spesifikasi teknis pipa

of 125/125
Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 1 Spesifikasi Teknis 3. SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN PIPA 3.1 PENGADAAN PIPA DAN PERLENGKAPANNYA 3.1.1 Pengadaan Pipa PVC 3.1.1.1 Umum Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan dan menyertakan semua pipa dan fitting, valve, coupling, meter, mur, baut, gasket, material penyambung dan bahan pelengkap sebagaimana dirinci dalam Daftar Kualitas dan Bahan atau dalam gambar / drawing. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan perpipaan dari semua material sebagaimana dirinci disini dan ditunjukkan dalam daftar kuantitas bahan. Semua pipa, fitting, valve dan perlengkapan lainnya harus sesuai dengan untuk pemakaian di daerah tropis, beriklim lembab dan bersuhu udara 32°C. Tekanan kerja normal tidak akan lebih dari 8 bar dan uji tekanan di lapangan tidak lebih dari 10 bar. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan suatu affidavit (Sertifikat Jaminan Barang) dari pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Penyedia Jasa Pengadaan juga harus menyampaikan tentang laporan hasil uji kimiawi dan fisik yang telah dilakukan di pabrik dan berlaku untuk semua jenis barang. Referensi Standard Referensi pada standard dalam dokumen lelang ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai jenis dan kualitas material yang diminta. Semua material yang ditawarkan harus produksi dalam negeri dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Bila ternyata belum ada SNI untuk produk tertentu atau belum dibuat di dalam negeri, maka yang ditawarkan dapat menggunakan standard

Post on 26-Nov-2015

1.253 views

Category:

Documents

45 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 1

    Spesifikasi Teknis

    3. SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN PIPA

    3.1 PENGADAAN PIPA DAN PERLENGKAPANNYA

    3.1.1 Pengadaan Pipa PVC

    3.1.1.1 Umum

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan dan menyertakan

    semua pipa dan fitting, valve, coupling, meter, mur, baut,

    gasket, material penyambung dan bahan pelengkap sebagaimana

    dirinci dalam Daftar Kualitas dan Bahan atau dalam gambar /

    drawing.

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan perpipaan dari

    semua material sebagaimana dirinci disini dan ditunjukkan

    dalam daftar kuantitas bahan. Semua pipa, fitting, valve dan

    perlengkapan lainnya harus sesuai dengan untuk pemakaian di

    daerah tropis, beriklim lembab dan bersuhu udara 32C.

    Tekanan kerja normal tidak akan lebih dari 8 bar dan uji

    tekanan di lapangan tidak lebih dari 10 bar.

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan suatu affidavit

    (Sertifikat Jaminan Barang) dari pabrik pembuat yang

    menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan

    yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Penyedia Jasa Pengadaan

    juga harus menyampaikan tentang laporan hasil uji kimiawi dan

    fisik yang telah dilakukan di pabrik dan berlaku untuk semua

    jenis barang.

    Referensi Standard

    Referensi pada standard dalam dokumen lelang ini dimaksudkan

    untuk memberikan gambaran mengenai jenis dan kualitas

    material yang diminta.

    Semua material yang ditawarkan harus produksi dalam negeri

    dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Bila ternyata belum

    ada SNI untuk produk tertentu atau belum dibuat di dalam

    negeri, maka yang ditawarkan dapat menggunakan standard

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 2

    Spesifikasi Teknis

    lain, dengan syarat bahwa kualitas keseluruhan sekurang-

    kurangnya sama dengan apa yang ditetapkan dalam dokumen

    lelang ini.

    Semua material yang dikirim harus seratus persen baru (bukan

    material bekas), dalam keadaan baik dan memenuhi syarat

    spesifikasi teknis yang ditentukan.

    Barang atau peralatan yang di produksi di dalam negeri atau

    berasal dari luar negeri dan sudah diatur dalam SNI maka

    barang/peralatan tersebut wajib memiliki Standar Nasional

    Indonesia (SNI).

    Bilamana jenis barang atau peralatan tersebut belum diatur

    dalam Standar Nasional Indonesia, maka barang atau peralatan

    tersebut harus memiliki standar-standar sebagai berikut :

    ISO - International for Standardization

    Organization

    JIS - Japanesse Industrial Standard

    BS - British Standard

    DIN - Deutsche Industrie Norm

    AWWA - American Water Works Association

    ASTM - American Society for Testing and Materials

    ANSI - American National Standard Institute.

    Bahan Pipa dan Fitting

    Untuk pipa dan fitting yang telah dapat dibuat di dalam negeri

    maka Penyedia Jasa Pengadaan harus melampirkan surat dan

    pabrik untuk izin penggunaan Sll / SNI yang dikeluarkan oleh

    Departemen Perindustrian dan dapat menunjukkan pengalaman

    minimal 3 (tiga) tahun.

    Bahan pipa yang ditawarkan dapat berlainan dengan bahan pipa

    yang tercantum dalam dokumen lelang ini, dengan syarat bahwa

    pipa yang ditawarkan mempunyai kualitas keseluruhan yang

    sekurang-kurangnya sama dengan apa yang tercantum dalam

    dokumen lelang ini.

    Dalam hal bahan pipa yang ditawarkan berbeda dengan apa

    yang tercantum dalam dokumen lelang ini, peserta pelelangan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 3

    Spesifikasi Teknis

    harus menyertakan gambar-gambar detail junction (gambar

    detail penyembungan pipa) disertai dengan jumlah dan

    spesifikasi dari tiap material yang ditawarkan.

    Seluruh pipa dan fitting yang ditawarkan harus dapat digunakan

    di daerah tropis dengan temperatur air yang mengalir antara

    15-35 derajat Celcius dan pH antara 6 sampai dengan 8.

    Seluruh pipa dan fitting pipa akan ditanam didalam tanah

    kecuali untuk hal-hal khusus yang membutuhkan lain.

    Tekanan Kerja / Working Pressure

    Tekanan kerja dari pipa minimal 100 m kolom air atau 10

    kg/cm2 (SNI 06-0084-1987 dan SN! 03-6419-2000) dan tekanan

    pengujian minimal 2 (dua) kali tekanan kerja pipa. Penyedia

    Jasa Pengadaan harus menyertakan tanda bukti hasil

    pemeriksaan tekanan kerja dari pipa/fitting pipa yang

    ditawarkan.

    Bila dianggap perlu, atas permintaan Direksi Pengawas Penyedia

    Jasa Pengadaan harus dilakukan pengujian kekuatan tekanan

    kerja pipa/fitting pipa di lapangan pada pipa/fitting pipa yang

    dikirim ke lapangan atas biaya Rekanan. Jumlah pipa/fitting

    pipa yang akan diuji di lapangan akan ditentukan kemudian oleh

    Direksi Pengawas. Bila ternyata hasil pengujian tersebut tidak

    sesual dengan spesifikasi ini, maka Penyedia Jasa Pengadaan

    harus menggantinya dengan yang baru sampai memenuhi

    persyaratan spesifikasi yang ditentukan.

    3.1.1.2 Pipa PVC dan Fitting

    1 Standard

    Material yang digunakan adalah yang memenuhi standard

    dengan panjang efektif tidak lebih dan 6 meter.

    Pipa yang ditawarkan harus buatan pabrik yang telah

    mendapat izin untuk penggunaan SNI yang dikeluarkan oleh

    Departemen Perindustrian. Setiap pipa harus mempunyai

    tanda/cap pada bagian luar yang menunjukkan diameter

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 4

    Spesifikasi Teknis

    nominal, kelas, nama pabrik pembuat dan trade mark.

    Standar lain yang digunakan sesuai peruntukannya adalah :

    SNI 06-2548-1991 Metode Pengujian Diameter Luar

    Pipa PVC untuk Air Minum dengan

    Jangka Sorong.

    SNI 06-2549-1991 Metode Pengujian Kekuatan

    Pipa PVC untuk Air Minum

    terhadap Hidrostatik.

    SNI 06-2550-1991 Metode Pengujian Ketebalan

    Dinding Pipa PVC untuk Air

    Minum.

    SNI 06-2551-1991 Metode Pengujian Bentuk dan

    Sifat Tampak Pipa PVC untuk Air

    Minum

    SNI 06-2552-1991 Metode Pengambilan Contoh Uji

    Pipa PVC untuk Air Minum

    SNI 06-2553-1991 Metode Pengujian Perubahan

    Panjang Pipa PVC untuk Air Minum

    dengan Uji Tungku

    SNI 06-2554-1991 Metode Pengujian Ketahanan

    Pipa PVC untuk Air Minum

    terhadap Metilen Khlorida

    SNI 06-2555-1991 Metode Pengujian Kadar PVC

    pada Pipa PVC Air Minum

    dengan THF

    SNI 06-2556-1991 Metode Pengujian Diameter Luar

    Pipa PVC untuk Air Minum dengan

    Pita Meter

    SNI 06-2558-1991 Spesifikasi Simbol Gambar Sistem

    Penyediaan Air dan Sistem

    Drainase di dalam tanah.

    SNI 03-6419-2000 Spesifikasi Pipa PVC bertekanan

    berdiameter 110 - 315 mm untuk

    Air Bersih.

    SK SNI S-20-1990-03 Spesifikasi Pipa PVC untuk Air

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 5

    Spesifikasi Teknis

    Minum

    RSNIT-17-2004 Tata Cara Pengadaan,

    Pemasangan dan Pengujian Pipa

    PVC untuk Penyediaan Air Minum.

    3.1.1.3 Kelas

    Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of

    Quantity), yang digunakan adalah jenis pipa PVC dengan

    tekanan nominal 10 kg/cm2 menurut standard SHI yang berlaku

    dan mempunyai panjang efektif 6 meter.

    Ketebalan minimum dinding pipa dan outside diameter

    mengikuti tabel berikut :

    Tabel 5.1 Diameter Luar Pipa Polyvinyl Chloride (PVC)

    Nominal

    Diameter

    ( mm )

    Rata-rata

    Diameter Luar

    ( mm ) 50 63 65 75 80 90 100 110 125 140 150 160

    200 200 250 250 300 315

    Tabel 5.2 Diameter Luar dan Ketebalan Dinding Pipa Polyvinyl Chloride (PVC)

    Nominal Diameter

    ( mm )

    Seri Pipa

    Tebal Dinding Nominal (mm)

    S 10 S12,5

    50 2.4 2.0

    75 3.6 2.9

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 6

    Spesifikasi Teknis

    90 4.3 3.5 110 5.3 4.2 125 6.0 4.8

    160 7.7 6.2 200 9.6 7.7

    250 11.9 9.9

    315 15.0 12.1

    3.1.1.4 Sambungan

    1. Push On Rubber Ring Joint

    Kecuali ditentukan lain, sambungan harus dari jenis push-on

    rubber ring. Pipa tersebut harus mempunyai bell pada satu

    ujungnya dan polos pada ujung yang lain dibavel dengan

    sudut kurang lebih 15 derajat. Pipa harus diberi tanda garis

    petunjuk pemasangan pada permukaan luarnya.

    Fitting harus dari jenis yang dispesifikasikan dan

    mempunyai ujung jenis beil.

    2. Sleeve Coupling

    Sleeve coupling dan adaptor harus didesain khusus untuk

    penyambungan pipa PVC dan cocok dengan diameter luar

    pipa PVC.

    3. Ring Karet dan Gasket

    Ring karet yang digunakan untuk sambungan push-on dan

    gasket untuk penyambungan mekanikal fitting dari ductile

    iron atau besi tuang dan untuk sambungan flange harus dari

    styrene butadiene rubber atau karet sintetis lain yang tepat

    untuk pipa air minum.

    4. Sambungan Solvent Cement

    Kecuali ditentukan lain, pipa PVC dengan diameter nominal

    40 mm dan lebih kecil dapat disambung dengan

    menggunakan pelarut sebagai perekat sesuai dengan

    standar pabrik. Bila digunakan sambungan solven cement

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 7

    Spesifikasi Teknis

    ini, Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan solvent

    cement sesuai dengan rekomendasi pabrik ditambah dengan

    imbuhan 10%.

    5. Sambungan tersebut harus mampu menahan resultante

    pergerakan memanjang akibat dari perubahan suhu pipa

    sebesar 50C tanpa mengganggu kekedapan terhadap air.

    6. Adaptor

    Adaptor harus terbuat dari ductile iron atau dari besi tuang

    dan terdiri atas flange pada satu ujungnya dan socket (atau

    bell) pada sambungan fleksibel baik dengan mekanikal

    maupun push-on.

    7. Fitting

    Fitting sambungan harus sesuai dengan standar SNI-0084-

    1987 dan bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan

    (Bill of Quantity) maka sistem sambungan menggunakan

    sistem rubber ring joint.

    Semua fitting direncanakan mempunyai tekanan kerja 1.23

    mpa (12.4 kg/cm2)

    Kecuali ditentukan lain, semua fitting harus dari jenis

    injection molded atau heat process (pencetakan atau

    proses panas) dan didesain dengan karakteristik dan

    kekuatan yang sama dengan pipa yang disambung.

    Bila fitting yang dispesifikasikan bukan terbuat dari PVC maka

    harus dari besi tuang ductile (Ductile Cost Iron). Bell and Flange

    yang dispesifikasikan harus mempunyai flange pada satu

    ujungnya dan push-on bell satu sambungan jenis mekanikal

    pada ujung yang lain. Tee dengan cabang flange, jika

    dispesifikasikan, harus berupa ujung-ujung dengan push-on dan

    ujung pipa cabang dengan flange. Permukaan luar fitting

    tersebut harus dilapisi lapisan pelindung dari bahan bitumen,

    yaitu coal tar atau aspheltic base, yang mempunyai ketebalan

    kering tidak kurang dari 0,3 mm. Permukaan dalam dari fitting

    tersebut harus dilapisi epoxy atau coal tar epoxy yang dipakai

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 8

    Spesifikasi Teknis

    untuk lining harus dari bahan yang tepat untuk pipa air minum

    dan dilengkapi sertifikati dari instansi yang berwenang (pblic

    health authorities).

    Baut dan mur yang akan dipakai untuk flange dan sambungan

    mekanikal harus dari baja yang digalvanis.

    3.1.1.5 Pengujian "Quality Assurance" (Jaminan Kualitas)

    Pengujian quality assurance sesuai dengan persyaratan berikut

    harus cukup mewakili unit yang disuplai sesuai kontrak.

    Pengguna harus diijinkan untuk mengunjungi tempat pembuatan

    untuk menyaksikan test/pengujian tersebut.

    3.1.1.6 Pengujian Tekanan Hidrostatis

    Pengujian tekanan harus dilakukan pada semua pipa dan fitting

    dan memenuhi standar SNI 06-2549-1991.

    Setiap pipa harus diuji untuk dapat menahan tekanan pengujian

    hidrostatis pada tekanan paling sedikit 42 N/mm1

    3.1.1.7 Pengujian Lain

    Pengujian lainnya seperti flattering test, toksisitas, tekanan

    terus menerus dan lain-lain harus dilakukan sesuai dengan

    standar yang berlaku.

    3.1.1.8 Valve

    1. Umum

    Penyedia Jasa Pengadaan harus melengkapi valve

    sesuai dengan yang dibutuhkan dan menurut standar

    yang disetujui. Seluruh valve sesuai dengan ukuran

    yang disebutkan dan bila mungkin dari jenis atau

    model yang sama dan dikeluarkan oleh satu pabrik.

    Seluruh valve pada badan bagian luar harus tercetak

    asli dari pabrik dan dicor dengan huruf timbul yang

    dapat menunjukkan :

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 9

    Spesifikasi Teknis

    Nama pemilik proyek

    Nama atau Merk Dagang Pembuatnya

    Tahun pembuatan (97 berarti 1997)

    Tekanan kerja

    Diameter nominal

    Arah panah aliran bila valve tersebut digunakan satu

    aliran

    Valve dengan diameter lebih kecil 50 mm tersebut

    dari brass/kuningan, bila tidak disebutkan lain,

    kecuali untuk handwheel tersebut dari besi tuang

    atau besi tempa atau jenis sambungan dari

    sambungan ulir.

    Ulir valve harus sesuai dengan ISO 7/1 "Pipa threads

    where pressure tight joint are made in the thread"

    Valve dengan diameter 50 mm keatas menggunakan

    sambungan sistem dengan flange dan terbuat dari

    cast iron/besi tuang.

    Ketebalan flange harus ditentukan berdasarkan

    tekanan kerja seperti yang dispesifikasikan dan sesuai

    dengan standard internasional yang diakui. Penyedia

    Jasa Pengadaan harus menyerahkan perhitungan

    desain atas permintaan Pengguna Barang.

    Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of

    Quantity) maka seluruh Valve harus dibuat khusus

    untuk menerima tekanan kerja minimal 10 bar dan

    untuk flange harus mempunyai dimensi sesuai dengan

    standard ISO 2531.

    Seluruh unit yang beroperasi harus didesain untuk

    pembukaan berlawanan arah jarum jam dan searah

    jarum jam untuk penutupan. Tanda panah harus

    tertera untuk menunjukkan arah rotasi untuk

    membuka atau menutup valve.

    Semua lubang/bukaan sambungan pipa harus ditutup

    untuk mencegah masuknya benda-benda asing,

    Harga penawaran valve sudah termasuk perlengkapan

    untuk penyambungan seperti gasket, mur, baut dan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 10

    Spesifikasi Teknis

    ring untuk satu sisi flange dengan imbuhan 10%.

    Besar dan ukuran perlengkapan tersebut disesuaikan

    dengan spesifikasi teknis dari flange valve, mur, baut

    dan ring dikirim dalam keadaan bukan material bekas

    dan sudah tergalvanis dengan merata dan baik.

    Ketebalan gasket minimal 3 mm terbuat dari karet

    sintetis.

    Petunjuk pengoperasian valve harus disertakan

    seperti maksimum force pada hardwheel, engkol

    (crank), T-bar dan perlengkapan lain sehingga tidak

    menimbulkan kesulitan pada operator. Penyedia Jasa

    Pengadaan harus menyertakan besarnya maksimum

    torque yang dibutuhkan untuk setiap valve yang

    dikirim.

    Coating seluruh permukaan logam seperti badan

    valve, flange, surface box dan lain-lain yang

    terkontak dengan air bersih atau tanah harus dilapisi

    dengan non toxic coalter epoxy, enamel, bitumen

    atau bahan lain yang sama dan disetujui oleh Direktur

    Pengawas.

    Permukaan harus bersih, kering dan bebas dari

    kotoran sebelum digunakan. Coating dengan cara

    penyemprotan harus dilakukan di pabrik. Ketebalan

    minimum coating setelah kering + 400 microns (16

    mils). Material yang berkontak dengan air harus harus

    dari jenis non toxic sedangkan bahan yang dapat larut

    tidak boleh digunakan.

    Petunjuk operasi (operating manual) harus disediakan

    sebanyak 6 (enam) set untuk setiap jenis valve dan

    perlengkapannya dan dalam bahasa Indonesia.

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyertakan

    sertifikat dari pabrik yang menerangkan bahwa setiap

    valve telah memenuhi persyaratan yang diminta

    dalam spesifikasi ini.

    2. Gate Valve

    Bila tidak disebut dalam Volume Pekerjaan (Bill of

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 11

    Spesifikasi Teknis

    Quantity), maka gate valve yang ditawarkan adalah

    gate valve dari jenis "Non Rising Stem".

    Valve harus memenuhi standar "Gate Valve for Water

    and Other Liquids" (AWWA C 500) atau standar

    internasional lain yang sama atau yang lebih tinggi

    kualitasnya dan didesain khusus untuk tekanan kerja

    Penawaran gate valve adalah berikut hand wheel

    harus dilengkapi dengan kunci T (Tee Key) minimal

    satu buah dan maksimum saw untuk sebap 20 buah

    yang seukuran.

    Tee key tersebut diengkapi dengan pendongkel tutup

    surface boxlstreet cover dan terbuat dari baja ST 40

    yang telah digalvanis.

    Bila dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity)

    diperlukan extension spindle maka material tersebut

    terbuat dari baja ST 40 yang telah digalvanis.

    Harga penawaran extension spindle sudah termasuk

    potongan pipa PVC untuk melindungi extension

    spindle tersebut dari urugan tanah.

    Badan dari gate valve, hand wheel/cap terbuat dari

    besi tuang kelabu atau bahan dengan kualitas lebih

    tinggi.

    Badan gate valve harus terbuat dari besi (iron body)

    dengan dudukan dari logam perunggu, tangkai valve

    jenis non-rising dan dengan katup yang solid (solid

    wedge gate). Valve harus cocok untuk pemasangan

    dengan posisi tegak (vertikal mounting). Valve harus

    dirancang unluk saluran air yang bebas hambatan

    yang mempunyai diameter tidak kurang dari diameter

    nominal valve apabila dalam posisi terbuka.

    Stuffing box harus terbuat dari bahan yang sama

    dengan badan valve seperti telah dispesifikasikan

    diatas dan harus dalam posisi terbuka. Tinggi dari

    stuffing box tidak boleh kurang dari diameter valve.

    Packing pada stuffing box harus terbuat dari asbes

    atau bahan lain yang sesuai dan disetujui Pengguna

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 12

    Spesifikasi Teknis

    Barang. Packing dari hemp atau jute (rami) tidak

    boleh digunakan. 0-ring stem seal dapat digunakan

    atas persetujuan Pengguna Barang dan seal ini harus

    terdiri dari 2 (dua) buah 0-ring seal dan paling sedikit

    1 (satu) buah ditempatkan di atas stem-collar dan

    dapat dilakukan penggantian dalam keadaan tekanan

    kerja penuh dimana valvenya dalam posisi terbuka

    penuh.

    Stem terbuat dari perunggu atau stainless steel.

    Body seat ring dan disk seat ring terbuat dari

    kuningan atau perunggu.

    Surface box untuk valve yang ditanam terbuat dari

    grey cast iron, rata dan tahan terhadap kerusakan

    yang diakibatkan oleh beban lalu lintas yang padat.

    Tutup harus disertakan pada surface box tersebut dan

    diberi cetakan "................................" pada

    bagian atasnya.

    Joint antara tutup dengan badan tidak berupa engsel

    melainkan dihubungkan dengan baut. Ukuran surface

    box disesuaikan dengan masing-masing dimensi valve

    dan sudah dicoating dengan anti karat.

    Semua valve, kecuali ditentukan lain, harus

    dilengkapi dengan mur (wrench nuts).

    3. Katup Udara (Air Release Valve)

    Katup udara harus dapat beroperasi secara otomatis

    dan mengikuti hal-hal sebagai berikut:

    a. dapat melepaskan udara selama pengaliran air

    dalam pipa.

    b. dapat memasukkan udara selama penggelontoran.

    c. dapat melepaskan udara bila ada udara yang

    terjebak dalam pipa.

    d. dapat mencegah penutupan yang dini bila udara

    sedang dilepaskan,

    e. aman terhadap vakum.

    Seluruh air valve dengan standard flange JIS-B2213.

    Setiap valve lengkap dengan mur, baut, ring dan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 13

    Spesifikasi Teknis

    dudukan (stool). Ukuran sesuai dengan yang diberikan

    pada uraian pekerjaan.

    Badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron

    dan pelampung dari ebonit, stainlees steel atau

    Acrynolitrie Butediene Steel.

    Seluruh bagian yang bergerak terbuat dari stainlees

    steel, bronze atau ABS.

    Valve harus diuji dengan tekanan sebesar 1 bar diatas

    tekanan kerja dan tidak menunjukkan gejala

    kebocoran.

    Juga tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum

    0,1 bar.

    Penyedia barang harus menyediakan katup penutup

    (isolating valve) secara terpisah untuk setiap katup

    udara dengan jenis kupu-kupu (butterfly valve)

    dengan spesifikasi sebagai berikut:

    a. Setiap badan valve terbuat dari cast iron atau

    ductile iron dengan rubber seal, disc, valve shaft

    dan peralatan mekanisme operasional yang

    mengikuti 'Standards for Rubber Seated Butterfly

    Valves (AWWA Designation C 504) atau standard

    Internasional lain yang disetujui yang sama atau

    leblh tinggi kualitasnya dari yang disebutkan.

    b. Setiap piringan (valve disc) harus dapat berputar

    dengan sudut 90 dari posisi terbuka penuh

    sampai tertutup. Sumbu perputaran valve harus

    horizontal.

    c. Mekanisme operasional harus terkait pada badan

    valve dan sesuai dengan standard AWWA C 504,

    d. Setiap mekanisme operasional harus dapat

    dilepas untuk pengawasan dan perbaikan,

    e. Mekanisme operasional untuk pengoperasian

    valve secara manual harus dapat mengunci

    sendiri sehingga tangga aliran air atau vibrasi

    tidak mengakibatkan piringan berpindah dari

    tempatnya semula.

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 14

    Spesifikasi Teknis

    f. Setiap valve didesain untuk tekanan melintang

    pada piringan {bila tertutup rapat) sama dengan

    rate tekanan pada pipa.

    g. Seluruh valve harus mengikuti Spesifikasi ini dan

    harus dapat membuka atau menutup bila tidak

    dioperasikan dalam periode yang lama.

    h. Badan valve dan flange terbuat dari cast iron dan

    mengikuti "Specification for Grey Iron Casting for

    Valves, Flanges and Pipe Fittings kelas B(ASTM

    Designation A 126) alau ductile iron (ASTM 536).

    Flange harus mengikuti standard JIS-8 2213.

    Dudukan valve harus dapat menjaga valve pada

    posisi yang seharusnya.

    Tipe air valve harus sesuai dengan spesifikasi di

    bawah ini yang tergantung pada ukuran pipa yang

    dipasang.

    Tabel 5.3 Tipe Air Valve Berdasarkan Ukuran Pipa

    Ukuran Pipa (mm)

    Tipe Air Valve Diameter Nominal Air Valve (mm)

    300 dan lebih kecil

    350 dan lebih

    besar

    Tipe dengan orifice

    kecil / tunggal

    Tipe dengan dua

    Orifice atau

    kombinasi

    25 mm dan lebih

    kecil

    75 mm dan lebih

    besar

    1). Tipe air valve dengan lubang/orifice kecil

    Air valve dengan lubang kecil didesain untuk

    pengoperasian secara otomatis yang akan

    mengeluarkan udara yang terakumulasi

    bertekanan pada saat aliran air dalam penuh.

    2). Tipe air valve dengan dua lubang atau

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 15

    Spesifikasi Teknis

    kombinasi

    Air valve dengan dua lubang atau

    kombinasi didesain untuk dioperasikan

    secara otomatis, sehingga akan :

    a. Terbuka pada kondisi bertekanan

    kurang dari tekanan atmosfer, dan

    menampung banyak udara selama

    operasi pengurasan saluran pipa.

    b. Mengeluarkan banyak udara dan

    menutup, pada saat air dalam kondisi

    tekanan rendah, mengisi badan valve

    selama operasi pengisian.

    c. Tidak menutup aliran pada kondisi

    kecepatan pembuangan udara tinggi, dan

    d. Mengeluarkan akumulasi udara

    bertekanan pada kondisi aliran air penuh

    dalam pipa.

    4. Ball Valve

    Auxiliary valve yang untuk tipe air valve dengan lubang

    tunggal kecil disebut ball valve. Ball valve memiliki dua

    lubang atau tipe kombinasi. Valve ini dikondisikan untuk

    tekanan kerja sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) dan

    memiliki ujung flange. Ball valve harus merupakan tipe

    non-lubricated dan terbuat dari bahan cast iron untuk

    badan valve dan bola, stainless steel dengan

    dudukan/bantalan. Dudukan/bantalan harus diberi

    penguat dari teflon dan mudah diganti dilapangan tanpa

    menggunakan alat khusus. Tangkai/stem harus dibuat dari

    stainless steel. Teflon penguat digunakan untuk packing

    stem yang mudah diatur dan mudah diganti tanpa

    memindahkan valve dari jalur pipa pada saat kondisi

    normal. Setiap valve harus dilengkapi dengan kunci dari

    ductile cast iron pada tiap operasi.

    5. Plug Valve

    Plug valve harus non-lubricated, plug dengan tipe resilient

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 16

    Spesifikasi Teknis

    faced eccentric dengan badan valve yang terbuat dari cast

    iron. Plug cast iron berpegas harus dilapisi dengan

    chloroprene (neoprene) agar dapat kedap dari gelembung

    air. Valve juga dilengkapi dengan heavy duty

    prelubricated bearing dari stainless steel atau perunggu.

    Tutup stem/tangkai terbuat dari karet cincin "0" atau

    multiple

    Buna - N Packing Rings. Pada saat packing ring digunakan,

    packing gland harus dapat dipasang tanpa harus

    melepaskan bagian valve.

    6. Check Valve

    Penyedia barang harus menyediakan check valve jenis

    Swing Check Valve / KlepTabok dengan sambungan

    flange.

    Bagian atasnya tertutup dengan flange buta (blank-

    flange) yang dapat dibuka sewaktu-waktu bila

    diperlukan.

    Pada bagian luar badan check valve harus terdapat

    cap (tercetak) yang dapat menunjukkan merk, atau

    dari pabrik mana yang membuatnya, besarnya

    diameter, tekanan kerja, dan arah aliran air.

    Badan tutup atas dan cakram dari badan check valve

    terbuat dari besi tuang.

    Kedudukan untuk cakram terbuat dari Neophrene

    Synthetic Rubber yang berkualitas baik.

    Tekanan kerja dari check valve mampu menahan 10

    kg/cm2.

    Check valve harus didesain sedemikian rupa sehingga

    piringan, dudukan, dudukan cincin dan bagian-bagian

    dalam lainnya yang mungkin perlu untuk perbaikan

    harus mudah diambil, mudah dipindahkan dan mudah

    diganti tanpa menggunakan peralatan khusus atau

    harus memindahkan valve dari jalurnya.

    Valve harus cocok untuk pengoperasian dalam posisi

    horizontal atau vertikal dengan aliran keatas dan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 17

    Spesifikasi Teknis

    ketika terbuka penuh valve harus mempunyai daerah

    aliran bersih (a net-flow area) tidak kurang dari luas

    diameter nominal pipa dan ujung flange.

    7. Gate Valve Perunggu (Bronze)

    Gate valve perunggu harus didesain dan dibuat sesuai

    dengan JIS B 2011 atau ketentuan lain yang disetujui.

    Tekanan kerja besarya 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2). Valve

    harus dilengkapi dengan roda pemutar dan ujung

    berulir (sekrup).

    Valve dengan ukuran 80 mm atau lebih kecil

    mempunyai badan yang terbuat dari perunggu, sekrup

    bonnet (topi sekrup), gate valve memiliki solid wedge

    (baji), sekrup dalam dan tangkai pengungkit.

    Badan valve harus merupakan cetakan perunggu yang

    mengacu pada JIS H 5111, kelas 6 atau cetakan

    perunggu dengan daya rentang tidak kurang dari 196

    N/mm2 (20 kg/m2). Piringan terbuat dari perunggu

    cetakan sesuai spesifikasi di atas atau dari kuningan

    yang mengacu pada AS H 3250, kelas C 3711 atau dari

    tembaga yang mempunyai daya rentang tidak kurang

    dari 314 N/mm2 (32 kg/m2). Stem/tangkai harus

    terbuat dari tembaga sesuai spesifikasi di atas.

    3.1.2 Pengadaan Pipa Baja dan Perlengkapannya

    3.1.2.1 Umum

    Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk

    menerima tekanan kerja minimum sebesar 0.98 Mpa (10.0

    kg/cm2) kecuali ditentukan lain.

    Referensi

    Standar lain yang digunakan adalah :

    SNI 07-0068-1987 Pipa Baja untuk konstruksi umum,

    mutu dan cara uji.

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 18

    Spesifikasi Teknis

    SNI 0039-1987 Pipa Baja Bergalvanis

    SNI 07-0242-1989 Pipa Baja tanpa kambuh, mutu dan

    cara uji.

    SNI 07-0822-1989 Baja Karbon strip canai panas untuk

    pipa.

    SNI 07-1338-1989 Baja karbon tempa.

    SNI 07-0949-1991 Pipa Baja coal-tar enamel lapis

    lindung bagian luar

    SNI 07-1769-1990 Penyambung pipa air minum

    bertekanan dari besi yang kelabu.

    SNI 07-1969-1991 Pipa air minum bertekanan besi

    tuang kelabu, penyambung.

    SNI 07-2255-1991 Pipa Baja saluran air.

    SNI 07-2195-1991 Permukaan pipa flens, dimensi.

    SNI 07-2196-1991 Flensa pipa, toleransi dimensi.

    SNI 07-3080-1991 Pipa spigot dan socket dari besi

    tuang modular untuk jaringan pipa

    bertekanan, bagian 2.

    SNI 07-3025-1992 Persyaratan las- Ketentuan Umum,

    Persyaratan servis untuk sambungan

    las.

    SNI 07-3026-1992 Las, untuk pertimbangan untuk

    menjamin mutu struktur las.

    SNI 07-3027-1992 Faktor-faktor yang harus di

    pertimbangkan dalam penilaian

    perusahaan yang menggunakan las

    sebagai cara utama pabrikasi.

    SNI 07- 3078-1992 Flensa logam - flensa besi tuang.

    SNI 07-3073-1992 Penyambung pipa baja tanpa pasuan

    berulir.

    SNI 07-6398-2000 Tata cara pelapisan epoksi cair

    untuk bagian dalam dan luar pada

    pelapisan air dari baja

    SNI 07-3360-1994 Penyambung pipa baja & baja

    paduan dengan las tumpu.

    SII 2527-90 Water Supply Steel Pipe

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 19

    Spesifikasi Teknis

    ISO 7/1 Pipe Threads Where Pressuretight

    Joins are Made on The Threads

    ISO 1459 Metalic creating - Protection Against

    Corrosion by Hot Dip Galvanzing

    Guilding Principles

    ISO 1461 Metalic Coating Hot-Dip Galvanized

    Coating on Fabricated Ferrous

    Products Requirements

    ASTM A 283F Flow and Intermediate tensile

    Strenght Carbon Steel Plates, Shapes

    and Bars

    ASTM A 570 Steel, Sheet and Strip, Carbon, Hot

    Rolled Structural Quality

    AWWA C 200 Steel Water Pipe 6 Inches and Larger

    AWWA C 203 Coal-Tar Protective Coatings and

    Linings for Steel Water Pipelines

    Enamel and Tape Hot Applied

    AWWA C 205 Cement Mortar Protective Lining

    and Coating for Steel Water Pipe 4

    Inches and Larger Shop Applied

    AWWA C 208 Dimensions for Steel Water Pipe

    Fittings.

    AWWA Manual M11 Stell Pipe Design and Installation

    WWA C 210 Liquid Epoxy Coating System for he

    Interior and Exterior Steel Water

    Pipe.

    JISG 3101 Rolled Steel for General Structure.

    JIS G 3452 Carbon Steel Pipes for Ordinary

    Piping

    JIS G 3457 Arc Welded Carbon Steel Pipe.

    JIS 8 2311 Steel Butt-Welding Pipe Fitting for

    Ordinary Use.

    JISG 3451 Fitting of Coating Steel Pipes for

    Water Service.

    JIS G 550 Spheroidal Graphite Iron Castings

    JIS G 5702 Blackheart Malleable Iron Castings

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 20

    Spesifikasi Teknis

    JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine

    Structures Purposes

    JIS G 3454 Carbon Steel Pipes for Pressure

    Service

    JIS K 6353 Rubber Goods Pipes for Water

    Works.

    3.1.2.2 Pipa Baja dan Fitting

    1. Material dan Fabrikasi

    Pipa baja/steel harus dibuat dari pelat atau lembaran baja

    dan sambungannya menggunakan pengelasan tumpul (arc-

    welded) atau pengelasan listrik, dikerjakan di pabrik, dites

    dan dibersihkan.

    Lembaran atau pelat-pelat baja harus mempunyai batas

    keruntuhan minimum tidak kurang dari 226 N/mm2 (2300

    kg/cm2) dan harus memenuhi standard berikut :

    SNI 07-0949-1989 Pelat baja carbon untuk uap dan

    bejana tekan.

    SNI 07-0822-1989 Baja karbon strip canai panas untuk

    pipa

    SNI 07-1338-1989 Baja karbon tempa.

    ASTMA283, Grade D

    ASTMA570, Grade 33

    JISG 3101, Class 2

    JISG 3452, SGP

    JIS G 3457, STPY

    Fabrikasi pipa baja harus sesuai dengan AWWA C 200 atau

    SNI-07-0822-1989 atau Sll 2527-90 atau JIS G 3452 dan JIS G

    3457. Ketebalan dan lebar pengelasan harus cukup merata

    pada seluruh panjang pipa dan dibuat secara otomatis,

    kecuali atas persetujuan Pengguna Barang boleh dilakukan

    pengelasan manual dengan prosedur yang sesuai oleh

    tukang yang berpengalaman.

    Semua sambungan memanjang atau spiral dan sambungan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 21

    Spesifikasi Teknis

    las keliling yang dibuat dipabrik harus dengan pengelasan

    sudut (butt welded). Banyaknya pengelasan pabrik

    maksimum yang diizinkan adalah satu pengelasan

    memanjang dan tiga pengelasan keliling untuk setiap

    batang pipa. Panjang setiap batang pipa adalah 6 (enam)

    meter atau kurang, kecuali ditentukan lain.

    Pengelasan memanjang harus dipasang berselang-seling

    pada sisi yang berlawanan untuk bagian yang berurutan.

    Tidak diizinkan adanya ring, pelat ataupun pelana (saddle)

    penguat baik pada bagian luar maupun pada bagian dalam

    pipa.

    2. Dimensi Pipa

    Kecuali ditentukan lain, pipa dengan ukuran diameter

    nominal berikut ini harus mempunyai ukuran diameter luar

    dan ketebalan dinding minimum sebelum dilapisi pelindung

    dalam dan luar sebagai berikut:

    Tabel 5.4 Diameter Luar dan Ketebalan Dinding Pipa Baja

    Diameter

    Nominal

    Diameter Luar

    (mm)

    Ketebalan Dinding

    Minimum (mm) 100 114.3 4.5 150 168.3 5.0 200

    250

    219.1

    273.0

    5.8

    6.6 300 323.8 6.9 350 355.6 6,0 400

    406.4

    6.0

    3. Fitting

    Semua fitting baja/steel harus dari bahan yang sama dan

    difabrikasi sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pada

    Bagian 3.2 dan harus didisain dengan kekuatan yang sama

    dengan pipanya. Ring penguat atau saddle penguat dapat

    dipasang pada bagian luar bilamana perlu, sesuai dengan

    AWWA Manual M11 atau standar pembuatan yang dapat

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 22

    Spesifikasi Teknis

    disetujui. Ketebalan dinding minimum dan diameter luar

    dinding fitting harus sesuai dengan persyaratan yang

    dispesifikasikan dalam Bagian 3.2 dan standar berikut ini:

    Fitting dengan diameter 125 mm atau lebih kecil : JIS

    B 2311

    Fitting dengan diameter 150 mm atau lebih besar : JIS

    B 2311 (sampai dengan 500 mm) dan JIS G 3451. atau

    AWWA C 208.

    "Bend" yang mempunyai sudut defleksi sebesar 22.5 derajat

    dan lebih kecil harus terdiri dari dua potongan bend. Bend

    yang mempunyai sudut defleksi lebih besar dari 22.5

    derajat sampai dengan 45 derajat harus difabrikasi dengan

    menggunakan tiga potongan bend. Bend yang mempunyai

    sudut defleksi lebih besar dari 45 derajat harus terdiri dari

    empat potongan bend.

    3.1.2.3 Coating dan Linning (Lapisan Pelindung Luar dan Dalam)

    1. Proteksi Bagian Luar

    a. Pemasangan Bawah Tanah

    Permukaan luar pipa dan fitting untuk pemasangan di

    bawah tanah harus dilapisi coal tar enamel dan dibalut

    dengan bonded double asbestos felt sebagaimana

    dispesifikasikan pada Appendix A, Sec. A1.2 dalam

    AWWA C 203. Lapisan primer dan coal tar enamel

    adalah sebagai berikut;

    Primer : Type B sesuai dengan bagian

    A.2.4 dari AWWA C.203

    Coal Tar Enamel : Type I sesuai dengan bagian

    A.25. Table 1 dari AWWA

    C203.

    Konstruksi dari proteksi luar seperti diuraikan di atas

    harus terdiri dari berikut ini:

    Primer, Type B yang dispesifikasikan di atas

    Coal Tar enamel, Type I yang dispesifikasikan di

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 23

    Spesifikasi Teknis

    atas, ketebalan lapisan kering 2,4 mm +/- 0,8 mm.

    Bonded asbestos felt

    Coal tar enamel, Type I sama seperti di atas, tebal

    kering lapisan 0,8 mm minimum.

    Bonded asbestos felt; dan

    Satu lapisan water resistant whitewash

    Sistem pelindung luar lainnya yang menjamin kualitas

    yang sama atau lebih dari pada yang dispesifikasikan di

    atas dapat diterima atas persetujuan Engineer tetapi

    segala sistem proteksi yang menggunakan polyethylene

    tape tidak diperkenankan.

    b. Pemasangan di Atas Tanah

    Semua pipa dan fitting yang akan digunakan sebagai

    jembatan dan terpapar di luar/dapat terlihat langsung,

    harus dicat di pabrik dengan lapisan primer dan lapisan

    pertama (first coat) yang sesuai dengan susunan

    berikut ini :

    Persiapan permukaan : SSPC-SP-6 atau SP-3

    Primer: Etchin primer, ketebalan minimum lapisan

    kering 20 mikron.

    Lapisan pertama : Read lead atau lead suboxide

    primer, ketebalan lapisan kering 35 mikron.

    Persiapan permukaan harus dilakukan sesuai dengan

    yang diisyaratkan oleh Steel Structure Painting Council,

    USA dan kelas yang disebutkan di atas, Primer dan

    Etching Primer, Class 2.

    Lapisan pertama harus sesuai dengan JIS K 5622, Read

    Lead Anticorrosive Paint, Class 1 atau JIS K 5623, Lead-

    Suboxide Anticorrosive Paint, Class 1 atau sesuai

    dengan persetujuan Pengguna Barang.

    3.1.2.4 Lapisan Pelindung Dalam

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 24

    Spesifikasi Teknis

    1. Umum

    Semua pipa dan fitting untuk pemasangan dibawah tanah

    harus diberi lapisan dalam dan adukan semen (cement

    mortar) atau epoxy atau coal tar epoxy sesuai dengan

    AWWA C.210. Semua jalur pipa diatas tanah harus

    menggunakan epoxy atau coal tar epoxy sebagai lapisan

    dalam sesuai dengan AWWA C.210.

    Semua bahan lapisan pelindung luar dan dalam yang kontak

    langsung dengan air bersih harus dilengkapi lengan

    sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan

    masyarakat yang berwenang untuk penggunaan pada air

    minum. Penyedia Jasa Pengadaan harus menyerahkan

    sertifikat cat yang menjamin persyaratan untuk saluran air

    minum.

    2. Lapisan Adukan Semen (Cement Mortar Lining)

    Lapisan adukan semen harus sesuai dengan AWWA C.205

    atau standar internasional lainnya yang disetujui dengan

    kualitas yang sama atau lebih tinggi dari pada standar yang

    telah disebutkan diatas.

    Lapisan adukan semen tersebut harus mempunyai ketebalan

    yang sama kecuali pada sambungan atau pada bagian

    dinding pipa yang terputus. Ujung dari lapisan harus

    dibiarkan menyudut dan lurus kearah sumbu memanjang

    pipa. Ketebalan lapisan harus mengikuti tabel dibawah ini.

    Tabel 5.5 Ketebalan Cement Mortar Lining

    ( mm ) Ketebalan

    Lining ( m )

    Toleransi untuk ujung pipa

    100 sampai 250

    300 sampai 600

    6

    8

    -1.6 to + 3.2

    - 1.6 to + 3.2

    3. Sistem Lapisan Epoxy Atau Coal Tar Epoxy

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 25

    Spesifikasi Teknis

    Sistem pelapisan dengan epoxy dan coal tar epoxy harus

    sesuai dengan AWWA C.210 dan dilaksanakan di pabrik.

    Sistem tersebut terdiri dari sebagai berikut:

    a. Sistem pelapisan dengan epoxy

    i. Satu lapisan liquid two part chemically cured rust inhibitive epoxy primer

    ii. Satu lapisan atau lebih liquid two part epoxy finish coat yang tidak mengandung coal tar.

    b. Sistem pelapisan dengan coal tar epoxy

    i. Satu lapisan liquid two part chemically cured rust inhibitive epoxy primer

    ii. Dua lapisan dari two part coal tar epoxy finish coat. Primer dan finish coat harus berasal dari pabrik yang sama.

    Sistem pelapisan epoxy ini dapat juga terdiri dari dua atau lebih

    lapisan dengan epoxy yang sama tanpa menggunakan primer

    tersendiri. Sistem altematif ini harus memenuhi persyaratan

    AWWA C.210 dan lapisan pertama dan sistem altematif ini

    dianggap sebagai lapisan primer.

    Ketebalan lapisan kering total dari kedua sistem pelapisan tidak

    boleh kurang dari 400 mikron dan lebih kecil dari 600 mikron.

    3.1.2.5 Pelapisan Coating dan Lining Pada Ujung Pipa

    1. Ujung Rata / Datar

    Spesifikasi pelapisan/coating harus dikupas/cutback

    sebesar 370 mm, Lining yang sesuai spesifikasi diperpanjang

    sampai ujung pipa. Ujung pipa dan permukaan luar, lebih

    dari 370 mm dari ujung pipa harus di cat dengan epoxy atau

    coal tar epoxy seperti yang dispesifikasikan pada bagian

    7.3.1. Proteksi Bagian Luar.

    Plat baja ringan (mild steel) dari sambungan ikatan

    (bonding terminal) pada ujung datar harus dibuat pada

    seperti digambarkan. Untuk proteksi katodik yang dipasang

    pada perpipaan air bersih dari baja yang ditanam dalam

    tanah. Ukuran dari plat adalah panjang 50 mm, lebar 30

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 26

    Spesifikasi Teknis

    mm dan ketebalan 5 mm.

    2. Ujung Bevel

    Lining dan coating harus dikupas/cutback seperti

    dispesifikasikan di bawah ini :

    Tabel 5.6 Spesifikasi Lining dan Coating

    Nominal

    (mm)

    Cutback

    Coating

    Cutback

    Tar Epoxy

    (mm)

    Lining

    Mortar

    (mm)

    80 350

    400 - 700

    100

    150

    80

    80

    3 1

    3 1

    Bagian yang dikupas harus dicat dengan primer seperti

    dispesifikasikan pada sub bagian sebelumnya. Detail dari

    coating dan lining pada ujung bevel.

    3. Ujung Flange

    Untuk ujung flange tidak perlu pengupasan lining atau

    coating. Seluruh permukaan dari flens harus dicat dengan

    epoxy atau coal tar epoxy seperti dispesifikasikan pada

    7.3.1 Proteksi Bagian Luar, Bagian 7.3.2 Lapisan Pelindung

    Luar dan Lapisan Dalam.

    4. Coating dan Lining Untuk Pipa-Pipa Khusus dan Fitting

    Semua bagian luar dan bagian dalam permukaan dari pipa

    dan fitting khusus berikut ini harus dicat dengan epoxy atau

    coal tar epoxy seperti dispesifikasikan pada bagian 7.3.1

    Proteksi Bagian Luar, Bagian 7.3.2 Lapisan Pelindung Luar

    dan Lapisan Dalam (Coating dan Lining) ;

    Double Flange Short Piece digunakan untuk air valve assembly

    Short Piece digunakan untuk valve assembly Flange dan spigot digunakan untuk valve assembly Blank Flange

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 27

    Spesifikasi Teknis

    5. Lapisan Pelindung Sambungan

    a. Umum

    Lapisan pelindung luar pada sambungan digunakan

    sebagai proteksi terhadap korosi pada semua

    sambungan pipa dengan pengelasan di lapangan dan

    tertanam di dalam tanah dan harus diselubungi oleh

    lembaran yang tahan panas-susut (heat shrinkable

    sleeve or sheet).

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan lapisan

    sambungan (coal) sesuai dengan spesifikasi dan

    memasukkannya kedalam Bill of Quantity. Bahan

    lapisan sambungan kulit ini harus mencukupi untuk

    menutup permukaan yang harus dilindungi dan

    memasukkan tambahan (allowance) 20 %. Penyedia

    Jasa Pengadaan harus menyerahkan perincian dari

    volume bahan tersebut.

    b. Selubung atau Lembaran Tahan Panas-Susut (Heat

    Shrinkable Sleeve Or Sheet)

    Selubung atau lembaran bahan tahan panas-susut harus

    terdiri dari lapisan luar dan dalam. Lapisan luar

    menggunakan cross linked polyethylene dan lapisan

    dalam butyl rubber based adhesive.

    Panjang selubung tersebut tidak boleh kurang dari 600

    mm dan ketebalan lapisan minimum luar dan lapisan

    dalam sebelum susut adalah sebagai berikut:

    Tabel 5.7 Ketebalan Minimum Lapisan Luar dan Lapisan

    Dalam Pipa

    Diameter Pipa (mm)

    Ketebalan Minimum Lapisan Dalam

    (mm)

    KetebaLan Minimum dan Lapisan Luar

    (mm) < = 350

    400

    0.6

    0.9

    0.6

    0.6

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 28

    Spesifikasi Teknis

    450

    1.2

    0.6

    Karakteristik fisik tapisan luar dan lapisan dalam

    adalah sebagai berikut :

    Karakteristik Fisik Lapisan Luar

    Spesific gravity (min) : 0.91 (JIS K 112)

    Kekuatan Tarik :

    - circumferential (Min, N/mm2) : 17.7 (JIS K 6760)

    - axial (Min., N/mm2) : 14.7 (JIS K 6760)

    Elongasi :

    - circumferential (Min.,N/mm2): 250 (JIS K 6760)

    - axial (Min.,N/mm2) : 500 (JIS K 6760)

    Identification hardness

    (Min.,Shore D) : 43 (JIS K 72150)

    Dielectric Strenght

    (Min., kV/mm) : 30 (JIS K6911)

    Volume Resistivity

    (Min., Ohm-cm) :1x10^14 (JISK6911)

    Shrinkage*

    - circumferential (Min.,N/mm2) : 40

    - circumferential (Min.,N/mm2) : 8

    Catatan : (.,) menunjukkan standard dari metoda

    pengetesan yang diterapkan Pada 200

    derajad celcius untuk 20 menit.

    Kriteria Fisik Lapisan Dalam

    Spesific Grafity (Min) : 1.0 (JIS K

    7112)

    Consistency (Max) : 80 (JIS K 2220)

    Softening Point (Min degrees C) : 60 (JIS K 2207)

    Penetration (Max) : 90 (JIS K 2207)

    Catatan : (.,) memperlihatkan standard dari metoda

    pengetesan yang diterapkan.

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 29

    Spesifikasi Teknis

    Penyedia barang harus menyediakan 6 (enam) set

    perlengkapan heat-shrink flame. Setiap set

    perlengkapan ini terdiri dari pembakar dengan nozzle,

    bak sebelum pembakaran dan stop valve, three-layer

    heavy duty hose, pengatur tekanan gas dengan

    pengukur tekanan dan lain sebagainya. Tiga (3) set

    tambahan dari pembakar dan pengatur tekanan gas

    harus juga disediakan.

    6. Pengecatan Tanda (Marking)

    Semua pipa baja/steel dan fitting harus diberi tanda

    (marking) dengan jelas pada bagian tengahnya. Bahan cat

    tersebut harus dari long oil alkyd resin seperti berikut ini

    atau dari mutu yang setara.

    P.T. Dimet Indonesia VYGARD 260

    ICI ICI SUPER

    P.T. ICI Paint Indonesia STRUCTURE FINISH

    NIPPON PAINT BODELAC 9000

    P.T. Nippon Paint Indonesia ALKYD RESIN

    7. Perlindungan Korosi Petrolatum (Petrolatum Corrosion

    Protection Tope)

    Perlindungan Korosi petrolatum harus dari Denso tape

    untuk perlindungan korosi dan harus terbuat dari kain tidak

    beranyam dari fiber sintetis yang menyerap dengan

    kandungan petrolatum, anorgenik tak aktif dan pengisi

    organik, serta pengawet organik. Bahan ini harus didesain

    untuk perlindungan korosi tinggi dan tahan lama dengan

    mengikat adhesif, insulasi elektris, insulasi air, tahan

    cuaca, tahan kimia, anti mikroorganisme dan lain - lain.

    Setelah petrolatum pelindung korosi digunakan,

    permukaannya harus dilindungi dengan pita pembungkus

    kecuali ditentukan lain. Pita pembungkus harus berupa PVC

    adhesif atau material lain yang disetujui oleh Pengguna

    Barang. Pita pembungkus harus dari pabrik yang sama

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 30

    Spesifikasi Teknis

    dengan pelindung korosi petrolatum.

    8. Sambungan Fleksible dan Kopling

    a. Umum

    Semua sambungan fleksibel dan kopling didesain untuk

    tekanan kerja maksimum sebesar 0.98 Mpa (10.0

    kg/cm2) kecuali ditentukan lain.

    b. Referensi

    Yang dipakai sebagai referensi adalah standar-standar

    berikut:

    AWWA C 219 Bolted, Sleeve-Type Coupling for

    Plain-End Pipe

    JIS G 3101 Rolled Steel Pipes for Water Service

    JIS G 3443 Coating Steel Pipes for Water Service

    JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine

    Structure Purpose

    JIS G 3454 Carbon Steel Pipes for Pressure Service

    JIS G 5502 Spheroidal Graphite Iron Castings

    JIS G 5402 Blackheart Malleable Iron Castings

    JIS K 6353 Rubber Goods for Water Works Service

    3.1.2.6 Sambungan Fleksibel Mekanikal

    Sambungan mekanikal fleksibel didesain untuk menerima gaya

    atau kombinasi gaya-gaya yang terjadi akibat pemuaian dan

    penyusutan, shear deflection, distorsi dan gaya-gaya lain pada

    jalur pipa.

    Sambungan mekanikal fleksibel harus setara dengan Closer

    Joint, Type CL-A yang diproduksi oleh Victaulic Company Japan

    Ltd, atau yang setara dan disetujui.

    1. Persyaratan Desain

    Sambungan mekanikal fleksibel harus didesain dan dibuat

    untuk memenuhi kondisi operasi sebagai berikut:

    a. Pembebanan dari 2 (dua) meter ketebalan tanah (earth

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 31

    Spesifikasi Teknis

    cover) dengan berat jenis 2.0 ton/m3 ditambah sebuah

    truk berat 20 ton.

    b. Lendutan geser minimum sebesar 100 mm.

    c. Persyaratan-persyaratan lain seperti di bawah ini:

    Tabel 5.8 Persyaratan Desain Sambungan Mekanikal Fleksibel Diameter

    Nominal

    (mm)

    Panjang

    Maksimum

    Peletakan

    Minimum

    Ekspansi yang

    Diizinkan

    Minimum

    Kontraksi yang

    Diizinkan 300 to 400

    500 a 600

    1600

    1700

    230

    270

    80

    80

    2. Bahan-Bahan dan Konstruksinya

    Sambungan fleksibel mekanikal terdiri dari slip pipes, pipa

    selubung, 2 (dua) ring karet dan housing (blok) dan lain

    lain, dan mempunyai flange pada kedua ujungnya.

    Setiap slip pipe merupakan tipe ring yang menerus dengan

    rangka penguat serta ujung flange. Slip pipes dan pipa

    selubung harus difabrikasikan dari lembaran atau pelat baja

    yang mempunyai batas keruntuhan sebesar 216 N/mm2

    (2200 kg/cm2), sesuai dengan JIS G 3101 Class, JIS G 3454

    STPG 370, atau yang setara.

    Rubber ring housing harus dibuat dari besi cor ductile sesuai

    dengan JIS G 5502 class 2 FCD 450, JIS G 5702 class 2 FCMB

    310 atau setara. Ring karet harus dari styrene butadiene

    rubber (SBR). Karet bekas tidak boleh digunakan.

    3. Coating.

    Semua permukaan luar sambungan mekanikal, kecuali

    ditentukan lain, harus dilapisi primer seperti ditentukan

    dalam 3.5 kecuali permukaan slip pipe yang kontak

    langsung dengan air pengecatannya harus dilakukan sesuai

    dengan yang dispesifikasikan disini. Semua permukaan luar

    dan dalam mechanical flexible joint harus dilapisi sistem

    epoxy atau sistem coal tar epoxy sesuai dengan spesifikasi

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 32

    Spesifikasi Teknis

    dalam 7.3.2.3

    3.1.2.7 Sleeve Coupling

    1. Umum

    Sleeve coupling harus menggunakan sleeve-type coupling

    yang dibaut untuk ujung pipa polos dan terdiri dari center

    sleeve, 2 (dua) buah gasket, 2 (dua) end ring, dan mur baut

    untuk pemasangan coupling. Semuanya harus didesain dan

    diproduksi sesuai dengan AWWA C.219 dan sesuai dengan

    standar pabrik serta mendapat persetujuan Pengguna

    Barang.

    2. Bahan-Bahan dan Konstruksinya

    a. Center Sleeve

    Center sleeve ini harus berukuran sesuai dengan ukuran

    pipa dan fitting yang digunakan dan terbuat dari

    carbon steel atau besi ductile atau malleable cast iron

    (besi tuang) yang sesuai dengan atau lebih tinggi dari

    persyaratan dibawah ini.

    Carbon Steel

    ASTM A 283 Grade C

    JISG 3101 Class 2

    BS4360 Grade 43 A

    DIN 17100 RST36

    Ductile Iron

    ASTM A 536 Grade 65-45-12

    JIS G 5502 Class 2 FCD 45

    BS 2789 Grade 420/12

    Malleable Cast Iron

    ASTM A 47 Grade 32510 or 35018

    JI5 C 57 02 Class 3 FCMB 340

    BS 6681 Grade B32-10 or W34-04

    DIN 1692 GTS 35 or GTS 4t

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 33

    Spesifikasi Teknis

    Panjang Center Sleeve harus memenuhi

    persyaratan berikut ini :

    Tabel 5.9 Panjang Center Sleeve

    Diameter Nominal Panjang Min. Center Sleeve 12.5 50

    65 250

    300 450

    89

    102

    127

    b. Gasket

    Gasket harus terbuat dari karet sintetis, styrene

    butadiene rubber (SBR) yang divulkanisir dicetak

    (molded) sesuai dengan standar JIS K 6353 atau nitrile

    butadiene rubber (NBR) atau ethylene propylene diene

    monometer (EPDM). Karet bekas tidak diperkenankan

    untuk digunakan.

    c. End Rings / Ring Ujung

    End rings harus dibuat dari carbon steel atau besi

    ductile atau besi tuang {malleable cast iron) yang

    memenuhi atau lebih tinggi dari standar berikut:

    Carbon Steel

    ASTMA 576 Grade 1020

    JISG 3101 Class 2

    BS 6681 Grade 43 A

    DIN 17100 RST36

    Ductile Iron dan Malleable Cast Iron

    Sama dengan standard yang telah dispesifikasikan

    pada bagian sebelumnya 7.5.2.a. Center Sleeve.

    d. Mur dan Baut

    Mur dan baut harus dibuat dari carbon steel yang

    memenuhi atau lebih tinggi dari persyaratan dari JIS G

    B101 Class 2.

    3.1.2.8 Lapisan Coating

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 34

    Spesifikasi Teknis

    a. Sarana di bawah tanah

    Permukaan luar dan dalam sleeve coupling harus dilapisi

    dengan special hot fusion bonded nylon coating yang

    memiliki ketebalan lapisan kering sebesar 150 mikron. Baut

    dan mur harus di galvanisir dan ditambah lapisan special

    nylon coating tersebut, sehingga ketebalan kering lapisan

    mencapai 75 mikron.

    b. Sarana di atas tanah

    Semua permukaan center sleeve harus dilapisi lapisan

    primer pada bagian luarnya dan sistem epoxy atau coal tar

    epoxy untuk pelapisan bagian dalamnya sesuai dengan yang

    ditentukan pada bagian 7.3.2.3. Semua permukaan end

    rings yang terlihat / terpapar harus dicat dengan lapisan

    primer seperti yang dispesifikasikan pada bagian 7.3.7.

    Semua mur dan baut harus dilapisi dengan lapisan galvanis.

    3.1.2.9 Special Sleeve Couplings

    1. Umum

    Special sleeve coupling harus didisain untuk penyambungan

    pipa berujung polos dari berbagai ukuran diameter luar

    dengan ukuran diameter nominalnya seperti diberikan

    dibawah ini, dan harus terdiri dari center sleeve, 2 (dua)

    buah end ring, 2 (dua) gasket serta mur dan baut untuk

    pemasangan coupling.

    Diameter luar yang diizinkan adalah sebagai berikut:

    Tabel 5.10 Diameter Luar dan Toleransinya

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 35

    Spesifikasi Teknis

    2. Konstruksi dan Bahan

    Center sleeve dan end ring harus dibuat dari malleable cast

    iron (besi tuang yang bisa ditempa) yang mengikuti standar

    JIS G 5702 Class 3 FCMB 340 atau BS 6681 Grade B32-10

    atau bahan lain yang disetujui oleh Pengguna Barang. Mur

    dan baut harus dibuat dari carbon steel yang memenuhi

    atau lebih tinggi dari standar JISG 3101 Class 2.

    Gasket harus terbuat dari karet sintetis, styrene butadiene

    rubber (SBR) yang di vulkanisir dicetak (molded) sesuai

    dengan standar JiS K 6353 atau nitrile butadiene rubber

    (NBR) atau ethylene propylene diene monometer (EPDM).

    Karet bekas tidak diperkenankan untuk digunakan.

    Mur dan baut harus terbuat dari carbon steel yang

    memenuhi atau lebih dari persyaratan JIS G 3101 class 2.

    Permukaan luar dan dalam dari special sleeve coupling

    harus dilapisi dengan special hotfusion bonded nylon

    coating yang mempunyai ketebalan kering lapisan minimum

    sebesar 150 mikron. Mur dan baut harus diberi pengerjaan

    akhir (finish) dengan lapisan galvanis ditambah special

    nylon coating tersebut yang mempunyai ketebalan kering

    lapisan minimum sebesar 70 mikron.

    3.1.2.10 Flange Insulasi

    Diameter Nominal

    {mm}

    Range diameter luar (mm)

    dan toleransinya (I) Min. - Max

    50

    80

    100

    150

    200

    250

    60.2 + 1.0 63.0 + 0.6

    88.9 + 1.0 98.0 + 2,2

    110.0 + 0.6 118.0 + 1.7

    160.0 + 0.6 170.0 + 1.2

    200.0 + 0.6 222.0 + 0.9

    250.0 + 0.6 273.0 + 0.7

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 36

    Spesifikasi Teknis

    Flange insulasi harus dipasang pada jalur pipa pada bagian dari

    jalur pipa yang bersebelahan dan terisolasi secara elektris, dan

    atau menyediakan alat untuk menjaga agar bagian yang

    bersebelahan pada potensial yang berbeda.

    Flange insulasi berkaitan dengan pengetesan tekanan hidrostatis

    yang dispesifikasikan untuk pipa. Ketahanan elektris diseberang

    sambungan insulasi tidak boleh kurang dari 50 megohms

    sebelum dan sesudah pekerjaan pengetesan hidrostatis.

    Range insulasi harus terdiri dari gasket dengan insulasi penuh

    baut serta mur yang diinsulasi oleh lapisan teflon dengan

    jumlah yang cukup, pembersih insulasi dan pencuci logam.

    Penyedia Jasa Pengadaan harus menyediakan pelindung korosi

    petrolatum dengan kuantitas yang cukup untuk digunakan pada

    semua Flange insula

    3.1.3 Pengadaan Pipa Polietilena dan Perlengkapannya

    3.1.3.1 Umum

    Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk

    menerima tekanan kerja minimum sebesar 0.98 Mpa (10.0

    kg/cm2) kecuali ditentukan lain.

    Referensi

    Standar lain yang digunakan adalah :

    SNI 06-4829-2005 Pipa polietilena untuk air minum

    SNI 19-6779-2002 Metoda pengujian perubahan

    panjang pipa Polietilena

    SNI 06-4821-1998 Metode pengujian dimensi pipa

    polietilena untuk air minum

    IS0 4427 : 1996 Polyethylene pipes for water

    supply spesifications

    ISO 6964-1986 Polyolefin pipes and fittings -

    Determination of carbon black

    content by calcinations pyrolysis

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 37

    Spesifikasi Teknis

    - Test method and basic

    spesification

    ISO /TR 10837- 1991 Determination of the thermal

    stability of polyetilene for us in

    gas pipes and fitting's

    ISO 11420 : 1996 Method for the assesment of the

    degree of carbon black

    dispersion in polyolefin pipes,

    fittings and compound's

    ISO 6259 71985 Pipe for polyethylene - Part 1 :

    Determination of tensile

    properties

    ISO 3126: 1974 Plastic pipe - measurement of

    dimension

    ISO 1167: 1996 Thermoplastic pipes for the

    conveyance of fluids resistance

    to internal pressure - Test

    Method

    ISO 1133 : 1991 Plastic - Determination of the

    melt mass - flow rate (MFR)

    and melt volume flow

    rate (MVR) of thermoplastics

    ISO 2505 -1-1994 Thermoplastics pipe -

    Longitudinal reversion - part 1

    determination methods

    ISO 3607: 19977/E Tolerances on outside

    diameters and wall

    thickenesses

    AS / NZS 4130 : 97 Polyethylene pipes for pressure

    aplication

    ASTM D 3350 1999 Standard spesification

    polyethylene plastics pipe and

    fittings material

    JIS 6762 - 1998 Double wall polyethylene pipes

    for water supply

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 38

    Spesifikasi Teknis

    3.1.3.2 Spesifikasi Teknis

    1. Ovalitas

    Ovalitas pipa di pabrik setelah ekstrusi namun sebelum

    digulung harus sesuai dengan kelas N. Kelas N :

    a. Untuk diameter luar nominal < 75, toleransi sama

    dengan (0,008dn + 1) mm, dibulatkan menjadi 0,1 mm,

    dengan angka minimum 1,2 mm

    b. Untuk diameter luar nominal > 75 tetapi < 250, toleransi

    sama dengan 0,02dn, dibulatkan menjadi 0,1 mm

    c. Untuk diameter luar nominal > 250, toleransi

    sama dengan 0,035dn, dibulatkan menjadi 0,1 mm

    Garis tengah minimum sebuah drum bagi pipa yang digulung

    harus 18 dn dan pipa jangan sampai menjadi kaku. Bagi

    pipa yang digulung, diperlukan peralatan untuk

    penggulungan ulang

    2. Panjang Pipa

    Panjang pipa bentuk batangan lurus atau gulungan tidak

    boleh kurang dari persetujuan antara pemasok dan

    pengguna barang dengan toleransi 0,05 m. Diameter drum

    gulungan minimum harus 18 x dn.

    3.1.3.3 Sifat Mekanik

    1. Ketahanan Hidrostatik

    Pipa harus memenuhi persyaratan uji hidrostatik yang

    diberikan sebagaimana tabel dibawah ini

    Tabel 5.11 Ketahanan Hidrostatik Pipa

    Jenis Bahan

    Tegangan uji (Mpa)

    100 jam

    pada 20 oC

    165 jam1)

    pada 80oC

    1000 jam

    pada 80 oC

    PE 100

    PE 80

    12.4

    9.0

    5.5

    4.6

    5.0

    4.0

    Catatan :

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 39

    Spesifikasi Teknis

    1) Hanya kegagalan rapuh yang diperhitungkan pecah karena

    rapuh (britte failure) pada kurang dari 165 jam adalah

    merupakan kegagalan. Jika pengujian dalaksanakan pada

    165 jam ternyata gagal dalam bentuk kenyal (ductile), uji

    ulang supaya dilaksanakan pada tegangan yang lebih

    rendah. Tegangan uji yang baru, dan waktu kegagalan

    minimum yang baru supaya dipilih sebagaimana tabel

    dibawah

    Tabel 5.12 Ketahanan Hidrostatik Pada Kekuatan Suhu 80C Kebutuhan Uji Ulang

    PE 80 PE 100

    Tegangan Mpa

    Waktu kegagalan Min. (jam)

    Tegangan Mpa

    Waktu Kegagalan

    Min. (jam)

    4.6

    4.5

    4.4

    4.3

    4.2

    4.1

    4.0

    165

    219

    283

    394

    533

    727

    1000

    5.5

    5.4

    5.3

    5.2

    5.1

    5.0

    165

    233

    332

    476

    688

    1000

    2. Kuat Tarik

    Nilai kuat tarik minimum harus 20 Mpa dan perpanjangan

    minimum harus 400 %, bila diuji pada suhu 20C

    3.1.3.4 Sifat Fisik

    1. Stabilitas Panas

    Waktu induksi untuk pengujian contoh yang diambil dari

    pipa PE minimum harus 20 menit jika diuji pada suhu

    200C. Contoh yang diuji supaya diambil dari permukaan

    sebelah dalam pipa

    Nilai Perubahan Arah Panjang

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 40

    Spesifikasi Teknis

    Nilai perubahan arah panjang maksimum 3 %

    3.1.3.5 Dimensi Pipa

    1. Ketebalan Pipa

    Ketebalan diameter luar pipa harus mengacu kepada SNI

    06-4829-2005 tentang pipa polietilena untuk air minum

    2. Bahan Baku Pipa

    Bahan baku yang digunakan untuk membuat pipa

    polietilena, harus merupakan bahan baku yang menyatakan

    layak digunakan untuk air minum yang dikeluarkan oleh

    pemasok bahan baku, hal tersebut dibuktikan dengan

    Certificate Badan Independen BODYCOTE

    3.1.3.6 Sambungan

    Penyambungan pipa dapat dilakukan dengan cara pemanasan

    yaitu dengan menggunakan Butt Fusion dan sambungan

    Elektrofusion, atau dengan Mechanical Joint.

    Penyambungan dengan menggunakan Butt Fusion dilakukan

    untuk pipa dengan diameter mulai dari 63 mm dengan

    ketebalan minimum 4,7 mm dengan SDR 13,6. Penyambungan

    dengan Mechanical Joint direkomendasikan untuk pipa dengan

    diameter 20 - 110 mm. Sedangkan dengan penyambungan

    dengan elektrofusion dapat digunakan untuk semua ukuran

    pipa.

    3.1.3.7 Pengujian Pipa

    Acuan normatif untuk pengujian pipa polietilena adalah SNI 06-

    2552-1991 tentang metoda pengambilan contoh uji pipa PVC

    untuk air minum dan SNI 06-4821-1998 tentang metode

    pengujian dimensi pipa polietilena untuk air minum.

    3.1.3.8 Penandaan Pipa

    Penandaan pada batang pipa, sekurang-kurangnya

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 41

    Spesifikasi Teknis

    mencantumkan :

    Nama pabrik pembuat atau merek dagang

    Dimensi luar pipa

    Tekanan kerja nominal

    Jenis material yang digunakan

    Seri pipa

    Tanggal produksi

    3.1.4 Pengadaan Pipa Ductile dan Perlengkapannya

    3.1.4.1 Umum

    Referensi

    Standar yang digunakan adalah :

    ISO 2531

    BS 4772

    3.1.4.2 Spesifikasi Teknis

    1. Ketebalan Dinding Pipa

    Tabel 5.13 Ketebalan Dinding Pipa Ductile

    NOMINAL

    DIAMETER

    KETEBALAN DINDING PIPA (mm)

    K = 9 K = 12 K = 14

    80 6.0 7.0 8.1 100 6.1 7.2 8.4 150 6.3 7.8 9.1 200 6.4 8.4 9.8 250 6.8 9.0 10.5 300 7.2 9.6 11.2 350 7.7 10.2 11.9 400 8.1 10.8 12.6 450 8.6 11.4 13.3 500 9.0 12.0 14.0 600 9.9 13.2 15.4 700 10.8 14.4 16.8 800 M, 15.6 18.2 900 12.6 16.8 19.6 1000 13.5 18.0 21.0 1200 15.3 20.4 23.8 1400 17.1 22.8 26.6

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 42

    Spesifikasi Teknis

    1600 18.9 25.2 29.4 1800 20.7 27.6 32.2 2000 22.5 30.0 35.0

    Catatan :

    K = 9, untuk pipa

    K = 12, untuk elbows

    K = 14, untuk tees

    2. Panjang Pipa

    Tabel 5.14 Panjang Pipa Ductile

    NOMINAL DIAMETER

    PANJANG PIPA (m)

    80

    4-6

    100

    4-6

    150

    4-6

    200

    4-6

    250

    4-6

    300

    4-6

    350

    4-6

    400

    4-6

    450

    4-6

    500

    4-6

    600

    4-6

    700 4-6

    800 4-6

    900 4-6

    1000 4-6

    1200 4-6

    1400 4-6

    1600 4-6

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 43

    Spesifikasi Teknis

    1800 4-6

    2000 4-6

    I

    3.1.4.3 Tekanan Hidrostatic

    Tabel 5.15 Tekanan Hidrostatic

    DIAMETER

    PIPA

    FITTING

    DN 80 - DN 300

    50 bar

    25 bar

    DN 350 - DN 600

    40 bar

    16 bar

    DN700 - DN 1000

    32 bar

    10 bar

    DN 1100- DN 2000

    25 bar

    10 bar

    3.1.4.4 Sistem Penyambungan

    Sistem penyambungan pipa ductile, dapat dilakukan dengan

    cara-cara, sebagai berikut :

    a. Push on joint

    b. Mechanical joint

    c. Locking joint

    3.2. PERSIAPAN PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA

    3.2.1 Lingkup Pekerjaan

    Kontraktor harus menyediakan peralatan pekerjaan sementara, tenaga

    kerja, dan bahan serta memobilisasikan yang diperlukan untuk

    menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan cara yang baik, termasuk

    sambungan ke pipa induk yang ada, pengujian, penggelontoran (flushing),

    desinfeksi jalur pipa dan semua pekerjaan yang diperlukan untuk

    penyelesaian pemasangan pipa sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam

    spesifikasi teknis ini.

    Jika ada pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi teknis ini

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 44

    Spesifikasi Teknis

    akan dilakukan sesuai dengan cara yang telah digunakan untuk bidang

    teknis yang besangkutan di Indonesia dan menurut perintah direksi.

    Data hasil penyelidikan tanah yang telah dilakukan untuk lokasi jembatan

    pipa atau daerah sekitarnya disimpan oleh pemilik dan kontraktor akan

    diijinkan dan menelitinya di kantor proyek.

    Semua penjelasan dalam persayaratan teknis ini khususnya yang bersifat

    teknis selalu berpedoman pada standar yang umum dipakai di indonesia.

    Semua standar yang digunakan, menggunakan Standar Nasional Indonesia

    (SNI). Dalam hal belum diatur dalam SNI, standar yang digunakan merujuk

    kepada :

    AISI : American Iron and Steel Institute

    ANSI : American National Standards Institute

    API : American Petrolium Institute

    ASTM : American Society of Testing Material

    AWWA : American Water Works Association

    DIN : Deutsche Institut fur Norming

    IEC : International Electrotecnical Commision

    ISO : International for Standardization Organization

    JIS : Japanese Industrial Standard

    KIWA : Dutch Institute for the Testing of Water Supply Material

    NEMA : National Electrical Manufactures's Assosiation

    PBI 71 : Peraturan Beton Indonesia tahun 1971

    SNI : Standar Nasional Indonesia

    3.2.2 Penyerahan Gambar Kerja dan Gambar Pelaksanaan

    Jadwal pekerjaan dan gambar kerja harus diserahkan untuk disetujui oleh

    direksi sebelum pekerjaan dimulai

    Kontraktor harus membuat gambar pelaksanaan (as-built) yang digambar

    dengan skala yang sama dengan skala gambar perencanaan. Gambar

    pelaksanaan tersebut harus diserahkan selama pekerjaan berlangsung

    maupun setelah penyelesaian pekerjaan.

    Gambar tersebut harus memperlihatkan semua perlengkapan pipa

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 45

    Spesifikasi Teknis

    (fitting/accessories) perubahan lain seperti pada arah jalur pipa, ruang

    valve (katup), lubang kontrol (manholes) ukuran pipa atau sejenisnya.

    Kesemuanya harus diperlihatkan dengan adanya pengikatan terhadap

    muka tanah pada bangunan permanen.

    3.2.3 Tanda Papan Nama

    Kontraktor harus menyediakan memasang dan memelihara sejumlah tanda

    atau papan nama yang diperlukan sebagaimana yang diperintahkan oleh

    direksi.

    Tanda atau papan nama tersebut nama pemilik dan kontraktor; nama

    proyek; dan juga lokasi yang menunjukan jalur pemasangan pipa dengan

    perkiraan lama pekerjaan dan juga perubahan arus lalu lintas dan

    sebagainya, semuanya dimaksud sebagai informasi kepada masyarakat

    luas.

    Papan nama harus dipasang di tempat yang telah ditentukan oleh direksi.

    Pada saat penyelesaian pekerjaan papan nama tersebut harus

    disingkirkan.

    3.2.4 Rambu-Rambu Lalu Lintas

    Dimana yang dipandang perlu, kontraktor harus menyediakan rambu-

    rambu (tanda-tanda) untuk keperluan lalu lintas yang dilewati. Rambu-

    rambu tersebut harus jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas.

    Bila pekerjaan harus memotong/menyeberangi jalan yang sibuk,

    kontraktor harus melaksanakan secara bertahap dan apabila perlu

    dikerjakan pada malam hari.

    Biaya yang diperlukan untuk keperluan-keperluan tersebut, diatas harus

    sudah termasuk dalam kontrak.

    3.2.5 Sumber Tenaga dan Penerangan

    Kontraktor harus menyediakan semua peralatan dan melakukan

    pengaturan untuk pemakaian tenaga listrik serta penerangan yang perlu

    bagi pelaksanaan pekerjaan. Harus tersedia cukup penerangan sehingga

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 46

    Spesifikasi Teknis

    semua pekerjaan dapat dilakukan secara wajar bila keadaan kurang cukup

    sinar matahari atau/pada saat malam hari.

    3.2.6 Trase dan Elevasi Pipa

    3.2.6.1 Biaya Pemeriksaan Pekerjaan Pemasangan Pipa

    Instansi yang berwenang atau direksi, akan memeriksa trase dan

    elevasi (ketinggian) jalur pipa pada gambar dan akan mematok

    (stake out) trase tersebut di lapangan. Kontraktor harus

    membayar sejumlah biaya untuk pemeriksaan dan pematokan

    tersebut kepada instansi yang berwenang.

    3.2.6.2 Tanggung Jawab Kontraktor

    Kontraktor harus bertanggungb jawab agar persyaratan dasar

    untuk pipa induk diletakan dan dipasang pada jalur dan

    ketinggian yang ditetapkan dan dengan fitting, valve dan

    saluran pembuang pada lokasi yang ditentukan. Untuk maksud

    ini, kontraktor harus diminta membuat patok pekerjaan atau

    titik referensi atas biaya kontraktor sendiri.

    3.2.6.3 Penyimpangan Akibat Bangunan Lain

    Apabila ditemukan hambatan yang tidak terlihat dalam rencana

    dan mempengaruhi pekerjaan sedemikian rupa, sehingga

    diperlukan perubahan rencana, maka pemilik berhak untuk

    merubah rencana tersebut. Jika menurut direksi terjadi

    perubahan dalam rencana, yang menyebabkan perubahan

    volume pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor, maka

    perubahan volume pekerjaan tersebut akan dikerjakan sesuai

    dengan pasal yang berkaitan dengan hal tersebut dalam

    persyaratan umum.

    3.2.6.4 Kedalaman Pipa

    Semua pipa harus dipasang pada kedalaman tanah sebagaimana

    yang telah ditentukan atau sebagaimana diminta direksi.

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 47

    Spesifikasi Teknis

    3.2.7 Jalan Sementara

    3.2.7.1 Umum

    Dalam hal jalan sementara harus dibuat sepanjang jalur pipa

    sesuai dengan kontrak, kontraktor harus melakukan tindakan

    sebagaimana penjelasan dibawah ini. Kontraktor harus

    menyelidiki keadaan tanah sepanjang jalur, pekerasan, jalan

    sementara dan mengumpulkan data atau informasi tentang

    kondisi daerah tersebut pada musim kemarau dan musim

    penghujan. Dengan dasar informasi yang diperoleh tersebut,

    kontraktor harus memulai pengukuran topografi berdasarkan

    gambar perencanaan dan berada dibawah pengarahan direksi.

    Pekerjaan pembuatan jalan sementara harus mencakup

    pekerjaan sebagai berikut :

    a. Pengukuran topografi sepanjang bentang trase pipa yang

    melalui pipa tersebut. Survey ditujukan untuk menetapkan

    lokasi tepat trase jalur pipa. Kontraktor harus

    memperhatikan saran dan arahan dari instansi yang

    berwenang atau direksi, karena trase mungkin telah

    ditetapkan berdasarkan Rencana Tata Kota.

    b. Pekerjaan persiapan seperti pelebaran jalan lokal yang ada,

    pembongkaran dinding, pengamanan, kompensasi dan

    pekerjaan lain yang diperlukan harus dilaksanakan sebelum

    dimulainya pekerjaan pemasangan pipa.

    Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja yang diperlukan,

    peralatan dan bahan untuk membuat jatan sementara

    sebagaimana telah ditentukan.

    3.2.7.2 Pembuatan Jalan Sementara

    Pembuatan jalan sementara apabila menurut direksi diperlukan,

    harus dilakukan atau diatur dengan baik sebagai berikut:

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 48

    Spesifikasi Teknis

    a. Bila tidak ditetapkan lain oleh direksi, pengupasan muka

    tanah yang ada dengan kedalaman tidak kurang 0,3 m

    dan lebar disesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai

    petunjuk direksi.

    b. Tanah bawah jalan (sub grade) terdiri dari lapisan tanah

    "tanah merah atau yang sejenis sesuai persetujuan

    direksi" yang dipadatkan dengan baik dengan ketebalan

    minimum 0,5 m.

    c. Lapisan bawah dasar (sub base course) terdiri dari lapisan

    agregat yang dipadatkan dengan baik dengan ketebalan

    minimum 0,2 m dan juga diisi dengan kerikil.

    d. Perkerasan permukaan yang terbuat dari kerikil pasir

    dengan ketebalan minimum tidak kurang 0,1 m dipadatkan

    dan dirawat dengan baik sampai selesainya pekerjaan.

    Jika diperlukan perbaikan, kontraktor harus bertanggung

    jawab terhadap biaya perbaikan tersebut.

    3.2.7.3 Pekerjaan Perbaikan Kembali

    Setelah penyelesaian pemasangan pipa, bila diperintahkan oleh

    direksi, jalan sementara tersebut harus dibongkar dan

    dikembalikan seperti keadaan semula.

    Semua bahan yang tersisa harus dibuang, lapisan tanah atas

    harus dikembalikan menutup lokasi pekerjaan semula

    Semua bangunan yang rusak dan utilitas yang ada harus

    diperbaiki secara memadai, sampai serupa keadaan semula.

    3.2.8 Pembangunan Kantor Sementara dan Gudang Milik

    Kontraktor

    Kontraktor harus menyediakan kantor sementara dan gudang yang akan

    digunakan sendiri oleh kontraktor agar diperoleh kelancaran dalam

    pelaksanaan pekerjaan. Kantor sementara digunakan untuk pengelolaan

    yang baik, membangun dan mengawasi pekerjaan sesuai dengan kontrak

    dan gudang sementara kontraktor untuk penyimpanan alat, mesin dan

    bahan lainnya menyangkup material penyambung (jointing material).

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 49

    Spesifikasi Teknis

    Kontraktor harus menempatkan dan memilih lokasi-lokasi untuk kantor

    dan/atau gudang dan memberi tahu pemilik untuk persetujuannya.

    Kecuali ditetapkan lain oleh direksi.

    Sebelum dimulainya pembangunan kantor sementara dan gudang

    tersebut, kontraktor harus menyerahkan desain untuk memperoleh

    persetujuan direksi.

    3.2.8.1 Kantor Sementara Kontraktor

    Kantor harus memiliki ruangan yang cukup dilengkapi dengan

    perabot kantor, ruang rapat dan ruangan kerja untuk direksi dan

    stafnya.

    Kontraktor harus menyimpan paling sedikit satu set dokumen

    kontrak, jadwal pelaksanaan dan data-data terkait dengan

    kontrak dan gambar kerja dan/atau gambar pelaksanaan. Kantor

    harus dilengkapi dengan :

    a. Fasilitas air bersih dan penerangan yang memadai

    b. Kamar kecil dan tanki septik dengan bidang resapannya

    3.2.8.2 Gudang sementara Kontraktor

    Kontraktor harus mengatur gudang sementara dengan atap yang

    memadai untuk melindunginya dari hujan dan dengan peralatan

    pengatur sirkulasi udara. Lantai gudang harus bebas dari

    rembesan air tanah dan sekiling gudang dijaga dari kemungkinan

    pencurian dan kerusakan selama periode pelaksanaan

    pembangunan.

    3.3. PEKERJAAN TANAH DAN PERBAIKAN KEMBALI PERMUKAAN

    3.3.1 Umum

    Dalam bagian ini, kontraktor harus menyediakan peralatan, tenaga kerja,

    peralatan dan bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh

    pekerjaan dengan cara yang baik untuk bangunan dan jalur pipa, yang

    mencakup kegiatan atau hal seperti pembongkaran; penggalian;

    penimbunan; pembongkaran bahan pengurugan kembali; pemilihan bahan

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 50

    Spesifikasi Teknis

    untuk pengurugan dan pelapisan dasar; penurapan dan penopangan;

    peralatan, pemindahan pagar dan perbaikan kembali; cara perlindungan

    lokasi; perbaikan permukaan; lubang pengujian (test pit); akomodasi lalu

    lintas dan pemeliharaan perkerasan; perlindungan harta benda; bangunan

    yang ada dan lansekap dan semua peralatan kerja sesuai dengan dokumen

    kontrak dan memungkinkan diperintahkan oleh direksi

    3.3.2 Pembersihan dan Pengupasan

    Jalur pipa harus dibersihkan dan dikupas sebelum melakukan penggalian

    atau melakukan pengurugan.

    Pembersihan dan pengupasan berupa memberihkan akar-akar, tonggak,

    tumbuhan, perkerasan, jalur pejalan kaki dan hambatan apapun di

    permukaan yang perlu disingkirkan secara permanen atau untuk

    sementara waktu dan semua itu terdapat di area yang akan digali.

    Tidak boleh ada pohon yang ditebang, dirusak, atau diganggu oleh

    kontraktor tanpa persetujuan direksi.

    Semua kotoran, buangan, tumbuhan dan bahan bongkaran seluruhnya

    harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan dan dibuang oleh kontraktor

    dengan cara yang baik, kecuali bagi bahan atau bangunan yang akan

    disingkirkan untuk sementara waktu dan nantinya akan dipasang dan

    diperbaiki kembali seperti semula.

    Bahan maupun bangunan yang disingkirkan untuk sementara waktu dan

    nantinya akan dipasang dan diperbaiki kembali harus dijaga dan disimpan

    dengan baik.

    3.3.3 Pengeringan (Dewatering)

    Kontraktor harus menyediakan dan memelihara cara dan peralatan

    pengeringan serta membuang air yang masuk ke lubang galian maupun

    pada bagian pekerjaan lainnya dengan cara yang baik.

    Semua galian harus tetap dalam keadaan kering dan tidak ada bahan

    pondasi, pipa atau beton yang diletakan dalam air kecuali dengan

    persetujuan direksi.

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 51

    Spesifikasi Teknis

    Air harus dibuang sedemikian rupa sehingga terhindar kerusakan harta

    benda dan gangguan terhadap rnasyarakat luas dan lingkungan sekitarnya.

    Jika kontraktor memilih membuat saluran bawah pembuang, hal ini harus

    mendapat persetujuan direksi terlebih dahulu.

    Pemasangan rambu-rambu pengaman pada galian atau lokasi yang

    membahayakan atau yang lalu lintasnya padat harus dipasang rambu-

    rambu pengaman yang mudah dilihat dan terbaca dengan jelas.

    3.3.4 Penggalian Lapisan Bawah Permukaan (Sub Surface) dan Lubang

    Pengujian (Test Pit)

    Kontraktor harus memberi tanda pada galian dan parit persiapan sehingga

    lokasi tepat bangunan bawah tanah dapat ditentukan.

    Kontraktor harus bertanggung jawab bagi perbaikan bangunan tersebut

    bila pecah atau rusak karena kelalaiannya.

    Apabila, menurut pemikiran direksi perlu mencari dan menggali untuk

    menetapkan bangunan bawah tanah yang ada, kontraktor harus

    melakukan pencarian tersebut atas biayanya sendiri dan menurut

    petunjuk direksi.

    Bila diperintahkan oleh direksi untuk tujuan penyelidikan keadaan tanah,

    kontraktor harus menggali lubang pengujian setiap 50 m sepanjang jalur

    pipa, kecuali jika ditentukan lain oleh direksi. Disamping itu kontraktor

    harus menggali lubang pengujian yang cukup untuk menetapkan tempat

    utilitas bawah tanah bila hal itu memang diperlukan untuk membuat

    konstruksi khusus dalam melintasi utilitas tersebut.

    Lubang pengujian ini akan digali dengan tangan (manual) dan dalam jarak

    yang cukup di depan jalur pipa sehingga kemajuan pemasangan pipa tidak

    terhambat.

    3.3.5 Penggalian Permukaan dan Perbaikan

    3.3.5.1 Umum

    Sebelum penggalian, kontraktor harus menyingkirkan semua

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 52

    Spesifikasi Teknis

    benda permukaan, menyimpan, menjaga mencadangkan bahan

    tersebut dengan baik yang nantinya mungkin diperlukan untuk

    perbaikan kembali daerah yang terkena pekerjaan.

    Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender atau segera setelah

    pengujian pipa sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi,

    semua permukaan yang terkena pekerjaan kontraktor pada alur

    penggalian dan pada daerah kerja lainnya harus diperbaiki

    kembali seperti keadaan semula, atau dalam keadaan yang lebih

    baik. Setelah perbaikan kembali, kontraktor harus memeriksa

    secara bulanan cekungan yang terjadi sepanjang jalur penggalian

    akibat penurunan, dan hal ini harus diperbaiki sampai pada

    ketinggian semula.

    3.3.5.2 Daerah Lansekap / Pertamanan

    Pada daerah lansekap yang ada, kontraktor harus menyingkirkan

    semua benda pemukaan, menyimpan, menjaga dengan baik

    pohon kecil, pagar tanaman, semak belukar atau bagian lansekap

    yang mungkin dapat rusak selama pemasangan jalur pipa, untuk

    perbaikan kembali daerah tersebut nantinya.

    Pohon besar sebaiknya jangan ditebang selama pemasangan pipa.

    Bila keadaan menuntut penebangan pohon untuk pemasangan

    pipa, kontraktornya sebelumnya harus mendapatkan ijin pohon

    dari pemitik atau instansi terkait yang memeliharanya dan

    melaoporkannya pada direksi.

    Semua biaya yang diperlukan untuk penebangan pohon termasuk

    biaya kompensasi ditanggung oleh kontraktor sendiri.

    3.3.5.3 Daerah Berumput

    Lapisan atas atau lempung, bilamana ditemukan harus ditimbun

    secara terpisah dari bahan galiannya, dan nantinya dikembalikan

    ke tempat semula pada kedalaman terpadatkan yang sama

    dengan kondisi semula.

    Lempeng rumput di daerah berumput yang akan terkena galian,

  • Kajian Teknis Pembuatan Gambar Teknis dan Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM 3 - 53

    Spesifikasi Teknis

    atau yang akan rusak karena terkena peralatan, harus

    disingkirkan, dijaga/dipelihara selama berlangsungnya pekerjaan

    konstruksi dan diletakan kembali setelah penyelesaian urugan.

    Bilamana karena pekerjaan kontraktor, tenah berumput menjadi

    rusak untuk diletakan kembali seperti semula, kontraktor harus

    menyediakan dan menempatkan tanah berumput baru atau

    dengan cara lain, memupuk, menyiangi, dan memelihara area

    tersebut sampai didapatkan tunas baru.

    3.3.5.4 Daerah Berbatu

    Pada daerah yang berbatu, kontraktor harus menyediakan

    peralatan yang sesuai untuk menggalinya. Bila tidak mungkin

    untu