Ringkasan Hilton Ch. 1 & Ch. 2

Download Ringkasan Hilton Ch. 1 & Ch. 2

Post on 05-Jul-2015

7.407 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>BAB I: Perubahan Peran dari Akuntansi Manajerial dalam Lingkungan Bisnis yang DinamisPada dasarnya, semua jenis organisasi baik pabrikan, pengecer, jasa, pertanian, organisasi nirlaba, dan pemerintah, memiliki suatu set tujuan atau objektif dan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mencapai tujuan. Akuntansi manajerial merupakan proses pendidentifikasian, pengukuran, penganalisaan, penginterpretasian, dan pengkomunikasian informasi dalam mencapai tujuan tujuan organisasi. Akuntansi manajerial merupakan bagian yang melengkapi proses manajemen dan akuntan manajerial merupakan rekan strategik yang penting dalam suatu tim manajemen organisasi. Peran dari akuntansi manajerial sekarang ini sangatlah berbeda dengan beberapa dekade yang lalu. Di masa lalu, akuntan manajerial beroperasi dalam kapasitas kepegawaian yang keras. Sekarang ini, akuntan manajerial melayani sebagai konsultan bisnis intern, diaman bekerja dari sisi ke sisi dalam tim lintas fungsi dengan manajer dari semua area dari suatu organisasi. Managing Resources, Activities, and People Dalam mengejar tujuan, suatu organisasi menuntut sumber daya, mempekerjakan orang, dan menyatukan mereka dengan kumpulan aktivitas yang terorganisasi. Tim manajemen melakukan empat aktivitas: 1. 2. 3. 4. Pembuatan keputusan (decision making) Perencanaan (planning) Pengarahan aktivitas operasional (directing operational activities) Pengendalian (controlling).</p> <p>Bagaimana Akuntansi Manajerial Menambah Nilai Bagi Organisasi Akuntan manajerial menambah nilai untuk suatu organisasi dengan memberikan lima objektif utama, yaitu: 1. Memberikan informasi untuk pengambilan keputusan dan perencanaan, serta secara proaktif berpartisipasi sebagai bagian dari tim manajemen dalam pembuatan keputusan dan proses perencanaan. Membantu manajer dalam mengarahkan dan mengontrol aktivitas operasi. Memotivasi manajer dan karyawan lainnya untuk mencapai tujuan organisasi. Mengukur kinerja dari aktivitas, unit sub, manajer dan karyawan lainnya dalam suatu organisasi. Menilai posisi daya saing organisasi, dan bekerja dengan manajer lain untuk memastikan daya saing organisasi secara jangka panjang dalam organisasi.</p> <p>2. 3. 4. 5.</p> <p>Balanced ScorecardFinancial Perspective Goals Measures</p> <p>Customer Perspective Goals Measures</p> <p>Internal Operations Perspective Goals Measures</p> <p>Innovation and Learning Perspective Goals Measures</p> <p>Balanced scorecard merupakan model dari evaluasi kinerja suatu bisnis yang menyeimbangkan ukuran atas kinerja keuangan, operasi intern, inovasi dan pembelajaran, serta kepuasan pelanggan. Mangerial versus Financial Accounting Akuntansi keuangan merupakan penggunaan informasi akuntansi untuk pelaporan kepada sekelompok orang di luar organisasi. Laporan keuangan yang di publikasikan dan laporan keuangan lainnya merupakan bentuk dari informasi akuntansi keuangan. Pengguna informasi ini yaitu pengguna eksternal, seperti: pemegang saham, analis keuangan, serikat buruh, grup pelanggan dan agensi pemerintah. Sedangkan akuntansi manajerial merupakan informasi yang digunakan manajer di setiap tingkatan dalam organisasi untuk pembuatan keputusan, perencanaan, pengarahan dan pengendalian dalam operasi organisasi, dan juga digunakan untuk menilai posisi daya saing. Perbedaan Managerial dan Financial AccountingPengguna Informasi Akuntansi Manajerial Para manajer dalam organisasi. Akuntansi Keuangan Kelompok yang berkepetingan di luar organisasi.</p> <p>Regulasi</p> <p>Tidak dibutuhkan dan tidak Dibutuhkan dan harus sesuai diregulasi karena dikhususkan dengan GAAP. Diregulasi oleh hanya oleh manajemen. FASB dan harus diatur oleh SEC.</p> <p>Sumber Data</p> <p>Sistem akuntansi dasar perusahaan, ditambah sumber penting lainnya, seperti tingkat kecacatan produk yang diproduksi, kuantitas fisik dari material dan tenaga kerja yang digunakan dalam produksi. Laporan selalu fokus pada unit sub dalam organisasi, seperti departemen, divisi, wilaya geografis, atau lini produk. Berdasarkan pada estimasi data masa lalu yang dikombinasikan dan ramalan atas masa depan.</p> <p>Hampir semuanya diambil dari sistem akuntansi dasar, dimana mengakumulasi informasi keuangan.</p> <p>Sifat Alami Laporan dan Prosedur</p> <p>Laporan fokus pada perusahaan secara keseluruhan. Semuanya hampir berdasarkan data tindakan masa lalu.</p> <p>Di Mana Akuntan Manajerial Ditempatkan dalam suatau Organisasi? Pertanyaan ini dapat diinterpretasikan ke dalam tiga pertanyaan: 1. 2. 3. Di mana akuntan manajerial ditempatkan dalam suatu struktur organisasi? Bagaimana akuntan manajerial disebar? Dalam lokasi fisik seperti apa akuntan manajerial melakukan pekerjaan mereka?</p> <p>Struktur Organisasi 1. Line and staff positions Manajer di line positions secara langsung terlibat dalam ketentuan atas barang dan jasa. Sedangkan staff positions mensupervisi aktivitas yang menopang misi keseluruhan suatu organisasi, tapi mereka terlibat secara tidak langsung dalam aktivitas operasional. CFO atau controller Jabatan yang diberikan sebagai pimpinan manajerial sebagai akuntan keuangan. Dalam organisasi lain biasa disebut sebagai controller. Bendahara Yang bertanggung jawab atas timbulnya modal dan penjagaan aset organisasi. Auditor internal Yang bertanggung jawab dalam meninjau prosedur, pencatatan, dan laporan akuntansi baik pada controller dan bendahara.</p> <p>2.</p> <p>3.</p> <p>4.</p> <p>Lokasi Fisik Apabila kita menanyakan di mana lokasi akuntan manajerial melakukan pekerjaan mereka, maka jawabannya ialah di mana saja. Dimana, mereka ditempatkan dalam setiap bagian dari suatu perusahaan, dari kantor pusat perusahaan maupun ke lokasi dimana barang dan jasa diproduksi.</p> <p>Tema Utama dalam Akuntansi Manajerial 1. Informasi dan Insentif Kebutuhan informasi merupakan pendorong di balik akuntansi manajerial. Sehingga, informasi akuntansi manajerial sering melayani dua fungsi: fungsi pemfasilitasi keputusan dan fungsi pemengaruh keputusan. Informasi biasanya di berikan kepada pembuat keputusan untuk menolong manajer memilih suatu alternative, dan juga informasi digunakan untuk mempengaruhi keputusan manajemen. 2. Isu Perilaku Reaksi baik oleh individu maupun kelompok atas informasi akuntansi akan secara signifikan mempengaruh peristiwa dalam suatu organisasi. Sehingga, semakin baik pengertian akuntan manajerial atas perilaku manusia, maka akan lebih efektif dalam menghasilkan informasi. 3. Biaya dan Keuntungan Informasi merupakan komoditas, dimana terdapat biaya dan keuntungan yang dihubungkan dengan informasi akuntansi manajerial. Teknik akuntansi manajerial tertentu yang diinginkan atau informasi harus ditentukan dengan pertimbangan biaya dan keuntungan. 4. Evolusi dan Adaptasi dalam Akuntansi Manajerial Lingkungan bisnis berubah dengan tajam, sehingga akuntansi manajerial harus beradaptasi untuk mencerminkan perubahan tersebut. Terdapat beberapa perubahan dalam dunia bisnis, yaitu: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. E-business Perusahaan jasa vs perusahaan pabrikan Munculnya industri-industri baru Kompetisi global Fokus pada pelanggan Tim lintas fungsi Pabrikan dengan metode komputerisasi Siklus hidup produk dan keanekaragaman Kompetisi berbasis waktu Teknologi informasi dan teknologi Manajemen persediaan Just-in-Time Total quality management Pengembangan secara berkala</p> <p>Sistem Manajemen Biaya Sistem manajemen biaya merupakan sistem kendali dan perencanaan manajemen dengan objektif berikut ini:</p> <p>y y y y</p> <p>Untuk mengukur biaya dari sumber daya yang dipakai dalam melaksanakan aktivitas organisasi yang signifikan. Untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi biaya yang tidak menambah nilai. Untuk menentukan efisiensi dan efektivitas atas semua aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu perusahaan. Untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi aktivitas baru yang dapat meningkatkan kinerja masa depan dari suatu organisasi.</p> <p>Manajemen Biaya Strategik dan Rantai Nilai Suatu aturan atas hubungan, aktivitas yang menciptakan nilai, kisaran dari bahan mentah dan energi untuk pengiriman produk dan jasa, disebut rantai nilai. Biasanya yang terlibat dalam aktivitas rantai nilai ada banyak perusahaan. dalam rangka pencapaian keunggulan daya saing yang berkesinambungan oleh suatu perusahaan, maka perusahaan harus melakukan satu atau lebih aktivitas dalam rantai nilai pada tingkat kualitas yang sama dengan pesaingnya, tapi dengan biaya yang lebih rendah, ataupun melakukan aktivitas rantai nilainya pada kualitas yang lebih tinggi dari pesaing, tapi tidak memiliki biaya yang lebih tinggi. Di sini kita dapat melihat bahwa biaya memegang peranan yang penting apabila digunakan sebaik-baiknya dalam mendapatkan keunggulan daya saing. Dalam hal menghubungkan biaya dengan aktivitas dalam rantai nilai, dan proses atas pengaturan hubungan biaya dengan keunggulan perusahaan, disebut manajemen biaya strategik. Sejalan dengan analisis rantai nilai, manajer harus dengan teliti menentukan rantai atas aktivitas yang berhubungan dengan mengidentifikasi ketidakleluasaan yang dapat menghambat suatu organisasi dalam mencapai pencapaian pada tingkatan tertinggi. Theory of constraints digunakan untuk menemukan aktivitas dalam perusahaan yang menjadi penghambat, dimana berbagai usaha akan dilakukan atas aktivitas penghambat tersebut agar melalui perbaikan tersebut, perusahaan dapat dimampukan untuk mencapai pencapaian tertinggi yang telah dirumuskan dalam tujuan perusahaan.</p> <p>BAB II: Konsep Dasar Manajemen Biaya dan Akuntansi untuk Operasi KostumisasiBiaya (cost) didefinisikan sebagai pengorbanan yang dilakukan, biasanya diukur oleh sumber daya yang diberikan untuk mencapai maksud khusus. Ada juga yang istilah yang dikenal beban (expense) didefinisikan sebagai biaya yang terjadi pada saat suatu aset digunakan atau dijual sebagai tujuan mendapatkan pendapatan. Biaya terbagi dua, yaitu biaya produk dan biaya periode. Biaya produk ialah biaya yang dikategorikan ke produk yang telah dibeli atau diproduksi untuk dijual kembali, dimana biaya produk digunakan untuk menilai persediaan dari barang yang diproduksi sampai barang terjual. Dalam periode penjualan, biaya produk dikategorikan sebagai beban yang dinamakan harga pokok penjualan. Sedangkan, biaya periode ialah semua biaya diluar biaya produk, dimana biaya ini diidentifikasi dengan periode waktu yang terjadi bukan dengan unit yang dibeli atau barang yang diproduksi. Contohnya ialah semua biaya penelitian dan pengembangan, penjualan dan administratif. Manufacturing Operations and Manufacturing Costs 1. Mass-Customization Manufacturing Dalam lingkungan produksi kostumisasi missal, banyak komponen terstandar dikombinasikan dalam cara yang berbeda untuk memproduksi produk yang dibuat berbeda untuk memenuhi pesanan pelanggan. Contohnya: Dell Computer Corporation dan Gateway 2000. 2. Manufacturing Costs Untuk membantu manajer dalam perencanaan, pembuatan keputusan, dan manajemen biaya, maka akuntan manajerial mengklasifikasikan biaya berdasarkan area fungsional dari organisasi yang berhubungan dengan biaya. Beberapa contoh yaitu: produksi, pemasaran, administrasi dan penelitian dan pengembangan. Biaya produksi diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu: bahan baku langsung, tenaga langsung dan overhead produksi. 1. Bahan baku langsung Bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi, dimana secara fisik dihubungkan dengan barang jadi, dan dapat ditelusuri ke produk dengan mudah diklasifikasikan sebagai bahan baku langsung. Contoh: lembar besi untuk pembuatan mobil Subaru. 2. Tenaga kerja langsung Biaya gaji, upah, dan keuntungan lainnya untuk karyawan yang bekerja secara langsung atas barang yang diproduksi diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja</p> <p>langsung. Contoh: gaji kepada karyawan Comet Computers dalam perakitan komputer. 3. y Overhead produksi Bahan baku tidak langsung</p> <p>Biaya bahan yang dibutuhkan untuk proses produksi tapi tidak menjadi bagian yang utuh atas barang jadi. Contoh: biaya baut dan mur dalam departemen pabrik besi di Ford Motor Company.y</p> <p>Tenaga kerja tidak langsung</p> <p>Biaya karyawan yang tidak bekerja secara langsung untuk produk, tapi yang jasanya diperlukan untuk proses produksi. Seperti: supervisors, pekerja pembersih, dan petugas keamanan.y</p> <p>Biaya pabrik lainnya</p> <p>Semua biaya pabrik lainnya yang terjadi di luar biaya bahan baku dan tenaga kerja. Biaya ini meliputi depresiasi gedung dan peralatan, pajak property, asuransi, dan utilities (seperti listrik, air, dan sejenisnya). Departemen jasa juga termasuk dalam biaya ini, dimana tidak secara langsung bekerja untuk produksi barang tetapi diperlukan untuk proses produksi, seperti departemen pemeliharaan peralatan. Biaya lainnya yang tercakup yaitu overtime premium, dimana merupakan kompensasi lebih yang dibayarkan kepada karyawan yang bekerja di atas waktu normal yang telah dijadwalkan. Contoh: Comet Computers membayar $16 per jam untuk perakit. Idle time juga dapat menjadi penyebab dikeluarkan biaya, oleh karena mesin tidak dioperasikan tetapi biaya gaji tetap berjalan bagi karyawannya. Ringkasnya ialah biaya pabrik meliputi bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik. Tenaga kerja langsung dan overhead disebut conversion costs, karena biaya tersebut dikeluarkan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi barang jadi. Bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung disebut prime costs.</p> <p>3.</p> <p>Manufacturing Cost Flows Bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik merupakan tiga jenis biaya produksi yang terjadi. Biaya-biaya ini merupakan biaya produk karena mereka di masukkan di gudang sampai periode waktu dimana barang tersebut dijual. Pada saat barang telah jadi, biaya-biayanya ditransfer dari persediaan barang dalam proses menjadi persediaan barang jadi. Biaya-biaya tersebut dikenal dengan sebutan biaya barang produksi. Setelah barang dijual, sehingga mengurangi persediaan barang jadi, maka beban dari periode terjadi pada saat penjualan dilakukan.</p> <p>4.</p> <p>Production Costs in Service Industry and Nonprofit Organizations</p> <p>Perusahaan-perusahaan yang terdapat dalam industri jasa dan banyak organisasi nirlaba juga sering dihubungkan dengan produksi, tetapi yang membedakannya ialah jenis yang dihasilkan, yaitu jasa yang tidak dapat digudangkan menjadi persediaan. Sebagai contoh: Air France menawarkan jasa trasportasi udara. Bahan baku langsung meliputi biaya bahan bakar jet, bagian-bagian pesawat, serta makanan dan minuman. Tenaga kerja langsung meliputi gaji dari kru penerbangan dan upah karyawan pemeliharaan pesawat. Biaya overhead meliputi depresiasi dari peralatan yang menangani bagasi, asuransi, dan biaya pendaratan airport. Dengan demikian, psroses pencatatan dan pengklasifikasian biaya juga penting dalam perusahaan jasa maupun organisasi nirlaba seperti layaknya perusahaan manufaktur. Konsep Dasar Manajemen Biaya: Biaya yang Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda Frase biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda biasanya digunakan untuk menyampaikan ide bahwa karakteristik yang berbeda atas biaya dapat dimengerti dalam situasi manajerial yang bervariasi. 1. The Cost Driver Team Salah satu klasifikasi...</p>