RPP IPA XIIsmk

Download RPP  IPA XIIsmk

Post on 05-Sep-2015

3 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

RPP IPA XIIsmk

TRANSCRIPT

<p>PROGRAM TAHUNAN</p> <p>Satuan Pendidikan:SMKKelas/Semester:XII/1</p> <p>Mata Pelajaran:IPATahun Ajaran:..... - ......Smt Standar Kompetensi.Materi Pokok/Kompetensi DasarAlokasi WaktuKet</p> <p>11. Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal3.1 Mengidentifikasi komponen ekosistem</p> <p>32 JP</p> <p>Jumlah32 JP</p> <p>23.2 Menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan3.3 Mendeskripsikan Amdal16 JP16 JP</p> <p>32 JP</p> <p>Jumlah64 JP</p> <p> .. ......</p> <p>Mengetahui</p> <p>Kepala Sekolah</p> <p>Guru Mata Pelajaran </p> <p>NIPNIPPROGRAM SEMESTER</p> <p>Mata Pelajaran:IPAKelas/Semester:XII/1</p> <p>Tahun Ajaran:...... ......No.Materi Pokok/Kompetensi DasarJml</p> <p>JamBulanKet.</p> <p>JuliAgustusSeptemberOktoberNovemberDesemberJanuari</p> <p>123412345123412341234512341234</p> <p>12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334</p> <p>1.Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal.3.1 Mengidentifikasi komponen ekosistem.32xxxxxxxxxxxxxxxxpersiapan penerimaan rapor</p> <p>Latihan Ulangan Umum Smt</p> <p>Jumlah32</p> <p>Keterangan:</p> <p>:Kegiatan tengah semester:Libur semester 1:Ulangan umum</p> <p>:Latihan ulangan umum semester 1:Libur bulan Ramadan dan sesudah Idul Fitrisemester 1</p> <p>.. ......</p> <p>Mengetahui</p> <p>Kepala Sekolah</p> <p>Guru Mata Pelajaran </p> <p>NIPNIP</p> <p>RINCIAN MINGGU EFEKTIF</p> <p>Satuan Pendidikan:SMKKelas/Semester:XII/1</p> <p>Mata Pelajaran:IPA</p> <p>Tahun Ajaran:..... - ......I. Jumlah minggu dalam semester 1</p> <p>No.BulanJumlah Minggu</p> <p>1.</p> <p>2.</p> <p>3.</p> <p>4.</p> <p>5.</p> <p>6.</p> <p>7.Juli</p> <p>Agustus</p> <p>September</p> <p>Oktober</p> <p>November</p> <p>Desember</p> <p>Januari2</p> <p>5</p> <p>4</p> <p>4</p> <p>5</p> <p>4</p> <p>4</p> <p>Total28</p> <p>II. Jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1</p> <p>No.KegiatanJumlah Minggu</p> <p>1.</p> <p>2.</p> <p>3.</p> <p>4.</p> <p>5.</p> <p>6.Kegiatan tengah semester</p> <p>Libur bersama bulan Ramadan dan sesudah hari raya Idul Fitri</p> <p>Latihan ulangan umum semester 1</p> <p>Ulangan umum semester 1</p> <p>Persiapan penerimaan rapor</p> <p>Libur semester 11</p> <p>4</p> <p>1</p> <p>1</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>Total10</p> <p>III. Jumlah minggu efektif dalam semester 1</p> <p>Jumlah minggu dalam semester 1 jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1</p> <p>= 28 minggu 10 minggu </p> <p>= 18 minggu efektif</p> <p>.. ......</p> <p>Mengetahui</p> <p>Kepala Sekolah</p> <p>Guru Mata Pelajaran </p> <p>NIPNIP</p> <p>PENGEMBANGAN SILABUS</p> <p>Satuan Pendidikan:SMKMata Pelajaran:IPAStandar Kompetensi:Mengidentifikasi komponen ekosistemKelas/Semester:XII/1</p> <p>Tahun Ajaran: ..... - ......Kompetensi Dasar/Materi PokokMateri PelajaranStrategi PembelajaranAlokasi</p> <p>WaktuSumber Bahan</p> <p>MetodePengalaman Belajar</p> <p>1.1 Mendeskripsikan komponen ekosistem1.2 Menjelaskan interaksi komponen ekosistem1.3 Menjelaskan rantai makanan dan jaring-jaring makanan1.4 Menyebutkan bentuk interaksi antarkomponen biotik1.5 Menyebutkan peran komponen biotik dan abiotik </p> <p>1. Ekosistem </p> <p>Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut dengan ekosistem. Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dengan kata lain, ekosistem didefinisikan sebagai interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya atau merupakan suatu komunitas yang berinteraksi dengan lingkungan tak hidupnya. </p> <p>Satuan terkecil makhluk hidup yang menyusun ekosistem adalah individu. Contoh individu adalah seekor kambing, seekor semut, seekor belalang, dan lain-lain. Individu-individu yang sejenis akan berkelompok membentuk suatu populasi. Beberapa populasi akan bergabung membentuk komunitas. Komunitas yang berinteraksi dengan lingkungan abiotik akan membentuk ekosistem.</p> <p>Berdasarkan terjadinya ekosistem dibedakan menjadi ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terjadi dengan sendirinya oleh alam, tanpa campur tangan manusia. Sedangkan, ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu. Contoh suatu ekosistem alami adalah hutan. Hutan dibedakan antara lain berdasarkan iklim yang melingkupi dan jenis tumbuhan yang mendominasi. Salah satu contohnya adalah hutan hujan tropis. Contoh ekosistem buatan adalah akuarium, dibuat dengan tujuan untuk estetika; waduk yang dibuat dengan tujuan untuk menampung air dan irigasi, dan sebagainya.</p> <p>Pada suatu ekosistem, dapat diduga interaksi yang terjadi antara faktor biotik dan abiotik berdasarkan komponen penyusunnya. Sebagai contoh, pada suatu ekosistem hutan terdapat beberapa populasi yang menghuni hutan, yaitu populasi rumput, burung, serangga, kupu-kupu, katak, dan ular. Selain organisme hidup, sudah tentu terdapat faktor abiotik yang menyusun hutan, antara lain adalah udara, air, cahaya matahari, dan tanah. Interaksi yang terjadi antara lain serangga makan rumput, ular memangsa katak, burung memangsa serangga, dan masih banyak interkasi yang terjadi antarmakhluk hidup. Selain interaksi yang terjadi antarmakhluk hidup, makhluk hidup berinteraksi dengan komponen abiotik, misal semua makhluk hidup mengambil oksigen untuk bernapas. Dalam kondisi yang ekstrem, misal kekeringan, antarmakhluk hidup akan terjadi persaingan memperebutkan air. Interaksi yang terjadi berguna untuk menjaga kelangsungan suatu ekosistem.</p> <p>Contoh ekosistem akuatik adalah kolam, ekosistem ini terdiri dari beberapa satuan dasar, yaitu:</p> <p>a. Senyawa-senyawa abiotik</p> <p>Adalah senyawa-senyawa penyusun ekosistem, seperti air, karbon dioksida, oksigen, kalsium, dan nitrogen. </p> <p>b. Organisme-organisme produsen</p> <p>Dalam suatu kolam terdapat dua produsen utama, yaitu</p> <p> tumbuhan berakar dan tumbuhan terapung yang berukuran besar</p> <p> tumbuhan terapung kecil, terdiri dari ganggang dan fitoplankton (phyto=tumbuhan , plankton=terapung)</p> <p>Organisme-organisme produsen ini tersebar di badan kolam yang tertembus cahaya, karena sifatnya yang fotosintetik. Pada ekosistem perairan fitoplankton adalah produsen utama dalam ekosistem, walaupun dalam jumlah kecil kehadirannya tidak teramati. Dalam jumlah besar, kehadirannya teramati dari warna air kolam, yaitu hijau.</p> <p>c. Organisme-organisme kunsumen</p> <p>Terdiri dari zooplankton, bentos, larva serangga, dan ikan. Zooplankton dan bentos (hewan yang melekat di dasar kolam) adalah konsumen , yaitu langsung memakan produsen (fitoplankton). Konsumen sekunder adalah serangga pemangsa dan ikan. Ikan karnivora memakan konsumen pertama atau konsumen kedua, sehingga dapat menjadikannya konsumen tersier.</p> <p>d. Organisme-organisme saprofitik</p> <p>Organisme-organisme pengurai ini terdiri dari bakteri air, cendawan, dan flagelata. Mereka banyak berada di lapisan antara lumpur dan air di dasar kolam dimana terkumpul binatang-binatang dan organisme mati. Beberapa bakteri dan cendawan bersifat patogen karena menyebabkan penyakin pada organisme-organisme. Tetapi, sebagian besar bakteri hanya menyerang setelah organisme tersebut mati. Pada temperatur yang menguntungkan, proses pembusukan berlangsung sangat cepat, organisme mati segera terurai dan hasilnya akan dilepas dan digunakan kembali oleh produsen.</p> <p>Kolam dibagi dalam dua lapisan, yaitu daerah penghasil yang berada di atas dan daerah pembusukan bahan makanan yang berada di bawah. </p> <p>Secara garis besar, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem daratan (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). Contoh ekosistem daratan adalah ekosistem hutan, contoh ekosistem akuatik adalah ekosistem rawa dan ekosistem laut. Ekosistem perairan dibedakan menjadi 2, yaitu perairan mengalir (lotik) dan perairan tergenang (lentik). Contoh ekosistem perairan lotik adalah ekosistem sungai dan contoh ekosistem perairan lentik adalah ekosistem danau. </p> <p>Ukuran ekosistem beragam dari yang kecil sampai yang besar. Contoh suatu ekosistem adalah hutan, kolam, danau, bahkan kultur laboratorium pun dapat disebut sebagai ekosistem (mikroekosistem). </p> <p>Selama komponen-komponen pokok ada dan bekerja bersama untuk mencapai semacam kemapanan, bahkan seandainya untuk waktu yang sangat singkat, kesatuannya dapat dianggap sebagai suatu ekosistem. Seluruh ekosistem di dunia dengan lapisan atmosfer yang mengelilinginya disebut dengan biosfer. </p> <p>Ekosistem tidak bersifat statis tetapi bersifat dinamis atau lentur, artinya ekosistem selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi pada ekosistem dapat terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam misalnya banjir dan badai. Sebenarnya, faktor manusia hanyalah salah satu spesies yang mempengaruhi ekosistem. Tetapi, manusia membawa pengaruh yang sangat besar pada ekosistem. Kegiatan manusia yang mempengaruhi ekosistem, diantaranya adalah </p> <p> Penebangan pohon</p> <p> Pertanian</p> <p> Kegiatan lain-lain</p> <p>Ekosistem mempunyai beberapa karakteristik mendasar. Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut. </p> <p>a. Ekosistem mempunyai struktur hidup dan tak hidup</p> <p>b. Dalam ekosistem terdapat dua proses, yaitu daur kimia dan aliran energi</p> <p>c. Pada suatu waktu ekosistem mengalami perubahan dan akan berkembang melalui proses yang disebut suksesi. 2. Komponen-komponen ekosistem</p> <p>a. Komponen biotik</p> <p>Komponen biotik penyusun ekosistem yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan organisme mikroskopis. Komponen biotik atau makhluk hidup memiliki ciri dapat berkembang biak. </p> <p>Komponen biotik suatu ekosistem biasanya terdiri atas:</p> <p>1) Organisme autotrofik (memberi makan sendiri) </p> <p>2) Organisme heterotrofik (memakan yang lainnya)</p> <p>Organisme heterotrofik adalah organisme yang berperan sebagai konsumen. Organisme heterotrofik terdiri atas 2 kelompok organisme, yaitu:</p> <p>a) Fagotrof</p> <p>b) Saprotrof</p> <p>b. Komponen abiotik</p> <p>Komponen abiotik penyusun ekosistem adalah komponen tak hidup. Komponen abiotik yang utama meliputi suhu, cahaya, air, angin, serta batu dan tanah.</p> <p>1. Interaksi komponen-komponen ekosistem </p> <p>b. Pengaruh lingkungan abiotik pada organisme</p> <p>Untuk mendapatkan energi dan materi demi kelangsungan </p> <p>hidupnya, makhluk hidup bergantung pada komponen abiotik. </p> <p>Organisme produsen memerlukan energi cahaya, oksigen, </p> <p>karbon dioksida, air, dan garam-garam yang semuanya merupakan </p> <p>komponen lingkungan abiotik. </p> <p>Dari produsen (organisme autotrof) materi dan energi diteruskan kepada organisme hetrotrof, mulai dari konsumen tingkat I dan seterusnya hingga sampai ke organisme pengurai yang pada akhirnya, materi dan energi akan kembali lagi ke lingkungan abiotik. Hal ini menunjukkan antara makhluk hidup dan lingkungan abiotiknya merupakan suatu sistem. Materi dan energi yang berasal dari lingkungan abiotik akan kembali ke lingkungan abiotik lagi. Pada ekosistem daratan, khususnya dalam komunitas tanah terdapat berbagai makhluk hidup yang memperoleh makanan dari tumbuhan mati dan bangkai hewan. Makhluk hidup tersebut antara lain burung bangkai, cacing, bakteri, dan jamur. Di dalam tanah terdapat berbagai macam bakteri dan jamur yang sangat berperan dalam pendauran hara anorganik dalam alam. Dalam proses penguraian bahan dari tumbuhan dan hewan yang mati, bakteri dan jamur dibantu oleh enzim. Apabila organisme-reganisme ini tidak ada maka dapat dibayangkan, yang terjadi adalah penumpukan bahan organik selama bertahun-tahun yang menyebabkan bahan mineral terperangkap sehingga bahan mineral penting dalam tanah akan habis. Akibat selanjutnya adalah tumbuhan tidak mampu memperoleh mineral yang dibutuhkan dan tidak mampu menghasilkan protoplasma baru lagi. Hal ini secara otomatis akan berpengaruh pada makhluk hidup yang lain.</p> <p>Dari proses penguraian, organisme pengurai memperoleh makanan dan mengembalikan unsur-unsur penting dalam tanah dan air yang akan diserap oleh tumbuhan. Dengan demikian, kegiatan organisme pengurai ini mengakhiri suatu rantai makanan dan menyiapkan keadaan untuk dimulainya rantai yang lain.</p> <p>Di daerah tropika, suhu dan kelembaban yang tinggi mempercepat kegiatan organisme pengurai dalam menghancurkan bahan organik sehingga bahan tersebut tidak banyak tertumpuk. Perpindahan materi dan energi dalam ekosistem dijelaskan dalam gambar berikut</p> <p>c. Pengaruh organisme pada lingkungan abiotik</p> <p>d. Saling mempengaruhi antara organisme dan faktor abiotik.</p> <p>b. Rantai makanan dan jaring-jaring makanan</p> <p>Dalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan saling bertalian membentuk jaring-jaring makanan. </p> <p>Tanah banyak dihuni oleh mikroorganisme. Dalam tanah juga trdapat jaring-jaring makanan yang kompleks. Berikut adalah contoh jaring-jaring makanan yang ada di tanah2. Bentuk interaksi komponen biotik</p> <p>a. Neutralisme</p> <p>Populasi dalam ekosistem tidak terpengaruh dalam asosiasi dengan yang lain.</p> <p>b. Persaingan yang saling menghalang-halangi. </p> <p>Suatu interaksi dalam suatu ekosistem, dimana antarpopulasi aktif </p> <p>saling menghalang-halangi.</p> <p>c. Persaingan penggunaan sumber daya</p> <p>Dalam suatu ekosistem, tiap populasi mempunyai pengaruh merugikan pada populasi lain dalam perjuangannya memperoleh sumber yang persediannya dalam kekurangan.</p> <p>d. Amensalisme</p> <p>Keadaan dimana satu populasi di ekosistem dihalang-halangi, </p> <p>sedangkan populasi lainnya tidak terpengaruh.</p> <p>e. Pemangsaan</p> <p>Yaitu hubungan antar organisme dimana hewan memakan hewan lain. Hewan yang memakan hewan lain disebut sebagai pemangsa/predator (merupakan hewan pemakan daging/karnivora), sedangkan hewan yang dimakan disebut sebagai mangsa. Seekor predator memangsa hewan lain setelah menangkap atau membunuhnya.</p> <p>f. Mutualisme</p> <p>Simbiosis mutualisme adalah suatu hubungan yang erat antara 2 jenis makhluk hidup dimana masing-masing individu menerima manfaat dari pasangannya. Contoh hubungan ini adalah kehidupan bersama antara bakteri penambat Nitrogen (Rhizobium) dengan tumbuhan Leguminoceae. </p> <p>g. Parasitisme</p> <p>Yaitu hubungan antar organisme dimana organisme yang berperan sebagai parasit mendapat manfaat sedangkan inangnya mendapat kerugian. Parasit dapat bersifat di dalam (endoparasit) atau di luar (ektoparasit). Makhluk hidup ada yang bersifat parasit sejati, yaitu makhluk hidup yang sepenuhnya bergantung pada inangnya, sedangkan yang tidak bergantung sepenuhnya disebut dengan semiparasit. </p> <p>Contoh hubungan semiparasit adalah hubungan antara benalu dengan pohon inangnya, baik pohon liar maupun tanaman budidaya, seperti coklat. Kebanyakan tumbuhan yang bersifat setengah parasit mempunyai akar yang tidak normal, tetapi beberapa Loranthaceae, seperti Phthirusa dan Dendropemon mempunyai akar yang mampu menembus tubuh inangnya (haustorium). Organisme parasit sejati disebut juga parasit sempurna atau parasit mutlak. h. Komensalisme</p> <p>Yaitu hubungan antarorganisme dimana organisme satu mendapat manfaat sedangkan organisme lain tidak mendapat manfaat, tetapi juga tidak dirugikan. Contoh hubungan ini adalah antar ikan remora dengan ikan hiu. Ikan remora mendapat manfaat yaitu perlindungan dan sisa makanan, sedangkan ikan hiu tidak mendapatkan keuntungan dan kerugian.</p> <p>i. Protokooperasi</p> <p>Hubungan antarorganisme ini adalah hubungan dimana organisme satu memperoleh keuntungan dengan adanya asosiasi itu, tetapi hubungan itu tidak merupakan suatu keharusan. Sebagai contoh hubungan kerbau dengan burung bangau3. Peran komponen b...</p>