sp blok 7kk

Click here to load reader

Post on 05-Jan-2016

222 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fqwefaefvasv

TRANSCRIPT

BAB I

Sistem PernafasanMartyn Pangestu102008019Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jalan Arjuna Utara No. 6, Jakarta 11510

Email : [email protected] 2012

Volume statis paru-paru

Volume tidal (VT) = jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernafas pada saat istirahat. Volume tidal normal bagi 350-400 ml.

Volume residu (RV) = jumlah gas yang tersisa di paru-paru setelah menghembuskan nafas secara maksimal atau ekspirasi paksa. Nilai normalnya adalah 1200 ml.

Kapasitas vital (VC) = jumlah gas yang dapat diekspirasi setelah inspirasi secara maksimal. VC = VT + IRV + ERV (seharusnya 80 % TLC) Besarnya adalah 4800 ml.

Kapasitas total paru-paru (TLC) = yaitu jumlah total udara yang dapat dimasukkan ke dlm paru-paru setelah inspirasimaksimal. TLC = VT + IRV + ERV + RV. Besarnya adalah 6000 ml.y, dll.

Kapasitas residu fungsional (FRC) = jumlah gas yang tertinggal di paru-paru setelah ekspirasi volume tidal normal. FRC = ERV + RV. Besarnya berkisar 2400 ml.

Kapasitas inspirasi (IC) = jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasi setelah ekspirasi normal. IC = VT + IRV. Nilai normalnya sekitar 3600 ml.

Volume cadangan inspirasi (IRV) = jumlah udara yang dapat diinspirasi secara paksa sesudah inspirasi volume tidal normal

Volume cadangan ekspirasi (ERV) = jumlah udara yang dapat diekspirasi secara paksa sesudah ekspirasi volume tidal normalKapasitas dan volume statis paru

3 Pemeriksaan fisik paru normalPemeriksaan fisik paru dibedakan menjadi 4:1. Inspeksi adalah cara memeriksa dengan melihat dan mengamati bagian tubuh pasien yang diperiksa.Inspeksi (mengamati)=>dada (thorax)Inspeksi (bentuk thorax ( mulai dari warna kulit (kuning langsat / sawo matang) ( melihat adakah benjolan,gelembung dan luka (papila mamae(simetri terletak di midclavicula intercostalis 4) ( (jenis pernapasan (abdominothorakal / thorakoabdominal)(pergerakan thorax (simetri,statis dan dinamis)(sela iga(normal) 4 .2. Palpasi adalah identifikasi ada/tidaknya nyeri tekan. Pada pemeriksaan fremitus(mengatakan 77)dilakukan pada ke dua sisi thorax dan bandingkan antara kanan dan kiri 4.3. Perkusi adalah pemeriksaan dengan cara mengetuk (normal akan berbunyi sonor) 4.4. Auskultasi adalah pemeriksaan penting mendengar suara napas dengan stetoskop.Tujuan pemeriksaan auskultasi paru adalah untuk menentukan adanya perubahan dalam saluran napas dan pengembangan paru. Dengan auskultasi dapat didengarkan suara napas, suara tambahan, suara bisik dan suara percakapan.Suara napas adalah suara yang dihasilkan aliran udara yang masuk dan keluar paru pada waktu bernapas. Pada proses pernapasan terjadi pusaran/ eddies dan benturan/ turbulensi pada bronkus dan percabangannya. Getaran dihantarkan melalui lumen dan dinding bronkus. Pusaran dan benturan lebih banyak pada waktu inspirasi/ menarik napas dibanding ekspirasi/ mengeluarkan napas, hal inilah yang menyebabkan perbedaan suara antara inspirasi dan ekspirasi. Suara napas ada 3 macam yaitu suara napas normal/ vesikuler, suara napas campuran/ bronkovesikuler dan suara napas bronkial. Suara napas vesikuler bernada rendah, terdengar lebih panjang pada fase inspirasi daripada ekspirasi dan kedua fase bersambung/ tidak ada silent gaps. Suara napas bronkial bernada tinggi dengan fase ekspirasi lebih lama daripada inspirasi dan terputus/ silent gaps. Sedangkan kombinasi suara nada tinggi dengan inspirasi dan ekspirasi yang jelas dan tidak ada silent gaps disebut bronkovesikuler/ vesikobronkial.2.2 Fungsi sistem pernapasanPernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara mahkluk hidup (organism) dengan ligkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar 1,5,6.

FUNGSI SISTEM RESPIRASI1.Pertukaran gas2.Keseimbangan asam basa3.Phonasi (untuk mengeluarkan suara)4.Proteksi tubuh terhadap benda asing5.Penyedia jalan untuk peneluaran air dan panas

2.3 Anatomi dan histologi A.Berdasarkan Anatomi-Histologi1.Conducting Portion / Cleaning system / Bagian Penyalur~Hidung dan Cavum nasiFungsi :- Sebagai jalan keluar/masuknya udara- Penyaring- Melembabkan dan menghangatkan udara- Ruang resonansi fungsi bicara- Tempat reseptor pembauStruktur :Di tengahnya dipisahkan oleh septum nasi. Udara masuk melalui lubang hidung yang terletak paling depan atau cuping hidung yang disebut nares anterior dan ada lubang di belakang yang berhubungan dengan nasopharynx yang disebut nares posterior 7-9 .Nares AnteriorDindingnya terdiri dari :1.Jaringan ikat fibrous 2.Tulang rawan, yang memberi bentuk pada hidung 3.Otot bergaris, menyebabkan cuping hidung dapat mengembang dan mengempis10.Organ Penyaring1.Bulu Hidung, bisa menyaring debu dengan ukuran > 5.2.Selaput Lendir, fungsinya sebagai lem bagi debu yang masuk.3.Konkha ( Conchae ), merupakan tonjolan / sekat dinding rongga hidung.Fungsinya : - sebagai proses penyaringan yang terjadi pada bidang yang lebih luas.- sebagai penyaring pada tempat yang banyak mengandung mucus (lendir).Cavum Nasi dibagi menjadi :Vestibulum Nasi ( Regio Vestibularis )- Rongga terlebar.- Epitelnya berlapis pipih bertanduk dengan rambut-rambut tebal yang mengarah ke luar dan disebut vibrissae.- Terdapat kelenjar minyak dan kelenjar keringat.- Semakin ke dalam, epitelnya semakin tidak bertanduk dan tipis, tidak ada kelenjar keringat dan lemak 10.

Bagian Respiratorik terdiri dari:1.Regio Respiratoria yang dilapisi oleh mukosa respiratoria.2.Regio Olfaktoria dilapisi oleh mukosa olfaktoria.SinusMerupakan rongga-rongga yang berisi udara di dalam hidung disekitar rongga hidung dan mempunyai hubungan-hubungan dengan rongga hidung.Yang termasuk sinus para nasalis :1.Sinus frontalis : letak kedua sinus frontalis di sebelah posterior terhadap arcus superciliaris, antara tabula externa dan tabula interna os frontale .2.Sinus maksilaris : sebagian besar sinus ini menempati os maxilla.3.Sinus ethmoidalis : tersusun sebagai rongga-rongga kecil tak beraturan, sehingga disebut juga cellulae ethmoidales.4.Sinus spenoidalis : terletak di sebelah posterior terhadap bagian atas rongga hidung, di dalam recessus spheno-ethmoidalis 11Fungsi : penghangat dan melembabkan udara pada produksi mucus ( lendir ).~Pharynx ( NasoPharynx ) Adalah rongga yang berbentuk pipih dan dilewati oleh udara dan makanan.Terdiri dari otot skeletal untuk fungsi penelanan.Terdapat glottis yang berfungsi menutup saluran napas apabila ada makanan yang akan melewati pharynx, dan refleknya adalah batuk.Bagian-bagian dari pharynx yaitu :1.Nasopharynx : sebagai jalan napas.2.Oropharynx : sebagai jalan makanan dan udara.3.Laringopharynx : sebagai jalan makanan dan udara, dan merupakan pemisah antara esophagus dan trachea 8 .Terdapat lapisan-lapisan, yaitu :Epitel Mukosa RespiratoriaYaitu epitel berderet silindris dengan 2 tipe :a.Dengan sel gobletSel-sel yang akan mensekresi mucus/lendir yang akan menangkap bahan-bahan kotoran dari luar.b.Sel-sel yang berciliaSilia akan bergerak untuk mendorong mucus keluar. Epitelnya tinggi dan bersilindris.Pembuluh DarahBerfungsi untuk menghangatkan.Lamina Propia Terdiri dari jaringan ikat kendor yang mengandung kelenjar dan banyak sabut-sabut elastis.Tunika sub-MukosaSekretnya ada yang kental ( mucous ) dan ada yang serous ( cair ) 10.Fungsinya : untuk melembabkan udara.Mengandung jaringan ikat kendor yang mempunyai banyak jaringan limfoid, yaitu :Tonsillae Pharyngica, letaknya di belakang nasopharynx.Tonsilla Palatina, terletak di perbatasan rongga mulut dan oropharynx kiri kanan.Tonsillae Lingialis, terletak pada akar lidah.Tonsillae Tubaria, terletak di sekitar muara Tuba Eusthacii 9.~Larynx - Merupakan jalan udara sebagai saluran peralihan makanan dan udara.- Menghubungkan pharynx dan trachea.Mempunyai kerangka :1.Tulang rawan hyalin (besar-besar).2.Tulang rawan elastis ( kecil-kecil )Mempunyai 2 lipatan mukosa yang disebut :Plika Vokalis/Falls Vocal CordFungsi lain dari plika vokalis adalah : Menutup saluran napas saat mengejanSecara refleks menutup saluran napas bila berada pada tempat dengan udara yang tidak dikehendaki oleh paru-paru.Secara Intermitent membuka menutup saat batuk.Dapat pula diregangkan atau ditegangkan.Terlibat dalam proses bicara.Plika Ventrikularis/True Vocal CordDisebut juga pita suara palsu yang dapat merapat untuk menahan nafas sewaktu menggendan.Mempunyai kelenjar dimukosanya.Dilengkapi epiglotis dan glottisEpiglotis akan menutup laring ketika menelan.Glotis akan terbuka saat udara masuk.~Trachea dan Bronchus Extra Pulmonalis Tunika Mukosa :Lapisan epitel;Permukaan trachea dilapisi oleh epitel berderet silindris dengan kinosilia dan sel goblet.Terdiri atas sel-sel :Sel silindris bersiliaSel goblet sel piala mukousSel silindirs dengan striated border (brush cells) reseptor sensorikSel lymfosit, makrofag dll.Lamina Propria :Terdiri atas jaringan ikat kendor, merupakan lapisan yang tipis dengan sabut sabut elastis yang jelas. Terdapat infiltrasi dari sel sel lymfosit.Tunika Submukosa :Terdiri atas jaringan ikat kendor, dimana didalamnya terdapat :Kelenjar campur / serous terutama terletak di sela sela 2 cincin tulang rawan sedangkan pada bagian posterior terletak diluar / didalam otot polos.Pembuluh darah dan pembuluh lymfe.Tulang Rawan Hyalin :Berbentuk seperti tapal kuda dengan ujung posteriornya terbuka yang dihubungkan oleh otot polos dengan arah transversal dan longitudinal/serong.Terdiri atas sekitar 20 cincin yang mengakibatkan lumen trachea selalu terbuka.Antara cincin cincin tulang rawan dihubungkan oleh jaringan ikat padat yang menyatu dengan perikondrium.Tunika Adventitia :Terletak diluar tulang rawan, terdiri atas jaringan ikat kendor yang berisi pembuluh darah dan saraf oto