Stres Adaptasi

Download Stres Adaptasi

Post on 07-Dec-2015

2 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

TRANSCRIPT

<ul><li><p>STRES ADAPTASIMATA AJARPSIKOLOGIOleh : Dinarti, SKp. MAP</p></li><li><p>TUJUANSetelah menyelesaikan pembelajaran, mahasiswa mampu:Menyebutkan pengertian stresMenjelaskan kemampuan individu menahan stresMenjelaskan gejala dan tanda-tanda orang yang terkena stresMenjelaskan tentang tahapan-tahapan stresMenjelaskan tentang respon tubuh terhadap stresMenjelaskan manajemen stresMenyebutkan pengertian adaptasiMenjelaskan tujuan adaptasiMenjelaskan dan memberi contoh tentang macam / jenis-jenis adaptasi</p></li><li><p>PENDAHULUAN</p><p>Kehidupan dunia selalu berubah-ubah manusia harus dapat menyesuaikan diri</p><p>Manusia terdiri dari unsur jasmani, rohani dan lingkungan, dimana ketiga unsur tersebut saling mempengaruhi satu sama lainnya</p><p>Sumber gangguan jasmani maupun rohani adalah stres Dewasa ini, tata nilai kehidupan berjalan begitu cepat karena pengaruh globalisasi, modernisasi, informasi, industrialisasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tsb berpengaruh terhadap pola hidup, moral dan etika. </p></li><li><p>Lanjutan.Perubahan psikososial dapat merupakan tekanan mental, sehingga bagi sebagian individu dapat menimbulkan perubahan dalam kehidupan dan berusaha beradaptasi untuk menanggulanginya. Perilaku manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh dua faktor penting, yaitu adanya kebutuhan dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan. Apabila tuntutan atau keinginan tidak terpenuhi maka akan terjadi stres.</p></li><li><p>PENGERTIAN</p><p>Stres adalah respons manusia yang bersifat non spesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya (Hans Selye yang dikutip Depkes ,1998) </p><p>Stres adalah reaksi atau respons tubuh terhadap stresor psikososial berupa tekanan mental atau beban kehidupan (Hawari, 2001)</p><p>Stres adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam, yang menimbulkan suatu ketegangan dalam diri seseorang (Suherjan 1987)</p><p>Stres adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri yang mengganggu keseimbangan seseorang ( Maramis, 1999).</p></li><li><p>Lanjutan.Stres adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu di dalam lingkungan tsb (Vincent Cornelli yang dikutip oleh Grant Brecht 2000) </p><p>Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan tadi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dll yang dipengaruhi oleh lingkungan maupun penampilan individu di dalam lingkungan tersebut</p></li><li><p>KEMAMPUAN INDIVIDU MENAHAN STRES</p><p>Setiap individu mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap stres, hal tsb tergantung pada :Sifat dan hakikat stres, yaitu intensitas, frekwensi, lamanya, lokal dan umum/generalSifat individu yang terkait dengan proses adaptasi.</p><p>Menurut Chesney (1980) sebagaimana dikemukakan Hawari (2001) bahawa stres apabila ditinjau dari type kepribadian, dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Type yang rentan (vulnerable) atau Type A 2. Type yang kebal (Immune) atau Type B</p></li><li><p>Stres ditinjau dari Type kepribadian</p></li><li><p>Lanjutan.</p></li><li><p>Lanjutan.</p></li><li><p>Lanjutan.</p></li><li><p>GEJALA DAN TANDA-TANDA STRES:</p><p>Gejala adalah suatu keadaan yang tidak biasa dan patut diperhatikan. Pada seseorang mengalami stres, biasanya memperhatikan gejala-gejala fisik dan gejala psikologis.</p><p>Gejala fisik:Terkena serangan sesak nafas, rasa mual dan mabukSelera makan tidak seperti biasanyaSering menderita gangguan pencernaanMengalami sulit tidur dan sering terjaga terlalu diniMerasa lelah walaupun mengerjakan pekerjaan yang paling sederhanaSering gelisah, jalan mondar-mondir dan ragu-ragu dalam mengerjakan sesuatuTimbul bercak-bercak merah pada kulitPegal-pegal di punggungKesemutan, berkeringat dinginPusing kepala, berdebar-debar</p></li><li><p>Lanjutan.Gejala psikologikMerasa marah sepanjang waktuMerasa kehilangan minat pada sexTidak dapat mengambil keputusan dan sering merasa tidak dapat menghadapi masalahMerasa menjadi orang gagalMerasa tidak diperhatikanTidak menyukai orang lain dan diri sendiriKhawatir sesuatu yang mengerikan akan terjadiMerasa tidak dapat berkonsentrasiTidak dapat menceriterakan kepada orang lain apa yang dirasakanKehilangan rasa humorCenderung menyalahkan orang lain</p></li><li><p> TAHAPAN STRES:</p><p>Menurut Robert Van Amberg (1979) yang disadur Hawari (2001), bahwa tahapan stres adalah sebagai berikut: 1. Stres tahap pertama (paling ringan): Yaitu stres yang disertai perasaan semangat bekerja besar , mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa memperhitungkan tenaga yang dimiliki dan penglihatan menjadi tajam. Tahapan ini biasanya menyenangkan dan orang bertambah semangat tanpa disadari bahwa cadangan energinya sedang menipis.</p><p> 2. Stres tahap kedua: Yaitu stres yang disertai keluhan, seperti bangun pagi tidak segar atau letih, lekas capek pada saat menjelang sore, lekas lelah setelah makan, tidak dapat rileks, lambung atau perut tidak nyaman (bowel disconfort), jantung berdebar, otot tengkuk dan punggung tegang. Hal tersebut karena cadangan tenaga tidak memadai</p></li><li><p>Lanjutan.3. Stres tahap ketiga: Yaitu tahapan stres dengan keluhan seperti: defekasi tidak teratur (kadang-kadang diare), otot semakin tegang, emosional, insomnia, mudah terjaga dan sulit tidur kembali (middle insomnia), bangun terlalu pagi (late insomnia), koordinasi tubuh terganggu dan merasa mau jatuh pingsan.</p><p>4. Stres tahap keempat: Yaitu tahapan stres dengan keluhan, seperti tidak mampu bekerja sepanjang hari (loyo), aktivitas pekerjaan terasa sulit dan menjenuhkan, respons tidak adekuat, kegiatan rutin terganggu, gangguan pola tidur, sering menolak ajakan, konsentrasi dan daya ingat menurun, serta timbul ketakutan dan kecemasan.</p></li><li><p>Lanjutan.5. Stres tahap kelima: Yaitu tahapan stres yang ditandai dengan kelelahan fisik dan mental (physical and psychological exhausion), ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan yang sederhana dan ringan, gangguan pencernaan berat, meningkatnya rasa takut dan cemas, bingung dan panik.</p><p>6. Stres tahap keenam ( paling berat): Yaitu tahapan stres dengan tanda-tanda, seperti jantung berdebar keras, sesak nafas, badan gemetar, dingin dan banyak keluar keringat, loyo serta pingsan atau collaps.</p></li><li><p>RESPON TUBUH TERHADAP STRES</p><p>Hawari (2001) mengemukakan bahwa stres dapat berakibatterhadap hampir seluruh sistem tubuh, spt:Perubahan warna rambut dari hitam menjadi kecoklatan, ubanan atau kerontokanGangguan ketajaman penglihatanPendengaran berdengingWajah tegang, tidak santai, sulit tersenyum dan kedutan pada kulit wajah (tic facialis)Bibir dan mulut terasa kering, tenggorokan terasa tercekikKulit dingin atau panas, banyak berkeringat, kulit kering, timbul eksim, urtikaria, tumbuh jerawat , telapak tangan dan kaki sering berkeringat dan kesemutan.</p></li><li><p>Lanjutan.Nafas terasa berat dan sesakJantung berdebar-debar, muka merah / pucatLambung perih, kembung dan pedih, mulas, sulit defekasi atau diareSering berkemihOtot sakit seperti ditusuk-tusuk, pegal dan tegangKadar gula darah meningkat, pada wanita terjadi gangguan menstruasiLibido menurun atau bisa juga meningkat.</p></li><li><p>Lanjutan.Selain mengganggu sistem tubuh, stres juga dapatmenyebabkan hal-hal sebagai berikut, yaitu:</p><p>Mengganggu perasaan, seperti: gelisah, sedih, merasa rendah diri, pemarah, bimbang dan ragu serta cemas.</p><p>Mengganggu pikiran, seperti tidak dapat berpikir secara jernih, sering lupa, daya pikir rendah, tidak dapat berkonsentrasi, sehingga merasa seolah-olah tidak cerdas, sehingga tidak mampu membuat keputusan secara cepat dan sistematis.</p><p>3. Berpengaruh terhadap perilaku: Perilaku tersebut diantaranya menyakiti diri sendiri dan menyakiti orang lain</p></li><li><p>Lanjutan.Memacu beragam penyakit: Jenis penyakit yang sering disebut psikosomatik, misalnya maag, sesak nafas, darah tinggi dsb.</p><p>5. Menimbulkan Depresi: Depresi adalah suatu gangguan yang berlangsung lama, disertai gejala dan tanda-tanda spesifik yang secara substansial mengganggu kewajaran sikap dan tindakan seseorang merasa sedih yang amat sangat</p></li><li><p>MANAGEMEN STRES</p><p>Ada beberapa tips untuk mengelola stres yang efektif menurut Hans Selye yang dikutif oleh Suprapti (2000), adalah sbb:</p><p>Lakukan sesuatu yang membutuhkan kekuatan fisik yang dapat menimbulkan suatu semangat yang positif, misalnya melakukan aktifitas untuk menyalurkan hobbi, misalnya membuat artikel, bercocok tanam, beternak dsb.</p><p>Lakukan aktifitas yang anda senangi, seperti: pergi menikmati hiburan, melaksanakan kegiatan yang anda sukai, seperti memancing, mendengar musik, rekreasi dsb. Kegiatan ini dapat mengurangi dampak negatif dari stres.</p><p>Melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan kemampuan: Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Jangan melakukan pekerjaan karena keberhasilan orang lain, sementara anda sebenarnya tidak mampu mencapainya </p></li><li><p>Lanjutan. a. Latihan fisik: Dalam melakukan kegiatan untuk mengurangi stres, saudara perlu melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan stres dan mengurangi ketegangan. Latihan-latihan tersebut dapat berupa: Latihan nafas dalam Caranya:Berdiri santai atau duduk dengan posisi tegakTutup mata dan biarkan kepala mengarah ke depanBernafaslah perlahan-lahan melalui hidungTahan sebentarHembuskan nafas perlahan-lahan melalui mulutLakukan hal ini berulang-ulang sampai anda merasa rileksBuka mata anda perlahan-lahan. </p></li><li><p>Lanjutan.b. Relaksasi otot: Caranya: - Duduklah diatas kursi senyaman mungkin - Tutuplah mata anda - Kepalkan kuat-kuat salah satu tangan anda - Biarkan beberapa lama - Pusatkan perhatian anda pada tangan yang dikepal - Perlahan-lahan kendurkan kepalan tangan anda dan rasakan ketegangan yang mengalir keluar dari tangan. - Ulangi latihan ini dengan menggunakan bagian tubuh anda lainnya, seperti: lengan, bahu, kaki, pinggul, perut, mulut, kening, mata, muka dll.</p></li><li><p>Lanjutan. c. Relaksasi mental: Caranya: - Bunyikan musik yang lembut - Duduklah diatas kursi yang nyaman atau berbaring - Tutuplah mata anda - Kendorkan otot dan lemaskan seluruh tubuh anda - Bayangkan tentang hal-hal yang indah dan menyenangkan - Tarik nafas dalam-dalam dan nikmati hal itu - Lanjutkan kegiatan ini hingga anda benar-benar merasa rileks.</p></li><li><p>Lanjutan.4. Keluarkan perasaan anda secara supportif: Apabila anda dalam kondisi tekanan yang menyebabkan stres, anda bisa membicarakan perasaan anda pada orang yang dapat dipercaya Jika tidak ada orang lain yang sekiranya dapat dipercaya, anda dapat mengeksplorasi perasaan anda melalui tulisan dalam buku harian atau kertas apapun sampai perasaan anda tenang kembali.</p><p>5. Beri batas waktu untuk bersedih: Kesedihan yang berl;arut-larut akan mengganggu kesehatan mental anda, oleh karena itu kesedihan perlu dibatasi. Lakukanlah aktifitas ini: - Menangis apabila memang ingin menangis sepuasnya - Berteriak dan menjerit di alam terbuka, sepert: pantai, gunung dll.</p></li><li><p>Lanjutan.6. Hindari alkohol dan rokok berlebihan, perbanyak makan sayuran yang berserat serta buah-buahan yang banyak mengandung Vitamin B dan C</p><p>7. Meditasi dan berbicara pada diri sendiri: - Meditasi dapat menyingkirkan stres yang anda rasakan dengan memfokuskan pikiran anda pada sesuatu yang tidak menimbulkan stres, tetapi pada gagasan yang mendatangkan ilham dan doa - Visualisasikan suatu adegan yang anda rasakan indah, gunakan musik untuk mengukuhkan efeknya dalam terapi stres yang efektif</p><p>8. Mengendalikan kondisi yang menyebabkan stres9. Hindari pelampiasan yang negatif10. Binalah persahabatan11. Tingkatkan Iman dan taqwa</p></li><li><p>Lanjutan..Ahli lain mengemukakan tehnik mengendalikan stres meliputi :aspek terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain.</p><p>Pengendalian terhadap diri sendiri antara lain: - Meninggalkan masalah untuk sementara waktu - Keluarkan isi hati - Kerja keras - Selesaikan tugas satu persatu - Sadarilah bahwa tidak seorangpun dapat mengerjakan segalanya.</p><p>Sedangkan pengendalian terhadap orang lain, diantaranya adalah : - Ramah terhadap setiap orang - Sekali-sekali mengalah - Memuji lebih baik dari pada mengkritik - Mencoba menolong orang lain - Memberi kesempatan orang lain untuk mencapai sukses..</p></li><li><p>LATIHAN DAN PENUGASAN !!!</p><p>Setiap mahasiswa melakukan latihan nafas dalam secara bergantian2. Setiap mahasiswa berpasang-pasangan untuk memperagakan cara melatih nafas dalamLatihan relaksasi mengendurkan dan mengencangkan otot tubuhLatihan Relaksasi mental</p></li><li><p>ADAPTASI1. Pengertian :</p><p>Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stres.</p><p>Cara mengatasi stres dapat berupa: - Membatasi tempat terjadinya stres - Mengurangi atau menetralisasi pengaruhnya.</p><p>* Adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas (task oriented)</p></li><li><p>Lanjutan.2. Tujuan : a. Menghadapi tuntutan secara sadar b. Menghadapi tuntutan keadaan secara realistik c. Menghadapi tuntutan keadaan secara objektif3. Cara yang disebut dapat bersifat terbuka maupun tertutup, antara lain: a. Menghadapi tuntutan secara frontal ( terang- terangan) b. Regresi (menarik diri) atau tidak mau tahu sama sekali c. Kompromi (kesepakatan)</p></li><li><p>Lanjutan.4. Jenis Adaptasi:</p><p> a. Adaptasi fisiologik (bisa terjadi secara lokal atau umum): - Seseorang yang mampu mengatasi stres, tangannya tidak berkeringat, wajahnya tidak pucat - Seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang berat dan merasa tidak mengalami gangguan apa-apa pada organ tubuh</p><p> b. Adaptasi psikologis, bisa terjadi secara: - Sadar : individu mencoba menyesuaikan diri dengan masalah - Tidak sadar: Menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mekanisme) - Menggunakan gejala fisik (konversi) atau psikosomatik</p></li><li><p>MEKANISME PETAHANAN EGOPengertian:</p><p> - Perilaku tidak sadar yang memberikan perlindungan psikologis terhadap peristiwa yang menegangkan (Sigmund Freud) - Mekanisme pertahanan diri adalah proses tidak sadar yang dipakai untuk melindungi diri dari kecemasan (Sri Kusmiati dkk) - Mekanisme pertahanan Ego adalah reaksi individu terhadap stres yang mengancam perasaan, kemampuan dan harga diri individu (Maramis) - Mekanisme pertahanan ego adalah mekanisme khusus yang bertujuan melenyapkan pernyataan anxietas yang tidak enak (Soeharto Herjan)</p></li><li><p>Lanjutan..2. Macam-macam Mekanisme Pertahanan Ego:</p><p> a. Kompensasi i. Proyeksi b. Denial j. Rasionalisasi c. Displacement k. ReaksiFormasi d. Disosiasi l. Regresi e. Identrifikasi m. Sublimasi...</p></li></ul>