Risiko Kadar Timbal

Download Risiko Kadar Timbal

Post on 28-Nov-2015

189 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Risiko Kadar Timbal

TRANSCRIPT

<p>ANALISIS RISIKO KADAR TIMBAL (Pb) DALAM AIR SUMUR TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KETEGUHAN KECAMATAN TELUK BETUNG BARATKOTA BANDAR LAMPUNGOlehAndri BudiantoAir merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, yang fungsinya tidak akan digantikan oleh senyawa lainnya. Akibat kepadatan penduduk, banyak masyarakat yang membuang sampah, kotoran maupun limbah ke sungai, hal ini dapat menyababkan semakin memburuknya kualitas air. Dampak yang dapat ditimbulkan yaitu terjadinya pencemaran lingkungan khususnya logam Timbal (Pb) yang terdapat di dalam air. Masyarakat Kelurahan Keteguhan mengkonsumsi air minum yang berasal dari air sumur yang digunakan sebagai kebutuhan baku air minum.</p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaran logam timbal di dalam air yang dikonsumsi masyarakat, dan mengetahui besarnya risiko kesehatan masyarakat akibat cemaran logam timbal di dalam air yang dikonsumsi oleh masyarakat Kelurahan Keteguhan Kecamatan teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.</p> <p>Penelitian ini bersifat diskriftif analitik. Sampel yang digunakan adalah air sumur yang dikonsumsi masyarakat yang berjumlah 20 sampel. Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan alat AAS (Atomatic Absorption Spektrofotometer), dan untuk mengetahui besaran risiko sampel yang diambil berjumlah 271 responden dengan menggunakan cara kuisoner.</p> <p>Hasil didapat kadar logam timbal dalam air rata-rata 0,2753 mg/L, kadar tertinggi logam timbal dalam air 0,4691 mg/L, kadar terendah logam timbal dalam air 0,1975 mg/L yang tidak memenuhi persyaratan Permenkes No.416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990 yaitu 0,05 mg/L. Hasil analisis risiko didapat 87,8% masyarakat di Kelurahan Keteguhan berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat logam timbal dan sisanya 12,2% belum berisiko.</p> <p>Kata kunci : Analisis Risiko, Timbal (Pb), Air sumur.</p> <p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>A.Latar BelakangAir merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, yang fungsinya tidak akan digantikan oleh senyawa lainnya.Dalam jaringan hidup, air merupakan medium untuk berbagai reaksi dan proses ekskresi. Air merupakan komponen utama, baik dalam tanaman maupun hewan termasuk manusia. Tubuh manusia terdiri dari 60 70 % air (Rukaesih, 2004). Air dipergunakan oleh manusia untuk berbagai kebutuhan,kebutuhan air yang paling utamabagimanusia adalah untuk air bersih dan air baku untuk diolah sebagai air minum. Air tanah merupakan sumber air yang digunakan untuk kebutuhan air bersih dan air baku yang diolah sebagai air minum.</p> <p>Kualitas air dapat dipengaruhi karena kepadatan penduduk, limbah industri, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air. Selain itu, banyak orang yang membuang sampah, kotoran maupun limbah ke sungai. Bahkan, ada cara lain membuang limbah berbahaya dengan menanam di kedalaman beberapa meter. Hal inilah yang menyebabkan semakin memburuknya kualitas air. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Athena (1996) menunjukkan 41.5 % sampel air di Jakarta mengandung Merkuri (Hg) berlebih, 25.4 % sampel airdi Bogor mengandung Kadmium (Cd) berlebih, dan 41.1 % sampel air di Bogor mengandung Timbal (Pb) berlebih. Kandungan logam berat pada air minum di Bogor dan Jakarta lebih tinggi dibandingkan Bekasi dan Tangerang. Indikator yang digunakan untuk mendeteksi pencemaran air adalah cemaran logam berat didalamnya. Disebut logam berat berbahaya karena umumnya memiliki rapat massa tinggi (5 gr/cm3) dan sejumlah konsentrasi kecil dapat bersifat racun dan berbahaya. Di antara semua unsur logam berat, Hg menduduki urutan pertama dalam hal sifat racunnya, kemudian diikuti oleh logam berat antara lain Cd, Ag, Ni, Pb, As, Cr, Sn, dan Zn (andiinfo bogor2008).</p> <p>Pencemaran merupakan masalah yang sudah sangat populer bagi masyarakat dan perlu mendapatkan penanganan oleh semua kalangan masyarakat untuk mengatasinya. Pencemaran terjadi bilaketidakseimbangan struktur dan daur materi dalam lingkungan mengalami perubahan. Ketidakseimbangan struktur dan daur materi terjadi karena proses alam atau juga karena kebutuhan manusia. Banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan teknologi, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan keseimbangan pada daur materi, baik keadaan struktur maupun fungsinya, sehingga menggangu kesejahteraan manusia (Wasilah,1986).</p> <p>Salah satu dari pencemaran lingkungan yaitu pencemaran air. Menurut Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No : KEP-02/MENKLH/I/1988, pencemaran air adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain di dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air menurun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan tidak lagi berfungsi sesuai dengan peruntukannya.</p> <p>Sampah merupakan salah satu penyebab dari terjadinya pencemaran air.Sampah yang mengandung bahan kimia mempunyai pola perjalanan tertentu untuk dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Secara garis besar sampah yang mengandung bahan kimia tersebut akan mempengaruhi kesehatan manusia, dengan jalan masuk melalui Air minum, Kontak melalui media Makanan, Udara, dan Kontak langsung (proyek pengembangan pendidikan tenaga sanitasi pusat, 1987).</p> <p>Di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung merupakan daerah yang berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Bakung Kota Bandar Lampung. Bardasarkan hasil survey, instalasi pengolahan air limbah tersebut hanya sebagai penampung resapan air yang berasal dari sampah-sampah TPA Bakung. Ketika volume limbah melebihi kapasitas bak air limbah, air limbah akan keluar melalui pipadan akan mengalir ke irigasi.Kelurahan tersebut dilalui oleh aliran air limbah yang akan bermuara ke laut, air limbah yang mengalir berwarna hitam pekat. Hal ini akan memberikan dampak negatif bagi air sumur yaitu terjadinya pencemaran air. Air limbah yang menyebabkan pencemaran air tersebut mengandung senyawa kimia, senyawa kimia tersebut diantaranya adalah senyawa organik dan senyawa anorganik. Salah satu yang termasuk dalam senyawa anorganik adalah logam berat. Logam berat merupakan hal yang sering ditemukan dalam kandungan air limbah sampah. Air limbah yang mengandung logam berat dapat menjadi penyebab pencemaran air. Logam berat yang dapat menjadi penyebab pencemaran air salah satunya adalah logam timbal (Pb). Air sumur yang tercemar logam timbal (Pb) dapat menimbulkan adanya risiko bagi kesehatan apabila dikonsumsi. Daya racun timbal yang akut pada perairan alami menyebabkan hambatan perkembangan mental pada anak, kerusakan pada ginjal, sistem reproduksi, hati, dan otak, serta sistem syaraf pusat, dan bisa menyebabkan kematian (Rukaesih, 2004).</p> <p>Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Pemerintah Kota Bandar Lampung di dalam draf laporan akhir kajian teknis pengolahan TPA Bakung Kota Bandar Lampung pada tahun 2005 menyatakan bahwa air sumur penduduk terdapat kandungan zat organik dan zat anorganik berada diatas baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001.Standar maksimum kadar timbal (Pb) dalam air bersih dan air minum berdasarkan Permenkes No. 416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990 adalah 0,05 mg/L atau 0,05 ppm.Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti ingin mengetahui apakah kadar logam berat Timbal (Pb) yang terkandung di dalam air sumur yang digunakan untuk kebutuhan air bersih dan air minum oleh masyarakat di daerah tersebut masih dalam batas aman untuk air bersih dan air minum berdasarkan persyaratan Permenkes No.416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990, serta konsentrasi timbal(Pb)tersebut apakah berisiko jika dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus.</p> <p>B.Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian sebagai berikut :1.Apakah terdapat cemaran logam Timbal (Pb) didalam air sumur masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Kota Barat Bandar Lampung?2.Apakah kadar Timbal (Pb) yang terdapat didalam air sumur masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Kota Barat Bandar Lampung memenuhi persyaratan Permenkes No.416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990 yaitu 0,05 mg/L atau 0,05 ppm yang diperuntukkan bagi air bersih dan air minum?3.Berapa besar risiko kesehatan masyarakat akibat logam Timbal (Pb) yang terdapat didalam air sumur pada masyarakat Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung?</p> <p>C.Tujuan PenelitianTujuan penelitian antara lain yaitu :1.Untuk mengetahui adanya cemaran logam Timbal (Pb) di dalam air sumur yang digunakan pada masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan TelukBetung Barat Kota Bandar Lampung.2.Untuk mengetahui kadar Timbal (Pb) yang terdapat di dalam air sumur masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung memenuhi persyaratan Permenkes No.416/ Menkes/ Per/ IX/ 1990 yaitu 0,05 mg/L atau 0,05 ppm yang diperuntukkan bagi air bersih dan air minum.3.Untuk mengetahui besar risiko kesehatan masyarakat akibat logam Timbal (Pb) yang terdapat didalam air sumur bagi kesehatan masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.</p> <p>D.Manfaat Penelitian1.Memberikan informasi tentang bahaya dari logam Timbal (Pb) yang terkandung dalam airsumurkepada masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.2.Menambah pengetahuan penulis dan pembaca tentang bahaya logam Timbal (Pb) yang terdapat dalam air.</p> <p>E.Ruang Lingkup PenelitianPenelitian ini dibatasi pada bidang kimia air dalam kajian studi analisis risiko kesehatan lingkungan yaitu pemeriksaan kadarTimbal (Pb) dalam air sumur masyarakat di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung.</p> <p>BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.Landasan Penelitian1.AirAir merupakan meterial yang paling berlimpah di bumi ini, menutupi sekitar 71% dari muka bumi. Air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Setiap sifat fisik air dan kimianya khusus diciptakan untuk kehidupan (Sujadi, 2008).Beberapa sifat penting dari air, diantaranya yaitu :a.Pelarut yang sangat baik.b.Panas penguapan lebih tinggi dari material lainnya.c.Tegangan permukaan yang tinggi dari pada cairan yang lainnya</p> <p>Dalam jaringan hidup, air merupakan medium untuk berbagai reaksi dan proses ekskresi. Transportasi zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam bentuk larutan dengan pelarut air (Rukaesih, 2004).</p> <p>2.Pencemaran LingkunganPencemaran menurut UU No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen yang lain kedalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam,sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Depkes RI, 1990).Suatu lingkungan dikatakan tercemar apabila telah terjadi perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan itu sehingga tidak sama lagi dengan bentuk asalnya, sebagai akibat dari masuknya dan atau dimasukkannya suatu zat atau benda asing kedalam tatanan lingkungan itu. Perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kemasukkannya benda asing itu, memberikan dampak buruk terhadap organisme yang sudah ada dan hidup dengan baik dalam tatanan lingkungan tersebut. Sehingga lingkungan tersebut telah tercemar dalam tingkatan yang tinggi, dapat membunuh dan bahkan menghapuskan satu atau lebih jenis organisme yang tadinya hidup normal dalam tatanan lingkungan itu. Jadi pencemaran lingkungan merupakan suatu perubahan dalam suatu tatanan lingkungan asli menjadi suatu tatanan baru yang lebih buruk dari tatanan aslinya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pencemaran suatu tatanan lingkungan hidup disebabkan oleh banyak hal, namun yang paling utama dari semakin banyak penyebab tercemarnya suatu tatanan lingkungan adalah limbah (Palar, 1994).</p> <p>Sumber-sumberpencemaran yang paling umum adalah limbah pemukiman, limbah pertanian, dan limbah industri.a.Limbah PertanianDalam kegiatan pertanian, penggunaan pupuk buatan, zat kimia pemberantas hama (pestisida), pemberantas tumbuhan pengganggu (herbisida), pemberantas cendawan /fungi (fungisida), pemberantasserangga (insektisida) dapat mencemari air ketika zat-zat kimia larut dalam air.Pencemaran air oleh pupuk buatan dapat meracuni organisme air, seperti plankton, ikan, hewan lainnya yang meminum air tersebut.</p> <p>Residu pestisida seperti DDT, Endrin, Lindane, dan Endosulfan yang terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan ke tingkat trofil yang lebih tinggi, yaitu manusia. Selain itu, masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke bendungan, danau, serta laut dapat menyebabkan meningkatnya zat-zat hara di dalam air. Peningkatan tersebut mengakibatkan pertumbuhanganggang atau enceng gondok menjadi pesat (blooming algae). Pertumbuhan ganggang atau enceng gondok yang cepat dan kemudian mati membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya.Akibatnya, oksigen dalam air menjadi berkurang dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Peristiwa ini disebut sebagaieutrofikasi.</p> <p>b.Limbah PermukimanMenurut bahannya limbah permukiman dikelompokkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, sisa-sisa makanan, tinja manusia, potongan-potongan ranting tanaman, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.</p> <p>Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari barang yang mengandung bahan anorganik.Limbah anorganik yang berasal dari aktivitas rumah tangga antara lain dari kegiatan mencuci (sabun dan deterjen), bahan-bahan bekas pengemas makanan dan minuman (kantung plastic, kaca, kertas, dan pakaian).Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), limbah rumah tangga dapat dibagi lagi menjadi :1.Biodegradable: yaitu limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sisa-sisa sayuran, sisa-sisa makanan, tinja manusia, potongan-potongan ranting tanaman, rumput pada waktu pembersihan kebun.2.Non-biodegradable: yaitu limbah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:Recyclable: yaitu limbah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.Non-recyclable: yaitu limbah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.</p> <p>Di daerah pemukiman padat penduduk seperti di kota-kota besar menghasilkan limbah yang sangat banyak. Limbah-limbah tersebut apabila dibuang ke sungai akan menimbulkan pencemaran air. Di perkotaan banyak kita temukan saluran-s...</p>