responsi rematologi

Download Responsi Rematologi

Post on 07-Jul-2015

141 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RESPONSI REMATOLOGI SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS

Oleh: Iim Karimah Rizza Ichtiara F Tenta Hartian H

Pembimbing: dr. B. P. Putra Suryana, SpPD-KR

LABORATORIUM / SMF ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. SAIFUL ANWAR MALANG

B B E L

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit rematik autoimun yang ditandai dengan adanya inflamasi yang tersebar luas, yang mempengaruhi setiap organ atau sistem dalam tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan deposisi autoantibodi dan kompleks imun, sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan. Etiopatologi dari SLE belum diketahui secara pasti. Diduga melibatkan interaksi yang kompleks dan multifaktorial antara variasi genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik diduga berperanan penting dalam predisposisi penyakit ini. Pada kasus SLE yang terjadi secara sporadik tanpa identifikasi faktor genetik, berbagai faktor lingkungan diduga terlibat atau belum diketahui faktor yang bertanggung jawab. Interaksi antara jenis kelamin, status hormonal dan aksis hipotalamus hipofise-adrenal mempengaruhi ekspresi klinis SLE. Adanya gangguan dalam mekanisme pengaturan imun seperti gangguan pembersihan sel-sel apoptosis dan kompleks imun merupakan kontributor yang penting dalam perkembangan penyakit ini. Hilangnya toleransi imun, meningkatnya beban antigenik (antigenic load), bantuan sel T yang berlebihan, gangguan supresi sel B dan peralihan respon imun dari T helper 1 (Th1) ke Th2 menyebabkan hiperaktivitas sel B dan memproduksi autoantibodi patogenik. Respon imun yang terpapar faktor eksternal/lingkungan seperti radiasi ultraviolet atau infeksi virus dalam periode yang cukup lama bisa juga menyebabkan disregulasi sistem imun. Dalam 30 tahun terakhir, SLE telah menjadi salah satu penyakit rematik utama di dunia. Prevalensi SLE di berbagai negara sangat bervariasi. Prevalensi pada berbagai populasi yang berbeda-beda bervariasi antara 2,9/100.000400/100.000. SLE lebih sering ditemukan pada ras tertentu seperti Bangsa Negro, Cina dan mungkin juga Filipina. Terdapat juga tendensi familial. Faktor ekonomi dan geografi tidak mempengaruhi distribusi penyakit. Penyakit ini dapat ditemukan pada semua usia, tetapi paling banyak pada usia 15-40 tahun (masa reproduksi). Frekuensi pada wanita dibandingkan dengan frekuensi pada pria

berkisar antara 5,5-9 : 1. Pada lupus eritematosus yang disebabkan obat (drug induced SLE), rasio ini lebih rendah yaitu 3:2. Beberapa data yang ada di Indonesia diperoleh dari pasien yang dirawat di rumah sakit. Dari 3 peneliti di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta yang melakukan penelitian pada periode yang berbeda diperoleh data sebagai berikut: antara tahun 1969-1970 ditemukan kasus SLE (Ismail Ali); selama periode 5 tahun (1972-1976) ditemukan 1 kasus SLE dari setiap 666 kasus yang dirawat (insidensi sebesar 15 per 10.000 perawatan); antara tahun 1988-1990 (3 tahun) insidensi rata-rata ialah sebesar 37,7 per 10.000 perawatan. Ketiganya menggunakan criteria yang berbeda-beda, yaitu berturut-turut criteria Dubois, criteria pendahuluan ARA dan criteria ARA yang telah diperbaiki. Insidensi di Yogyakarta antara tahun 1983-1986 ialah 10,1 per 10.000 perawatan (Purwanto, dkk). Di Medan antara tahun 1980-1986 didapatkan insidensi sebesar 1,4 per 10.000 perawatan (Tarigan). Kelompok kami memilih kasus ini dikarenakan manifestasi penyakit ini sangat beragam dan seringkali pada keadaan awal tidak dikenali sebagai SLE. Hal ini dapat terjadi karena manifestasi klinik penyakit SLE ini seringkali tidak terjadi secara bersamaan. Seseorang dapat saja selama beberapa lama mengeluhkan nyeri sendi yang berpindah-pindah tanpa adanya keluhan lain. Kemudian diikuti oleh manifestasi klinis lainnya seperti fotosensitivitas dan sebagainya yang pada akhirnya akan memenuhi kriteria SLE. Sehingga penting untuk memahami gejala awal dari seseorang yang dicurigai mengalami SLE sehingga pengobatan dapat dimulai dan manifestasi SLE yang sangat beragam dapat dihindarkan.

B B L

11

i s Nama

si : Sinta Dewi : 6 Mei 1992 : 19 tahun : Desa Mandalan Wangi RT 17 RW 05 Wagir : Belum Kawin : 7 Maret 2011 : SMA : Jawa : Islam

Tanggal lahir Usia Alamat Status Tanggal MRS Pendidikan Suku Agama

12

sis

Keluhan utama : Batuk Pasien mengeluhkan batuk berdahak warna putih sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, dahak tidak mengandung darah, batuk disertai dengan panas sumer-sumer, dan batuk terjadi secara kumat-kumatan. Selain itu, pasien mengalami kejang-kejang sejak seminggu yang lalu. Kejang terjadi 3 kali, setiap kejang tidak lebih dari 1 menit. Kemudian pasien ke poli saraf dan mendapatkan obat, namun pasien tidak tau nama obat itu. Pasien kembali kontrol ke poli saraf 1 hari sebelum masuk rumah sakit kemudian dirujuk ke penyakit dalam karena ada gangguan ginjal serta dirujuk ke poli paru karena ada penyakit paru. Pasien juga sering mengeluhkan nyeri-nyeri di sendi sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien merasa nyeri pada beberapa sendi, yakni pergelangan tangan, siku, bahu, pergelangan kaki, lutut, serta panggul. Pada saat nyeri terkadang sendi berwarna kemerahan dan bengkak. Nyeri dirasakan seperti panas dan kram. Nyeri sendi ini dirasakan berpindah-pindah dan timbul kumat-kumatan. Selain itu pasien sering mengalami sariawan di mulut yang hilang timbul. Tidak ada riwayat keluar ruam merah di kulit jika pasien terpapar dengan sinar matahari serta tidak ada

ruam di wajah. Pasien tidak memiliki riwayat diabetes mellitus dan hipertensi. Keluarga pasien juga tidak ada yang menderita sakit seperti yang dialami pasien.

Review of Systems Umum Lelah Penurunan BB Demam Menggigil Berkeringat Kulit Rash Gatal Luka Tumor Kepala/ Leher Sakit Nyeri Kaku Leher Trauma Telinga Pendengaran Infeksi Nyeri Benjolan Mulut & Nyeri + Dbn + sariawan Kering Suara serak Sulit menelan Sakit menelan Gusi Infeksi Prematur Abortus saat Menarche Siklus Haid Menopause Kehamilan Ginekologi Mual Muntah Perdarahan Melena Nyeri Diare Konstipasi BAB Hemoroid Hernia Perdarahan Spotting Sekret Gatal Penyakit Kelamin Kontrasepsi Normal Abdomen Nafsu makan Anoreksia Menurun -

Tenggorokan

Pernafasan

Batuk Riak

+ + warna putih

Pap Smear Ginjal dan Disuria saluran kencing Hematuria Inkontinensia Nokturia Frekuensi Hematologi Anemia Perdarahan

-

Nyeri Mengi Sesak nafas Hemoptisis Pneumonia Nyeri Pleuritik Tuberkulosis Payudara Sekret Nyeri Benjolan

+ -

Normal + -

-

Endokrin

Diabetes Penurunan BB Goiter Toleransi terhadap suhu

-

Perdarahan Infeksi Jantung Angina

-

Asupan cairan Muskuloske Trauma letal Nyeri

Cukup + Sendi Lutut

Sesak nafas Orthopnea PND Edema Murmur Palpitasi Infark Hipertensi Vaskuler Klaudikasio Flebitis Ulkus

Sistem Syaraf

Kaku Bengkak Merah Nyeri punggung Kram Sinkop Kejang Tremor Nyeri Sensorik Tenaga

+ + + Normal Normal

Arteritis Vena Varikose

Emosi

Daya ingat Kecemasan Tidur Depresi

Normal Normal -

13

iks

isik

Keadaan Umum : Tampak sakit sedang. Kesadaran : compos mentis GCS : 456 TD : 130/80 N : 80 RR : 24 Tax : 37,9 OC Kepala : Anemis +/+, ikterik -/-, rash (-) Leher : JVP R+1 cm H2 O, Pembesaran KGB Leher (-) Thorax : Cor : ictus invisible, palpable at MCL S ICS V, RHM as SL D, LHM as ictus, S1 S2 single murmur (-) Paru : Simetris, SF D=S V V V V V V S S S S S S Rh + + - Wh - - - -

Abdomen : flat, soefl, liver span 8 cm, BU (+) N, traube space tympani. Ekstremitas : Akral hangat, edema (-), motorik 5 5 , Sensorik N N , Reflek fisiologis normal, 5 5 Reflek patologis (-), Rash (-). Anemis (+) Pemeriksaan Sendi : Shoulder Joint Dextra & Sinistra : Inspeksi : eritema (-), edema (-), deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) ROM aktif : Normal ROM pasif : Normal Elbow Joint Dextra & Sinistra : Inspeksi : eritema (-), edema (-),deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-), Krepitasi (-) ROM aktif : Normal ROM pasif : Normal Wrist & Hand Dextra & Sinistra : Inspeksi : eritema (-), edema (-), deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) ROM aktif : Normal N N

ROM pasif : Normal Hip Joint Dextra & Sinistra : Inspeksi : eritema (-), edema (-), deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) ROM aktif : Normal ROM pasif : Normal Knee Joint Dextra : Inspeksi : eritema (-) edema (-), deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) Patellar Tap Test (-) Krepitasi (-) ROM aktif : Berkurang (Fleksi 90 O) (N : 135 O) ROM pasif : Berkurang (Fleksi 90 O) (N : 135 O) Knee Joint Sinistra : Inspeksi : eritema (-) edema (-),deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) Patellar Tap Test (-) Krepitasi (-) ROM aktif : Normal ROM pasif : Normal Ankle & Foot Dextra & Sinistra : Inspeksi eritema (-), edema (-), deformitas (-) Palpasi : nyeri tekan (-) ROM aktif : Normal ROM pasif : Normal

14 141L

iks o o i

T

7 Maret 2011 Lab Leukosit Hemoglobin Hematokrit Trombosit GDA Ureum Creatinin SGOT SGPT Urinalisis SG=1,010 Granuler 2-3 / lpk

Nilai 2200 7,3 31,8 276.000 119 100,8 2,46 40 38

/l gr/dl % /l mg/dl mg/dl mg/dl U/L U/L

Lab Albumin Na K Cl Bil T Bil D Bil I Anti dsDNA

Nilai 2,5 131 4,2 95 0,28 0,08 0,20 192

g/dl m mol/l m mol/l m mol/l mg/dl mg/dl mg/dl

pH=8

Leko =+ 40x Leukosit=1- Kristal eritrosit 0- 2/lpb =1/lpb

Prot/alb=4+

Eritrosit 10x Hyaline Epitel=++ 2-3 /lpk Protein Esbach : 2,9 gram

Blood Gas Analysis pH : 7,414

PCO2 : 40,2 mmHg PO2 : 82,7 mmHg

HCO3 : 24,9 mmol/L Sat. O2: 96,5 % BE : +0,6 mmol/L

Cue and Clue Problem List Wanita, 19 tahun 1. Systemic Lupus Ax: Erythematosus + - Kejang-kejang 3 kali Lupus Nefritis sejak