struktur jaringan tumbuhan kelompok 2

of 36 /36
Struktur Jaringan Tumbuhan 1. DENDHY NIZAR P (02) 2. KHOIRUR ROZIQIN (09) 3. LAILATUL QODRIYAH (11) 4. MIFTAKHUL JANNAH (15) 5. MIQDAD ZUHDI M (16) 6. PUTRI PANGESTU PS (24) 7. SEPTIN GRAHANING T (27)

Author: nailie-rahma

Post on 11-Aug-2015

121 views

Category:

Documents


9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Struktur Jaringan Tumbuhan 1. DENDHY NIZAR P (02) 2. KHOIRUR ROZIQIN (09) 3. LAILATUL QODRIYAH (11) 4. MIFTAKHUL JANNAH (15) 5. MIQDAD ZUHDI M (16) 6. PUTRI PANGESTU PS (24) 7. SEPTIN GRAHANING T (27)
  2. 2. Berdasarkan aktivitas pembelahannya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 macam yaitu : 1. Jaringan Meristem 2. Jaringan Permanen Jaringan Floem Jaringan Xylem Jaringan Sklerenkim Jaringan Kolenkim Jaringan Penguat Jaringan Parenkim Jaringan Epidermis Jaringan Permanen Jaringan Meristem Jaringan Tumbuhan Jaringan Pengangkut
  3. 3. JARINGAN MERISTEM Adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional ( aktif membelah )
  4. 4. CIRI JARINGAN MERISTEM 1) Sel-selnya selalu membelah 2) Bentuk dan ukuran sel sama 3) Kaya protoplasma 4) Dinding sel tipis 5) Isi sel tidak mengandung kristal dan cadangan makanan 6) Vakuola/rongga sel belum ada/sangat kecil
  5. 5. Berdasarkan letaknya meristem terbagi menjadi : Meristem apikal : berada pada ujung, menghasilkan sel sel bagi tumbuhan untuk tumbuh memanjang. Contoh ujung akar dan ujung batang. Meristem lateral : berada di permukaan organ tumbuhan. Meristem lateral ini dapat menggantikan epidermis dengan jaringan dermis sekunder seperti kulit yang lebih tebal dan keras juga menambah lapisan jaringan pembuluh. Comtohnya cambium dan cambium gabus. Meristem interkalar : terdapat diantara jaringan dewasa ( zona elongasi )misalnya pada pangkal ruas batang.
  6. 6. MERISTEM PRIMER Berasal langsung dari sel-sel embrional. Contohnya : meristem di ujung akar dan ujung batang, yang biasa disebut meristem apikal. Meristem primer akan menyebabkan pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem primer disebut jaringan primer. Berdasarkan asalnya, meristem dibedakanmenjadi :
  7. 7. MERISTEM SEKUNDER Berasal dari jaringan dewasa yang telah mengalami perubahan struktur dan fungsi. Contohnya : Kambium dan kambium gabus. Meristem sekunder akan menyebabkan pertumbuhan sekunder. Jaringan yang terbentuk dari meristem sekunder disebut jaringan sekunder. Kambium, ke arah dalam akan menghasilkan Xylem sekunder dan ke arah luar akan menghasilkan Floem sekunder Kambium gabus, ke arah luar akan menghasilkan felem dan ke arah dalam akan menghasilkan feloderm.
  8. 8. Jaringan Permanen ( Jaringan Dewasa) Merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil deferensiasi dan spesialisasi dari sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. CIRI KHAS : 1. Telah mengalami diferensiasi 2. Pada umumnya tidak membelah lagi 3. Bentuk permanen, rongga sel besar, dinding sel sudah mengalami penebalan.
  9. 9. 1. Jaringan Epidermis Merupakan jaringan yang menutupi permukaan tumbuhan. Ciri/karakteristik : Bentuk sel seperi balok Tersusun berlapis tunggal, rapat, tdk ada ruang antar sel Tidak memiliki klorofil Modifikasi sesuai dg letak dan fungsi
  10. 10. Derivat Sel epidermis No Nama derivate epidermis fungsi 1 Stomata Tempat keluar masunya O2 dan CO2. Penguapan air. 2 Trikomata Menahan penguapan air. mengurangi penguapan. mengurangi gangguan hewan. membantu penyerbukan bunga. menyerap air dan garam mineral dari meneruskan rangsang dari luar dan membantu penyebaran biji. 3 Duri Melindungi diri Mengurangi penguapan 4 Vilamen sebagai tempat menyimpan air 5 Sel Kersik
  11. 11. Fungsi jaringan epidermis antara lain : 1. Pelindung / Proteksi jaringan didalamnya 2. Peresap air dan mineral pada akar yang muda. 3. Untuk penguapan air yang berlebihan. 4. Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus.
  12. 12. 2. JaringanParenkim ( Jaringan Dasar ) Terdapat pada akar, batang, daun dan buah Sel hidup dan aktif Berdinding tipis, bulat, persegi atau panjang Terdapat ruang antar sel Banyak mengandung kloroplas.
  13. 13. Macam-Macam Jaringan Parenkim Parenkim asimilasi (klorenkim) Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis. Parenkim penimbun Parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma. Parenkim air Adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen. Parenkim penyimpan udara (aerenkim) Adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit Parenkim transportasi.
  14. 14. Menurut bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi: 1. Parenkim palisade, bentuk memanjang, tegak. 2. Parenkim bunga karang, bentuk seperti bunga karang. 3. Parenkim bintang, bentuk seperti bintang dengan ujung saling berhubungan. 4. Parenkim lipatan, dinding sel melipat ke dalam.
  15. 15. 3. Jaringan Penguat Jaringan penguat nama lainnya yaitu stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Jaringan Penguat terbagi menjadi 2 macam : 1. Jaringan Kolenkim 2. Jaringn Sklerenkim
  16. 16. Kolenkim Ciri-ciri : Sel bulat karena penebalan selulosa pada dindingnya Sel hidup Tidak ada ruang antar sel Dinding sel terdiri dari selulosa dan pectin. Kolenkim bersifat plastis Letak : Kolenkim umumnya terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkim jarang terdapat pada akar. Fungsi : sebagai jaringan penyokong pada organ muda yang sedang tumbuh, pada tumbuhan menerna (herbaceous), dan bahkan pada organ dewasa.
  17. 17. Sklerenkim Jaringan skelerenkim merupakan jaringan penunjang yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan ini juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dalam. Ciri-Ciri : Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel mati. Dinding sel skelerenkim sangat tebal dan kuat. Dinding sel mengandung lignin, selulosa dan memiliki noktah
  18. 18. Merupakan sel-sel yang panjang dan sempit yang berujung runcing. Serabut sklerenkim berasal dari sel-sel meristem dan lebih sering ditemukan pada daerah jaringan pembuluh. 1. Serabut Sklerenkim ( Sel Serat - Fibers) Berdasarkan letaknya, serabut skelrenkim digolongkan menjadi : 1. serabut xiler Serabut xiler merupakan serabut sklerenkim yang terdapat pada jaringan xilem dan merupakan komponen utama penyusun kayu. 2. serabut extraxiler. Serabut ekstraxiler merupakan serabut sklerenkim yang terletak diluar jaringan serabut xiler
  19. 19. 2. Sklereid Sklereid merupakan sel-sel tumbuhan yang telah mati, berbentuk bulat, dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan. Sklereid berkembang dari sel parenkim. Sklereid dapat dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok kecil diantara sel-sel lain
  20. 20. 4. Jaringan Pengangkut a. Xilem Berfungsi menyokong dan mengangkut air serta garam mineral dari akar menuju bagian atas (daun) Jaringan xilem mengandung sel-sel parenkim dan serabut xilem yang fungsinya seperti pada serabut floem. Tersusun atas tabung-tabung pembuluh.
  21. 21. b. Floem Floem berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan. Diantara pembuluh floem terdapat jaringan parenkim yang disebut parenkima floem Struktur mirip dengan xilem Dinding sel mengalami penebalan selulosa dan pektin Tersusun dari sel buluh tapis, sel pengiring, parenkim floem dan serabut floem
  22. 22. Tipe-Tipe Jaringan Pengangkut Ikatan pembuluh konsentris, xilem dan floem berbentuk cincin silindris. a) Amfikribal, letak xilem di tengah dan dikelilingi floem. b) Amfivasal, letak floem di tengah dan dikelilingi xilem. Ikatan pembuluh radial xilem dan floem letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama, misalnya pada akar. Ikatan pembuluh kolateral. xilem dan floem yang letaknya bersebelahan di dalam suatu jari- jari (xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar). a) Kolateral terbuka. antara xilem dan floem terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan dikotil. b) Kolateral tertutup. antara xilem dan floem tidak terdapat kambium. Misalnya pada batang tumbuhan monokotil.
  23. 23. Proses Pengangkutan Air dan Garam Mineral Pengangkutan air dan garam garam mineral pada tumbuhan tingkat tinggi, melalui dua mekanisme 1. pertama, air dan mineral diserap dari dalam tanah menuju sel sel akar, kemudian air itu baru diangkut menuju daun untuk fotosintesis . Jadi pengangkutan air dan mineral ini dilakukan secara diluar berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan ekstra vaskuler. didalam berkas pembuluh angkut disebut pengangkutan intra vaskuler. Pengangkutan air dengan dua cara ini sebenarnya merupakan satu kesatuan yang berurutan. Artinya pertama air dari tanah masuk menuju berkas pengangkut meelalui organ diluar berkas yaitu berturutan epidermis - kortex - endodermis - perisikel - baru Xilem Sedang pengangkutan intravasikuler intinya pengangkutan di dalam pembuluh dari akar ke daun , Pembuluh atau saluran yang dilalui adalah Xylem atau pembuluh kayu
  24. 24. Pengangkutan Ekstravaskuler Dalam perjalanan menuju silinder pusat, air akan bergerak secara bebas di antara ruang antar sel. Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui 2 mekanisme, yaitu Apoplast Simplast 1. Pengangkutan Apoplast Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masuk dengan cara osmosis Aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh lapisan endodermis Kenapa air berhenti mengalir ? Air tidak mengalir karena terhalang bagian endodermis bersifat impermeable yang memiliki penebalan dinding sel dari suberin dan lignin Namun ada bagian yang khusus yaitu celah kaspari yang bisa dilalui air Dengan demikian, pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.
  25. 25. 2. Pengangkutan Simplas Pada pengangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, air dan mineral yang terlarut bergerak masuk kedalam sel (inilah yang membedakan dari keduanya) Air masuk sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melalui plasmodesmata. Sistem pengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian Xylem yang ada bagian silinder pusat. Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas jika diurutkan dari luar kedalam Sel sel bulu akar menuju sel sel korteks - endodermis - perisikel - xilem. Dari sini , air dan garam mineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun. secara intravasikular OK Ini Wajah Endodermis yang sangat impermeable pada membranya kecuali pada bagian sel U pada cincin kaspari yang bisa dilalui air ( permeabel) b. Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutan intravaskuler) Setelah melewati sel sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu (xilem) Selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun. Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel, namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air dan mineral ini adalah sel sel trakea. Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk pipa kapiler. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan). Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem.
  26. 26. ORGAN TUMBUHAN
  27. 27. AKAR MONOKOTIL DIKOTIL Akar serabut Akar tunggang Batas antara ujung akar dengan kaliptra jelas Batas antara ujung akar dengan kaliptra tidak jelas Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel berdinding tebal Perisikel terdiri dari satu lapis sel berdinding tebal Letak berkas pengangkut antara xilem dan floem pada akar tua tetap berselang-seling Letak berkas pengangkut pada akar sekunder bersifat kolateral, xilem di dalam dan floem di luar Mempunyai empulur yang luas pada pusat akar Mempuyai empulur sempit atau tidak mempunyai empulur pada pusat akar Perisikel hanya membentuk cabang akar Perisikel membentuk cabang akar dan dapat membentuk meristem sekunder seperti kambium dan kambium gabus Tidak mempunyai kambium Kambium tampak sebagai meristem sekunder Jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12) Jumlah lenganxilem antara 2 sampai 6, jarang lebih
  28. 28. Fungsi Akar : 1. Menambatkan tumbuhan. 2. Menyimpan cadangan makanan 3. Menyerap air dan mineral
  29. 29. Sistem perakaran pada tanaman ada 3, yaitu: Sistem perakaran tunggang. terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil. Sistem perakaran serabut terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang kesemuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyakbanyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, tipe perakaran serabut terdapat pada akar tanaman monokotil. Sistem perakaran adventif. merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan).
  30. 30. BATANG Fungsi Batang : 1. Alat transportasi zat makanan 2. Alat perkembangbiakan vegetative 3. Menyimpan cadangan makanan 4. Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga.
  31. 31. MONOKOTIL DIKOTIL Batang tidak bercabang-cabang Batang bercabang-cabang Hipodermis berupa sklerenkim Hipodermis berupa sklerenkim Pembuluh angkut tersebar Pembuluh angkut teratur dalam susunan lingkaran atau berselang radial Tidak mempunyai jari-jari empulur Jari- jari empulur berupa deretan parenkima di antara berkas pengangkut Tidak mempunyai kambium vaskular sehingga tidak dapat tumbuh membesar Mempunyai kambium vaskular, sehigga dapat tumbuh membesar Empulur tidak dapat dibedakan dengan daerah korteks Dapat dibedakan daerah korteks dan empulur Tidak ada kambium di antara xilem dan floem Ada kambium di antara xilem dan floem
  32. 32. DAUN Perbedaan Monokotil Dikotil Struktur morfologi Pertulangan daun sejajar atau melengkung Pertulangan daun menjari atau menyirip Struktur anatomi Parenkima mesofil umumnya tidak terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang Parenkima mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan bunga karang
  33. 33. Fungsi Daun 1) Tempat terjadinya fotosintesis. 2) Organ pernafasan 3) Tempat terjadinya transpirasi 4) Tempat terjadinya gutasi 5) Alat reproduksi vegetatif