyek PT PP (Persero) Tbk. adalah sebagai berikut :1. Project ManagerProject Manager merupakan wakil dari perusahaan yang memimpin tim kontraktor pada sebuah proyek dengan tugas sebagai berikut:a) Memimpin dan mengkoordinasi tim kontraktor pada suatu project.b) Menyelenggarakan hubungan baik dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran pelaksaan.c) Menyelenggarakan pengadaan,penempatan, dan pengembangan SDM.

2. QSHE ManagerQSHE Manager merupakan wakil dari Project Manager yang membidangi Quality Control dan K3 dalam suatu proyek. Adapun tugasnya adalah sebagai berikut:a) Mengkoordinir tim QC untuk menjaga ataupun mengecek pekerjaan yang sudah dilakukan apakah sudah sesuai dengan gambar kerja,biasanya tim QC melakukan dua kali pengecekan dimana pengecekan pertama dilakukan checklist internal dan yang kedua dilakukan bersama pengawas untuk mendapatkan progress pekerjaan selanjutnya.b) Menjaga dan mengkoordinir team safety untuk melakukan tugas sebagai tim keselamatan di proyek.c) Mengadakan rapat rutin untuk mengkoordinasikan pelaksanaan K3 dengan para pekerja (mandor).

3. Site OperasionalManager (SOM)SOM merupakan wakil dari Project Manager dalam memimpin jalanya dan keberlangsungan proyek di lapangan. Di dalam SOM ini dibagi menjadi 2 bagian yakni SOM untuk tower SOHO dan SOM untuk tower apartemen. Adapun tugas dari SOM adalah sebagai berikut:a) Mengkoordinir pekerjaan yang ada di lapangan.b) Memberikan masukan ataupun mengambil keputusan apabila ada ketidak cocokan antara gambar kerja yang ada di dalam lapangan.c) Melakukan pengawasan di lapangan agar mutu pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang dibuat.d) Melaporkan kemajuan pekerjaan proyek kepada manajer proyek. e) Meneliti dan mengesahkan tagihan tagihan mandor dan subkontraktor yang berhubungan dengan volume fisik dan harga satuan.

4. Site Engineering Manager (SEM) Adapun tugas dari Site Engineering Manager (SEM) adalah sebagai berikut:a) Menerima dan mempelajari gambar desain dan spesifikasi teknis proyek.b) Berkoordinasi dengan engineer dalam pembuatan dan pengecekan gambar kerja.c) Berkoordinasi dengan project Manager dan enginer dalam pembuatan time schedule dan metode pelaksanaan pekerjaan.d) Memberikan instruksi kerja kepada ST- metode & perencanaan teknis agar sesuai dengan gambar kerja, time schedule dan metode pelaksanaan yang telah dibuat.e) Melakukan safety patrolf) Menghentikan pelaksanaan pekerjaan apabila hasil pekerjaan tidak memenuhi standar mutu yang ditetapkan.g) Berkoordinasi dengan pelaksana dalam hal pengadaan tenaga kerja.h) Berkoordinasi dengan Project Manager dalam hal pelaksanaan pekerjaan.i) Mengatur kinerja para pekerja agar sesuai jadwal dengan mutu yang telah ditetapkan.j) Melakukan penilaian atas kinerja para pekerja.k) Berkoordinasi dengan engineer dan logistik dalam pengadaan material di lapangan dengan memperhatikan jumlah, spesifikasi teknis dan jadwal pengiriman material oleh pemasok.l) Bertanggung jawab kepada project coordinator atas keberhasilan proyek mulai dari persiapan hingga penyerahan proyek.

5. Site Administration Manager (SAM)Wakil dari pemimpin proyek ini membidangi masalah masalah segala administrasi yang terjadi dalam lingkup pekerjaan proyek.Adapun tugas dari SAM adalah sebagai berikut:a) Melakukan koordinasi dengan jajaran staff administrasi di proyek. b) Berkoordinasi dengan owner kapan waktu pencairan termin pembayaran.c) Merekap pencatatan Laporan Sediaan Bahan (LSB) dari bagian logistic yang selanjutya diserahkan kepada project manager sebelum diarsipkan.d) Berkoordinasi dengan DVO sebagai wakil dari cabang kontraktor untuk melakukan koordinasi lanjutan mulai seperti apabila ada pekerja baru ataupun mahasiswa - mahasiswa yang berkeinginan untuk magang di proyek tersebut.

6. Quality Control (QC)Berposisi di bawah naungan QSHE manager sebagai QC mempunyai tugas sebagai berikut:a) Mengawasi seluruh jalannya pekerjaan mengontrol mutu dan metode pelaksanaan yang digunakan.b) Mengontrol kualitas pekerjaan agar sesuai dengan syarat-syarat teknis (RKS).c) Melakuan pengujian-pengujian di laboratorium untuk mengontrol kualitas pekerjaan.d) Bertanggung jawab kepada project Manager dalam melaporkan hasil kontrol kualitas yang dilakukan.e) Memeriksa kualitas hasil dan mutu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan di proyek.f) Memberikan saran kepada pelaksana agar hasil pekerjaan tersebut sesuai dengan Spesifiksi Pekerjaan yang diberikan dan juga diingikan oleh pihak Owner.

7. Safety Officeer (K3L= kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup)Adapun tugas dari Safety Officeer adalah sebagai berikut :a) Memantau setiap pelaksanaan pekerjaan dan para pekerja di lapangan agar memenuhi standart keamanan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) yang berlaku.b) Membuat laporan bulanan tentang pelaksanaan dan pengawasan K3L di proyek.c) Memberikan panduan ataupun instruksi pada pekerja (mandor) mengenai keselamatan yang dilakukan dalam rapat mingguan dan mendengan masukan masukan apa saja komponen keselamatan yang perlu dilakukan dari pekerja.d) Bertanggung jawab kepada Project Manager tentang penerapan K3.

8. Koordinator NSCAdapun tugas dari koordinator NSC adalah sebagai berikut :a) Melakukan koordinasi dengan pihak sub - kontraktor mengenai pelaksanaan pemasangan sistem plumbing, mechanical electrical di lapangan.b) Melakukan pengawasan penjaminan mutu dari sub kontraktor.c) Mel