resume memo 3 september 2015

Download Resume Memo 3 September 2015

Post on 28-Jan-2016

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aaaa

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI4DASAR HUKUM

4LATAR BELAKANG MASALAH

5PERMASALAHAN PEMBANGUNAN KOTA

5PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PEMUKIMAN DAN PERTANAHAN

6PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG

6KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

6PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

7AIR MINUM DAN LISTRIK

7TRANSPORTASI

7LINGKUNGAN HIDUP (KEBERSIHAN)

8ALTERNATIVE PEMECAHAN MASALAH

8FENOMENA KEKINIAN

9PERSPEKTIF MEMMO vs GOOD GOVERNANCE

11PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENERAPANNYA

11E-GOVERNMENT

12M-GOVERNANCE

13PERKEMBANGAN PENGGUNAAN INTERNET & MOBILE ANDROID DI KOTA KUPANG

13PENETRASI PENGGUNA INTERNET DI KOTA KUPANG

14LAMA MENJADI PENGGUNA INTERNET

15PENGELUARAN BERDASARKAN MEDIA AKSES

15PERANGKAT UNTUK INTERNET

16TRANSAKSI YANG SERING DILAKUKAN MENGGUNAKAN INTERNET BANKING

17PERANGKAT YANG DIGUNAKAN UNTUK TRANSASKSI INTERNET BANKING

18PENJELASAN SUBSTANSI MEMMO

18MENU UTAMA MEMMO:

18LOG IN SEBAGAI MASYARAKAT:

21LOG IN KELURAHAN

24LOG IN SKPD

26LOG IN PAK WALIKOTA

30ALUR APLIKASI MEMMO

31RINCIAN ANGGARAN DAN BIAYA

32FASILITAS YANG DIDAPATKAN

32PENUTUP

DASAR HUKUM1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244);4. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);7. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government.LATAR BELAKANG MASALAHSeiring dengan perkembangan zaman, berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh Pemerintah, terasa cukup kompleks sebagai suatu kenyataan yang tak dapat di hindari. Dalam setiap aktivitas hidup warga negara (citizen) baik secara individu maupun kelompok, arus globalisasi sarat akan kemajuan teknologi infomasi. Hal ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pelaksanaan Pemerintahan, dengan ikut memberikan kontibusi dan aspirasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan baik secara langsung maupun tidak langsung.Pola-pola lama yang diterapkan oleh Pemerintah sejauh ini, dirasakan belum relevan dengan tuntutan pada era globalisasi dan digitalisasi secara cepat, tepat dan merata. Tranparasi dan akutabilitas menjadi satu keharusan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan bahwa dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah berpedoman pada asas pemerintahan negara yang terdiri dari asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggara negara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsional, asas akuntabilitas, asas efisiensi, asas efektivitas dan asas keadilan.Tuntutan masyarakat terhadap perubahan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam merespon hal tersebut. Untuk itu Pemerintah membutuhkan upaya inovatif yang berifat kreatif dalam menjawab fenomena-fenomena yang terjadi agar tetap mendapatkan kepercayaan public (Public trust)dalam melaksanakan roda Pemerintahan.PERMASALAHAN PEMBANGUNAN KOTA

PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PEMUKIMAN DAN PERTANAHAN

1. Terbatasnya kemampuan penyediaan prasarana dan sarana perumahan dan Permukiman. Peyediaan prasarana dan sarana dasar oleh pemerintah terhadap kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat yang dihuni oleh masyarakat berpendapatan rendah dilakukan untuk menurunkan harga jual rumah di kawasan tersebut.2. Terjadinya kesenjangan (mismatch) dalam pembiayaan perumahan dan permukiman. Sumber pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) pada umumnya berasal dari dana jangka pendek (deposito dan tabungan) sementara sifat KPR pada umumnya mempunyai tenor jangka panjang. Belum adanya sumber pembiayaan jangka panjang selalu menjadi kendala bagi pengembang pasar perumahan.3. Proses perijinan pembangunan perumahan sangat rumit dan panjang serta memakan waktu yang cukup lama.4. Rehabilitasi rumah terhambat dikarenakan Status kepemilikan hak atas tanah yang bukan milik pribadi5. Kepemilikan sertifikat ganda

6. Tanah yang belum disertifikasi

PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG

1. Pembangunan infrastruktur yang belum optimal

2. Zona pembangunan kawasan pembangunan, alih fungsi lahan yang belum sesuai dengan Perencanan Tata Ruang dan Wilayah Kota Kupang

KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM

1. Pencurian

2. Pemerkosaan

3. Pembunuhan

4. Miras dan Narkoba, dll

PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

1. Belum memadainya Sarana dan Prasana penunjang pendidikan di Kota Kupang2. Belum memadainya Sarana dan Prasana penunjang kesehatan di Kota Kupang

AIR MINUM DAN LISTRIK

1. Pertambahan jumlah penduduk yang berimplikasi terhadap kebutuhan air minum dan listrik yang terus meningkat

TRANSPORTASI

1. Mobilisasi warga Kota Kupang yang makin tinggi

2. Tingkat penggunaan kendaraan pribadi yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan kemacetan3. Penggunaan kendaraan pribadi untuk mengangkut penumpang

4. Terminal bayangan

5. Belum optimalnya Uji KIR terhadap kendaraan di Kota Kupang

6. Penggunaan trayek yang belum optimal

7. Bongkar muat material dilokasi pertokoan pada waktu yang kurang tepat

LINGKUNGAN HIDUP (KEBERSIHAN)

1. Pencemaran Lingkungan yang disebabkan oleh kendaraan bermotor2. Penanganan Sampah masyarakat dan industry3. Sanitasi lingkungan yang belum optimal4. Abrasi pantai yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan5. Banyaknya penggunaan sumur bor yang berakibat pada perubahan struktur tanah dan merusak hidrologiGAMBAR 1.1

ALTERNATIVE PEMECAHAN MASALAHFENOMENA KEKINIANBerdasarkan uraian tersebut diatas, maka perlu adanya inovasi berupa ide kreatif dalam bentuk media informasi yang dapat merespon permasalahan secara tepat guna, sehingga mampu dipetakan berdasarkan lokasi dan tingkat urgensi permasalahan yang ada. Kemudian akan diteruskan ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kota Kupang sesuai dengan proporsi kewenangan masing-masing Intansi tersebut.Media Informasi tersebut diatas harus dapat :

1. Menjawab permasalahaan yang ada dalam masyarakat dengan menggunakan Teknologi Informasi terkini dan Pemerintah juga dapat mengikuti perkembangan yang terjadi dilapangan dari waktu ke waktu secara cepat, mudah dan sistematis melalui Web, Mobile Phone dan Android. (Modern);2. Menggerakan Semua Komponen untuk turut memberikan kontribusi dan partisipasi aktif dalam pembangunan Daerah (Masif);3. Menggambarkan kota kupang secara utuh dalam data berupa angka dan Peta yang terintegrasi pada sebuah sistem (Makro).Dalam menjawab kebutuhan masyarakat atas informasi maka meMmo hadir sebagai media yang mampu mangakomodir ketiga komponen diatas. Aplikasi meMmo ( triggle of meMmo) merupakan instrument yang dapat menjembatani hubungan antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam prinsip good governance. PERSPEKTIF MEMMO vs GOOD GOVERNANCE

1. Wawasan kedepan (Visionary)

meMmo merupakan aplikasi yang memproyeksikan kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

2. Keterbukaan dan Transparasi

meMmo merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat agar dapat turut serta mengawasi jalannya roda pemerintahan3. Partisipasi Masyarakat

meMmo merupakan aplikasi yang dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.4. Akuntabilitas

meMmo merupakan aplikasi yang dapat memberikan informasi mengenai kinerja pemerintahan yang dapat dilihat secara langsung.

5. Supremasi HukummeMmo merupakan aplikasi yang dapat membagi hak dan kewajiban antara Pemerintah, warga negara dan swasta secara terintegrasi.

6. Demokrasi

meMmo merupakan aplikasi yang memberi ruang demokrasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat.7. Profesionalisme dan KompentensimeMmo merupakan aplikasi yang mampu menjembatani pihak-pihak yang berkepentingan secara professional dan berkompeten.

8. ResponsivemeMmo merupakan aplikasi yang dapat merespon kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat

9. Efektif dan Efisien

meMmo merupakan aplikasi yang memberikan layanan informasi secara cepat, tepat, mudah dan murah.

10. Desentralisasi

meMmo merupakan aplikasi yang bergerak pada ruang urusan yang dilimpahkan ke daerah dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat.11. Kemitraaan dengan dunia UsahameMmo merupakan aplikasi yang menghubungkan serta menggerakan pemerintah, mayarakat dan dunia usaha.

12. Komitmen pada lingkungan hidup

meMmo merupakan aplikasi yang mampu merespon laporan dan fenomena terkait lingkungan hidup.PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENERAPANNYAE-GOVERNMENTMenurut