renja ssdm ta.2012.pdf

Click here to load reader

Post on 26-Oct-2015

445 views

Category:

Documents

19 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tr

TRANSCRIPT

  • MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    STAF SUMBER DAYA MANUSIA

    RENCANA KERJA STAF DEPUTI BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA POLRI

    T.A. 2012

    KEPUTUSAN ASISTEN KAPOLRI BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA NOMOR : KEP/....../......./2011 TANGGAL ........... 2011

  • MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

    STAF SUMBER DAYA MANUSIA

    RENCANA KERJA STAF SUMBER DAYA MANUSIA POLRI

    T.A. 2012

    I. LATAR BELAKANG

    1. Kondisi Umum

    Sumber daya manusia (SDM) merupakan asset terpenting

    Polri, baik dalam menjalankan reformasi maupun dalam

    mewujudkan tujuan dari Undang-undang nomor 2 tahun 2002

    tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal 21 Ayat 2

    menjelaskan Pembinaan anggota Kepolisian Negara Republik

    Indonesia meliputi penyediaan, pendidikan, penggunaan,

    perawatan dan pengakhiran dinas. Tidak sebagaimana sumber

    daya lainnya, penggelaran kekuatan SDM Polri merupakan asset

    yang tidak mengalami penyusutan kualitas bila dikembangkan

    secara berkesinambungan, serta dikelola secara efektif dan efisien.

    Pada dasarnya, setiap SDM Polri memiliki potensi untuk

    memberikan kontribusi yang produktif bagi institusi, dan potensi

    tersebut harus direalisasikan secara optimal, karena kualitas dan

    kuantitas SDM merupakan faktor penentu bagi keberhasilan

    pelaksanaan tugas-tugas yang dipercayakan kepada Polri.

    Demi keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut, maka perlu

    diadakan pembenahan sistem pembinaan Pegawai Negeri pada

    Polri guna menciptakan sinkronisasi, sinergi, dan konsistensi serta

    dapat memelihara fleksibilitas organisasi supaya pelayanan Polri

    dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan

    yang cepat dalam masyarakat.

    Keberhasilan .....

  • 2

    Keberhasilan Pencapaian Rencana dan Strategi Polri pada

    tahun 2010-2014 yang bermuara pada strategi partnership building/

    networking belum sepenuhnya memberikan kepuasan pada

    masyarakat atas pelaksanaan tugas Polri selaku pelindung,

    pengayom, pelayan masyarakat dan penegak hukum serta

    memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya

    di dalam bidang pembinaan SDM Polri.

    Oleh sebab itu dalam menyikapi hal tersebut di atas tidak

    terlepas dari kondisi baik Internal maupun Eksternal SDM Polri

    yang dipengaruhi oleh perubahan dan perkembangan lingkungan

    strategis yang selanjutnya akan dianalisis dengan pendekatan

    SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) yang

    digambarkan sebagai berikut:

    a. Perkembangan Aspek Kehidupan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Kerja (Tupoksi Satker).

    1) Fungsi Penyediaan Tahapan paling awal dalam pembangunan

    SDM adalah rekrutmen, proses rekrutmen calon-calon

    Pegawai Negeri pada Polri harus mendapatkan

    putra/putri terbaik, sehingga memudahkan pendidikan,

    pelatihan, pembinaan dan pengembangan kualitas

    SDM yang baik dikemudian hari.

    Jika rekrutmen hanya mendapatkan bahan

    baku SDM yang tidak bagus, maka akan terjadi apa

    yang dikenal sebagai garbage in, garbage out jika

    yang masuk sebagai input adalah sampah maka

    sulit diharapkan output yang bagus pula.

    2) Fungsi Pendidikan Sebagai bagian dari siklus pembinaan SDM

    Polri fungsi Pendidikan merupakan salah satu mata

    rantai sangat penting dalam rangka menyiapkan

    Pegawai Negeri pada Polri yang berkualitas.

    Dalam .....

  • 3

    Dalam hal ini SSDM Polri yang mengelola

    siklus pembinaan SDM Polri mempunyai peranan

    penting dalam merumuskan, menentukan kebijakan

    strategis tentang pendidikan dan pelatihan meliputi

    kebijakan kerjasama pendidikan Dalam dan Luar

    Negeri serta kebijakan program pendidikan dan

    latihan Polri maupun menyiapkan peserta didik serta

    pengelolaan penempatan hasil didik.

    3) Fungsi Penggunaan

    Fungsi penggunaan diorientasikan untuk

    meningkatkan kinerja Polri yang berbasis kompetensi

    melalui pendekatan aspek pengetahuan (knowledge),

    keterampilan (skill) dan sikap (attitude).

    Saat ini Polri telah memiliki unit penilaian

    kompetensi individu (Assessment Center) diharapkan

    Unit ini dapat mengetahui kriteria yang jelas dalam

    suatu jabatan tertentu, mengidentifikasikan kader-

    kader pemimpin melalui suatu metode yang memiliki

    akurasi dan obyektifitas yang dapat diandalkan,

    melalui metode memotret profil kompetensi seorang

    anggota Polri secara objektif, dan memetakan profil

    kompetensi seluruh anggota Polri dalam organisasi.

    Disamping itu untuk mendukung pelaksanaan

    kegiatan assessment center telah dilaksanakan

    kegiatan mapping psikologi terhadap Pati, Pamen dan

    Pama Polri. Hasil kegiatan tersebut merupakan data

    base potensi psikologi yang diperbaharui setiap satu

    tahun sekali.

    4) Fungsi .....

  • 4

    4) Fungsi Perawatan Fungsi perawatan personel melekat kepada

    Pegawai Negeri pada Polri mulai pada saat masuk

    pendidikan pertama sampai dengan pengakhiran

    dinas, sebagaimana tercantum dalam PP 42 tahun

    2010 tentang hak-hak Pegawai Negeri pada Polri

    yang meliputi penyediaan perumahan yang layak,

    pembinaan mental dan rohani, pemberian tanda

    kehormatan dan penghargaan, pembinaan

    kesamaptaan jasmani, pemberian gaji dan tunjangan,

    tunjangan kinerja (Remunerasi) termasuk konseling

    psikologi Pegawai Negeri pada Polri dan keluarganya.

    5) Fungsi Pengakhiran Dinas. Fungsi ini berorientasi kepada pelayanan

    administrasi penetapan pensiun bagi Pegawai Negeri

    pada Polri yang akan mengakhiri masa dinas.

    Selain itu juga menyediakan lapangan

    pekerjaan bagi personel yang memiliki keahlian

    khusus, melalui proses perpanjangan masa dinas aktif

    apabila belum ada pengganti dengan kondisi masa

    sehat atau menyalurkan kepada lembaga

    pemerintah/swasta yang memerlukan tenaga ahli

    sesuai bidang keahliannya atau pembekalan keahlian

    dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang dapat

    digunakan dalam masa pengakhiran dinas.

    b. Analisis SWOT Pembangunan suatu sistem selalu menghadirkan

    berbagai tantangan dan kendala serta menyajikan peluang-

    peluang kearah perbaikan terus-menerus untuk mendekati

    kesempurnaan. Evaluasi dapat dilakukan dengan beberapa

    faktor baik dari lingkungan internal maupun eksternal melalui

    analisa SWOT, yaitu:

    1) Faktor .....

  • 5

    1) Faktor Internal: a) Kekuatan

    Tersedianya asset SDM Polri yang cukup,

    meliputi:

    (1) Anggota Polri sebanyak 387.470 orang

    yang tergelar di Mabes Polri dan 31

    Polda yang terdiri dari 236 Perwira

    Tinggi (Pati), 12.067 Perwira Menengah

    (Pamen), 29.750 Perwira Pertama

    (Pama), dan 345.417 orang Brigadir

    Polisi;

    (2) PNS Polri sebagai komplemen dalam

    organisasi Polri sebanyak 26.039 orang

    terdiri dari 197 PNS Golongan IV, 8.584

    PNS Golongan III, 12.512 PNS

    Golongan II, 968 PNS Golongan I dan

    3.778 orang CPNS Polri;

    (3) Adanya kebijakan pimpinan Polri untuk

    mereformasi institusi Polri secara

    struktural, instrumental dan kultural

    diwujudkan melalui langkah-langkah

    reformasi birokrasi Polri yaitu menuju

    lembaga kepolisian sipil yang

    profesional, bermoral dan modern;

    (4) Pemberlakuan kebijakan diantaranya

    Assesment Center, Sistem Manajemen

    Kinerja (SMK) Polri, serta Sistem

    Manajemen Mutu (SMM); manajemen

    SDM yang berbasis kompetensi (MSDM-

    BK) atau yang biasa disebut dengan

    CBHRM (competency Based Human

    Resources Management) yang disusun

    dengan pendekatan skill, knowledge dan

    attitute (SKA); (5) Postur ..

  • 6

    (5) Postur kekuatan Polri telah tergelar

    mulai dari tingkat Mabes sampai dengan

    di tingkat Polsek, dengan pengaturan

    Mabes kecil sebagai perumus strategis

    keamanan tingkat nasional, Polda cukup

    sebagai kesatuan induk penuh, Polres

    besar sebagai Kesatuan Operasional

    Dasar (KOD) dan Polsek yang kuat

    sebagai gerbang pelayanan masyarakat;

    (6) Kualitas SDM Polri yang telah mengikuti

    pendidikan Dikjur/Dikbangspes secara

    keseluruhan, yaitu:

    (a) Pamen = 350 orang

    (b) Pama = 2.426 orang

    (c) Bintara = 3.163 orang

    b) Kelemahan (1) Belum meratanya penyebaran titik

    pelayanan Pegawai Negeri pada Polri

    yang berakibat kurang maksimalnya

    pelayanan Polri kepada Masyarakat;

    (2) Belum terbangunnya kultur Polri yang

    sesuai dengan tuntutan masyarakat

    demokratis yang mampu melaksanakan

    tugas sebagai pelindung, pengayom,

    pelayan masyarakat, penegakan hukum

    dan harkamtibmas;

    (3) Masih rendahnya keterampilan dan

    kemampuan Pegawai Negeri pada Polri

    di lapangan dalam menghadapi kualitas

    dan kuantitas kejahatan yang semakin

    canggih;

    (4) sistem .....

  • 7

    (4) Sistem pengembangan kekuatan SDM

    Polri yang hanya menitikberatkan pada

    pendekatan demografi, sehingga bila

    ditinjau dari aspek Police Ratio jumlah

    anggota Polri cukup memadai, namun

    ditinjau dari aspek geografis, tantangan

    tugas dan pemekaran wilayah

    pemerintahan daerah serta sebaran

    pelayanan Polri dirasakan masih banyak