rks kantor kppn sragen

Download Rks Kantor Kppn Sragen

Post on 14-Jul-2015

1.095 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DEPARTEMEN KEUANGAN KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARATSPESIFIKASI TEKNIS

PEKERJAAN :

RENOVASI FASAD DEPAN GEDUNG KANTOR DAN RUANG FRONT OFFICEKANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA SRAGENTAHUN ANGGARAN 2011

KONSULTAN : CANDRAKIRANA DESIGN CENTER ART ARCHITECTURE ENGINEERING JALAN KOLONEL SUTARTO 15 SURAKARTA

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARATPASAL 1 URAIAN UMUM 1. Bentuk bangunan yang dimaksud harus sesuai dengan gambar yang telah ditetapkan dengan Syarat - syarat Teknis sebagaimana tercantum dalam pasal - pasal di bawah ini. 2. Pekerjaan/Kegiatan yang harus dilaksanakan adalah Penyelenggaraan Kuasa Bendahara Umum Negara Kegiatan Rehabilitasi / Renovasi Gedung dan Bangunan Paket Renovasi Fasad Depan Gedung Kantor dan Ruang Front Office . PASAL 2 DASAR PELAKSANAAN 1. Berlaku dan mengikat seolah - olah disebut kata demi kata dalam rencana kerja dan syarat syarat ini dan apabila tidak ditentukan lain adalah : a. Segala undang-undang dan peraturan peraturan pemerintah umumnya dan pemerintah daerah khususnya yang berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan pemborongan. b. Algemene Voorwaarden Voor de Gouvernement Besluit van 26 mei 1941 no.9 selanjutnya disingkat AV c. Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK SNI T-15-1991-03 d. Peraturan Umum Bahan bangunan Indonesia (PUBI) 1982 e. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia ( PPKI-N.1.5/1961 ) f. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia ( PPBBI - 1983 ) g. Algemene Vooschreften voor Drinkweter Instalatie (A.V.W.I) h. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 i. Peraturan yang dilakukan oleh Dewan Normalisasi Indonesia : N-1.3. : Peraturan Umum untuk pemeriksaan bahan bahan bangunan dan pelaksanaan pembangunan di Indonesia (PUBB) 1956 N-1.4. : Peraturan Cat Indonesia N-1.6. : Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL) 1977 dan International Electrotechnical Commission (IEC) N-1.8. : Peraturan Cement Portland N-1.10. : Peraturan Bata Merah sebagai bahan bangunan N-1.143-53. : Pengawetan kayu untuk bangunan rumah dan gedung j. Untuk bahan bahan yang tidak dan belum ada peraturannya di Indonesia dipakai syaratsyarat yang ditentukan oleh pabrik bahan bahan tersebut. 2. Untuk melaksanakan pekerjaan pada pasal ini berlaku dan mengikat pada : a. Gambar bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang sudah disyahkan oleh pemberi tugas dan unsur teknis termasuk juga gambar - gambar detail yang dibuat sudah disyahkan / disetujui Pengawas lapangan. b. Rencana Kerja dan Syarat - syarat ( RKS ). c. Peraturan/ketentuan lain yang dikeluarkan oleh lnstansi Pemerintah setempat, yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan pemerintah.

2

PASAL 3 LINGKUP PEKERJAAN 1 2 Lingkup Kegiatan Rehabilitasi / Renovasi Gedung dan Bangunan Paket Renovasi Fasad Depan Gedung Kantor dan Ruang Front Office Perincian pekerjaan dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : I. Pekerjaan Persiapan dan Pekerjaan Tanah 1. Bongkaran beton bertulang 2. Bongkaran dinding tembok bata merah 3. Menggali tanah biasa sedalam 1 m4. Mengurug kembali galian 5. Memadatkan tanah (per 20 cm) 6. Mengurug pasir urug 7. Mengurug tanah urug 8. Membongkar metal roof 9. Membongkar plafon (bongkaran tidak digunakan) 10 Membongkar partisi kaca kusen aluminium 11 Membongkar pintu jendela kaca kusen kayu 12 Membongkar lantai keramik 13 Membongkar rabat beton 14 Membongkar buis beton U30 15 Membongkar meja counter 16 Membongkar sopi-sopi

II. Pekerjaan Beton 1. Membuat lantai kerja beton mutu f'c = 7.4 MPa (K 100), slump (3 - 6) cm, w/c = 0,87 2. Membuat sloof beton bertulang (135 kg besi + bekisting) 3. Membuat balok beton bertulang (235 kg besi + bekisting) 4. Membuat talang beton bertulang (105 kg besi + bekisting) 5. Membuat kolom praktis beton bertulang (11 x 11) cm 6. Membuat ring balok beton bertulang (10 x 15) cm III. Pekerjaan Pasangan Batu dan Pondasi 1. Memasang batu belah campuran 1 PC : 6 PP IV. Pekerjaan Dinding dan Pekerjaan Plesteran 1. Memasang dinding bata merah tebal 1 bata, campuran spesi 1 PC : 5 PP 2. Memasang dinding bata merah tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 3 PP 3. Memasang dinding bata merah tebal 1/2 bata, campuran spesi 1 PC : 8 PP 4. Memasang plesteran 1 PC : 3 PP, tebal 15 mm 5. Memasang plesteran 1 PC : 8 PP, tebal 15 mm 6. Memasang acian V. Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding 1. Memasang lantai Hemogenous tile 40x40 2. Memasang plint keramik ukuran (10 x 20) cm 3. Memasang lantai paving segienam, tebal 8 cm, K225

3

VI. Pekerjaan Kayu 1. Membuat dan memasang kusen pintu dan kusen jendela, kayu kelas III 2. Membuat daun pintu kayu lapis (plywood) rangkap, rangka tertutup kayu VII. Pekerjaan Besi dan Alumunium 1. Memasang rangka plafon besi hollow 2. Memasang alumunium composite panel 3. Memasang partisi gypsum rangka hollow 4. Memasang portal fasad VIII. Pekerjaan Langit-Langit 1. Memasang langit-langit gypsum board ukuran (120 x 240 x 9) cm, tebal 9 mm 2. Memasang list plafond gypsum profil IX. Pekerjaan Penutup Atap 1. Memasang rangka atap baja ringan untuk atap metal roof bentang < 10 m 2. Memasang penutup atap genteng metal kelas I 3. Memasang bubung pada atap genteng metal kelas I X. Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Dinding 1. Lapis plamir tembok 2. Pengecatan bidang tembok interior 2 lapis dengan roll 3. Pengecatan plafon 2 lapis dengan cat tembok dengan roll termasuk plamir XI. Pekerjaan Kunci, Alat Gantungan dan Kaca 1. Pasang pintu kaca tempered t 12mm Frameless 2. Pasang kaca tempered 12 mm 3. Pasang handle pintu 4. Pasang engsel pivot XII. Pekerjaan Listrik 1. Instalasi listrik 2. Memasang Lampu down light 3. Memasang saklar ganda 4. Panel switch 12 gang PASAL 4 KETENTUAN UKURAN 1. Pelaksanaan Kegiatan berdasarkan gambar kerja dan syarat-syarat yang diuraikan dalam RKS ini. Termasuk hal ini adalah pekerjaan-pekerjaan tambah / kurang yang timbul dalam pelaksanaan. 2. Perbedaan Ukuran a. Bila terdapat perbedaan ukuran atau ketidaksesuaian antara gambar rencana dan detail, maka yang mengikat adalah gambar yang skalanya lebih besar. b. Bilamana terjadi perbedaan antara gambar dengan Bestek / Spesifikasi teknis harus dilaporkan kepada Konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan sebelum dilaksanakan.4

PASAL 5 PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Sebelum pelaksanaan kegiatan, Panitia Rehabiitasi berkonsultasi dengan Konsultan pengawas selaku penanggung jawab kegiatan, dan mendata bersama-sama/mengidentifikasi kondisi di lapangan, barang - barang bongkaran diserahkan ke pihak Kontraktor. 2. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan harus menyediakan atau mendirikan semua bangunan sementara untuk digunakan sebagai gudang penyimpan dan perlindungan bahan bangunan. 3. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan selama pelaksanaan harus menyediakan kotak obatobatan untuk P.P.P.K. 4. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan harus menempatkan petugas keamanan untuk menjaga keamanan kegiatan. 5. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan harus menjaga agar jalan umum, dan hak memakai jalan, bersih dari alat - alat, mesin, bahan bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalu lintas, baik bagi kendaraan umum maupun pejalan kaki, selama pekerjaan berlangsung. PASAL 6 RENCANA KERJA 1. Panitia Rehabiltasi wajib meneliti semua Gambar dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat Bila gambar tidak sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat - syarat ( RKS ), maka yang rnengikat adalah RKS, bila suatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain, maka gambar yang mempunyai skala yang lebih besar yang berlaku, begitupula apabila dalam RKS tidak dicantumkan sedangkan gambar ada, maka gambarlah yang mengikat. 2. Apabila gambar dan RKS sama-sama tidak menyebutkan, sedangkan hal yang dimaksud adalah vital/perlu, maka Kontraktor wajib melaksanakan hal tersebut dan sebelumnya dikonsultasikan dengan pihak - pihak yang berkompeten. 3. Bila perbedaanperbedaan ini menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan kesalahan, Kontraktor wajib berkonsultasi kepada Pengawas lapangan dan Perencana. PASAL 7 BAHAN DAN CONTOH BAHAN 1. Kontraktor wajib meneliti bahan-bahan yang didatangkan dari toko ataupun dari masyarakat sekitar agar kualitas dan kuantitasnya dapat terjamin. PASAL 8 PENENTUAN TINGGI PEIL (LEVEL) DAN UKURAN 1. Sebagai patokan tinggi peil (level) bangunan adalah peil diambil rata-rata dari lantai keramik kantor. 2. Kontraktor selaku pelaksana pekerjaan diharuskan menggunakan alat-alat yang teliti untuk mendapatkan ukuran, sudut-sudut dan ukuran tegak secara tepat dan dapat dipertanggung jawabkan, untuk itu dihindari cara-cara pengukuran dengan perasaan, penglihatan dan kirakira.5

vii. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar pemakaian semen dapat dilakukan menurut urutan pengiriman b. Pasir beton viii. Berbutir mineral keras yang mempunyai bentuk mendekati bulat, tidak porous, mempunyai sudut yang tajam dan ukuran butirnya sebagian besar terletak antara 0,075-5 mm dan kadar lumpur/bagiannya yang ukurannya lebih kecil dari 0,063 mm tidak boleh lebih dari 5%. ix. Pasir beton harus bersih, apabila diuji memakai larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%. x. Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton, untuk itu bila direndam dalam larutan 3% NaOH, cairan diatas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding. xi. Pasir laut tidak boleh digunakan. xii. Pasir beton yang digunakan ex pandansimping / Kaliworo/ Kaliprogo. c. Batu pecah beton xiii. Batu pecah beton adalah butiran mineral keras yang sebagian besar butirnya berukuran 20-30 mm (2-3 cm). xiv. Kerikil dan batu pecah harus keras, bersih serta sesuai besar butirannya dan gradasinya bergantung pada penggunaannya. xv. Kadar lumpur maksimal 1 % berat. xvi. Bagian butir yang panjang dan pipih maksimal 20%. d. Air xvii. Air tawar, bersih, tidak berbau, tidak berasam, bebas