singapura: permata asia

Click here to load reader

Post on 23-Nov-2015

34 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Paper tentang Singapura dalam bentuk perekonomian dan sejarah

TRANSCRIPT

EKONOMIKA ASEANSINGAPURA: PERMATA ASEAN

Disusun oleh:Pabliyanda Akbario10/296592/EK/17816

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNISUNIVERSITAS GADJAH MADA2014

Singapura: Permata ASEANSingapura merupakan salah satu pendiri pertama ASEAN pada tahun 1967. Singapura sendiri dapat dikatakan sebagai contoh dari keberhasilan kebijakan ekonomi pemerintah yang efektif. Dan sebagai bagian dari ASEAN Singapura sendiri merupakan permata dari ASEAN. Tulisan ini membahas kenapa layak disebut sebagai permata ASEAN. EtimologiNama Singapura sendiri berarti Kota Singa dalam bahasa Sansekerta yang dahulu merupakan lingua franca kawasan semenanjung Malaya dan pulau Sumatera yang kemudian menjadi dasar dari bahasa Melayu. Dimana Singa berasal dari kata simha dalam bahasa sansekerta yang berarti singa. Kata pura sendiri dalam bahasa sansekerta memiliki arti kota. Dalam bahasa Hokkien yang merupakan bahasa utama etnis Tionghoa di Singapura nama Singapura sering dieja Sin-ka-pho atau Seng-ka-pho. Dalam bahasa Tamil yang digunakan oleh etnis ketiga terbesar Singapura yaitu etnis Tamil nama Singapura sering dieja Cinkappur.GeografiTerletak di ujung Semenanjung Malaya, Wilayah Singapura terdiri dari 2 area, yaitu pulau utama Singapura dan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Singapura sendiri dipisahkan dari pulau Batam yang terletak di Indonesia oleh selat Singapura dan dipisahkan dari Malaysia oleh selat JohorPulau utama Singapura atau dalam bahasa Melayu disebut pulau Ujong merupakan pulau utama Singapura. Selain pulau besar, Singapura juga terdiri dari 62 pulau kecil lainnya. Pulau Jurong, Pulau Tekong, Pulau Ubin, dan Pulau Sentosa merupakan contoh pulau-pulau kecil lainnya yang mengelilingi pulau besar Singapura. Pulau terluar Singapura paling jauh dari mainland Singapura adalah Pulau Pedra Branca yang berjarak 28 mil atau 44 km dari Singapura. Perbukitan dan lembah mendominasi struktur tanah di bagian barat dan utara Singapura. Sedangkan bagian timur terdiri dari tanah lapang dan pasir. Ketidakadaan danau natural membuat Singapura harus bergantung pada pasokan air dari Malaysia. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan Singapura yang berkembang dengan pesat membuat pemerintah Singapura melaksanakan proyek untuk mereklamasi pantai mereka. Reklamasi tersebut menggunakan banyak pasir dan tanah yang berasal dari Singapura sendiri dan negara tetangganya, terutama Indonesia. Dari hasil reklamasi pantai tersebut, luas area Singapura mengalami pertumbuhan dari 581 km2 pada tahun 1960an menjadi 723.2 km2 pada 2013.Singapura terletak 1 derajat lintang utara dari garis khatulistiwa. Singapura sendiri diklasifikasikan sebagai negara dengan iklim tropis. Dimana iklim yang terdapat di Singapura sama dengan iklim yang terjadi di Indonesia. SejarahCatatan sejarah tentang Singapura sendiri berawal dari abad ketiga masehi. Dimana dalam catatan yang berasal dari Tiongkok mendeskripsikan pulau Singapura sebagai Pu Luo Chung. Dimana nama tersebut berasal dari bahasa Melayu yang berarti Pulau Ujong. Dalam legenda Melayu tercatat bahwa seorang pangeran dari Kerajaan Sriwijaya yaitu Sang Nila Utama mendarat di Singapura. Dimana sang pangeran pun melihat penamapakan sesosok Singa. Penampakan singa tersebut memberikan semacam sinyal untuk mendirikan sebuah pemukiman. Dan oleh Sang Nila Utama didirikanlah sebuah pemukiman yang diberi nama Singapura yang berarti Kota Singa. Dalam kitab Nagaraktretagama menyebutkan akan keberadaan sebuah pemukiman yang bernama Temasek di pulau Singapura. Pada tahun 1390, pangeran Sriwijaya lainnya yaitu Parameswara melarikan diri dari Palembang menuju Temasek setelah kerajaannya dihancurkan oleh kerajaan Majapahit. Parameswara berkuasa dan memimpin Temasek selama beberapa tahun sebelum kembali melarikan diri dari Majapahit ke semenanjung Malaya dan mendirikan Kesultanan Malaka dimana Singapura menjadi bagian dari Kesultanan Malaka. Runtuhnya kesultanan Malaka oleh serangan Portugis yang dipimpin oleh Alfonso dAlburqurque membuat Singapura beralih dari wilayah kesultanan Malaka menjadi Kesultanan Johor yang didirikan oleh pelarian dari kesultanan Malaka. Pada tahun 1819, Sir Thomas Stamford Raffles datang ke Singapura dan membuat perjanjian atas nama East India Company (EIC) dengan Sultan Johor untuk menyewa dan mengembangkan Singapura. Oleh sebab itu Raffles dianggap sebagai bapak pendiri Singapura. Di bawah kendali Raffles atas nama kekaisaran Inggris Raya, Singapura berkembang cukup pesat. Penduduk Singapura yang sebelum kedatangan Raffles berkisar sekitar 1.000 jiwa berkembang menjadi 10.000 jiwa pada tahun 1825. Volume perdagangan Singapura pun pada tahun 1825 telah melewati volume perdagangan pelabuhan utama Inggris di kawasan Asia Tenggara yaitu Penang. Melihat posisi geografis Singapura yang strategis dimana Singapura terletak dijalur perdagangan Eropa dan Cina. Inggris pun pada tahun 1824 membeli secara resmi Singapura dari kesultanan Johor. Pada tahun 1826 Singapura dan Penang pun oleh Inggris kemudian digabungkan oleh Inggris menjadi koloni Inggris di selat Malaka dan di tahun 1836 Singapura menjadi ibukota dari koloni Inggris di seluruh semenanjung Malaya. Penguasaan Inggris terhadap Singapura mendapat tantangan ketika perang dunia kedua berkecamuk di seluruh dunia. Jepang pada 1942 berhasil mengalahkan Inggris di semenanjung Malaya dan Singapura. Oleh Jepang, Singapura merubah nama Singapore menjadi Shonanto () yang berarti cahaya kepulauan selatan. Setelah Jepang menyerah pada sekutu dimana Inggris juga termasuk pada tanggal 15 Agustus 1945, Singapura pun kembali dikuasai oleh Inggris. Louis Mountbatten sebagai penguasa tertinggi Sekutu untuk Asia Tenggara kembali ke Singapura pada 12 September 1945 dan menerima penyerahan kekuasaan akan Singapura dari Jepang ke Inggris. Pada tahun 1948 diadakanlah pemilihan pertama di Singapura dimana hal tersebut bertujuan untuk memilih anggota legislatif pertama di pemerintahan Singapura. Di tahun 1955 Singapura sudah memiliki pemerintahan yang sudah dipegang oleh warga Singapura sendiri tetapi masih terbatas. Dan akhirnya pada tahun 1959 Singapura sudah memiliki pemerintahan yang mandiri baik di tingkat legislatif maupun yudikatif. Dan Lee Kuan Yew menjadi Perdana Menteri pertama dari Singapura. Lee Kuan Yew dan partainya yaitu PAP meyakini masa depan Singapura sebagai negara akan sulit sehingga pada 1963 menyetujui penggabungan Singapura dengan Malaya serta Sarawak dan Sabah sebagai negara baru yaitu Malaysia. Tetapi bergabungnya Singapura di Malaysia tidak berlangsung lama. Perbedaan komposisi etnis, persaingan politik dan kebijakan pemerintah Malaysia yang condong memihak etnis Melayu ditambah semakin gencarnya konfrontasi baik militer maupun politik antara Indonesia dan Malaysia.Di pagi hari pada tanggal 9 Agustus 1965 menjadi hari bersejarah di Singapura, Parlemen Malaysia secara bulat menyetujui ditendangnya Singapura dari Malaysia. Beberapa jam kemudian parlemen Singapura pun menyetujui peraturan kemerdekaan Singapura. Lee Kuan Yew pun mengumumkan pada seluruh warga Singapura pada hari itu juga bahwa Singapura telah menjadi negara merdeka dengan Yusof bin Ishak sebagai Presiden pertama Republik Singapura. DemografiMenurut biro statistik Singapura jumlah penduduk Singapura pada tahun 2013 mencapai 5.399.200 jiwa. Dimana 3.313.500 merupakan warga negara negara Singapura sendiri dan 531.200 jiwa merupakan warga negara asing yang mendapatkan izin untuk tinggal di Singapura secara permanen. Segi kepadatan penduduk per km pun, Singapura lumayan padat dengan 7.540 penduduk per 1 km2. Dapat dikatakan bahwa Singapura sangat padat dan mengalami kenaikan cukup drastis dari tahun 2000 yang hanya 5.900 jiwa per km2. Sex ratio antara pria dan wanita di Singapura memperlihatkan bahwa lebih banyak wanita daripada pria di Singapura. Dan di tabel dibawah memperlihatkan median usia penduduk Singapura semakin tua yaitu 38.9 tahun dimana bonus demografi Singapura terjadi pada periode 1970 sampai dengan 1980. Population1970198019902000201020122013

Total Population ('000)2.074,52.413,93.047,14.027,95.076,75.312,45.399,2

Resident Population ('000)2.013,62.282,12.735,93.273,43.771,73.818,23.844,8

Singapore Citizens ('000)1.874,82.194,32.623,72.985,93.230,73.285,13.313,5

Permanent Residents ('000)138,887,8112,1287,5541,0533,1531,2

Population Density (Per sq km)3.5383.9074.8145.9007.1467.4297.540

Sex Ratio (Males per 1,000 females)1.0491.0321.027998974970968

Median Age (Years)19,524,429,834,037,438,438,9

Sumber: Statistic SingaporeAngka kelahiran di Singapura mengalami pasang surut pada tabel dibawah dimana pada 1970 mencapai 45.934 kelahiran tetapi pada 2010 mencapai 37.967 kelahiran dan pada tahun 2012 mencapai 42.663 kelahiran . Dengan hukum kewarganegaraan Singapura yang cukup ketat. Dimana asas jus sanguinis menjadi patokan utama kewarganegaraan maka dari total 42.663 kelahiran pada tahun 2012 maka hanya 38.641 yang bisa mendapatakan kewarganegaraan Singapura. Total angka kematian pun di Singapura mengalami tren semakin naik dengan 18.481 kematian pada tahun 2012, lebih tinggi dari angka kematian pada 2011 yang mencapai 18.027 kematian dan jauh lebih tinggi dari angka kematian pada tahun 1970 yang hanya mencapai 10.717 kematian. Apabila kita melihat di tabel sebelumnya dimana umur median penduduk Singapura makin tua, dapat kita duga bahwa di masa depan angka kematian pertahun akan semakin tinggi.Fertility1970198019902000201020112012

Total Live-Births45.93441.21751.14246.99737.96739.65442.663

Resident Live-Birthsn.a.40.10049.78744.76535.12936.17838.641

Crude Birth Rate (Per 1,000 residents)22,117,618,213,79,39,510,1

Total Fertility Rate (Per female)3,071,821,831,601,151,201,29

Gross Reproduction Rate (Per female)1,490,880,880,770,560,580,62

Net Reproduction Rate (Per female)1,420,860,880,770,550,580,62

Mortality1970198019902000201020112012

Total