sebuah arti kata entrepreneur

Download Sebuah arti kata entrepreneur

Post on 21-Oct-2014

552 views

Category:

Economy & Finance

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tulisan ini yang membuat saya mendapatkan tiket untuk datang ke acara APEC 2013 di Kuta, Bali. Saya mendapatkan tiket untuk menghadiri APEC dikarenakan salah satu Dosen UI mengadakan sanyembara karya ilmiah, dan peserta harus menuliskan pandangan tentang Entrepreneur. Peserta harus sudah memiliki pengalaman dalam jual beli, khususnya entrepreneur. Ini adalah tulisan yang saya tulis pada tanggal 18 April 2013. Jadi segala data dan tulisan mengacu pada saat isu ter-update saat itu. Saat itu pun saya masih menjadi broker di OSO Securities, Sekarang, saya sudah kembali ke PT Mandiri Sekuritas, menjadi seorang Broker. Saya berharap tulisan ini bisa bermanfaat, mohon maaf bila ada kesalahan kata. Sebuah tulisan dari seorang yang sangat mencintai pasar modal Indonesia, mencintai negara Indonesia, yang akan terus belajar, memperbaiki diri, meningkatkan skill, dan melakukan yang terbaik. Best regards, Dyah Anggraeni Nuryovita 13 Februari 2014

TRANSCRIPT

Sebuah arti kata Entrepreneur

Sebuah arti kata Entrepreneur

By: Dyah Anggraeni Nuryovita

Daftar Isi

Contents

1Daftar Isi

2BAB I

2Entrepreneur

4BAB II

4Perjalanan karir

4Pedagang kecil-kecilan

4Mengenal Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia

6Marketing Online Trading Become Stock Broker Entrepreneur

9BAB IV

9Peluang Pasar Modal

18BAB V

18Sejatinya seorang Entrepreneur

19Datar Pustaka

20Lampiran

20Gambar

BAB IEntrepreneur

Entrepreneur. Saat ini seperti menjadi sebuah booming yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sebuah jargon entrepreneur, menjadi sebuah kata-kata yang sangat familiar dan saat ini sangat didukung oleh pemerintah. Khususnya untuk kementrian Koperasi dan UMKM. Saat ini pula banyak organisasi non pemerintah yang mendukung untuk terbentuknya bisnis bertaraf mikro tersebut.

UMKM ini dibangun, didukung oleh segala kalangan demi satu tujuan: menjadikan Indonesia menjadi Negara yang lebih berkembang, lebih maju, membuat perusahaan-perusahaan raksasa baru yang dimulai dari nol, dari hari ini dan berkembang di masa yang akan datang. Yang mana UMKM tersebut dapat meminimalisir angka pengangguran, menaikan GDP dan menghasilkan penghasilan yang dapat bersaing seiring melajunya angka inflasi.

Entrepreneur dan UMKM seakan sudah bersatu dan menjadi bagian tak terpisahkan.

Namun, apakah benar, konsep dan sebuah arti kata entrepreneur hanya bisa kita aplikasikan khusus untuk sektor UMKM?

Sebenarnya, apa arti dan definisi dari entrepreneur? Yang menjadi konsep dasar dalam sebuah kata yang dapat menggerakkan hati dan jiwa muda masyarakat Indonesia untuk menjadi seorang wirausaha. Merubah paradigma bahwa, menjadi seorang wirausaha menjadi lebih menarik dari pegawai, dan apakah konsep entrepreneur hanya dapat diaplikasikan pada usaha UMKM saja? Adakah usaha lain yang bisa kita lakukan untuk dapat menjadi seorang entrepreneur sejati.

Mari kita simak ulasan para ahli mengenai arti dari sebuah kata, Entrepreneur:

Hisrich (1990) defined that an entrepreneur is characterized as someone who demonstrates initiative and creative thinking, is able to organize social and economic mechanisms to turn resources and situations to practical account, and accepts risk and failure.

Hisrich (1990) Schumpeter (1965) defined entrepreneurs as individuals who exploit market opportunity through technical and/or organizational innovation.

Bolton and Thompson (2000) have defined an entrepreneur as a person who habitually creates and innovates to build something of recognized value around perceived opportunities.

Hisrich (1990) Schumpeter (1965) Bolton dan Thompson (2000) For Frank H. Knight (1921) and Peter Drucker (1970) entrepreneurship is about taking risk.

Hisrich (1990), Schumpeter (1965), Bolton dan Thompson (2000), For Frank H. Knight (1921) and Peter Drucker (1970) Bolton and Thompson (2000) have defined an entrepreneur as a person who habitually creates and innovates to build something of recognized value around perceived opportunities.

Entrepreneurship, according to Onuoha (2007), is the practice of starting new organizations or revitalizing mature organizations, particularly new businesses generally in response to identified opportunities.

Thomas and Mueller (2000) argue that the study of entrepreneurship should be expanded to international markets to investigate the conditions and characteristics that encourage entrepreneurial activity in various countries and regions. It is reasonable to expect that entrepreneurs reflect the dominant values of his or her national culture and national culture has definite effect on entrepreneurship (Thomas & Mueller, 2000).

Ternyata, para ahli Hisrich (1990), Schumpeter (1965), Bolton dan Thompson (2000), For Frank H. Knight (1921) and Peter Drucker (1970), Thomas and Mueller (2000), Onuoha (2007), mereka memandang dari sudut pandang yang lebih luas. Tidak hanya membuka sebuah usaha, namun lebih dari pada itu, mereka lebih menekankan bagaimana cara seorang wirausaha dalam segi berfikir, bertindak, berinovasi menciptakan, dan mengambil resiko demi keuntungan serta peluang yang lebih besar, seperti berikut ini:

Inisiatif dan berpikir kreatif, mampu mengatur mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya dan situasi ke account praktis, dan menerima risiko dan kegagalan

Pengusaha sebagai individu yang memanfaatkan peluang pasar melalui inovasi teknis dan / atau organisasi

Orang yang terbiasa menciptakan dan berinovasi untuk membangun sesuatu yang bernilai diakui di seluruh peluang yang dirasakan

Kewirausahaan adalah tentang mengambil resiko

Orang yang terbiasa menciptakan dan berinovasi untuk membangun sesuatu yang bernilai diakui di seluruh peluang yang dirasakan

Orang yang terbiasa menciptakan dan berinovasi untuk membangun sesuatu yang bernilai diakui di seluruh peluang yang dirasakan

Adalah praktek memulai organisasi baru atau revitalisasi organisasi yang mapan, terutama bisnis baru umumnya dalam menanggapi peluang diidentifikasi

Perjalanan karir sebagai seorang pedagang, membuat dan menempa mental saya, menjadi seorang entrepreneur, bukan berdasarkan teori, ataupun karena sering menghadiri seminar dan nonton tv, namun dialami karena tempaan dan gemblengan atas dunia perdagangan yang keras. Pedagang, bila tidak berdagang, maka dia tidak bisa makan.

Pada saat SMA, karena keadaan ekonomi yang terjepit membuat saya harus kreatif dan jeli dalam melihat peluang, melihat dimana ada celah untuk saya dalam mendapatkan keuntungan, walaupun saya harus mengambil resiko: modal saya habis untuk barang dagangan saya bila barang yang saya dagang tidak laku. Namun, karena tidak ada pilihan, maka saya semakin keras untuk menjual barang dagangan saya, dan Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan.

BAB II

Perjalanan karir

Pedagang kecil-kecilan

Perjalanan dimulai dari semenjak duduk di banku SMA, dengan membantu ayah saya dalam mendirikan usaha yang dimulai dari garasi rumah hingga akhirnya usaha kami tumbuh dan berkembang dan sampai saat ini pun kami masih menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian kota Bogor.

Menginjak bangku kuliah, saya pun semakin serius dalam membantu ayah saya dalam menjual produk keripik kami, mulai tervikir bagaimana proses produksi dan inovasi agar produk kami dapat bersaing dengan prduk competitor yang telah memiliki nama, bagaimana kemasan terbaik sehingga menarik konsumen, memikirkan bagaimana proses distribusi efektif agar dapat menekan biaya oprasional, bagai mana cara memperluas pasar, mulai dari membangun network, menawarkan pada setiap toko-toko, memberikan sample, hingga mengikuti standard halal dan mendapat sertifikat halal dari MUI dan membawa produk kami ke laboraterium IPB untuk diketahui seberapa besar nilai gizi dari keripik kami.

Saat kuliah pun saya mulai menjalin kerjasama dan membuat networking dengan berbagai organisasi dan komunitas pedagang tingkat mikro, UKM. Saat berada di organisasi tersebut, salah satunya CEDS UI, saya mendapatkan banyak sekali inspirasi. Belajar lebih dari yang berpengalaman dan telah sukses di bidangnya, membuat saya semakin termotivasi untuk maju, menjadi lebih baik.

Selain itu, kerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Bogor dan Inkubator IPB, kami pun secara intensif diberikan penyuluhan, baik dalam melakukan managemen usaha kami, pembukuan hingga adanya mediasi penyaluran dana untuk modal pengembangan usaha kami.

Semenjak saya mengenyam bangku kuliah, jika mahasiswa yang lain membuang waktu untuk bermain, kumpul-kumpul dan belajar, maka sebagian waktu yang saya punya saya dedikasikan untuk mengembangkan usaha keripik kami.

Pada tahun 2009, bisnis online mulai merebak, adanya kaskus, penggunakan blog sebagai media jejaring social dalam melakukan perdagangan membuat saya melihat peluang, bahwa bisnis online cukup menjanjikan.

Tidak lama saya membuat blog, salah satu program televisi swasta dibawah naungan Trans TV, Koki Cilik, mereka menghubungi kami untuk diliput di acara mereka. Karena pada saat itu, mereka membutuhkan liputan tentang talas, makanan khas kota bogor. Dan akhirnya, keripik kami pun masuk tv. Diliput media, omzet kami pun bertambah.

Mengenal Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia

Selepas kuliah D3, saya ingin membesarkan usaha UMKM keripik papa saya, Favourite Snack. Saya ingin total dan fokus. Namun, pemikiran kedua orang tua saya berbeda dengan apa yang saya pikirkan. Beliau-beliau menginginkan saya untuk bekerja kepada perusahaan yang sudah settled terlebih dahulu.

Papa saya bilang, bila kita sudah bekerja dengan orang lain, maka, mental akan terbentuk, menjadi lebih disiplin.

Satu minggu setelah saya wisuda, tiba-tiba saya mendapat telepon dari seorang wanita. Dia memanggil saya untuk interview marketing, kepada suatu perusahaan besar di Indonesia, PT Mandiri Sekuritas anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perusahaan sekuritas 5 besar di Indonesia.

Setelah saya dihubungi oleh wanita tersebut, yang terfikir di kepala saya, Mandiri, oh, berarti saya bekerja di bank, saat itu, saya sama sekali tidak mengetahui, apa itu sekuritas, saham, dan pasar modal sama sekali, jadi pada saat persiapan interview, saya mempersiapkan diri untuk soal psikotes dan mempelajari perusahaan Bank Mandiri, haha... dan sebenarnya, saya tidak pernah melamar di PT Mandiri Sekuritas, tapi karena sudah dipanggil, jadi saya bersyukur saja.

Pada saat hari interview, saya heran, ko tidak ada peserta ujian interview lain Hanya saya sendiri. Akhirnya, waktu pun mengarahkan saya kepada bos-bos yang menginterview saya, ada 3 orang. Mereka menanyakan saya tentang produk p