sosiologi umum (kpm 130)

Download SOSIOLOGI UMUM (KPM 130)

Post on 26-Jan-2016

230 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SOSIOLOGI UMUM (KPM 130). Koordinator Matakuliah Sosiologi Umum Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Website: http://skpm.fema.ipb.ac.id. POKOK BAHASAN 3 MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN. Sub Pokok Bahasan. - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Slide 1

SOSIOLOGI UMUM (KPM 130)Koordinator Matakuliah Sosiologi UmumDepartemen Sains Komunikasi dan Pengembangan MasyarakatFakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian BogorWebsite: http://skpm.fema.ipb.ac.id

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT POKOK BAHASAN 3MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Sub Pokok Bahasan

Tipologi Masyarakat dan KebudayaanKebudayaan: Rumusan dan Unsur-UnsurnyaIntegrasi dan Diversitas KebudayaanTradisi dan Inti Kebudayaan

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT 1. Tipologi Masyarakat

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Pada suatu hari datanglah seorang antropolog ke suatu kelompok masyarakat kecil (komunitas), yang menetap di suatu tempat terpencil di Benua Amerika (selatan), hendak melakukan suatu penelitian. Sudah barang tentu pada hari-hari pertama yang dilakukan oleh sang antropolog tersebut adalah berkenalan pada tokoh-tokoh warga setempat sambil memberikan cinderamata yang dibawa dari negeri asalnya, Belanda, sambil berharap semuanya akan melicinkan rencana kegiatan penelitiannya pada hari-hari berikut. Apa yang terjadi adalah semua tindakannya itu termasuk pemberian cinderamatanya selalu disambut-balas tuan rumah dengan meludah. Anehnya, setiap kali cinderamata yang diberikan berharga lebih mahal, mula-mula dengan gula-gula (permen), tembakau, makanan kaleng, sampai dengan radio transistornya, maka balasan yang diterima adalah justru makin membesarnya volume dan mengentalnya ludah yang disemburkan dari mulut si tuan rumah ke arah bawah (bukan ke wajah sang tamu lho......). Sang antropolog pun kemudian frustrasi karena merasa mendapatkan penghinaan hebat, dan lalu ia memilih pulang ke negerinya. Setibanya di sana ia pun segera menulis di berbagai media massa minta nasehat kepada siapa saja tentang apa yang harus ia lakukan untuk menarik hati warga komunitas tersebut agar ia dapat sukses melakukan penelitian. Suatu hari muncullah surat dari Antropolog lain yang berpengalaman meneliti di komunitas yang memiliki ciri serupa. Ia katakan menyemburkan ludah adalah suatu cara pemberian penghormatan yang lazim diberikan kepada tamu. Lazimnya sang tamu diharapkan membalas meludah pula demi saling-menghormati.DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Koentjaraningrat (1979)Pola adaptasi ekologiSistem dasar kemasyarakatanPengaruh luarTipologi Masyarakat & KebudayaanDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Tipologi MasyarakatKriteriaContoh Masyarakat dan KebudayaanPola Adaptasi EkologiSistem Dasar KemasyarakatanPengaruh LuarTipe-1Sistem berkebun sederhana; padi dan ubi jalar sebagai tanaman pokok kombinasi dengan berburu dan meramu; padi tak dibiasakanSangat sederhana (desa terpencil); tanpa differensiasi dan stratifikasi yang berartiKebudayaan menanam padi, Kebudayaan Perunggu, Agama Hindu dan Islam tidak dialami; isolasi dibuka oleh Zending atau Missionaris Mentawai PapuaTipe-2Masyarakat pedesaan bercocok tanam di ladang atau di sawah; padi sebagai tanaman pokokDifferensiasi dan stratifikasi sosial sedangBagian dari (berorientasi kepada) kebudayaan kota (peradaban kepegawaian) yang dibawa oleh Kolonial beserta Zending (Missionaris) dan Pemerintah Indonesia; pengaruh Agama Hindu dan Islam tidak dialami Nias BatakDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Tipologi MasyarakatKriteriaContoh Masyarakat dan KebudayaanPola Adaptasi EkologiSistem Dasar KemasyarakatanPengaruh LuarTipe-3Masyarakat pedesaan dengan bercocok tanam padi (tanaman pokok) di ladang atau di sawahKomunitas desa dan petani; differensiasi dan stratifikasi sedangMasyarakat kota menjadi arah orientasinya mewujudkan peradaban bekas kerajaan berdagang; pengaruh kuat Agama Islam; bercampur dengan peradaban kepegawaian yang dibawa Pemerintah Kolonial Minangkabau BugisTipe-4Masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di sawah dengan tanaman padi sebagai tanaman pokoknya.Komunitas petani dengan differensiasi dan stratifikasi sosial yang agak kompleksMasyarakat kota menjadi arah orientasinya mewujudkan peradaban bekas kerajaan pertanian bercampur peradaban kepegawaian di bawah Sistem Kolonial; semua gelombang pengaruh kebudayaan asing dialami dan pengaruh Agama Hindu, Nasrani, dan Islam Jawa SundaDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Tipologi MasyarakatKriteriaContoh Masyarakat dan KebudayaanPola Adaptasi EkologiSistem Dasar KemasyarakatanPengaruh LuarTipe-5Masyarakat kekotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor erdagangan dan oindustri yang lemahDifferensiasi dan stratifikasi sosial kompleksMengalami seluruh gelombang pengaruh kebudayaan asingKota-kota kabupatenTipe-6Masyarakat Metropolitan yang mulai mengembangkan sektor perdagangan dan industri tetapi masih didominasi kehidupan pemerintahan; sektor kepegawaian yang luas; kesibukan politik aras daerah dan nasionalDifferensiasi dan stratifikasi sosial sangat kompleksMengalami seluruh gelombang pengaruh kebudayaan asing Jakarta Surabaya Bandung Medan MakassarDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Masyarakat AgrarisTipe masyarakat agraris Indonesia berdasarkan adaptasi ekologi :Masyarakat pemburu peramu: masyarakat 'pra-agrarisMasyarakat peladang berpindah: masyarakat 'agraris awal',Masyarakat petani sawah irigasi: masyarakat 'agraris maju' DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Masyarakat Agraris dalam Pola Adaptasi EkologiMasyarakat Pemburu MeramuMasyarakat Peladang BerpindahMasyarakat Petani Sawah IrigasiTidak ada kegiatan budidaya pertanian (domestikasi), yang ada hanya berupa berburu satwa liar & mengumpulkan/meramu hasil hutan (tumbuhan, biji-biji-an, getah, dll)Budidaya pertanian heterokultur 'tertutup'Monokultur tanaman pangan terbukaEkosistem alam yang ada dipertahankan kelestariannyaKesuburan tanah dipulihkan dengan rotasiKesuburan tanah dipertahankan dengan irigasiBerpindah-pindah mengikuti pergerakan satwa dan/atau siklus produksi hasil hutanBerpindah-pindah mengikuti rotasi ladangMenetapCenderung subsistenCenderung subsistenCenderung komersialPermukiman tersebar dalam kelompok kecilPermukiman berkelompok dalam satu lokasiPermukiman berkelompok membentuk desaRelatif tidak terjadi diferensiasi sosialDiferensiasi sosial mulai tampak/sedangDiferensiasi sosial tinggiEgaliterStratifikasi sederhanaSistem sosial sangat berstratifikasiDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Masyarakat Pemburu dan Peramu

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Peladang Berpindah

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Petani Sawah Beririgasi

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Orientasi Nilai Budaya (Klucklohn, 1953)Pasrah/takluk terhadap kekuatan alam: manusia dipandang tidak mempunyai kekuatan yang menaklukkan alamMenaklukkan alam: alam harus ditaklukkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia Selaras alam: alam dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dengan cara mengembangkan cara-cara hidup dan teknologi yang selaras dengan alamDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT 2. Kebudayaan: Rumusan dan Unsur-unsurnya

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Mengapa kebiasaan antar-orang atau kelompok masyarakat dapat menimbulkan salah tafsir ? pola perilaku kebudayaan memberikan nilai berbeda;

Kebudayaan yang dikembangkan oleh setiap kelompok masyarakat senantiasa akan mencari dan membentuk nilai-nilai dan norma-norma yang fungsional untuk dirinya sendiri sehingga menghasilkan wujud yang beragam pesisir; padi sawah; dataran tinggi

RUMUSAN KEBUDAYAANDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Seperangkat nilai-nilai dan norma-norma menjadi pedoman atau acuan perilaku melalui sosialisasi membangun interaksi.

Kebudayaan juga merupakan aspek material:Benda fisik buatan manusiaObyek alam bukan bagian dari produk kebudayaanDEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Dalam konteks perangkat normatif, kebudayaan memuat nilai, yaitu gagasan orang tentang apa yang baik dan buruk, apa yang dianjurkan dan apa yang seharusnya dihindarkan. Nilai mewarnai seluruh kehidupan masyarakat dan mengabstraksikan situasi-situasi tertentu melalui proses sosialisasi dalam keluarga --- komunitas;DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPBBAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Norma merupakan derivat dari nilai yang memerinci lebih spesifik tentang apa yang baik dan buruk dalam konteks sosial, kelompok, masyarakat tertentu