s a l i n a n pajak penerangan jalan

Download S A L I N A N PAJAK PENERANGAN JALAN

Post on 14-Jan-2017

219 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    S A L I N A NNomor : 9/B 2002.

    PERATURAN DAERAH KOTA MALANG

    NOMOR 9 TAHUN 2002

    T E N T A N G

    PAJAK PENERANGAN JALAN

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    WALIKOTA MALANG,

    Menimbang : a. bahwa untuk menyesuaikan tarif Pajak Penerangan Jalan

    berdasarkan ketentuan pasal 60 dan 61 Peraturan Pemerintah

    Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah, maka Peraturan

    Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang Nomor 3 Tahun

    1998 tentang Pajak Penerangan Jalan perlu ditinjau kembali ;

    b. bahwa untuk melaksanakan penyesuaian sebagaimana

    dimaksud dalam huruf a konsiderans di atas, perlu mengatur

    kembali dan menetapkan Peraturan Daerah Kota Malang

    tentang Pajak Penerangan Jalan .

    Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara

    Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981

    Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 3209) ;

    2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 1997 tentang Badan

    Penyelesaian Sengketa Pajak (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 1997 Nomor 40, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 3684);

  • 2

    3. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah

    dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 3685) sebagaimana telah diubah dengan

    Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048) ;

    4. Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan

    Pajak dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 1997 Nomor 42, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 3686) ;

    5. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan

    Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999

    Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 3839) ;

    6. Undang undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang

    Penyelenggaraan Negara yang Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan

    Nepotisme (Lembaran Negara Repubklik Indonesia Tahun

    1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 3845) ;

    7. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang

    Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176) ;

    8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang

    Pelaksanaan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang

    Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 3258) ;

    9. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1987 tentang

    Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II

    Malang dan Kabupaten Daerah Tingkat II Malang (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 29, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3354) ;

  • 3

    10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang

    Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Propinsi

    Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 3952) ;

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak

    Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001

    Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 4138) ;

    12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1997 tentang

    Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah

    Daerah ;

    13. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 172 Tahun 1997

    tentang Kreteria Wajib Pajak dan Wajib Menyelenggarakan

    Pembukuan dan Tata Cara Pembukuan ;

    14. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 173 Tahun 1997

    tentang Tata Cara Pemeriksaan di Bidang Pajak Daerah ;

    15. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 178 Tahun 1997

    tentang Pedoman Tata Cara Pumungutan Pajak Daerah ;

    16. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2002

    tentang Pemungutan Pajak Penerangan Jalan ;

    17. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang

    Nomor 11 Tahun 1987 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil

    Di Lingkungan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II

    Malang ;

    18. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang

    Nomor 7 Tahun 1990 tentang Tata Cara Penagihan Pajak dan

    Retribusi Daerah dengan Surat Paksa ;

    19. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 9 Tahun 2000 tentang

    Pembentukan, Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur

    Organisasi Dinas sebagai unsur pelaksana Daerah .

  • 4

    Dengan Persetujuan

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MALANG

    M E M U T U S K A N :

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTA MALANG TENTANG

    PAJAK PENERANGAN JALAN .

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

    1. Daerah, adalah Kota Malang .

    2. Pemerintah Daerah, adalah Pemerintah Kota Malang .

    3. Kepala Daerah, adalah Walikota Malang .

    4. Dinas Pendapatan, adalah Dinas Pendapatan Kota Malang .

    5. Pejabat, adalah Pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang perpajakan Daerah

    sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku .

    6. Badan, adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan

    baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi

    Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, Perseroan lainnya, Badan Usaha

    Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, Firma,

    Kongsi, Koperasi, Dana Pensiun, Persekutuan, Perkumpulan, Yayasan, Organisasi

    masa, Organisasi Sosial Politik, atau Organisasi yang sejenis Lembaga, bentuk

    usaha tetap, dan bentuk usaha lainnya .

    7. Pajak Daerah yang selanjutnya disebut pajak, adalah iuran wajib yang dilakukan

    oleh orang pribadi atau badan kepada Daerah tanpa imbalan langsung yang

    seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan

    yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan

    Daerah dan pembangunan Daerah .

    8. Obyek Pajak, adalah setiap penggunaan tenaga listrik .

  • 5

    9. Subyek Pajak, adalah orang pribadi atau badan yang dapat dikenakan Pajak

    Daerah .

    10. Wajib Pajak, adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan

    peraturan perundang-undangan perpajakan Daerah diwajibkan untuk melakukan

    pembayaran pajak terutang, termasuk pemungutan atau pemotong pajak

    tertentu .

    11. Masa Pajak, adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulan

    takwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan dengan keputusan Kepala

    Daerah .

    12. Tahun Pajak, adalah jangka waktu yang lamanya 1 (satu) tahun takwim .

    13. Pajak yang terutang, adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam

    Masa Pajak, dalam Tahun Pajak, atau dalam bagian Tahun Pajak menurut

    ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan Daerah .

    14. Penerangan Jalan, adalah penggunaan tenaga listrik untuk menerangi jalan

    umum yang rekeningnya di bayar oleh Pemerintah Daerah .

    15. Pajak Penerangan Jalan yang selanjutnya disebut pajak, adalah pungutan daerah

    atas penggunaan tenaga listrik .

    16. Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), adalah surat yang oleh Wajib Pajak

    digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/ atau pembayaran pajak,objek

    pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban, menurut

    ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan Daerah .

    17. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), adalah surat ketetapan pajak yang

    menentukan besarnya jumlah pokok pajak .

    18. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), adalah surat ketetapan

    pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak,

    jumlah kekurangan pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi, dan

    jumlah yang masih harus dibayar .

    19. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT), adalah surat

    ketetapan pajak yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah

    ditetapkan .

  • 6

    20. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar (SKPDLB), adalah surat ketetapan

    pajak yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah

    kredit pajak lebih besar daripada pajak yang terutang atau tidak seharusnya

    terutang .

    21. Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD), adalah surat untuk melakukan tagihan

    pajak dan / atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda .

    22. Pemeriksaan, adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, dan

    mengolah data dan atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan

    kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi berdasarkan peraturan perundang-

    undangan Retribusi Daerah .

    23. Penyidikan Tindak Pidana di bidang Pajak Daerah, adalah serangkaian tindakan

    yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut

    Penyidik, untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu

    membuat terang Tindak Pidana di bidang Pajak Daerah yang terjadi serta

    menemukan tersangkanya .

    BAB II

    NAMA DAN OBYEK PAJAK

    Pasal 2

    (1) Dengan nama Pajak Penerangan Jalan dipungut pajak atas setiap penggunaan

    tenaga listrik ;

    (2) Tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini yang berasal dari

    PLN maupun bukan PLN .

    Pasal 3

    Dikecualikan dari objek Pajak Penerangan Jalan :

    a. penggunaan tenaga listrik oleh instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

    ;

    b. pe