responsi skabies kulkel ilham fix

Download RESPONSI Skabies Kulkel Ilham Fix

Post on 08-Jul-2016

225 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dermatologi

TRANSCRIPT

RESPONSI ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINSKABIES

Penyusun :Ilham Rahmadi2009.04.0.0001BAGIAN KULIT KELAMINFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HANG TUAHSURABAYA2015RESPONSI ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINRSAL Dr. RAMELAN SURABAYAFAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS HANG TUAHNama: Ilham RahmadiNIM:2009.04.0.0001 ------------------------------------------------------------------------------------------------I. IDENTITAS PENDERITANama : An. L.N.PUmur : 2 tahunJenis Kelamin: PerempuanAlamat: Jetis Kulon VII No. 08, SurabayaPekerjaan : -Agama : IslamSuku/Bangsa:Jawa/ IndonesiaTanggal pemeriksaan : 12 Agustus 2015II. ANAMNESAKeluhan UtamaBintik berwarna kemerahan pada sela-sela jari kedua tangan, perut, punggung dan bokong.Keluhan TambahanTerasa gatal pada bintik tersebut.Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke poli kulit dan kelamin RSAL dr. Ramelan Surabaya pada tanggal 12 Agustus 2015, dengan keluhan adanya bintik-bintik pada sela-sela jari kedua tangan, perut, punggung dan bokong sejak 1 bulan yang lalu. Orang tua pasien mengatakan bahwa anaknya merasakan adanya rasa gatal pada bintik tersebut sepanjang hari terutama pada malam hari karena pada malam hari anak nya selalu menangis dan menggaruk bagian yang gatal. Orang tua pasien mengaku bahwa jumlah bintik tersebut bertambah banyak sejak pertama kali muncul.Pasien sempat menggaruk daerah yang gatal hingga keluar cairan jernih dari benjolan tersebut. Pasien menyangkal adanya riwayat alergi obat dan alergi makanan.Pasien sehari-hari tinggal di rumah bersama orang tuanya. Pasien tidur 1 kamar dengan kakaknya. Pasien juga sering memakai handuk yang sama ketika mandi bersama kakaknya. Kakak pasien memiliki keluhan yang sama.Pasien sempat berobat ke UGD RSAL dan diberi obat Loratadine tetapi orang tua pasien merasa tidak ada perbaikan keluhan sehingga pasien dibawa oleh orang tuanya ke poli kulit kelamin RSAL dr. Ramelan Surabaya.Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit serupa sebelumnya disangkal Riwayat rhinitis alergica disangkal Riwayat asma bronkiale disangkal Riwayat alergi obat- obatan disangkal Riwayat alergi makanan disangkalRiwayat Penyakit Keluarga Di keluarganya ada yang memiliki penyakit yang sama ( Bapak dan Kakak pasien ). Riwayat rhinitis alergica disangkal Riwayat asma bronkiale disangkal Riwayat alergi makanan dan obat- obatan disangkalRiwayat Psikososial Pasien tinggal di rumah bersama orang tua nya. Pasien sekamar dengan kakak kandungnya. Pasien mandi 2x sehari di kamar mandi didalam rumah nya. Orang tua pasien mengatakan pasien kebiasaan saling meminjam handuk dan alat mandi dengan kakak nya. Penderita rutin mengganti pakaian dan pakaian dalamnya.

III. PEMERIKSAAN FISIKStatus GeneralisKeadaan umum: baik Kesadaran : compos mentisKepala: dalam batas normalLeher: dalam batas normalThorax: dalam batas normalAbdomen: dalam batas normalEkstremitas: lihat status dermatologiStatus DermatologisTampak beberapa papul di pergelangan tangan sebelah kiri dan kanan,di sela-sela antara jari ke 1, 2 dan 3 sebelah kiri dan kanan, di daerah perut, punggung dan bokong Tampak adanya vesikel pada jari ke 2 tangan sebelah kiri.IV. PEMERIKSAAN PENUNJANGPemeriksaan mikroskopik untuk menemukan telur, larva dan tungau dewasa dari Sarcoptes Scabiei, pemeriksaan penunjang ini tidak dilakukan.V. RESUMESeorang wanita berusia 2 tahun datang bersama orang tua nya ke poli kulit kelamin RSAL dr. Ramelan Surabaya dengan keluhan adanya bintik-bintik pada sela-sela jari kedua tangan, perut, punggung dan bokong sejak 1 bulan yang lalu. Orang tua pasien mengatakan bahwa anaknya merasakan adanya rasa gatal pada bintik tersebut sepanjang hari terutama pada malam hari karena pada malam hari anak nya selalu menangis dan menggaruk bagian yang gatal. Orang tua pasien mengaku bahwa jumlah bintik tersebut bertambah banyak sejak pertama kali muncul.Pasien sempat menggaruk daerah yang gatal hingga keluar cairan jernih dari benjolan tersebut. Pasien juga sering memakai handuk yang sama ketika mandi bersama kakaknya. Kakak pasien memiliki keluhan yang sama.Pasien sempat berobat ke UGD RSAL dan diberi obat Loratadine tetapi orang tua pasien merasa tidak ada perbaikan keluhan sehingga pasien dibawa oleh orang tuanya ke poli kulit kelamin RSAL dr. Ramelan Surabaya.

Pemeriksaan fisik: Dalam batas normalStatus dermatologis : Tampak beberapa papul di pergelangan tangan sebelah kiri dan kanan,di sela-sela antara jari ke 1, 2 dan 3 sebelah kiri dan kanan, di daerah perut, punggung dan bokong Tampak adanya vesikel pada jari ke 2 tangan sebelah kiri.

Gambar 1. Tampak papul pada sela jari 1

Gambar 2. Tampak papul pada sela jari 2 dan 3, serta tampak vesikel berisi cairan jernih

Gambar 3. Tampak papul pada bagian perutVI. DIAGNOSASkabies VII. DIAGNOSA BANDING1. Prurigo2. Pedikulosis korporis3. Dermatitis 4. pyodermaVIII. PENATALAKSANAAN8.1 Planning DiagnosisMencari Sarcoptes Scabiei dewasa, larva, telur dari kerokan lesi dan dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop.8.2 Planning Terapi Non Medikamentosa Menjaga kebersihan tubuh. Menjaga kebersihan pakaian dan tidak bertukar pakaian dengan orang lain. Pakaian, sprei, selimut, handuk harus direndam dan dicuci dengan air panas. Seluruh anggota keluarga yang kontak dengan penderita harus diperiksa dan bila juga menderita skabies, diobati secara bersamaan agar tidak terjadi penularan. MedikamentosaSistemik : Loratadine 2,5mg tablet, 1x sehari untuk mengurangi rasa gatal.Topikal : Permethrin 5% krim, dioleskan 1x malam hari diseluruh tubuh kecuali wajah dan mandi / dicuci setelah 8-10 jam. Setelah pengolesan pertama belum sembuh, maka dapat diulang kembali 1 minggu kemudian.IX. PROGNOSIS Baik bila penderita melakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter dan menghilangkan faktor-faktor predisposisi.

TINJAUAN PUSTAKASKABIESDEFINISI Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei varian hominis dan produknya.

EPIDEMIOLOGI Skabies ditemukan di semua negara dengan prevalensi yang bervariasi. Daerah endemik skabies adalah di daerah tropis dan subtropis seperti Afrika, Mesir, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Amerika Utara, Australia, India, dan Asia Tenggara. Diperkirakan bahwa terdapat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia terjangkit tungau skabies. Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, di semua geografi daerah, semua kelompok usia, ras dan kelas sosial. Namun menjadi masalah utama pada daerah yang padat dengan gangguan sosial, sanitasi yang buruk, dan negara dengan keadaan perekonomian yang kurang. Ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemi skabies. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain: higiene buruk, kesalahan diagnosis, dan perkembangan dermografik serta ekologi. Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P.H.S. (Penyakit akibat Hubungan Seksual).

ETIOLOGI Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei var.hominis dan produknya. Sarcoptes Scabiei adalah parasit manusia obligat yang termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, superfamili Sarcoptes. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan tidak bermata.

Siklus hidup tungau ini sebagai berikut: Setelah kopulasi yang jantan akan mati (kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh yang betina). Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum sambil meletakkan telurnya 2/4 butir /hari sampai mencapai jumlah 40/50. Bentuk betina yang dibuahi ini dapat hidup sebulan. Telur menetas dalam waktu 3-5 hari menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva dapat tinggal dalam terowongan, dapat juga keluar. Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina, dengan 4 pasang kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu 8-12 hari.

PATOGENESIS Skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung (berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual) maupun kontak tidak langsung (penggunaan bersama pakaian, handuk, sprei) S. Scabiei melepaskan substansi sebagai respon hubungan antara tungau dengan keratinosit dan sel-sel Langerhans ketika melakukan penetrasi ke dalam kulit. Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah investasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dll. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder.

GEJALA KLINISDikenal ada 4 tanda utama atau cardinal sign pada infestasi skabies, yaitu : Pruritus nokturna : gatal pada malam hari disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi atau dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf. Tempat predileksi tempat dengan stratum korneum tipis : sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mame (wanita), umbilikus, bokong, genitalia eksterna (pria), dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki. Menemukan tungau, merupaka hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini.

Pemeriksaan penu