Rubrik Parenting - Jendela Keluarga majalah Hidayatullah

Download Rubrik Parenting - Jendela Keluarga majalah Hidayatullah

Post on 03-Nov-2014

429 views

Category:

Self Improvement

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. Jendela Keluarga Mengapa Perlu Ayah?foto : muh. abdus syakur/SUARA HIDAYATULLAHSeorang ibu menaiki seu b ah taksi bersama seorang putrinya. Dalam perjalanan, sopir taksi mengajak ber bicara si ibu. Ketika melihat anak si ibu sudah tertidur sang sopir berkata, Bu, dijaga ya anak perempuannya! Mendengar kata-kata sopir terseut, tentu saja si ibu kaget. b Belum sempat bertanya, sopir ber kata lagi. Saya bertahun-tahun bekerja sebagai sopir taksi sering mengantar anak-anak perempuan muda, mungkin ma SMP namun sih berdandan seper orang dewasa. ti Ketika sampai di tempat tujuan, ternyata ia sudah ditunggu sebuah mobil. Terkadang saya lihat orang di dalam mobil ter sebut om-om berusia tidak muda lagi. Sopir menduganya bahwa anak- anak perempuan muda yang berdandan me or tersebut n bukan semata-mata mencari uang, namun mencari figur ayah. Karena tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, sehingga ia mencarinya di luar rumah. Si ibu tidak menyangka ada fenomena yang terjadi seperti itu, bahwa kekurangan interaksi anak perempuan dengan ayahnya bisa berakibat fatal. Lalu ia teringat dengan dirinya yang tidak dekat dengan ayahnya. Sang ayah bekerja di luar kota dan hanya beberapa hari berada di rumah. Kalau pulang ke rumah pun sang ayah hanya ingin beristirahat, dan tidak mau diganggu anakanaknya. Kalau mendengar kegaduhan anak-anaknya, sang ayah langsung berteriak. Bahkan kadang sampai melempar barang ke arah anak-anaknya. Hal itu membuat dirinya cukup lama untuk meng ambil keputusan menikah. Yang terbayang dari so sok seorang suami adalah figur ayahnya yang tidak menyenangkan. Meski ia juga melihat gambaran suamiAGUSTUS 2013/SYAWAL 1434yang lembut dan perhatian, namun yang paling membekas adalah kesan yang ditorehkan ayahnya. Dua kisah di atas menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya figur positif seorang ayah. Namun sulit dipungkiri bahwa banyak ayah yang tidak menyadari akan hal itu. Sebagian ayah menganggap bahwa perannya hanya mencari uang, sedangkan pengauhan diserahkan sepenuhnya s kepada istrinya. Fenomena tersebut bukan hanya muncul di masyarakat perkotaan yang berorientasi pada materi. Namun juga muncul di masyarakat umum, bahkan juga di sebuah komunitas aktivis dak wah. Pengasuhan dan pendidikan anakya diserahkan kepada istrinya n saja. Mereka lupa bahwa sebagai pe mimpin keluarga seharusnya bertu as g juga untuk mengedukasi kelu rganya a agar terhindar dari api neraka. Rasulullah adalah tauladan kita. Perhatian, kasih sayang, juga pendidikan bukan saja pada anak kandungnya, namun juga pada anak angkatnya. Zaid bin Tsabit adalah seorang budak milik Khadijah yang diberikan pada Rasulullah . Ia anak asing yang diculik suku pedalaman, kemudian dijual. Ketika ayahnya mendengar bahwa Zaid masih hidup, ia datang menghadap Rasulullah untuk menebusnya. Rasulullah memberinya pilihan. Apa yang dikatakan Zaid sungguh di luar dugaannya. Ya, Rasulullah, aku tidak bisa memilih orang lain selain engkau! Karena sikap Nabi yang memuliakannya, maka ia memilih Rasulullah dibanding ayah kandungnya sendiri. Demikianlah Zaid. Ia kemudian menjadi anak angkat dan dididik oleh Rasulullah hingga menjadi orang hebat, panglima pasukan perang Mutah dan gugur sebagai syuhada.* Penulis Buku Mendidik Karakter dengan KaraktercelahOleh Ida S. Widayanti67</li></ul><p> 2. usrahMengolah Cemburu d Oleh SRI LESTARI*Cemburu terkadang membuat perasaan tiada menentu, makan tidak enak, tidurpun tak nyenyak, terkadang mau marah.Santi agak gusar menyikapi perilaku Yanto, suaminya. Ia rasakan akhir-akhir ini suaminya banyak berubah. Sejak acara arisan keluarga sikapnya menjadi terlalu protektif terhadap dirinya. Terlalu banyak larangan yang membatasi geraknya. Sebagai istri, ia sudah berusaha menjadi istri yang baik. Ijin sebelum keluar rumah selalu ia lakukan. Tapi toh suaminya masih menaruh rasa curiga. Ketika ditanya tentang perubahan sikap itu, suaminya hanya diam. Santi tidak mau berlarut-larut dalam ketidaknyamanan akibat perubahan sikap suami. Maka ia berusaha mencari informasi dari berbagai pihak. Setelah melalui pencarian, ternyata perubahan sikap sang suami disebabkan rasa cemburu. Sewaktu acara arisan keluarga ternyata saudara jauh yang dulu pernah dijodohkan dengan dirinya datang menghadiri acara tersebut. Hati Santi rasanya plong setelah mengetahui akar permasalahnya. Tinggal sekarang bagaimana mengkomunikasikan rasa cemburu suaminya agar tidak menjadi api yang membakar kebahagiaan rumah tangganya. Tapi berbeda dengan pasangan Roni dan Tina. Roni tidak68menampakkan rasa cemburunya ketika ada kabar dari temannya bahwa istrinya sering dibonceng oleh teman sekerjanya. Roni menganggap itu hal yang biasa, bukankah rumahnya dan teman sekerja istrinya searah. Justru ia merasa terbantu tidak perlu menjemput sang istri karena pada jam-jam tersebut, ia belum keluar dari kantor tempatnya bekerja.Cemburu adalah CintaCemburu adalah hal fitrah dan lumrah dalam kehidupan berumah tangga. Kalau kita berbicara tentang cemburu maka kita bicara masalah kedekatan. Karena pada dasarnya cemburu adalah rasa khawatir seseorang atau berkurangnya kedekatan atau kualitas hubungan itu. Maka bisa saja terjadi seorang suami cemburu pada bayinya karena waktu sang istri sekarang lebih tercurah pada bayi yang baru lahir. Atau seorang istri cemburu pada ibu mertuanya lantaran suami memberikan perhatian lebih kepada sang ibu. Sering memberi pujian lebih pada ibu untuk segala hal. Seperti masakannya, cara menata ruangan, serta kemampuannya membuat panganan ringan yang selalu menjadi favorit keluarga. Cemburu bagi para pecinta adalah lumrah selama cemburu itu dalam batas-batas wajar. Selama rasa cemburu itu masih bisa dibuktikan dengan akal sehat dan sesuai syariat, maka cemburu kita tidak membabi buta. Apabila cemburu kita tidak punya landasan dan hanya berdasarkan perasaan saja, maka kita terjebak dalam cemburu buta. Bagi para pecinta, sebenarnya rasacemburu adalah pertanda adanya cinta yang kuat dalam hubungan mereka. Justru pasangan yang tidak ada rasa cemburu tentu perlu dipertanyaakan komitmen cintanya. Apapun alasannya, baik itu berdalih konsultasi rumah tangga atau agama, bila SMS ataupun telepon dilakukan tanpa adanya sikap terbuka pada pasangan, maka wajar bila pasangan cemburu. Jangan sampai menganggap pasangan kurang percaya pada kita atau terlalu protektif. Justru sikap itu adalah reaksi positif untuk mempertahankan cintanya. Coba bayangkan, seandainya seorang suami tidak cemburu istrinya selalu dibonceng teman lelaki sekerjanya sebagaimana ilustrasi di atas. Atau, istri cuek saja mendengar suaminya telepon terus sambil bergurau dengan rekan kerja wanitanya. Jika sikap pasangan seperti itu, perlu dipertanyakan komitmen cintanya.Cemburu karena Allah SWTSetiap orang pasti akan tersiksa bila berada dalam belenggu rasa cemburu. Perasaan tiada menentu, makan tidak enak, tidur pun tak nyenyak, terkadang mau marah tapi kepada siapa karena cemburu yang belum terbukti kebenarannya. Namun bila didiamkan, rasa cemburu itu bagaikan seonggok duri yang menusuk-nusuk hati. Sejuta rasa tidak menyenangkan menghinggapi kita. Itulah cemburu manusia. Bahkan Rasulullah sebagai manusia yang maksum pun pernah cemburu terhadap istrinya, Aisyah. Sampaisampai beliau tidak mau bicara danSUARA HIDAYATULLAH | www.hidayatullah.com 3. Jendela keluargaFOTO MUH. ABDUS SYAKUR/SUARA HIDAYATULLAHalam Rumah Tangga gusar berhari-hari hingga jelas apa yang menjadi akar rasa cemburu dari berita yang tersebar terbukti: bahwa Aisyah tidak seperti yang dituduhkan oleh orang orang yang membenci keluarga Nabi. Akhirnya Allah membersihkan citra Aisyah dengan mengungkap berita bohong tersebut sehingga akar rasa cemburu Rasulullah terdeteksi sejak dini dan tidak berlarut larut terlalu lama. Ibnu Masud meriwayatkan, Saad bin Ubadah suatu kali berkata, Kalau ketahuan seorang lelaki tengah bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang sebagai sangsinya. Kemudian Rasulullah berkata kepada para sahabat, Herankah kalian dengan cemburunya Saad itu? Ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari pada dia. Dan demi Allah, saya cemburu berdasarkan kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik yang dilakukan terang-terangan maupun sembunyisembunyi. (Riwayat Bukhari) Itulah cemburu manusia biasa. Yang akar rasa cemburunya masih didominasi hawa nafsu. Berbeda dengan cemburu Nabi Muhammad sebagai manusia yang maksum. Tentu beliau selalu berada dalam lindungan Allah Taala. Dalam Hadits di atas Allah pun cemburu, tetapi tentunya berbeda akar cemburu antara Tuhan dan hambaNya. Ketika hamba-Nya yang taat dan selalu ingat kepada-Nya tiba-tiba lalai beribadah karena ada pihak ketiga, di situlah Allah cemburu. Cemburu Allah karena cinta, berbeda dengan AGUSTUS 2013/SYAWAL 1434marahnya Allah . Jika Allah cemburu, Ia akan memberikan sebuah cobaan kepada hamba-Nya yang lalai agar hambaNya dapat mengingat-Nya kembali. Sedangkan marah Allah adalah sebuah azab kepada hamba-Nya, karena enggan mengikuti atau kembali di jalan Allah . Itulah perbedaan cemburu dan amarah Allah , namun Allah selalu mendahulukan kasih sayang-Nya daripada amarah-Nya. Karena itu, kita... berbicara dengan lembut, menguatkan kepercayaan, dan tidak lupa utamakan kejujuran dan kesabaranjangan pernah menduakanNya, jangan pernah cinta kita kepada yang lain lebih besar daripada cinta kita kepada Allah . Maka, cintailah yang lain karena Allah , sebab dengan mencintai yang lain karena Allah itu sama halnya dengan mencintai Allah . Jika mencintai Allah , pasti perintahperintah Allah selalu tak terabaikan oleh hamba-Nya. Itulah sedikit perbedaan cemburu manusia dan cemburu Allah . Boleh cemburu, asal tak boleh marah. Harus melakukan pendekatan komunikasi, dan tentunya berbicara dengan lembut, menguatkan kepercayaan, dan tidak lupa utamakan kejujuran dan kesabaran. Kita patut cemburu dan marah bila pasangan atau anggota keluarga kita melanggar aturan Allah . Insya Allah, hubungan kita akan langgeng, damai, bahagia, hingga berjumpa dengan Sang Maha Cinta. Aamiin. *Ibu rumah tangga tinggal di Yogyakarta69 4. marahBerarti Meski Sendiri Oleh UMMU ARINA*Belajar mendukung diri sendiri dan membangun kemampuan diri karena ada saatnya kita harus melangkah sendiriSosoknya masih seperti dulu. Secara finansial terlihat lebih baik karena beberapa simbol kemapanan sudah dimilikinya. Namun, ia menulis SMS pada seorang teman, Aku tidak mengerti apa yang harus kulakukan untuk mengubah semua ini. Ia merasa sangat kesepian di tengah segala fasilitas. Ia merasa sendirian, tanpa seorangpun mendukung cita-cita dan keinginannya. Walaupun ia tak pernah mengatakan tidak bahagia dengan pernikahannya, berbagai penelitian (Brehm:2002) menyatakan bahwa pada faktanya banyak perempuan yang merasa kesepian setelah menikah. Lalu, apakah hal seperti ini memalukan bagi seorang Muslimah?Sadar Kemampuan DiriSejatinya tidak dan katakanlah tidak. Kaum Muslimah tidak harus merasa malu atau tak pantas memiliki keinginan dan kebutuhan untuk didukung orang lain, ketika ingin melakukan yang berguna bagi dirinya dan orang lain. Namun, terkadang banyak perempuan yang lupa bahwa sebenarnya dirinya pun memiliki kemampuan untuk dapat berdiri sendiri. Mampu untuk bisa melakukan sesuatu yang berarti dengan70kekuatannya sendiri. Terutama, perempuan yang telah memiliki suami. Bila dulu saat menjadi aktivis bisa menempuh jarak puluhan kilometer menuju lokasi acara dengan angkot, maka setelah menikah, pergi ke tempat yang berjarak dekatpun harus diantar kendaraan pribadi suami. Bila saat masih lajang dapat dengan lihai mengelola waktu dan rela bangun dini hari untuk meluangkan persiapan seminar atau pelatihan, maka setelah menikah dan punya anak jadi susah berangkat pagi-pagi karena merasa repot dengan urusan anak dan suami. Padahal fiqh prioritas adalah bahasan yang berungkali dikupas dan slogan Muslimah mandiri terasa demikian gagah menguatkan hati saat masih sendiri. Tentu setelah menikah, dua hal ini seyogyanya masih dipertahankan dan justru makin diperlukan. Jadi, meskipun kita didampingi oleh dia yang sangat mencintai, kita tetap harus bersemangat untuk mendukung diri sendiri. Tetap konsisten pada cita-cita yang pernah kita lukis dalam hati, berusaha merealisasikannya, dan menyamankan diri dengan setiap kondisi. Tiga hal ini sangat penting. Meskipun dukungan orang-orang yang kita cintai akan menguatkan rasa percaya diri, tapi sadarilah bahwa tak selamanya dukungan seperti itu akan kita peroleh. Seringkali kondisi bisa berubah dengan cepat. Cobaan pasti akan datang menguji komitmen kita. Apalagi, jika orang yang selama ini mendukung kita harus pergi untuk selamanya.Karena itu, mulailah mendukung diri kita sendiri untuk mengerjakan halhal positif yang mendekatkan kita pada apa yang kita harapkan. Contohnya, bila kita ingin memiliki sebuah kantor jasa penanganan anak-anak berkebutuhan khusus secara holistik, maka mulailah membangun jaringan dengan apapun yang terdekat yang kita miliki. Walaupun kita hanya memiliki sebuah handphone yang cuma bisa SMS dan telepon, bukan berarti itu adalah halangan untuk membangun jaringan. Kita bisa memulai dengan mengirimkan SMS pada teman yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa dan mulai mencari orangtua dengan anak berkebutuhan khusus. Anak seperti ini semakin mudah ditemui di masyarakat. Mengingat jumlah anak-anak yang lahir dengan kebutuhan khusus semakin meningkat. Lalu mulailah menggali informasi tentang bagaimana mengatur pola keseharian anak-anak berkebutuhan khusus. Mulai dari cara membangun komunikasi, pola makan, pola aktivitas apa yang sesuai dengan kondisi mereka, hingga pengobatan thibbun nabawi yang dapat diterapkan pada mereka.Keyakinan PositifUntuk mulai mengetik sms, maka hal yang pertama kali harus ditingkatkan adalahself efficacy yang kita miliki.Self efficacyadalah keyakinan diri terhadap kemampuan yang kita miliki untuk mengatasi masalah atau menyelesaikan tugas. Semakin tinggiself efficacy yang kita miliki, maka semakin mudah pula kita mengatasi masalah yang kita hadapi. SUARA HIDAYATULLAH | www.hidayatullah.com 5. Jendela keluargaFOTO : IBNU SYAFAAT/SUARA HIDAYATULLAHkelilingilah diri kita dengan orang-orang yang punya optimisme dan sikap positif dalam kehidupan. Berteman dengan mereka akan mendatangkan sikap serupa sehingga semangat dan rasa syukur kita selalu meningkat Maka, untuk menambahself efficacy, informasi mengenai kemampuan diri yang kita miliki harus semakin digali. Kumpulkan sebanyak mungkin penilaian-penilaian yang pernah dilontarkan oleh orang lain tentang keberhasilan yang kita capai. Hal-hal terbaik yang pernah kita lakukan. Dan yang terpenting, yakinkan diri bahwa Allah akan membantu kita melampui segala hal yang kita anggap tidak mungkin, menjadi mungkin. Keyakinan ini akan sangat penting untuk mendukung diri sendiri. Bahwa sesulit apapun memulai sesuatu yang baru, kita memiliki kemampuan sebagai modal untuk bergerak mencapai apa yang kita harapkan. Kita juga memiliki Allah sebagai pelindung dan penolong. Sebagaimana Ibnu Katsir dalam taf...</p>