salinan - jdih. . undang-undang nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan

Download SALINAN - jdih. . Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

Post on 23-Oct-2019

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    PERATURAN DAERAHDAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    NOMOR 2 TAHUN 2017

    TENTANG

    KETENTRAMAN, KETERTIBAN UMUM DAN

    PERLINDUNGAN MASYARAKAT

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,

    Menimbang : a. bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tata nilai budaya luhur yang perlu dipelajari, diajarkan, dipertahankan, dan ditegakkan sebagai landasan untuk mewujudkan kehidupan teratur dan tenteram;

    b. bahwa Pemerintah Daerah dalam melaksanakan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sebagai urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar perlu memiliki kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan;

    c. bahwa dalam rangka mewujudkan terselenggaranya ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta perlu disusun peraturan daerah;

    d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

    Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Repulik

    Indonesia Tahun 1945;

    2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 3) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1955 tentang Pengubahan Undang-Undang Nomor 3 jo. Nomor 19 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Jogjakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 827);

    SALINAN

  • 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Reoublik Indonesia Nomor 5234);

    4. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339);

    5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

    6. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 2, 3, 10 dan 11 Tahun 1950 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 58);

    7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5094);

    8. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2012 tentang Tata Cara Koordinasi Pengawasan dan Pembinaan Teknis Terhadap Kepolisian Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Bentuk-Bentuk Pengamanan Swakarsa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 529);

    9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2011 tentang Standar Operasional Prosedur Satuan Polisi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 712);

    10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2014 tentang Penyeelenggaraan Perlindungan Masyarakat;

    11. Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036).

  • Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

    DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    dan

    GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG KETENTRAMAN, KETERTIBAN UMUM DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT

    . BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan:

    1. Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat adalah suatu keadaan dinamis yang memungkinkan Pemerintah Daerah, dan masyarakat dapat melakukan kegiatan dengan tenteram, tertib, dan teratur.

    2. Perlindungan Masyarakat adalah suatu keadaan dinamis dimana warga masyarakat disiapkan dan dibekali pengetahuan serta ketrampilan untuk melaksanakan kegiatan penangangan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.

    3. Satuan perlindungan masyarakat yang selanjutnya disebut satlinmas adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa/kelurahan dan beranggotakan warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta ketrampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganaan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.

    4. Gangguan ketertiban umum yang selanjutnya disebut gangguan ketertiban adalah semua kondisi yang disebabkan oleh perilaku tidak tertib yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan terganggunya kepentingan umum.

    5. Masyarakat adalah seluruh rakyat Indonesia baik sebagai perseorangan, kelompok orang, masyarakat adat, maupun yang berhimpun dalam suatu lembaga atau organisasi kemasyarakatan.

    6. Jalan adalah jalan umum yang berstatus sebagai jalan provinsi yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum.

    7. Sungai adalah alur atau wadah air alami dan/atau buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara, yang wilayah alirannya lintas Kabupaten/Kota.

    8. Satuan Polisi Pamong Praja yang selanjutnya disingkat Satpol PP adalah bagian perangkat daerah dalam penegakan Peraturan Daerah dan penyelenggaraan ketertiban umum.

  • 9. Polisi Pamong Praja adalah anggota Satpol PP sebagai aparat Pemerintah Daerah dalam penegakan Peraturan Daerah dan penyelenggaraan ketertiban umum.

    10. Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PPNS adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Lingkungan Pemerintah Daerah yang diberi wewenang khusus oleh Undang-undang untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah.

    11. Penertiban adalah tindakan penegakan peraturan yang bersifat tindakan represif non yustisial yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja terhadap anggota masyarakat yang melanggar ketentuan Peraturan Daerah atau ketertiban umum.

    12. Penegakan Peraturan Daerah adalah segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Polisi Pamong Praja yang bersifat preemtif, preventif, dan represif guna meningkatkan ketaatan masyarakat.

    13. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah Daerah kepada Kabupaten/Kota dan/atau Pemerintah Desa untuk melaksanakan sebagian Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.

    14. Orang adalah orang perorangan dan/atau korporasi dan/atau badan hukum. 15. Pemerintah Daerah adalah unsur penyelenggara pemerintahan yang terdiri atas

    Gubernur dan Perangkat Daerah. 16. Daerah adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. 17. Pemerintah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Walikota dan perangkat daerah

    kabupaten/kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

    Pasal 2

    Ketertiban umum diselenggarakan berdasarkan Asas: a. kepastian hukum; b. kepentingan umum; c. keterbukaan; d. proporsionalitas; e. profesionalitas; f. akuntabilitas; g. efisiensi; h. efektivitas; dan i. keadilan.

    Pasal 3

    Pengaturan tentang ketertiban umum dimaksudkan mewujudkan keadaan yang tertib dan tenteram dalam kehidupan bermasyarakat.

    Pasal 4

    Pengaturan tentang ketertiban umum bertujuan untuk melindungi masyarakat dan mendukung penegakan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan ketertiban umum serta menumbuhkan budaya tertib masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.

  • Pasal 5

    Ruang lingkup Peraturan Daerah ini meliputi : a. hak dan tanggung jawab; b. penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. perlindungan masyarakat; d. tugas pembantuan, kerjasama, dan koordinasi; e. peran serta masyarakat; f. pembiayaan; g. pelaporan; dan h. sanksi.

    BAB II

    HAK DAN TANGGUNG JAWAB

    Bagian Kesatu

    Pemerintah Daerah

    Pasal 6

    (1) Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan ketertiban umum. (2) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

    a. mewujudkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghormati hukum, adat dan tradisi, serta mampu bersikap toleran;

    b. menetapkan kebijakan yang dapat menjamin terlaksananya ketertiban umum; c. memberikan perlindungan dan rasa aman dalam masyarakat; dan d. menyelenggarakan pencegahan terjadinya pelanggaran terhadap ketertiban

    umum. (3) Tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai

    dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Bagian Kedua

    Masyarakat

    Pasal 7

    (1) Setiap orang memiliki hak yang sama untuk merasakan dan menikmati manfaat tercapainya ketertiban umum.

    (2) Setiap orang mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap ancaman dan bahaya sebagai akibat dari adanya gangguan ketertiban.

    (3) Setiap orang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan ketertiban umum.

Recommended

View more >