RPP BU SITI

Download RPP BU SITI

Post on 11-Dec-2015

12 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rpp contoh baru

TRANSCRIPT

<p> RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)</p> <p>Satuan Pendidikan : SMAN TUBAN</p> <p>Mata Pelajaran : Ekonomi</p> <p>Kelas / Semester : X / Semester 1</p> <p>Sub Materi Pokok : Perhitungan pajak PPN, BM, PPh, dan PPB </p> <p> Alokasi Waktu : 1 X 45 menit </p> <p>A. KOMPETENSI INTI, KOMPETENSI DASAR, DAN INDIKATORKOMPETENSI INTIKOMPETENSI DASARINDIKATOR</p> <p>1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya</p> <p>2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.2.1.1.selalu menunjukan perilaku jujur dan disiplin nsaat pembelajaran.</p> <p>3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.5 . Menganalisis peran, fungsi, dan manfaat pajak</p> <p>3.1.1.memahami tentang PPH dan PPB </p> <p>4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan4.5 Mengevaluasi peran, fungsi dan manfaat pajak</p> <p>B. MATERI PEMBELAJARAN1. Pajak penghasilan ( PPH )2. Subyek PPH3. Obyek PPH4. Pajak bumi dan bangunan (PBB)C. METODE PEMBELAJARANModel: diskusi D. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN1. Media</p> <p>Power Point </p> <p>2. Alat dan Bahan 1.Laptop </p> <p>2.LCD</p> <p>3. Sumber Belajara. Suparmin, Sari,dkk. 2014. Ekonomi Untuk SMA Kelas XI Kurikulum 2013. Surakarta: Media tama </p> <p>E. KEGIATAN PEMBELAJARANPERTEMUAN 11. LANGKAH PEMBELAJARAN </p> <p>a. Pendahuluan ( 10 menit )</p> <p>1. guru mengucapkan salam , lalu membibing siswa untuk berdoa dan mulai melakukan presensi. </p> <p>2. Apersepsi: Menanyakan tentang kelangkaan di Indonesia dan bagaimana solusinya </p> <p>3. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaranb. Kegiatan Inti (25 menit)</p> <p> Mengamati :</p> <p>1. Guru Membuka wawasan siswa dengan menampilkan slide powerpoint yang berisi sekilas materi tentang PPH dan PBB2. Mengajak siswa mengamati slide tentang PPH dan PBB Menanya :</p> <p>1. Guru Memberikan kesempatan kepada siswa bertanya tentang materi yang belum di pahami. Mengumpulkan data:</p> <p>1. Guru Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber yang tersedia, baik itu modul atau browsing di internet mengenai PPH dan PBB2. Guru membimbing siswa untuk menalar informasi yang telah diperoleh sehingga nantinya dapat dipergunakan untuk menyelesaikan tugas yang telah disampaikan.</p> <p> Mengasosiasikan :</p> <p>1. Guru meminta siswa untuk Menyimpulkan hasil pengamatan dan pengumpulan data dari berbagai sumber yang telah dilakukan sehingga dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan baru mengenai materi PPH dan PBB2) Siswa menyelesaikan tugas yang telah diberikan mengenai pajak. Mengkomunikasikan :</p> <p>1. Siswa secara acak dan bergantian diminta mengkomunikasikan hasil pengamatan, diskusi, dan tugas yang telah mereka kerjakan sebelumnya.</p> <p>2. Siswa lain menanggapi hasil tugas siswa yang telah ditunjuk untuk mempresentasikannya di depan kelas.</p> <p>3. Guru membimbing dan mengarahkan siswa untuk memahami materi yang dirasa sulit.</p> <p>c. Kegiatan Penutup ( 10 menit )1) Guru menugaskan siswa untuk mengumpulkan hasil pekerjaan mereka2) Guru mengkondisikan siswa untuk siap mengakhiri pelajaran3) Guru dan siswa berdoa menurut kepercayaan masing-masing F. PENILAIAN1. Teknik dan Bentuk Instrumen</p> <p>AspekTeknikBentuk Instrumen</p> <p>Sikap Observasi sikap Lembar Observasi Sikap</p> <p>Pengetahuan Tes Tulis</p> <p> Berbicara Lembar kerja siswa Tugas kelompok</p> <p>keterampilan Penilaian proyek Lembar observasi unjuk kerja</p> <p>2. Instrumen</p> <p>a. Lembar Observasi Sikap</p> <p>NoAspek yang dinilaiIndikator aspekSkorTotal</p> <p>1234</p> <p>1Religious1. berdoa sebelum memulai pembelajaran.</p> <p>2. mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu</p> <p>2Jujur1. mengakui kesalahan dan kekurangan yang dimiliki</p> <p>2. selalu mengerjakan sendiri tanpa menyontek.</p> <p>3Disiplin1.selalu tepat waktu saat mengumpulkan tugas-tugas.</p> <p>2.patuh pada tata tertib yang ada.</p> <p>4Tanggung jawab1.Selalu menerima resiko apabila ada kesalahan yang di lakukan2.melakukan intruksi guru tanpa disuruh.</p> <p>6Santun1.mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang bagus dan sopan</p> <p>7Kerja sama1.bisa menghargai pendapat orang lain saat berdiskusi</p> <p>Keterangan</p> <p>1:Tidak pernah/tidak tampak</p> <p>2:Jarang</p> <p>3:Sering</p> <p>4:Sangat sering/selalu</p> <p>Skor maksimum = 28</p> <p>Nilai maksimum = 100</p> <p>Nilai Sikap = Skor Perolehan x 4 Skor Maksimumb. Lembar penilaian diri</p> <p>isilah kolom nilai dengan angka 1, 2, 3 dan 4 sesuai dengan kenyataan kepada diri anda sendiri.</p> <p>NoAspek yang dinilai4321</p> <p>1Saya menuliskan dan melaporkan sesua dengan data</p> <p>2Saya tepat waktu dalammenyelesaikan tugas </p> <p>3Saya selalu aktif dalam diskusi </p> <p>Skor Penilaian </p> <p>4 : selalu</p> <p>3 : sering</p> <p>2 : kadang kadang</p> <p>1 : tidak pernah</p> <p>Nilai = Nilai sikap ini (bersama nilai si kap dari mata pelajaran lain) digunakan untuk menentukan profil siswa.</p> <p>Nilai ini (bersama nilai sikap dari mata pelajaran lain) digunakan untuk menentukan profil siswa.</p> <p>c. Lembar penilaian temanLakukan penilaian terhadap (isi nama siswa )</p> <p>Isilah kolom nilai dengan angka 1, 2, 3dan 4 sesua dengan kenyataan pada teman anda tersebut.</p> <p>No.Aspek yang dinilai4321</p> <p>1Teman saya menuliskan dan melaporkan sesuai dengan data</p> <p>2Teman saya tepat waktu dalam menyelesaikan tugas</p> <p>3Teman saya berkomunikasi dengan santun dengan teman dan guru</p> <p>Skor Penilaian </p> <p>4 : selalu</p> <p>3 : sering</p> <p>2 : kadang kadang</p> <p>1 : tidak pernah</p> <p>Nilai = Nilai sikap ini (bersama nilai sikap dari mata pelajaran lain) digunakan untuk menentukan profil siswa.</p> <p>Nilai ini (bersama nilai sikap dari mata pelajaran lain) digunakan untuk menentukan profil siswa.d. Lembar Observasi Unjuk Kerja No.Aspek yang dinilaiSkor maksimalSkor yang diperoleh</p> <p>1.Ketepatan mengidentifikasi indikator pajak PBB dan PPH</p> <p>2Ketajaman analisis dalam pemecahan masalah dalam studi kasus</p> <p>3Keaktifan anggota kelompok</p> <p>4Penggunaan bahasa yang sesuai dengan EYD</p> <p>5Kejelasan dalam penyampaian hasil diskusi kelompok</p> <p>Nilai = e.Instrumen penilaian pengetahuanLatihan soal1. Wajib Pajak Miliki Objek Pajak yang NJOPnya kurangd ari NJOPTKP</p> <p>Wajib Pajak Dinda memiliki objek pajak berupa bumi dengan nilai sebagai berikut :</p> <p>Nilai Jual Objek Pajak Rp. 5.000.000. Diumpamakan NJOPTKP adalah sebesar Rp. 8.000.000.</p> <p>Diminta : hitunglah besarnya PBB terutang2. Wajib pajak memiliki objek pajak yang NJOPnya kurang dari 1 milyar</p> <p>Wajib pajak verlya mempunyai objek pajak berupa :</p> <p>a. Tanah seluas 2.000 Rp 200.000</p> <p>b. Bangunan seluas 700m persegi dengan nilai jual Rp.200.000/m2</p> <p>c. Taman mewah seluas 500 m persegi dengan nilai jual Rp.40.000</p> <p>d. Pagar mewah sepanjang 75 m persegi dan tinggi rata2 pagar 2 m denagn nilai jual Rp. 400.000</p> <p>e. NJOPTKP diumpamakan Rp.8.000.000</p> <p>Ditanya : Hitung besarnya PBB?3. WP beni memiliki objek pajak berupa tanah dan bangunan dengan NJOP sebagai berikut :</p> <p>Tanah =.Rp. 800.000.000</p> <p>Bangunan = 700.000.000</p> <p>NJOPTKP = 8.000.000</p> <p>Diminta : Hitunglah PBB ?Mengetahui,</p> <p> Kepala Sekolah </p> <p> Guru Mata Pelajaran</p> <p> (EDI SASMITO.S.Pd ) (SITI KHANIFAH.S.Pd )BAHAN AJAR</p> <p>Pengertian PBB dikenakan terhadap objek pajak berupa tanah dan atau bangunan yang didasarkan pada azas kenikmatan dan manfaat, dan dibayar setiap tahun. PBB pengenaannya didasarkan padaUndang-undang No. 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.12 tahun 1994. Namun demikian dalam perkembangannya PBB sektor pedesaan dan perkotaan menjadi pajak daerah yang diatur dalam Undang-Undang No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Pasal 77 sampai dengan Pasal 84 mulai tahun 2010.</p> <p>Dalam bab I diatur tentang Ketentuan Umum yang memberikan penjelasaan tentang istilah-istilah teknis atau definisi-definisi PBB seperti pengertian :</p> <p>1. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Pengertian ini berarti bukan hanya tanah permukaan bumi saja tetapi betul-betul tubuh bumi dari permukaan sampai dengan magma, hasil tambang, gas material yang lainnya.</p> <p>2. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.</p> <p>Dalam pasal 77 ayat (2) Undang-Undang PDRD, disebutkan bahwa termasuk dalam pengertian bangunan adalah :</p> <p> jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel, pabrik, dan emplasemennya dan lain-lain yang satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut,</p> <p> jalan TOL,</p> <p> kolam renang,</p> <p> pagar mewah,</p> <p> tempat olah raga,</p> <p> galangan kapal, dermaga,</p> <p> taman mewah,</p> <p> tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak,</p> <p> fasilitas lain yang memberikan manfaat.Objek PBB Objek PBB adalah bumi dan/atau bangunan, dimana pengertian bumi dan/atau bangunan adalah sebagai berikut :</p> <p>Bumi adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah Indonesia, dan tubuh bumi yang ada dibawahnya. Bangunan, adalah kontruksi teknik yang di tanam atau di lekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan.Tidak semua objek bumi dan bangunan akan dikenakan PBB, ada juga objek yang di kecualikan dari pengenaan PBB adalah apabila sebagai berikut :</p> <p> digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional, yang tidak dimaksud-kan untuk memperoleh keuntungan,</p> <p> digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, atau yang sejenis dengan itu,</p> <p> merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah penggembalaan yang dikuasai oleh desa, dan tanah negara yang belum di bebani suatu hak,</p> <p> digunakan oleh perwakilan diplomatik, konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik,</p> <p> digunakan oleh badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh Menteri Keuangan.</p> <p>Objek pajak yang digunakan oleh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan, penentuan pengenaan pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.</p> <p>Subjek PBBSubjek PBB adalah orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi, dan/atau memperoleh manfaat atas bumi, dan/atau memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. Melihat pengertian subjek pajak tersebut, tidak jarang ada objek pajak yang diakui oleh lebih dari satu orang subjek pajak, yang berarti ada satu objek pajak tetapi memiliki beberapa wajib pajak. Bagaimana kalau hal ini terjadi, apakah semua menjadi terhutang PBB?</p> <p>Apabila terjadi statu kejadian dimana satu objek pajak dimiliki/dikuasai oleh beberapa subjek pajak atau satu objek pajak belum diketahui dengan jelas siapa Wajib Pajaknya, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat perjanjian (agreement) antara para pihak yang berkepentingan terhadap objek pajak tersebut. Dalam perjanjian tersebut salah satu pasalnya biasanya membahas siapa yang akan melakukan kewajiban pembayaran pajak termasuk pajak Bumi dan Bangunan. Apabila dalam perjanjian tidak disebutkan atau memang terjadi lebih dari satu yang memanfaatkan objek pajak sehingga belum diketahui siapa yang menjadi wajib pajak Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan subjek pajaknya (UU No 12 tahun 1994 Pasal 4 ayat 3).</p> <p>Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, apakah setiap yang membayar PBB adalah pemilik atas objek pajak tersebut? Surat tanda pemberitahuan atau dikenal dengan sebutan SPPT (Surat Pembayaran Pajak Terhutang) atau bukti pelunasan bukanlah bukti pemilikan hak. Surat Tagihan Pajak atau bukti pembayaran PBB adalah semata mata untuk kepentingan perpajakan dan tidak ada kaitannya dengan status atau hak pemilikan atas tanah dan/atau bangunan.</p> <p>Perhitungan PBBPerhitungan PBB berdasarkan Undang-undang No. 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.12 tahun 1994 adalah sebagai berikut:</p> <p>Sedangkan perhitungan PBB menurut UU Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 81 adalah sebagai berikut:</p> <p>NJOP dikelompokkan kedalam klas-klas yang disebut dengan klasifikasi NJOP baik untuk bumi maupun bangunan. Klasifikasi NJOP bumi terdiri dari 2(dua) kelompok yaitu kelompok A (50 klas) dengan klas tertinggi Rp. 3.100.000,- per m2 dan klas terendah Rp. 140,- per m2 dan kelompok B (50 klas) dengan klas tertinggi sebesar Rp. 68.545.000,- per m2 dan klas terendah sebesar Rp. 3.375.000,- per m2.</p> <p>Klasifikasi NJOP bangunan terdiri dari 2 (dua) kelompok yaitu kelompok A (20 klas) dengan klas tertinggi sebesar Rp. 1.200.000,- per m2 dan klas terendah sebesar Rp. 50.000,- per m2 dan kelompok B (20 klas) dengan klas tertinggi sebesar Rp. 15.250.000,- per m2 dan klas terendah sebesar Rp. 1.516.000,- per m2.</p> <p>Definisi penghasilan menurut UU PPh adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun adalah objek pajak. Atas dasar penyederhanaan, keadilan dan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak maka atas beberapa hal diberlakukan pajak final, diantaranya ialah pajak penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan atau bangunanObjek PajakObjek pajak Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan adalah penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Pengalihan hak yang dimaksud adalah semua pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang dapat dilakukan dengan cara :</p> <p>1. Penjualan, tukar-menukar termasuk ruislag, perjanjian pemindahan hak, pelepasan hak, penyerahan hak, lelang, hibah, atau cara lain yang disepakati oleh kedua belah pihak yang bukan pemerintah,</p> <p>2. Penjualan, tukar-menukar termasuk ruislag, pelepasan hak, penyerahan hak, atau cara lain yang disepakati dengan pemerintah guna pelaksanaan pembangunan, termasuk pembangunan untuk kepentingan umum yang tidak memerlukan persyaratan khusus misalnya penjualan atau pelepasan hak tanah kepada pemerintah untuk proyek Rumah Sakit Umum dan untuk proyek kampus universitas,</p> <p>3. Penjualan, tukar-menukar termasuk ruislag, pelepasan hak, penyerahan hak, atau cara lain kepada pemerintah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus, yaitu pembebasan tanah oleh pemerintah un...</p>