stabilitas ekosistem

Download STABILITAS EKOSISTEM

Post on 27-Oct-2015

1.013 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

STABILITAS EKOSISTEM

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUANA. Latarbelakang MasalahKeseimbangan lingkungan dapat terwujud apabila adanya keselarasan antara faktor biotik dan abiotik. Jika terjadi gangguan pada faktor biotik maupun abiotik maka keseimbangan lingkungan dapat terganggu. Dewasa ini di media sering di massa tentang sering terjadinya banjir bandang terutama di daerah yang digunakan sebagai kantong-kantong transmigrasi? Mengapa hal ini terjadi?Banjir umumnya disebabkan manusia yang senantiasa membuka lahan baru dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk permukiman maupun sebagai lahan pertanian, atau lahan pabrik. Hal ini disebabkan pula oleh jumlah penduduk yang terus bertambah, sdangkan lahan yang ada sebagai wadah aktivitas tetap jumlahnya. Fenomena lain yang tak kalah mengherankan, di lereng gunung banyak berdiri bungalo yang praktis menyebabkan daya dukung lahan sebagai penahan air di lereng gunung hilang, ditambah dengan membuka lahan baru yang menyebabkan banyak tanaman yang hilang. Jika air hujan datang tanpa didukung oleh tanaman sebagai penyeimbang lingkungan, Apa akibatnya? Apakah akan terulang kejadian-kejadian longsor, banjir bandang, dan fenomena kerusakan alam lainnya? Dengan berbagai gambaran di atas, banjir ataupun bencana alam lainnya terjadi sebagai akibat dari terganggunya keseimbangan alam.

B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :1. apa yang dimaksud stabilitas ekosistem2. apa saja jenis stabilitas ekosistem3. bagaimana cara ekosistem menstabilkan dirinya dari perubahan lingkungan4. apa yang diaksud siksesi5. apa saja jenis-jenis dari suksesi6. apa faktor yang mempercepat terjadinya suksesi?C. TujuanTujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :1. apa yang dimaksud stabilitas ekosistem2. apa saja jenis stabilitas ekosistem3. bagaimana cara ekosistem menstabilkan dirinya dari perubahan lingkungan4. apa yang diaksud suksesi5. apa saja jenis-jenis dari suksesi6. apa faktor yang mempercepat terjadinya suksesi?D. Kegunaan Makalah1. Bagi Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya mengenai stabilitas ekosistem.2. Bagi Pembaca, sebagai informasi dalam mengembangkan pengetahuan mengenai stabilitas ekosistem.IIPEMBAHASANA. Stabilitas EkosistemSatuan pokok ekologi adalah ekosistem atau sistem ekologi, yakni satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup (dari berbagai jenis) dengan berbagai benda mati yang berinteraksi membentuk suatu sistem. Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya pertukaran materi dan transformasi energi yang sepenuhnya berlangsung di antara berbagai komponen dalam sistem itu sendiri atau dengan sistem lain di luarnya. Kehidupan akan berlangsung dalam berbagai fenomena kehidupan menurut prinsip, tatanan dan hukum alam atau ekologi seperti homeostatis (keseimbangan), kelentingan (resilience atau kelenturan), kompetisi, toleransi, adaptasi, suksesi, evolusi, mutasi, hukum minimum, hukum entropi dan sebagainya (ingat lagi materi dasar Biologi dan Ekologi).Penelaahan terhadap sifat dan perilaku sistem ekologi amat penting, karena persepsi kita terhadap sistem ekologi akan menentukan metode yang kita pakai dalam penelaahan dan pemecahan permasalahan lingkungan dan sumber daya alam.Hal penting yang perlu kita ketahui bahwa sebelum manusia ada di bumi, sistem alam telah mengalami berbagai bentuk gangguan yang berkonsekuensi pada perubahan-perubahan ekologi. Akan tetapi gangguan ini justru membentuk sistem alam yang kokoh dan luwes dalam arti mampu menyerap dampak gangguan selanjutnya serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahanDalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang bersifat dinamis (homeostasis). Artinya ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menahan berbagai perubahan yang mengenai lingkungan tersebut. Mekanisme keseimbangan tersebut diatur oleh berbagai faktor yang rumit. Mekanisme ini terdiri atas :1. penyimpanan bahan-bahan 2. pelepasan hara makanan;3. pertumbuhan organisme dan produksi;4. dekomposisi bahan-bahan organik.Oleh karena ekosistem memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangannya, maka ekosistem memiliki sifat sibernetiks (kybernetes : pandu/mengatur. Fungsi sibernetika adalah untuk mengendalikan faktor-faktor ekosistem agar berada dalam keadaan seimbang yang dinamis. Fungsi ini dapat dikerjakan oleh beberapa jenis komponen lingkungan. Hal ini memungkinkan adanya sifat stabilitasi suatu ekosistem.Derajat stabilitas suatu ekosistem akan bervariasi, tergantung pada hambatan-hambatan lingkungan dan efisiensi dari pengendalian di alam. Ada 2 jenis stabilitas, yakni :1. Stabilitas resistensi, yakni kemampuan suatu ekosistem untuk bertahan menghadapi tekanan lingkungan;2. Stabilitas resiliensi, yakni kemampuan untuk cepat pulih.

Meskipun suatu ekosistem mempunyai daya tahan yang besar sekali terhadaap perubahan, tetapi bisanya batas mekanisme homeostasis dengan mudah dapat diterobos oleh kegiatan manusia. Jika masalah ini berlangsung, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.Kedua kemampuan ekosistem yakni Stabilitas resistensi dan stabilitas resiliensi adalah dua kemampuan yang tidak dapat ditemukan dalam waktu yang sama. Misalnya, di hutan yang memiliki kulit tebal biasanya tahan akan api; namun bila hutan tersebut terbakar maka hal ini akan menyebabkan sulit untuk pulih kembali. Artinya, hutan tersebut memiliki stabilitas resistensi yang tinggi, namun berdaya resiliensi yang rendah.Sebaliknya, padang ilalang memiliki stabilitas resistensi yang rendah terhadap api, namun bersifat stabilitas resiliensi yang tinggi. Pada umumnya, ekosistem yang kompleks memiliki resistensi yang tinggi tetapi memiliki resiliensi yang rendah.Dinamika di alam adalah suatu kenyataan yang tidak dapat diingkari. Segala sesuatu yang sekarang ada sebenarnya hanyalah merupakan suatu stadium dari deretan proses perubahan yang tidak pernah ada akhirnya. Keadaan keseimbangan yang tampaknya begitu mantap, hanyalah bersifat relatif karena keadaan itu segera akan berubah jika salah satu dari komponennya mengalami perubahan. Lucy E. Braun (1956) mengatakan bahwa vegetasi merupakan sistem yang dinamik, sebentar menunjukkan pergantian yang kompleks kemudian nampak tenang, dan bila dilihat hubungan dengan habitatnya, akan nampak jelas pergantiannya setelah mencapai keseimbangan. Pengamatan yang lama pada pergantian vegetasi di alam menghasilkan konsep suksesi. B. Pengertian SuksesiSuksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan perkataan lain, suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Akhir proses suksesi komunitas yaitu terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks. Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil (tidak berubah) yang mencapai keseimbangan dengan lingkungannya. Komunitas klimaks ditandai dengan tercapainya homeostatis atau keseimbangan, yaitu suatu komunitas yang mampu mempertahankan kestabilan komponennya dan dapat bertahan dari berbagai perubahan dalam system secara keseluruhan.

C. Tahap suksesi

Dalam suksesi terjadi suatu proses perubahan secara bertahap menuju suatukeseimbangan. Clements menyusun urutan kejadian secara rasional ke dalam 5 fase, yaitu:NUDASI:proses awal terjadinya pertumbuhan pada lahan terbuka/kosong.MIGRASI: proses hadirnya biji-biji tumbuhan, spora dan lain-lainnya.ECESIS: proses kemantapan pertumbuhan biji-biji tersebut.REAKSI:proses persaingan atau kompetisi antara jenis tumbuhan yang telah ada/hidup, dan pengaruhnya terhadap habitat setempat.STABILISASI : proses manakala populasi jenis tumbuhan mencapai titik akhir kondisi yang seimbang (equilibrium), di dalam keseimbangan dengan kondisi habitat lokal maupun regional.

Suksesi lebih lanjut tersusun atas suatu rangkaian rute perjalanan terbentuknya komunitas vegetasi transisional menuju komunitas dalam kesetimbangan. Clements memberi istilah untuk tingkat komunitas vegetasi transisi dengan nama SERE/SERAL, dan kondisi akhir yang seimbang disebut sebagai Vegetasi Klimaks. Untuk komunitas tumbuhan yang berbeda akan berkembang pada tipe habitat yang berbeda.

D. Jenis suksesiBerdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan 2 macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

1. Suksesi PrimerSuksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. Gangguan tersebut dapat terjadi secara alami maupun oleh campur tangan manusia. Gangguan secara alami dapat berupa tanah longsor, letusan gunung berapi, dan endapan lumpur di muara sungai. Gangguan oleh campur tangan manusia dapat berupa kegiatan penambangan (batu bara, timah, dan minyak bumi).

Suksesi primer ini diawali tumbuhnya tumbuhan pionir, biasanya berupa lumut kerak. Lumut kerak mampu melapukkan batuan menjadi tanah sederhana. Lumut kerak yang mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi zat anorganik. Zat anorganik ini memperkaya nutrien pada tanah sederhana sehingga terbentuk tanah yang lebih kompleks. Benih yang jatuh pada tempat tersebut akan tumbuh subur. Setelah itu. akan tumbuh rumput, semak, perdu, dan pepohonan. Bersamaan dengan itu pula hewan mulai memasuki komunitas yang baru terbentuk. Hal ini dapat terjadi karena suksesi komunitas tumbuhan biasanya selalu diikuti dengan suksesi komunitas hewan. Secara langsung atau tidak langsung. Hal ini karena sumber makanan hewan berupa tumbuhan sehingga keberadaan hewan pada suatu wilayah komunitas tumbuhan akan senantiasa menyesuaikan diri dengan jenis tumbuhan yang ada. Akhirnya terbentuklah komunitas klimaks atau ekosistem seimbang yang tahan terhadap perubahan (bersifat homeostatis).Salah satu contoh suksesi primer yaitu peristiwa meletusnya gunung Krakat