romawi interaksi kelas

Download Romawi Interaksi Kelas

Post on 12-Jan-2017

215 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • INTERAKSI KELAS

    Pusat Pengembangan PendidikanUNIVERSITAS GADJAH MADAYogyakarta

  • ii

    C Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

    Dilarang memperbanyak, mencetak, dan menerbitkan sebagian isi atau seluruh buku dengancara dan dalam bentuk apa pun juga tanpa seijin editor dan penerbit.

    EDITOR:Harsono

    PENATA LETAK DAN DESAIN COVERSutarto

    ILUSTRATORLingga Tri Utama

    FOTOGRAPHER:Bimo (Gedung Pusat UGM)Bambang Prastowo (Gerbang UGM)

    Dicetak Oleh:.....................................................................................................................................Yogyakarta, 2005

    Cetakan Pertama, November 2005ISBN No. ................................................

  • iii

    PENGANTAR

    Interaksi kelas merupakan aktivitas diskusi maupun dialogis antaramahasiswa dengan sesama temannya, dan antara mahasiswa dengandosen. Aktivitas ini memerlukan perancangan yang memungkinkanterjadinya komunikasi dua arah secara bermakna. Kepada paramahasiswa perlu dijelaskan tentang aktivitas pembelajaran yang khas iniagar mereka tidak canggung dan sekaligus memahami makna serta tujuandiselenggarakannya interaksi kelas.

    Interaksi kelas meningkatkan atmosfer akademik, mendorong paramahasiswa untuk selalu aktif di dalam proses pembelajarannya, danmendorong para dosen untuk merancang struktur pembelajaran sertameningkatkan peran dosen sebagai fasilitator. Di sini peran dosen sebagaimitra pembelajaran akan tampak secara jelas.

    Buku kecil ini menyajikan pokok pengertian tentang interaksi kelas.Hakekatnya akan dapat dipahami apabila para dosen berani mencobamelaksanakan aktivitas ini. Awal yang canggung adalah suatu hal yanglazim; kecanggungan akan berubah menjadi hal yang menyenangkanapabila kegiatan interaksi kelas menjadi kebiasaan sehari-hari. Semogaberhasil!

    Yogyakarta, Nopember 2005

    Penyusun

  • iv

    PENYUSUN

    Amitya Kumara

    Harsono

    KONTRIBUTOR

    Edia Rahayuningsih

    Achmadi Priyatmojo

    H.C.Yohannes

    Kusminarto

    Djoko Dwiyanto

    Ika Dewi Ana

  • v

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ........................................................................................................ iii

    Daftar Isi .............................................................................................................. v

    Bab IPendahuluan ............................................................................................................. 1

    Apa dan bagaimana interaksi kelas? ............................................................ 1Apa saja manfaat dan fungsi interaksi kelas? ............................................. 3

    Bab 2Faktor-faktor yang berperan dalam interaksi kelas .......................................... 4

    Peran dosen dalam interkasi kelas ............................................................... 4Kondisi mahasiswa yang membangun interaksi kelas ............................. 5Interaksi dosen-mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswa ......................... 6Tantangan dalam interaksi di kelas besar .................................................. 8Interaksi yang sinkron dan tidak sinkron ................................................... 8

    Bab 3Strategi interaksi kelas ............................................................................................ 10

    a. Gaya belajar orang dewasa ................................................................... 10b. Motivasi pembelajaran ............................................................................ 11c. Belajar memberi pelayanan yang lebih baik ...................................... 12d. Profesional ................................................................................................. 12e. Minat kognitif ............................................................................................ 12f Tanggung jawab ........................................................................................ 12g. Ketergantungan ........................................................................................ 12h. Pengaturan jadwal / tatakala ................................................................. 13i. Kurang percaya diri ................................................................................. 13

    Bab 4Evaluasi Interaksi Kelas .......................................................................................... 15

    Daftar Pustaka .......................................................................................................... 17

  • 1

    Pesat Pengembangan Pendidikan UGM

    PENDAHULUAN

    Apa dan bagaimana interaksi kelas?Universitas Gadjah Mada, dalam rangka meningkatkan kualitas

    lulusannya dan efisiensi proses pembelajaran telah memutuskan untukmenggunakan pendekatan Pembelajaran Berpusat Mahasiswa (PBM) atauStudent Centered Learning sebagai metode penyampaian materi di kelasmaupun di luar kelas. Tentunya penetapan metode PBM bukan tanpaalasan dan survey, namun sudah dipertimbangkan masak-masakkeunggulan PBM dalam mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa.Salah satu ciri yang menonjol dari PBM adalah mahasiswa sebagai subyekpembelajaran yang aktif dan mandiri, dan dosen berperan sebagaifasilitator atau mitra pembelajaran. Oleh karena itu suksesnya suatupembelajaran ditentukan oleh sejauh mana dan sedalam apa prosesinteraksi dosen dan mahasiswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

    Dalam PBM maka mahasiswa menjadi komponen utama dalam kelas,mahasiswa merupakan fokus, dan pengajar beralih fungsi sebagaifasilitator bagi mahasiswa dalam diskusi kelompok kecil (Thorburg, 1995).Harmon dan Harumi (1996) mengemukakan bahwa dalam PBM pengajarmenjadi pembimbing dan mentor yang membantu mahasiswa dalammengakses, mengorganisasi, dan mentransfer pengetahuan untukmemecahkan masalah yang sesungguhnya; sementara itu mahasiswamemperoleh tambahan keahlian bukan hanya dari materi yangdipelajarinya melainkan juga dari pengalaman pembelajaran. Hal tersebut

  • 2

    Interaksi Kelas

    sangat sesuai dengan filosofi pendidikan yang sesungguhnya. MenurutMcGriff (2000), bahwa pendidikan adalah proses komunikasi yangmembantu (facilitate) mahasiswa untuk mengembangkan makna atasinformasi yang diperolehnya menjadi pengetahuan yang baru. Prosespembelajaran semacam ini sangatlah kondusif dalam membentuk polapemikiran kritis dan kemandirian mahasiswa.

    Di samping dari segi kemanfaatannya, jika dilihat dari sisi mahasiswaitu sendiri, PBM merupakan metode pembelajaran yang paling tepat untukditerapkan pada mahasiswa. Pembelajaran Berpusat Mahasiswa dapatdikatakan tepat , tidak lain adalah karena jika dipandang baik dari segibiologis, legalitas, maupun psikologis, mahasiswa telah memasuki tahapkedewasaan, dan seseorang yang telah dewasa memiliki karakteristik dangaya tersendiri dalam proses belajarnya. Gaya belajar yang dimaksudantara lain adanya otonomi, orientasi pada tujuan, adanya keinginan untukmengetahui alasan mereka mempelajari sesuatu, berpikir praktis,mengutamakan pemecahan masalah serta menambah pengalaman (Can-tor & Cranton, 1992). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orangdewasa lebih mementingkan proses daripada isi dalam pembelajaran.Gaya belajar orang dewasa dapat difasilitasi dengan metode PBM yaitumelalui metode belajar aktif seperti studi kasus, diskusi, dan pembelajarankolaboratif.

    Dari uraian di atas jelas bahwa kesuksesan proses pembelajaransangat ditentukan oleh interaksi antara dosen dengan mahasiswa, sertaantara mahasiswa itu sendiri. Bjorklund dan Parente (2002) menegaskanbahwa kualitas interaksi kelas akan mempengaruhi kualitas prestasi dankepuasaan mahasiswa dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuanakan materi yang dipelajarinya. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa interaksi kelas adalah proses dinamis yang terjadi di dalam kelassewaktu dosen memberi materi pembelajaran dengan menggunakanpendekatan PBM.

  • 3

    Pesat Pengembangan Pendidikan UGM

    Apa saja manfaat dan fungsi interaksi kelas ?Bjorklund dan Parente (2002) mengemukakan bahwa berdasarkan

    hasil penelitian mereka, interaksi kelas secara signifikan akanmeningkatkan ketrampilan profesional, dengan umpan balik yangdisampaikan oleh dosen secara konstruktif; di samping itu interaksi kelasmenumbuhkan kesadaran baik bagi para dosen maupun mahasiswa bahwatujuan pembelajaran akan tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.

    Kenyataan menunjukkan bahwa disamping pemahaman akan materikuliah meningkat, sekaligus juga meningkatkan ketrampilan-ketrampilanyang lain, misalnya bekerja kelompok, ketrampilan berkomunikasi secaratertulis maupun lisan, dan grafis. Di dalam konteks interaksi kelas makamahasiswa akan terdorong untuk menggunakan komputer sebagai alatbantu untuk mencari berbagai sumber informasi, menganalisis data, danpresentasi makalah. Dengan demikian penggunaan komputer secaralangsung juga meningkatkan ketrampilan presentasi dan pemecahanmasalah. Di samping itu mahasiswa dapat memperoleh gambaran aplikasiteori ke dalam dunia nyata, contohnya saat mahasiswa berinteraksi dengannara sumber, baik saat nara sumber dihadirkan di kelas, maupun saatmahasiswa mengikuti program magang.

    Kajian meta-analisis mengenai dampak interaksi kelas, menunjukkanpeningkatan prestasi akademik yang signifikan dan persisten, danmenghasilkan mahasiswa yang mendapat penghargaan dan memilikikarakteristik yang tidak canggung dalam dunia kerja, percaya diri, danmempengaruhi iklim akademik serta outcomes proses pembelajaranmahasiswa (Springer et al., 1997).

  • 4

    Interaksi Kelas

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN DALAMINTERAKSI KELAS

    Peran dosen dalam interaksi kelasPeran dosen dalam interaksi kelas adalah sebagai fasilitator dalam

    berbagai tingkat dan bentuk serta intensitas yang beragam. Sebagaico