rpp x sem i

Download RPP X Sem I

Post on 13-Jul-2015

204 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Nama Sekolah Alamat Sekolah Mata Pelajaran Sub materi Kelas / Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi dasar : SMA Negeri 1 pantai cermin : Jl.H.T.Rizal Nurdin Pantai cermin : Kimia : Struktur Atom : X/1 : 4 x 45 menit : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia : 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron. Indikator : Pertemuan 1 (1) Menjelaskan pengertian ilmu kimia dan penerapan ilmu kimia dalam kehidupan. (2) Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masingmasing teori atom berdasarkan fakta eksperimen. Pertemuan 2 (3) Mengklasifikasikan unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton. (4) Menentukan massa atom relatif berdasarkan kelimpahan isotopnya (5) Menentukan massa molekul relatif. (6) Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi. I. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat, Pertemuan 1 (1) Menjelaskan pengertian ilmu kimia dan penerapan ilmu kimia dalam kehidupan . (2) Menyatakan dasar teori dari teori atom Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr dan mekanika kuantum. (3) Menyatakan ide pokok dalam teori atom Dalton, Thomson, Rutherford, Niels Bohr dan Mekanika kuantum. (4) Menyatakan kelemahan teori atom Dalton, Thomson, Rutherford, dan Niels Bohr. Pertemuan 2 (5) Menyebutkan partikel dasar dan sifat-sifatnya. (6) Mengklasifikasikan atom ke dalam isotop, isobar dan isoton. (7) Menentukan konfigurasi elektron unsur berdasarkan nomor atomnya. (8) Menentukan elektron valensi.

II. Materi Ajar : Pertemuan 1 Pengenalan ilmu kimia Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari komposisi, struktur, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi yang lain dan energi yang menyertai perubahan materi. Unsur merupakan zat yang paling sederhana dari materi. Dan tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat -zat yang lebih sederhana. Sampai saat ini unsur-unsur yang sudah diketahui sebanyak 116 unsur. Sebagian besar ditemukan di Alam walaupun ada juga yang berasal dari hasil sintesis di laboratorium. Contoh-contoh unsur, misalnya: hidrogen, oksigen dan karbon. Senyawa adalah zat-zat yang terbentuk dari unsur-unsur melalui suatu reaksi kimia. Sifat-sifat suatu senyawa sangat berbeda dengan sifat-sifat unsur pembentuknya. Campuran merupakan hasil penggabungan dari beberapa zat-zat tanpa terjadinya reaksi kimia. Oleh karena itu, suatu campuran dapat dipisahkan dengan cara filtrasi (penyaringan), kristalisasi (penghabluran), destilasi (penyulingan), ekstraksi (penyarian), adsorpsi (penyerapan) dan kromatografi (pemisahan zat-zat warna). Teknologi dan aplikasi ilmu kimia telah mampu menghasilkan zat-zat yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti: plastik, pakaian, pupuk, bahan bakar dan sebagainnya. Perkembangan teori atom Sejarah Perkembangan Model Atom Konsep atom berawal dari Demokritos seorang ahli filsafat Yunani yang hidup sekitar tahun 400 sebelum Masehi. Demokritos membangun sebuah teori tentang materi tidak berdasarkan hasil eksperimen tetapi lebih kepemahaman filosofi mereka tentang Alam Semesta. Menurut pemikiran Demokritos, bahwa setiap materi tersusun dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat diperkecil lagi. Partikel penyusun materi itu dinamakan Atom, berasal dari bahasa Yunani (a = tidak, tomos = terbagi). Perkembangan model atom A. Model Atom Dalton Teori atom Dalton ini dapat disimpulkan sebagai berikut. a. Setiap unsur tersusun dari partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi yang disebut atom. b. Atom-atom dari unsur yang sama, mempunyai sifat yang sama sedangkan atom-atom dari unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya berlangsung melalui ikatan antar atom unsur-unsur yang menyusun senyawa tersebut. d. Dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang, tetapi hanya terjadi perubahan susunan atomatom dalam zat tersebut. B. Model Atom J.J. Thomson J.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel subatom) yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Atom merupakan partikel yang bersifat netral dan karena elektron bermuatan negatif maka harus ada partikel lain yang bermuatan

positif untuk menetralkan muatan negatif elektron tersebut. Dari penemuannya tersebut J.J. Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal sebagai Teori Atom Thomson. Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar muatan negatif electron C. Model Atom Rutherford Pada tahun 1911, Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif yang berukuran jauh lebih kecil dari pada ukuran atom, tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya. Model atom Rutherford menggambarkan atom terdiri atas inti yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom, serta elektron bergerak melintasi inti, seperti planet-planet mengitari matahari. D. Model Atom Bohr Model atom Bohr adalah sebagai berikut. a. Didalam mengelilingi inti elektron bergerak menurut lintasan (orbit) tertentu, dari penyelidikan diketahui terdapat 7 lintasan elektron. b. Pada setiap lintasan energi gerak elektron selalu tetap besarnya (elektron tidak mengalami kehilangan energi sewaktu melintas pada lintasannya mengelilingi inti. Oleh karena energi elektron pada lintasan selalu tetap maka elektron tidak akan tertarik masuk ke inti. c. Lintasan elektron berenergi tetap ini disebut lintasan stasioner atau lebih sering disebut tingkat energi elektron, atau tingkat energi saja. Tingkat energi (lintasan elektron) diberi tanda huruf E. d. Setiap lintasan elektron mempunyai tingkat energi tertentu besarnya. Tingkat energi E1 yang paling dekat ke inti adalah yang terkecil energinya yang paling besar energinya adalah tingkat energi yang paling luar e. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain, atau dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lain (tereksitasi). Pertemuan 2 Partikel Penyusun Atom A. Elektron Elektron adalah partikel penyusun atom yang bermuatan listrik negatif. Elektron memiliki massa 9,11 x 10-28 gram, kira-kira kali massa proton. Dalam suatu atom yang netral Jumlah elektron

harus sama dengan jumlah proton. Oleh karena itu, nomor atom pun menyatakan jumlah elektron. B. Inti Atom (Proton dan Neutron). Proton adalah Partikel penyusun inti atom yang bermuatan positif dengan massa 1.6726 x 10-24 gram sedangkan neutron adalah Partikel penyusun inti atom yang bermuatan netral dengan massa 1.6750 x 10-24gram. Simbol Atom dimana : X : lambang unsur A : nomor massa ( jumlah proton + jumlah neutron )

Z : nomor atom ( jumlah proton = jumlah elektron) Menentukan Jumlah Proton, Elektron dan Neutron a. Pada atom netral : Jumlah proton = Jumlah Elektron = Nomor atom Jumlah neutron = Nomor Massa ( A ) - Nomor Atom ( Z ) b. Pada atom bermuatan positif (ion positif) Jumlah proton = Nomor atom Jumlah elektron = Nomor Atom ( Z ) - Jumlah Muatan Jumlah neutron = Nomor Massa ( A ) - Nomor Atom ( Z ) c. Pada atom bermuatan negatif (ion negatif) Jumlah proton = Nomor atom Jumlah elektron = Nomor Atom ( Z ) + Jumlah Muatan Jumlah neutron = Nomor Massa ( A ) - Nomor Atom ( Z ) Nomor Atom Banyaknya jumlah muatan positif (proton) dalam inti atom. Nomor Massa atau Massa Atom Banyaknya jumlah nukleon (proton + neutron) dalam inti atom. Contoh soal : Hitunglah jumlah proton, jumlah elektron dan jumlah neutron pada masing-masing atom dibawah ini. a. Jawab: a. Jumlah proton = 11 Jumlah elektron = 11 1 = 10 Jumlah neutron = 23 11 = 12 Isotop, Isobar, dan Isoton 1. Isotop Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom berbeda atau unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Sebagai contoh, atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu: ;2.

b.

c.

b. Jumlah proton = 35 = 36 = 45 Jumlah electron = 35 + 1 Jumlah neutron = 80 - 35

c. Jumlah proton =7 Jumlah elektron = 7 Jumlah neutron = 14-7 = 7

;Isobar

Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai nomor massa yang sama. Sebagai contoh: dengan dengan 3. Isoton

Isoton adalah atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda), tetapi mempunyai jumlah neutron sama. Sebagai contoh: dengan dengan Konfigurasi Elektron Elektron-elektron akan menempati kulit elektron dimulai dari kulit K sampai terisi maksimum, kemudian kulit L sampai terisi maksimum, dan seterusnya. Penempatan elektron sampai penuh akan terjadi pada kulit K, L, dan M, sedangkan untuk kulit-kulit ke-empat (kulit N) sudah akan terisi bila kulit M sudah terisi 8 elektron. nomor Nama kulit Jumlah elektron kulit maksimum (2n2) 1 K 2 elektron 2 L 8 elektron 3 M 18 elektron 4 N 32 elektron 5 O 50 elektron 6 P 72 elektron 7 Q 98 elektron Contoh: Tuliskan konfigurasi elektron dari 12Mg dan 19K Jawab: 12Mg = 2, 8, 2 Elektron valensi: Banyaknya elektron yang menempati kulit (lintasan) yang paling luar.III. Strategi Pembelajaran19

K = 2, 8, 8, 1

Metode Pembelajaran Pendekatan PembelajaranIV. Langkah langkah Pembelajaran

: Diskusi informasi, Penugasan, Diskusi Kelas, Tanya Jawab : Kontruktivisme

Pertemuan 1: (2 jam pelajaran)

No

Kegiatan Kegiatan Awal 1. Guru menciptakan suasana kelas yang disiplin dengan memeriksa kehadiran dan kerapian seragam siswa.. 2. Guru memberikan apersepsi mengenai benda-benda yang mengandung unsur kimia yang ada di lingkungan. Kemudian memberikan kepada siswa untuk memberikan contoh benda yang mengandung unsur kimia yang ada dilingkungannya. Selama kegiatan tersebut, guru menghimbau untuk mencatat hal-hal yang penting. 3. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pengenalan ilmu k