resume polmas

Download Resume POLMAS

Post on 17-Jul-2015

758 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

22/03/2012 02:38:00Pertemuan 1 7-2-2012 PENERAPAN STRATEGI POLMAS DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI (Implementasi Perkap No. 7 Thn 2008) Dosen : Bpk. Wahyurudhanto, M.Si Pemolisian pada masyarakat Demokrasi Konvensional polisi yang aktif, tonjolkan kehadiran polisi sebagai gakkum Ciri2 : o Kontrol oleh hukum o Skenario Repressif o Berbasis Teori Hk o Bersifat Teurapetik Maka polisi HARUS perkuat diri, personil, alat untuk ontrol masy scr efektif Modern dorong warga utk jaga hartib sendiri Ciri2 : o Kontrol oleh warga (self help) o Skenario humanistic o Berbasis teori altruism o Bersifat Konsilitori

Sehingga masyarakat tidak setiap kali berpaling dari hukum, melainkan sesama warga Persoalan polisi di Indonesia sangat rumit, polmas menjadi sangat penting karena banyaknya kearifan lokal. Di Jakarta bisa melihat sesuatu dgn modern, namun di Papua tidak seperti itu. UUD 1945 Pasal 30 ayat (1) : Tiap2 WN berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. Artinya: bahwa dalam pemeliharaan kamtibmas, bukan hanya tugas polisi semata. Masyarakat berhak dan bahkan wajib untuk ikut serta dalam menjaga kamtibmas. Aspek Yuridis Polmas : 1. ayat (1) 2. 3. 4. 1. Perpres No. 7/2005 ttg RPJMN 2004 2009 bidang arah bijak Kamtib kat kamtib Skep Kapolri Nopol : SKEP/737/X/2005 ttg bijak dan strategi penerapan Polmas Perkap No. 7/2008 ttg pedoman dasar strategi dan implementasi Polmas Polmas (lokal) : dasar orang membuat anggaran dalam pelaks TUgas POLRI KONSEP POLMAS : a. Dalam lingkup tertentu/lokal b. Tak cakup strategi antisipasi ancaman gangguan kamtibmas yg sangat kompleks & luas c. Skep 737 : pola, petugas, pos, fkpm. 2. Polmas (luas) a. Strategi pemolisian masyarakat (bukan kamtibmas) b. Antisipasi gangguan c. Pemberdayaan semua komponen Mengapa POLMAS gagal? UU No. 2 / 2002 pasal 5 ayat (1) ddidukung pasal 3 ayat (1), tugas Polisi pasal 14

Karena persepsi antara masyarakat dan Polisi tidak ketemu ketemu sampai dengan sekarang. Mengapa Polmas menjadi penting di Indonesia? Karena polisi sendiri dalam tugas contoh pada saat pam unjuk rasa masih banyak masy yang melakukan penyerangan spt menendang thd anggota polri yang bertugas, selain itu masih banyak pula polisi yang juga melakukan pelanggaran aturan hukum yang ada seperti mengendarai sepeda motor tanpa spion pada saat dinas dengan mengenakan seragam dinas. PERMASALAHAN POLMAS DALAM SKEP 737/2005 1. 2. 3. 4. 5. Definisi Perpolisian/Pemolisian ; berbeda pendapat antara pak Farouk dan Pak Persepsi mengenai Polmas ; bagi masy, polisi sudah dibiayai Negara dan tidak usah Syarat Polmas (petugas;FKPM BKPM) Kaitan Polmas dengan metode Polmas Rencana dan anggaran Polmas

minta bantuan masy lagi, sedangkan bagi polisi tidak spt itu

Oleh karena itu muncul Perkap No. 7 Tahun 2008 POLmas sudah lama berkembang dan muncul di Negara Negara lain (Jepang, AS, Singapura) KEBIJAKAN DAN STRATEGI POLMAS PERBEDAAN PEMOLISIAN TRADISIONAL DAN COMMUNITY POLICING LIHAT DI SLIDE! DEFINISI KOMUNITAS/COMMUNITY 1. Geographic Community berbicara dari wilayah o Sekelompok warga o Tinggal di suatu wilayah kecil yg jelas batasnya (rt/rw,Kompleks perumahan, kawasan industri, dll) 2. Community of Interest :

o merasa jadi bagian dari suatu kelompok karena kepentingan (berdasarkan suku,etnis,agama,profesi); o Warga Yg Tinggal Dalam Komunitas Atau Kelompok Tertentu Atau Lokasi Tertentu Yg Merasa Sama Profesi (Pok Ojek, Pok Hobi, Pok Pembalap Motor, Pok Sarjana, Pok Sopir Angkot, Dll) PERTIMBANGAN POLMAS POLISI tidak mampu kerja sendiri Tekankan pemecahan masalah proaktif kpd masyarakat Sudah banyak istilah di masy spt jogp boyo, jogo tirto,pecolong,dll Mendasarkan asas kemitraan,kebersamaan & keharmonisan Menuntut Polri mampu lakgsanakan tugas dengan berpegang pd:

- Prinsip2 HAM - Peran sbg Lin, Yom, Yan Masy bukan penguasa. - keterbukaan & kepekaan Polri terhadap aspirasi rakyat. Penerapan Polmas sebagai falsafah dan strategi MODEL MODEL POLMAS

MODEL A ADA DI MASYARAKAT MODEL B KEGIATAN POLISI MODEL C ADOPSI DARI LUAR NEGERI Landasan Membangun Kepercayaan Masyarakat 1. 2. 3. Ketulusan (humanity) Kecepatan (kinerja) Kepercayaan (ketulusan + kecepatan)

Intinya = POLMAS adalah kepercayaan

22/03/2012 02:38:00Pertemuan 2 13-02-2012 KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENERAPAN MODEL PERPOLISIAN MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN TUGAS POLRI Dosen : Prof. Farouk Latar Belakang Lahirnya Com Policing / atau Polmas Com policing gencar didengungkan th 70-an sbg pendekatan kontemporer di samping pendekatan tradisional konvensional. Mk polisi acap kali dikaitkan dg istilah law and order (hukum dan ketertiban) ex : patroli dll. Ternyata perubahan kehid gangguan masy tidak hy sekedar gangg ketertiban tp jg gangg kam yang tdk hy berasal dr luar negeri namun jg dari dalam negeri. Istilah kam biasanya digunakan dalam dunia militer, krn dalam kepol biasanya populer law and order (ketertiban), namun perkembnya masy jg dihadapkan pd karakteristik gangguan yang membahayakan negara yaitu kamdagri. Gangguan itu bs bersumber dari kehid dlm negeri dan itu mjd tugas gakkum tib oleh polisi. Hal ini menuntut polisi yg tdnya laks gas dg pndktan konvensional menjadi berubah mjd bentuk pndktan yang kontemporer. Latar belakang kelahiran Com Policing ialah : 1.) Pembentukan Kepolisian Modern Di Inggris : Kin police : polisi bagi dirinya sendiri untuk laks fs kepol yg notabene untuk kontrol kehid masy umum itu dilakukan sg mekanisme kontrol sosial secara informal. Komunitas / setiap masy terpanggil untuk laks fs kontrol sosial itu. Masy makin maju, org tdk lg bs pertahankan mekanisme informal, misalnya hukum adat, tokoh adat, tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat, guru, dll (lembaga-lembaga informal) artinya jk ada perilaku warganya yg tdk normasl/ melanggar maka lembaga-lembaga informal itulah yang akan bereaksi dan menegur. Formal social control agency (constable/sherif model kuno) : ternyata semakin

majunya kehid masy, lemb informal itu tdk lg efektif dlm kontrol sosial, shg lahirlah lembag-lembaga formal yaitu : polisi, jaksa, hakim, satpol PP, dll. Robert Peel (1829) Scotland Yard : ternyata disadari bahwa andalkan formal terus tidak efektif juga / atau tidak bisa lakukan kontrol sosial dg baik. Scotland yard ini didengar oleh Amerika, mereka lakukan study di Inggris. 2.) Perkemb Model Perpol AS (1830-1960) : Polisi Amerika yg telah belajar ttg Scotlad yard di inggris itu ternyata digunakan sbg alat politik pemerintahnya. Model politik (political model) Mulai dari rekrutmen s/d penyidikan Model legalistik (legalistic model) Sangat terpaku pd kepentingan hukum yg reaktif Model pelayanan (service model) Dalam arti bangun hub dgn masy (community relation) yg menekankan pelayanan yg berorientasi kepentingan organisasi Konsep kepolisian sipil diambil dr Civil Police, Civil police mrpkan konsep bukan struktur, yaitu : penyelenggaraan fs kepol dg pendekatan kemanusiaan yg mencerminkan pola hub polisi dan warga yg saling menghargai, ramah, beradab bukan berlandaskan pada kekuasaan atau tirani Model perpolisian kontemporer Polmas. Polisi kontemporer yang membangun hub lbh harmonis antara polisi dg masy pola hub yang lbh efektif. Com policing jg dikemb di Jepang, eropa, singapura selain di Ind (Polmas), AS, dan Inggris. Polda yang pertama implementasikan polmas ialah Polda NTB partnership mll lembaga donor JICA (Bekasi) Babinsa : lebih populer drpd bhabinkamtibmas krn babinsa tinggal di lingk warga dan

cara menyebutnya lebih mudah babinsa drpd Bhabinkamtibmas.

Pertemuan 3 20-02-2012 STRUKTUR MASYARAKAT Dosen : Bpk. Wahyurudhanto, M.Si Polmas adalah Kelurahan (Masy = kelurahan) Ada dua hal : satu berdasar wilayah, satu berdasar interest Komunitas = Rw, Rt, Kelompok-Kelompok Asal Suku Bangsa Dan Daerah, Perkumpulan Pemuda / Remaja, Gender, Kepentingan, Kelompok Jemaah Keagamaan (Masjid, Gereja, Dsb). 5 Tantangan POLMAS : 1. Pertumbuhan Tantangan besar kemajuan perekonomian 20 tahun mendatang adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas secara berkelanjutan. 2. Globalisasi pesat dengan tumbuhnya raksasa ekonomi global di masa depan, seperti Cina dan India, merupakan salah satu fokus utama yang perlu dipertimbangkan secara cermat di dalam menyusun pengembangan struktur dan daya saing perekonomian nasional. b. Dengan demikian, integrasi perekonomian nasional ke dalam proses globalisasi dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dan sekaligus dapat meminimalkan dampak negatif yang muncul. 3. Demografi a. Pertambahan penduduk nasional masih relatif tinggi; b. Rasio penduduk usia produktif diperkirakan mencapai tingkat maksimal (sekitar 50 persen dari total penduduk). c. Angkatan kerja diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat jumlahnya dari kondisi saat ini. d. Komposisi pendidikan angkatan kerja dalam 20 tahun ke depan akan didominasi oleh yang berpendidikan setingkat SMP sampai dengan SMU. e. Untuk itu, kapasitas perekonomian dituntut untuk mampu menyediakan tambahan lapangan kerja yang layak 4. Konsentrasi a. Perkembangan ekonomi regional di kawasan Asia Timur dan Asia Selatan yang

Tantangan internal lainnya adalah terlalu teraglomerasinya aktivitas perekonomian di pulau Jawa yang melebihi daya dukung optimal lingkungan hidupnya. 5. Kemandirian kemampuan mengembangkan potensi diri. Sehingga tantangannya adalah: b. Mengembangkan perekonomian yang didukung oleh penguasaan dan penerapan teknologi c. Meningkatkan produktivitas Sumberdaya Manusia, d. Mengembangkan kelembagaan ekonomi yang efisien dengan menerapkan praktikpraktik terbaik dan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik e. Menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dalam negeri. 6. Politik konsolidasi demokrasi secara berkelanjutan yaitu: b. Melaksanakan reformasi struktur politik, menyempurnakan proses politik, dan mengembangkan budaya politik yang lebih demokratis c. Menyepakati pentingnya ko