retorika politik kandidat pemilukada dki jakarta: ?· retorika politik kandidat pemilukada dki...

Download RETORIKA POLITIK KANDIDAT PEMILUKADA DKI JAKARTA: ?· Retorika Politik Kandidat Pemilukada DKI Jakarta:…

Post on 02-Mar-2019

221 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RETORIKA POLITIK KANDIDAT PEMILUKADA DKI

JAKARTA:

ANALISIS KOMPARATIF JOKO WIDODO

DAN FAUZI BOWO

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:

Herdina Rosidi

NIM: 108051000076

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1433 H./2013 M.

RETORIKA POLITIK KANDIDAT PEMILUKADA DKI JAKARTA:

ANALISIS KOMPARATIF JOKO WIDODO DAN FAUZI BOWO

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh:

Herdina Rosidi

NIM. 108051000076

Dosen Pembimbing,

Dr. Gun Gun Heryanto, M. Si

NIP. 19760812 200501 1 005

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1433 H./2013 M.

ii

ABSTRACT

Herdina Rosidi

Political Rhetoric the Candidates Elections of Regional Heads in Jakarta

City: a Comparative Analysis to Joko Widodo and Fauzi Bowo

This research discusses The Political Rhetoric in Jakarta City Governor

Candidates, The Second Round in 2012, they are Joko Widodo and Fauzi Bowo.

This research is important because the city of Jakarta as the capital of Indonesia,

the candidates was in the general election of regional heads the city of Jakarta in

2012 occurred a phenomenon those are not easily founded in the general election

of regional heads of other cities, the occurrence of phenomenon SARA issues

(ethnic, religious, racial, sectarian) use by one candidate. Two candidates, namely

Fauzi Bowo and Joko Widodo have very differences in a political rhetoric, a

unique personal character, all of differences, they convey in narrative form.

Beside that, research questions from this research are, first, how is the political

rhetoric Fauzi Bowo and Joko Widodo current election campaign heads Jakarta

city area in 2012 second round. Second, what is typology orator in political

rhetoric during the campaign Fauzi Bowo and Joko Widodo second round.

This research uses a constructivist paradigm, because in this research look

at the rhetoric campaign of governor candidate Jakarta city. And this research uses

a qualitative approach with descriptive analysis method to the type of case study.

Subjects in this research is a major focus of the research, that is the election of

regional heads candidate city of Jakarta, Fauzi Bowo and Joko Widodo. And the

object of this research is the phenomenon or problem that is in focus, the political

rhetoric. In The second round campaign occurrence SARA issue in Fauzi Bowo

teams to attack political rivals, namely Jokowi and Basuki, but SARA issue is not

work optimally in the city elections of regional heads Jakarta second round.

Jokowi orator type is rhetorically sensitive and orator type Foke is noble selve.

Democratic party in the elections of regional heads in the city of Jakarta in

2012 has been running smoothly and there are not riots or unlawful for both the

candidates and the citizens Jakarta. Momentum elections of regional heads the

city of Jakarta in 2012 gives a sense of pride especially Jakarta residents are able

to carry out the democratic process is good and civilized. Deserve a good example

in the implementation of democracy in the world.

Keyword: Political Rhetoric, Narative Theory, The Candidates Elections of

Regional Heads in Jakarta City.

iii

ABSTRAK

Herdina Rosidi

Retorika Politik Kandidat Pemilukada DKI Jakarta: Analisis Komparatif

Joko Widodo dan Fauzi Bowo

Penelitian ini membahas tentang retorika politik kandidat calon Gubernur

DKI Jakarta 2012 putaran kedua, yaitu Joko Widodo dan Fauzi Bowo. Penelitian

ini dianggap penting karena kota Jakarta sebagai ibukota Indonesia, selanjutnya di

dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012 tersebut terjadi fenomena yang tidak mudah

ditemukan di Pemilukada DKI kota lainnya, yaitu terjadinya fenomena isu SARA

yang digunakan oleh salah satu kandidat. Kedua kandidat, yaitu Joko Widodo dan

Fauzi Bowo memiliki retorika politik yang sangat berbeda, karakter pribadi yang

unik, yang mereka sampaikan dalam bentuk narasi. Maka pertanyaan penelitian

ini adalah bagaimana retorika politik Fauzi Bowo dan Joko Widodo saat

kampanye Pemilukada DKI Jakarta 2012 putaran kedua. Kedua, apa tipe orator

dalam retorika politik Fauzi Bowo dan Joko Widodo saat kampanye Pemilukada

DKI Jakarta 2012 putaran kedua.

Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, karena pada

penelitian ini melihat pada kampanye dari retorika kandidat gubernur DKI Jakarta.

Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode analisis deskriptif

dengan jenis studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah fokus besar dalam

penelitian yaitu kandidat Pemilukada DKI Jakarta, Fauzi Bowo dan Joko Widodo.

Kemudian objek pada penelitian ini adalah fenomena atau persoalan yang ada di

dalam fokus, yaitu retotika politik. Kampanye putaran kedua terjadi fenomena isu

SARA pada kubu Fauzi Bowo untuk menyerang rival politiknya, yakni Jokowi

dan Basuki, tetapi isu SARA tidak optimal bekerja di Pemilukada DKI Jakarta

putaran kedua ini. Tipe orator Joko Widodo adalah rhetorically sensitive dan tipe

orator Fauzi Bowo adalah noble selve.

Pesta demokrasi pada Pemilukada DKI Jakarta 2012 telah berjalan dengan

lancar dan tidak ada kerusuhan maupun melanggar hukum bagi kedua kandidat

maupun masyarakat DKI Jakarta. Momentum Pemilukada DKI Jakarta 2012

memberikan rasa bangga khususnya masyarakat Jakarta mampu melaksanakan

proses demokrasi secara baik dan beradab, pantas menjadi contoh yang baik

dalam pelaksanaan demokrasi di dunia.

Kata Kunci: Retorika Politik, Teori Naratif, Kandidat Calon Gubernur DKI

Jakarta 2012 Putaran Kedua.

iv

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah, Sang Penguasa alam semesta yang telah

menciptakan semua yang hidup dan bernafas, baik yang berakal maupun yang

tidak berakal, dari makhluk yang sempurna dan yang tidak sempurna. Solawat dan

salam untuk Nabi Muhammad SAW yang selalu dirindukan oleh umatnya,

semoga kita selalu berada dibarisannya sampai akhir zaman. Dan syafaat semoga

selalu tercurahkan kepada keluarga besar Rasulullah SAW, sahabat-sahabatnya,

dan semua yang telah membantu beliau untuk memperjuangkan Agama Islam.

Karya ini dipersembahkan untuk orang-orang terhebat yang peneliti cintai,

yaitu untuk keluarga besar Alm. H. Abdul Somad dan Alm. H. Abdul Aziz Saleh,

terutama untuk orang tua peneliti, Hj. Etty Sumiyati dan Ir. H. Hedi Rosidi.

Saudara kandung, Muhammad Rifky Saleh, Ahmad Taufik, Ahmad Hidayat, dan

kakak ipar Euis Komala Sari, Nur Khairiyah, dan Muhammad Alif Al-Azka, yang

menanamkan semangat, humor, menjadi sebuah kekuatan untuk menyelesaikan

skripsi ini. Serta untuk semua sahabat yang telah mendukung di dalam proses

pembuatan skripsi ini. Dan semoga karya ini bermanfaat untuk menggali

pengetahuan akademisi konsentrasi komunikasi politik.

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

memberikan bantuan dan dukungan demi terselesaikannya penulisan skripsi ini.

Maka penulis berterima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, selaku Rektor Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta.

v

2. Dr. Arief Subhan, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi, Pudek I Drs. Wahidin Saputra, M.A, Pudek II Drs. H.

Mahmud Jalal, M.A, Pudek III Drs. Study Rizal LK, M.A.

3. Drs. Jumroni, M.Si dan Umi Musyarofah, M.A selaku Ketua Jurusan dan

Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

4. Pembimbing skripsi, Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si yang telah membantu

penyelesaian skripsi ini. Terima kasih atas waktu, bimbingan, inspirasi,

kesabaran dan semangat yang telah dituangkan untuk peneliti.

5. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas

Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang memberikan ilmu dengan

harap ilmu yang didapat menjadi bermanfaat kepada peneliti selama

menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

6. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu peneliti dalam

urusan administrasi selama perkuliahan dan penelitian skripsi ini.

7. Seluruh staf Perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah

dan Ilmu Komunikasi, yang telah melayani peminjaman buku-buku

literatur sebagai referensi dalam penulisan skripsi ini.

8. Seseorang yang mencintai segala kelemahan dan kekurangan yang saya

miliki. Muhammad Rifai, lelaki halalku yang selalu memberikan

semangat, doa, dan perhatiannya saat peneliti mengerjakan tugas akhir ini.