skripsi - ?· untuk fadlilatur rizqi, chiko anggi, lilik ernawati, astri arimbi, najla terimakasih...

Download SKRIPSI - ?· Untuk Fadlilatur Rizqi, Chiko Anggi, Lilik Ernawati, Astri Arimbi, Najla terimakasih atas…

Post on 12-Aug-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • SKRIPSI

    PRISCA OCTAVIA PUTRI

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI

    EKSTRAK DAUN Annona squamosa DAN KULIT

    BATANG Jatropha curcas

    (Studi terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan

    Metode Difusi Cakram)

    PROGRAM STUDI FARMASI

    FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2017

  • ii

  • iii

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrahmanirrahim.

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

    Alhamdullillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan

    rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis

    yang berbentuk skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat

    serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW

    beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah membantu

    perjuangan beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam dimuka bumi ini. Sehingga

    tugas akhir yang berjudul “AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI

    EKSTRAK DAUN Annona squamosa DAN KULIT BATANG Jatropha curcas

    (Studi terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan

    Metode Difusi Cakram)” dapat diselesaikan. Tugas akhir ini merupakan syarat

    terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata

    Satu (S1), pada Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas

    Muhammadiyah Malang.

    Dalam penulisan skripsi ini tentunya banyak pihak yang telah memberikan

    bantuan kepada penulis, baik berupa moril maupun materil. Oleh karena itu penulis

    ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada hingganya kepada :

    1. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Yoyok

    Bekti Praseyo, S.Kep., M. Kep., Sp. Kom. atas kesempatan yang diberikan

    untuk mengikuti program sarjana.

    2. Nailis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt., selaku Ketua Program Studi Farmasi dan

    dosen wali saya yang senantiasa dengan sabar memberikan bimbingan dan

    nasehat kepada saya untuk lebih baik lagi dalam menimba ilmu.

    3. Sovia Aprina Basuki, M.Farm., Apt., selaku kepala laboratorium farmasi, yang

    telah memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas laboratorium

    dalam menyelesaikan skripsi ini.

    4. dr. Desy Andari selaku kepala laboratorium Biomedik PPD UMM yang telah

    memberikan izin untuk menggunakan laboratorium selama penelitian.

  • v

    5. Siti Rofida, S.Si., M. Farm., Apt. sebagai Pembimbing I dan Ahmad Shobrun

    Jamil, S.Si., M.P. sebagai Pembimbing II yang dengan tulus ikhlas dan penuh

    kesabaran, membimbing dan member dorongan moral maupun materi kepada

    saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

    6. Engrid Juni Astuti, M.Farm., Apt. dan Ika Ratna Hidayati, S.Farm., M.Sc., Apt.

    dan sebagai Tim Penguji yang memberikan saran dan kritik yang membangun

    terhadap skripsi yang telah penulis kerjakan.

    7. Untuk semua Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah

    memberikan waktu untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat.

    8. Laboran-laboran Laboratorium program studi farmasi dan Laboratorium

    Biomedik, Mbak Evi, Mbak Susi, Mas Ferdi, Mas Dani dan Pak Joko atas

    segala bentuk bantuan dan kerja samanya selama penelitian.

    9. Untuk kedua orang tua tercinta Ayah H.M. Soleh Rifai dan Ibu Yusidah, atas

    doa yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan anaknya, atas curahan kasih

    sayang yang tiada hentinya selama menempuh pendidikan sampai di tingkat

    perguruan tinggi. Dan kakak-kakak tersayang yang selalu memberikan

    semangat.

    10. Untuk seseorang yang selalu mendukung dan menjadi tempat cerita keluh

    kesah skripsi. Terima kasih banyak Muhammad Rakha Rian Adisuseno yang

    senantiasa berdoa, sabar dan terus memberi saran untuk skripsi ini menjadi

    lebih bermanfaat untuk pembaca.

    11. Untuk Fadlilatur Rizqi, Chiko Anggi, Lilik Ernawati, Astri Arimbi, Najla

    terimakasih atas kebersamaannya, kekompakannya dalam mengerjakan

    penelitian skripsi. Selain itu, Terima kasih juga untuk Hany Ummu, Tira Julia,

    Venna Elsa, Arvia Suprafesti, Serviana, Nikita, Nicky Pratiwi, Alvinda,

    Norfadilla, Laksmitha Dewi, Iman laila, Rahmah Arga atas semangat dan

    dukungan nya.

    12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

    memberikan bantuannya, baik moril maupun material. .

    Tentunya sebagai manusia tidak pernah luput dari kesalahan, penulis

    menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, Akhirnya hanya

    kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan semoga skripsi ini dapat

  • vi

    bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada

    umumnya. Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

    Wassalamu’alaikum, warohmatullahi wabarokaatuh

    Malang, 21 Juni 2017

    Penulis

    Prisca Octavia Putri

  • vii

    RINGKASAN

    Peningkatan infeksi pada manusia semakin meningkat seiring dengan

    berjalannya waktu karena manusia selalu kontak dengan mikroorganisme, bakteri,

    virus, fungi, dan berbagai bentuk kehidupan parasit. Infeksi terjadi bila

    mikroorganisme masuk ke tubuh dan menyebabkan gangguan fisiologi normal

    tubuh (Budiyanti, 2009). Pada tubuh manusia secara alami terdapat bakteri flora

    normal yang bermanfaat untuk tubuh, seperti bakteri Staphylococcus aureus dan

    Escherichia coli. Bakteri flora normal dapat berubah menjadi patogen apabila

    jumlahnya yang berlebih dari kadar normalnya dan menyebabkan seseorang

    menjadi terinfeksi (Nur, 2009).

    Staphylococcus aureus merupakan kuman patogen pada manusia yang

    menimbulkan infeksi bernanah dan abses. Namun, bakteri ini sering menimbulkan

    infeksi nosokomial di rumah sakit (Entjang, 2003). Sedangkan, bakteri Escherichia

    coli merupakan flora normal di dalam usus manusia dan sering menyebabkan

    penyakit diare pada anak-anak (Entjang, 2003). Mikroorganisme tersebut telah

    resisten dengan obat yang diberikan, misalnya Staphylococcus aureus resisten

    terhadap metisilin sebesar 84,4%, dan Escherichia coli resisten terhadap

    ceftazidim sebesar 66,7% (Rosenthal, et al., 2011). Akibat dari adanya resistensi

    beberapa antibiotik terhadap bakteri, maka banyak peneliti yang melakukan

    penelitian menggunakan ekstrak tanaman untuk menemukan sumber pengobatan

    baru akibat meningkatnya kasus infeksi pada manusia.

    Menurut WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68% penduduk dunia

    masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan

    tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit (Saifudin dkk, 2011). Seperti contoh,

    pengobatan herbal tradisional sering dilakukan oleh warga Indonesia, seperti

    penggunaan tanaman kunyit untuk pengobatan demam, pilek, rematik, diare,

    disentri, dan panas dalam. Kunyit mengandung kurkumin yang selain memberi

    warna kuning juga merupakan zat antibakteri. (Winarto, 2004). Pengobatan

    alternatif yang sering dilakukan oleh orang Indonesia dengan menggunakan

    tanaman dapat digunakan dalam bentuk tanaman tunggal maupun kombinasi.

    Pengkombinasian tanaman tersebut dilakukan untuk menurunkan toksisitas yang

    terjadi, menurunkan dosis pemakaiannya bila dibandingkan dengan pemakaian

    tunggal (Padalia et al., 2016), meningkatkan efektifitas terapi dibandingkan dengan

    pemakaian tunggalnya, serta diyakini lebih menguntungkan karena penggunaan

    dua tanaman dapat memiliki efek sinergis yang saling melengkapi (Miksusanti dkk,

    2011).

    Beberapa tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri adalah

    Jatropha curcas dan Annona squamosa. Jatropha curcas adalah salah satu tanaman

    yang digunakan untuk tujuan pengobatan. Ekstrak dari berbagai bagian Jatropha

    curcas, seperti biji-bijian, minyak biji, kulit batang, akar, dan daun telah

    menunjukkan sifat bakterisida (Igbinosa et al., 2009). Skrining fitokimia ekstrak

    kulit batang Jatropha curcas menunjukkan adanya metabolit sekunder seperti terpenoid, flavonoid, alkaloid, polifenol dan antrakuinon (Andriani, 2015). Selain

    itu, ekstrak daun Annona squamosa juga menunjukkan sifat sebagai senyawa

    antibakteri (Chitra et al., 2009). Skrining fitokimia ekstrak daun Annona squamosa

    menunjukkan adanya metabolit sekunder seperti triterpenoid, flavonoid, alkaloid,

    dan antrakuinon (Thakhira, 2016).

  • viii

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak

    etanol daun Annona squamosa (EDAS) dan ekstrak etanol kulit batang Jatropha

    curcas (EKBJC) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    dengan metode difusi cakram, sehingga dapat diketahui adanya hambatan bakteri

    dengan mengukur diameter zona hambatnya. Pengujian aktivitas antibakteri ini

    dilakukan dengan menggunakan dua perlakuan, yaitu kelompok uji dan kelompok

    kontrol. Kelompok uji yaitu menggunakan larutan kombinasi ekstrak EKBJC dan

    EDAS dengan konsentrasi yang berbeda. Pada bakteri Staphylococcus aureus,

    konsentrasi 1 = EKBJC : EDAS (1200 μg : 60 μg ), kon