Sifat Makroskopis Kayu Dan Sifat Fisik Kayu

Download Sifat Makroskopis Kayu Dan Sifat Fisik Kayu

Post on 09-Jul-2015

1.577 views

Category:

Documents

32 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>Penampilan sifat makrokopis kayu berbedada menurut bidang orientasinya, ini jelas dapat dilihat seprti gambar 5.1</p> <p>A. Penampilan Penampang Lintang (cross section) Penampang lintang dari batang pohon dalam keadaan istimewa dapat berbentuk bulan tetapi pada umumnya itdak bulat secara utuh. Pada gambar 5.1 dapat dillihat bahwa penampang lintang batang tidak menunjukan bentuk yang bulat karena sudah dipoong menurut arah orientasinya secara tepat.</p> <p>B. Penampang radial dihasilkan dengan membelah kayu</p> <p>melalui empelurnya. Berbagai ciri yang ditemukan pada penampang lintang seperti empelur, kayu teras, kayu gubal, kayu awal dan kayu akhir dalam kilit luar, lingkaran-linkaran tumbuh pada penanpang ini akan kelihatan seperti garis-garis atau pita-pita memanjang aksial tipis atau lebar.</p> <p>C.Penampilan Penampang Tangensial (Tangensial Section) Penampilan yang nyata berbeda akan diperoleh bila batang pohon dibelah menyinggung riap tumbunya atau tegak lurus terhadap salah satu jari-jari. Penampang ini disebut penampang tangensial. Empulur tidak terlihat pada penampang tangensial. Empulur tidak terlihat pada panampang ini, cirriciri makroskopis lainnya seperti kayu teras dan kayu gubal. Dapat terlihat sesuai dengan tinkatan irisan yang dilakukan</p> <p>SIFAT-SIFAT KASAR KAYU Kayu Gubal dan Kayu Teras (sapwood and heartwood) Aktivitas fisiologis di dalam silim seperti disebutkan di atas dapat terjadi terutama diakibatkan oleh adanya sel-sel yang masih hidup terutama sel-sel parenkim. Bagian dalam kayu didalam pohon yang terdiri dari bagian silim yang masih hidip sehingga menjamin proses fisiologis tadi (fungsi penyalur,penyimpan cadangan makanan, kekutan mekanis) dapat brjalan secara aktif bagian ini disebut kayu gubal atau sapwood. Untuk pengujian kayu gubal dan kayu teras di dalam batang pohon sering dapat terlihat oleh adanya perbedaan warna dimana biasnya kayu teras mempunyai warna yang lebih gelap dan terletak pada bagian pusat atau bagian dalam dari batang pohon. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 6.1. GAMBAR</p> <p>Contoh, warna-warna kayu teras untuk kayu-kayu Indonesia Kayu teras berwarna putih missal pulai(alstonia scholaris) Kayu teras putih kream : jelutung (dyera spp) Kayu teras kream: ramin (ganystylus spp) Kayu teras kuning : nangka (arthocarpus spp) Kayu teras merah terang :suren (toona sureni), meranti (shorea spp) Kayu teras merah jelas: kempas (koompassia malaccensis) Kayu teras ungu atau keabu-abuan : terentang(campnosperma sp) Kayu teras coklat:jati (tectona grandis), pasang (quercus spp) Kayu teras hitam: kayu hitam, ebony (diospiros spp)</p> <p>B. Warna Kayu (color) Warna kayu terutama disebabkan karena zat ekstraktif pada kayu. Warna kayu sangat bervariasi, paerbedaan warna kayu tidak terjadi pada macam atau jenis kayu yang berbeda saja, tetapi perbedaan warna juga dapat jerjadi pada jenis yang sama, bahkan dapat terjadi pada sebatang kayu. Warna asli kayu sangat bervariasi dari hampir putih sampai berwarna hitam. Warna dari suatu jenis kayu dapat dipengaruhi oleh factorfaktor tersebut : a.Tempat didalam batang b.Umur dari pohon waktu ditebang c.Kelembaban udara dan penyingkapan .</p> <p>C. Kilap Kayu (Luster) Kilat kayu adalah suatu sifat dari kayu yang memungkinkan kayu dapat mementulkan cahaya kilat kayu tergantung dari sudut penyinaran (sudut datangnya sinar) pada permukaan kayu dan tergantung juga dari macamnya cell pada permukaan kayu tersebut .</p> <p>D. Tekstur Kayu (texture) Tekstur dari kayu adalah suatu sifat yang menunjukan ukuran-ukuran relatif dari sel-sel yang menyolok besarnya didalam kayu tekstur dikatakan halus apa bila ukuran dari selselnya sangat kecil. E. Serat Kayu (grain) Sifat serat dalam identifikasi kayu berarti sifat dari kayu yang menunjukan arah orientasi umum dan sel-sel panjang didalam kayu terhadap sumbu batang kayu. Arah serat ini dapat ditentukan dari arah alur-alur yang terdapat didalam kayu.</p> <p>F. Bau dan Rasa Kayu (odor dan taste) Hanya bau kayu yang disebabkan karena adanya zat infiltrasi terutama pada kayu teras yang disebut sebagai bau kayu yang murni dari kayu yang bersangkutan. Kayu berbau karna mampunyai atau mengadung zat-zat ekstraktif yang bersifat volatile (=mudah menguap). Ada jenis kayu tertentu yang tidak memilki atu mengandung molekul-molekul yang dapat merangsang indra pembau dan ada pula jenis yang sangat lemah merangsang indra pembau kita sifat bau dari kayu harus dapat digambarkan sesuai dengan bau umum yang kita kenal, sebagai contoh : 1. Kayu kulin baunya seperti bawang putih 2. Kayu ilin baunya kayak asam 3. Jati baunya seperti zat penyamak atau kuliat terbakar 4.Kayu kapur baunya seperti kamper 5. Pinus baunya seperti berdamar</p> <p>G. Kekerasan dan Berat Kayu (hardness and weight) Kayu-kayu yang keras biasanya juga termasuk kayu-kayu yang berat dan sebalikya kayu-kayu yang tergolong lunak adalah kayu-kayu yang ringan. Kayu yang sangat keras misalnya balau(shorea spp) kayu yang keras misalnya kapur (dryobalops spp)dan kayu pulai (alstoniasp) yang lunak adlah kayu ringan. Berbagai jenis kayu dapat dogolongkan kedalam empat jenis kekerasan sebagai berikut:1. Kayu sangat keras, misalnya kayu ulin (kayu besi) 2. Kayu karas, misalnya kempas 3. Kayu sedang misalnya pinus 4. Kayu ringan misanya balsa atau sengon</p> <p>H. Pengertian Berat Jenis Munurur brown (1949), berat jenis kayu adalah perbandingan antara kerapatan kayu tersebut terhadap kerapatan benda setandar. Keraptan adalah perbandingan antara massa atau berat benda terhadap volumenya. Menurut tsoumis (1968), berat jenis kayu adalah perbandingan antara berat kayu terhadap berat air yang vulumenya sama dengan volume kayu tersebut sedangkan besarnaya jenis kayu tersebut berbeda-beda sesuai dengan perbedaan dalam struktur kayu dan perbandingan antara jumlahnya dinding sel dan rongga sel kayu..</p> <p>I. Penentuan Berat Jenis Menurut brown (1952) berat kayu meliputi berat zat kayunya sendiri berat zat ekstraktif dan berat air yang di kandungnya.jumlah zat kayu dan zat ekstraktif biasanya konstan, sedangkan jumlah air berubah-ubah, olek karena itu berat jenis dari sekeping kayu besarnya dapat bervariasi. Berat jenis kayu berdasarkan volume basah, atau disebut juga berat jenis dasar, adalah angka yang paling baik dan lazim yang dipakai. Istilah dasar dipakai karena volume basah dan berat kerimg kayu adalah hampir konstan dan mudah diulangi penentuanya.</p> <p>STRUKTUR KAYU DAUN LEBAR Batang kayu pada dasarnya disusun oleh dua pola pemyusunan sel-sel yaitu sel-sel yang menyusun kayu kearah longitudinal (axial) dan sel-sel yang menyusun kayu kearah trasfersal (horizontal) Elemen-elemen yang menyusun kayu daun lebar pada dasarnya disusun oleh lima macam sel-sel pokok yaitu 1. Pori atau sel pembuluh (Vessel cells) 2. Sel serabut(fibers) 3. Sel parenkim (parenchyma) 4. Sel trakeida(tracheida) 5. Sel epithel(epithelial cells)</p> <p>1. Pori atau sel pembuluh (vessel cell) Jaringan ini berfungsi untuk menyalurkan caiaran dan sedikit hara mineral di dalam pohon dan tersusun secara vertical.pori atau sel pembuluh sebenarnya adalah suatu sel pembuluh yang berbentuk tabung dengan kedua dinding ujungnya terletak horisontal sampai miring, perhatikan gambar 7.1</p> <p>1. Bidang Perforasi ( perporation plates) dinding horizontal yang merupakan batas antara sel pembuluh yang terdapat di atas dengan sel pembuluh di bawahnya pada fase tertentu telah diabsorbir, sehingga terjadi lubang yang memanjang batang mempunyai saluran. Bidang pertemuan antara sel pembuluh yang terletak di atas dan dibawahnya di sebut sebagai bidang tembusan atau bidang perforasi.</p> <p>2. Penyebaran (distribution) Pada penampang lintang pori-pori atau pembuluh, ini mempunyai pola-pola penyebaran tertentu dan pada kayu daun lebar pada pokoknya dapat dibedakan atas dua pola penyebaran, yaitu: A. Kayu dengan pori tatbaur (difuse porous wood) yaitu pori tersebar merata atau hampir merata pada bidang lintang kelihatan seperti lubang-lubang dengan diameter yang sama atau hampir sama.</p> <p>B. Katyu dengan pori tatalilingkar (ring porous wood) Pada pola ini terdapet dua macam pori dengan diameter yang berbeda di mana pori-pori yang besarbesar yang terdapat pada masa kayu awal disusun secara lingkar kemudian di ikuti dengan pori-pori yang berukuran lebih kecil yang terdpat pada masa kayu akhir mengikuti pada lingkaran berikutnya.</p> <p>3. Pengelompokan pori(arrangement) Pengelompokan pori diamati pada penampakan lintang (pl). jika pori-pori tidak tersebar secara merata, artinya adazone atau daerah didalam raip tumbuh yang banyak pori sedangkan pada tempat yang lain terdiri dapat pori-pori dalam jumlah yang sedikit atau jarang atau samasekali tidak terdapat. GAMBAR 7.4</p> <p>4. Penyusun atau penggabungan pori (pore multiple) Jika pori-pori pada penampang lintang kelihatan terpisah satu pori dengan pori yang lain oleh jaringan sel-sel lain poripori itu dikatakan soliter. Contoh kayu yang mempunyai penyusunan pori soliter adalah: bintangur(calophyllum spp) noktah antar pebuluh 5.Pola penyusun noktah padadinding sel pembuluh ini mempunyai cirri-ciri yang spesifik sehingga berguna untuk identifikasi</p> <p>Polapenyusun noktah pada dinding sel pembuluh pada dasrnya dapat tersusun menurut tiga pola yaitu: a. pola penyusun secara berpasangan(opposite) b. pola penyusun secara berseling(alternate) c. pola penyusun bertangga (sclarifrorm) GAMBAR 7.5</p> <p>B. Sel Serabut (fiber cell) Serabut berfusi sebagai pemberi tenaga mekanik pada batang, sehingga mempunyai dinding sel yang relatif tebal. Pada kayu daun lebar serabut di bagi atas dua macam dan pembagian ini berdasarkan atas jenis noktahnya yaitu: serabut libriform(libriform fibers) serabut trakeida (tracheid fibers) C.Sel Parenkim (Soft tissue) Didalam kayu parenkim merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyimpan serta mengatur bahan makanan cadangan dan menurut penyusunnya di bagi atas dua macam yaitu: 1.Paremkim Aksial (parenkim) Jaringian ini terdiri dari sel-sel berdiding tipis serta relative pendek dengan sumbu terpanjang mengarah vertical.parenkim apotrakeal dan parenkim paratrakeal</p> <p>2. Perenkim Jari-jari(jari-jari) Parenkim yang tersusun secara horizontal, tetapi berbeda dengan parenkim aksial, dinding selnya ralatif lebih tebal. Jari-jari kayu dibagi atas (jane 1970) : a.jari-jari homogenous b.jari-jari heterogenousD.Sel Trakeida(tracheida cell) Trakeida berfungsi sebagai pemberi tenaga mekanik dan sesalu terdapat brasosiasi dengan sel pembuluh pada dindingnya terdapat noktah halaman, tetapi tidak mempunyai bidang perforasi pada ujungnya. Trakeida kayu daun lebar terdapat dalam dua bentuk 1.trakeida pembuluh (vascular tracheids) 2.trakeida keliling pembuluh (vasicentric tracheids)</p> <p>E.Sel Epitel(epithel cell) Sel epitel adalah yang melingkari atau membatasi saluran getah atau saluran damar. Saluran getah atau saluran dammar sering juga disebut sebagai saluran interseluler (intercellular canal) karena memang saluran ini merupakan ruang antar sel epitel yang memanjang sehingga merupakan saluran. Saluran ini terjadi karena tiga cara yaitu 1.lisigenous 2.schizogenous 3.schizolysigenous.</p> <p>TERIMAKASIH</p>